ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Realisasi Investasi Capai Rp 12,53 Triliun

July 10, 2013 by  
Filed under Kalimantan Timur

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com, Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Didi Rusdiansyah mengungkapkan, realisasi investasi di kaltim hingga Juni 2013 atau triwulan (Tw) ii mencapai Rp 12,53 triliun. Capaian tersebut sekitar 40,98 persen dari target realisasi investasi 2013 yang dipatok Rp 30,5 triliun hingga akhir Desember 2013.  

“Jika dibanding Tw i, terjadi kenaikan Rp 5,84 triliun dari realisasi yang hanya mencapai Rp 6 triliun,” ungkap Didi ketika berbincang dengan wartawan, di Samarinda, Selasa (9/7) pagi.

Meski begitu, Didi menyebut realisasi tersebut masih belum mennjukan kondisi riil realisasi investasi. Realisasi Tw ii secara menyeluruh baru keluar Juli ini setelah sinkronisasi data dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI.
Untuk sektor yang mendominasi, sebut Didi, sebagian usulannya sektor agrobisnis, khususnya pekebunan kelapa sawit. Wilayah dominan di Kutim dan Kubar. Sementara sektor batubara yang biasanya menduduki peringkat teratas, realisasi investasi belum menunjukkan riak siknifikan.

Sekarang yang berubah drastis adalah pendataan penanaman modal. Jika dulu hanya mendata penanaman modal fasilitas. Seiring terbitnya Peraturan Kepala (Perka) BKPM No 5/2013 tentang pedoman dan tatacara perizinan dan non perizinan penanaman modal, kegiatannya tidak hanya fasilitas. Non fasilitas pun juga didata.

“Artinya semua yang berkaitan penanaman modal masuknya melalui BPPMD. Tapi untuk izin usahanya, khususnya berkaitan rekomendasi izin lokasi yang berkaitan dengan sektoral dilakukan di sektor terkait. Setelah itu baru diterbitkan izin usahanya. Ini yang akan kita pantau semua, baik fasilitas maupun non fasilitas,” sebutnya.

DKI sudah lakukan penggabungan pendataan izin fasilitas dan non fasilitas. Karenanya realisasinya melambung tinggi. Kaltim sendiri rencananya dalam waktu dekat juga akan mencoba menerapkan. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyosialisasikan peraturan tersebut ke SKPD sektor terkait.

“Ini agar datanya terpantau,” timpalnya.

Sementara ketika ditanya soal pencapaian target Rp 30,5 triliun, pihaknya mengaku optimis tercapai. Hal tersebut didasari tingginya rencana investasi yang masuk. “Secara bertahap realisasinya jalan. Sebab rencana investasi kan bukan hanya yang tahun ini. Yang tahun sebelumnya bisa saja direalisasikan pada tahun ini,” katanya.

Lantas catatan realisasi investasi tersebut apakah masih digabung dengan wilayah yang masuk dalam Provinsi Kaltara ? Menurutnya data tersebut masih masuk kaltara. Sebab tidak bisa otomatios dipenggal. “Data di BKM masih masuk kaltim. Perlahan nanti akan dipisahkan jika sudah instansinya (BPPMD,Red) sudah terbentuk,” sebutnya. (vb/arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.