SMAN 1 Tanah Grogot Siapkan 324 Kursi untuk Siswa Baru

June 11, 2026 by  
Filed under Paser

Share this news

TANA PASER– Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanah Grogot pada Tahun Ajaran 2026/2027 menyiapkan 324 kursi yang akan tersebar dalam sembilan rombongan belajar (rombel). Penambahan kapasitas tersebut dilakukan seiring bertambahnya jumlah kelas yang dibuka pada tahun ajaran baru. Meski demikian, jumlah siswa dalam setiap kelas justru dikurangi guna mendukung efektivitas proses pembelajaran.

Kepala SMAN 1 Tanah Grogot, Suyarno menjelaskan, pihak sekolah menambah satu rombel dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ajaran ini kami menyiapkan sembilan rombel agar dapat mengakomodasi kebutuhan penerimaan siswa baru,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Dengan sembilan rombel yang tersedia, setiap kelas akan diisi maksimal 36 siswa. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 40 siswa per kelas.

Menurut Suyarno, kebijakan pengurangan jumlah siswa dalam satu kelas dilakukan setelah mempertimbangkan efektivitas kegiatan belajar mengajar.

“Kami melihat pembelajaran akan lebih optimal jika jumlah peserta didik di dalam kelas tidak terlalu banyak. Karena itu kapasitas per rombel kami sesuaikan menjadi 36 siswa,” katanya.

Sebagai salah satu sekolah menengah atas favorit di Kabupaten Paser, SMAN 1 Tanah Grogot setiap tahun menjadi tujuan banyak calon peserta didik. Selain dikenal dengan berbagai prestasi yang diraih siswa, sekolah ini juga merupakan SMA negeri tertua di Kecamatan Tanah Grogot.

Pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring. Sistem tersebut memungkinkan masyarakat memantau perkembangan seleksi secara terbuka. Semua tahapan pendaftaran dilakukan melalui sistem online sehingga posisi dan pergerakan pendaftar dapat dipantau secara real time.

Tahap pertama seleksi akan dibuka melalui jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi orang tua. Jalur prestasi mendapatkan alokasi kuota sebesar 30 persen dari total daya tampung sekolah.

Penilaian pada jalur prestasi dilakukan berdasarkan akumulasi nilai rapor selama lima semester yang dipadukan dengan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Selanjutnya, sekolah membuka jalur domisili dengan kuota sekitar lima persen atau sebanyak 16 kursi. Pada jalur ini, penilaian tidak hanya mempertimbangkan kedekatan tempat tinggal dengan sekolah, tetapi juga nilai rapor dan usia calon peserta didik. Untuk memastikan validitas data pendaftar, sekolah telah membentuk tim khusus yang akan melakukan verifikasi faktual secara langsung di lapangan.

“Langkah tersebut dilakukan guna menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan SPMB sehingga seluruh proses berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan, ” ujar Suyarno. (tw)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb