ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kasus Malaria di Kaltim Terjadi Pada Pekerja Kehutanan dan Perkebunan

July 19, 2023 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

Rapat Pembahasan Draft Pergub tentang Percepatan Eliminasi Malaria

SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengungkapkan sebagian besar kasus malaria di Kaltim terjadi pada pekerja di sektor kehutanan dan perkebunan. Hal ini mencakup pekerja yang berhubungan langsung dengan aktivitas kehutanan seperti perambah hutan, pekerja reboisasi, dan petani hutan. Serta yang tidak berhubungan langsung dengan aktivitas kehutanan seperti supir, keluarga pekerja, dan pelaku usaha.

“Kedatangan pekerja dari wilayah endemis malaria ke Kalimantan Timur dan minimnya upaya pencegahan dari masyarakat juga meningkatkan kasus malaria di daerah kita,” kata Jaya Mualimin pada rapat pembahasan draft Pergub tentang Percepatan Eliminasi Malaria di Ruang Rapat Tepian II Kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (18/7/2023),

Pergub ini diharapkan dapat menjadi regulasi yang memperkuat upaya percepatan eliminasi malaria di Kaltim. Sesuai dengan target nasional, yaitu Indonesia Bebas Malaria pada tahun 2030.

Upaya regulasi di tingkat provinsi terkait percepatan eliminasi malaria, telah dimulai sejak 2019 melalui Kesepakatan Bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se- Kalimantan Timur Tahun 2019Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan Pergub tentang percepatan eliminasi malaria sejak tahun 2022. Puncak dari upaya ini adalah Komitmen Bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-Kalimantan Timur mengenai percepatan eliminasi malaria yang dilakukan dalam acara Puncak Hari Malaria Sedunia Tahun 2023.

Untuk diketahui , rapat ini dipandu oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltim Setyo Budi Basuki serta Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Ivan Hariyadi Hardjo Widjojo.(At)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.