Isran Noor : Demokrasi Kaltim Berjalan Lancar, Protokol Kesahatan Wajib Dijalankan

December 4, 2020 by  
Filed under Kalimantan Timur

Gubernur Kaltim Isran Noor dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto

SAMARINDA . Gubernur Kaltim Isran Noor membacakan pantun. Sambal Terasi Dicampur Acar, Ikan Tongkol Nyaman Dimakan, Demokrasi Kaltim Berjalan Lancar, Protokol Kesahatan Wajib Dijalankan. “Ini pantun, sebenarnya perintah,” kata Isran Noor, saat

memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Provinsi Kalimantan Timur secara luring dan daring di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/12).

Lebuh lanjut disampaikan, pilkada kali ini tidaklah sama dengan pilkada-pilkada sebelumnya, mengingat pesta demokrasi dilaksanakan bersamaan dengan upaya bersama menghadapi dan menangkal penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pemerintah telah menetapkan hari Rabu, 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional. Tujuannya agar masyarakat mengikuti dan berpartisipasi dalam pilkada di daerahnya dengan penuh antusias.

Nantinya libur Pilkada ditambah libur hari raya natal dan pergantian tahun baru 2021 pastinya akan dimanfaatkan masyarakat untuk merayakannya dan bisa menghadirkan kerumunan orang banyak.

“Maka menghadapi ini, kita harus disiplin protokol kesehatan, jangan sampai beban berat ini semakin bertambah parah. Hanya, gara-gara mengabaikan anjuran protokol kesehatan,” tegasnya.

Penerapan disiplin protokol kesehatan, yakni menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan serta menghindari kerumunan atau tidak melakukan kegiatan mengundang banyak orang yang tidak dapat dikontrol.

“Saya bersyukur kepala daerah sangat respon. Alhamdulillah Samarinda dua hari lalu sudah mengeluarkan edaran baru, melarang kegiatan keramaian seperti acara pernikahan,” jelasnya.

Isran Noor berharap kepala daerah dan pemangku kepentingan terkait pro aktif dengan kondisi terkini. Terutama dalam mencegah penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat.

Rapat terkait Pengamanan dan Penegakan Protokol Kesehatan dalam rangka Penyelenggaraan Pilkada, Libur Natal dan Tahun Baru 2021 dihadiri Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto, Ketua Pengadilan Tinggi Sutoyo, Ketua PTA Sukiman, Kabinda, Kepala Biro Ops Polda Kaltim Kombes Pol Hery Heryandi, Ketua KPU Rudiansyah dan Ketua Bawaslu Saiful Bahtiar.

Tampak hadir Sekda Provinsi Kaltim HM Sa’bani, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Asisten Administrasi Umum Fathul Halim, Asisten Perekononian dan Adbang Abu Helmi, serta bupati/wali kota dan jajaran Forkopimda kabupaten/kota se-Kaltim mengikuti acara secara virtual. (Hel/vivaborneo.com)*

Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Kunci Utama Tekan Covid-19

December 4, 2020 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA. Terus meningkatnya angka penularan virus Covid-19 di Kaltim, tidak menyurutkan semangat Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, melalui Juru Bicara Andi Muhammad Ishak, Satgas covid-19 kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap disiplin diri menerapkan protokol kesehatan dalam berbagai aktifitas.

“Angka terpapar cukup tinggi. Kesadaran dan kepedulian masyarakat lah kunci utama untuk menekan angka-angka ini,” kata Andi.

Dia menghimbau masyarakat agar tetap disiplin menegakkan protokol kesehatan, menjalankan 3M atau menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.

“Masyarakat jangan pernah ada kata bosan melakukan kebiasaan ini. Sebab, inilah upaya efektif bersama menekan penyebaran dan penularan virus corona,” harapnya.

Berdasarkan rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Kamis 3 Desember 2020, jumlah terkonfirmasi kembali meningkat mencapai 20.364 kasus, dengan bertambahnya kasus harian sebanyak 313 kasus. Sedangkan meninggal 597 kasus (2.9 persen dari terkonfirmasi). Ada penambahan 3 kasus dari Kutai Kartanegara, Kutai Timur dan Balikpapan.

Berarti angka kasus positif atau warga terpapar virus corona mencapai 547.2 orang per 100.000 penduduk Kaltim.

sedangkan, angka kesembuhan (recovery rate) Kaltim berada pada 85,2 persen dari kasus terkonfirmasi atau menurun 0,3 persen dari hari sebelumnya. Tapi masih tinggi dibanding kesembuhan rata-rata nasional 82.9 persen. (Hel/vivaborneo.com)

Waspada dan Deteksi Dini Faktor Risiko Komorbid

December 4, 2020 by  
Filed under Kesehatan

Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima kunjungan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes)

SAMARINDA. Berdasarkan rilis Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, Kamis per 3 Desember 2020 bahwa jumlah terkonfirmasi kembali meningkat mencapai 20.364 kasus, dengan bertambahnya kasus harian sebanyak 313 kasus. Sedangkan meninggal 597 kasus (2.9 persen dari terkonfirmasi).

Tingginya angka kematian pasien Covid-19 ini salah satunya disebabkan oleh faktor komorbid atau penyakit penyerta dan faktor ini menjadi perhatian serius Gubernur Kaltim H Isran Noor.

Perhatian serius ini disampaikan Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima kunjungan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang dipimpin dr Cut Putri Arianie, M.H.Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular/P2PTM), didampingi dr Edduwar Idul Riyadi, Sp. KJ (Kasubdit Gangguan Indera dan Fungsional) dan 2 staf Kemenkes, di kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada Samarinda, Kamis (3/12/2020).

Isran Noor, menyampaikan dukungan atas program dan penganggaran P2PTM. “Terima kasih sudah memberikan penjelasan secara rinci tentang besarnya pengaruh komorbid terhadap kematian pasien Covid-19. Kita dukung program ini untuk mencegah kasus ini semakin parah,” ujar mantan Bupati Kutim ini.

Gubernur berharap agar deteksi dini faktor risiko PTM ini dilaksanakan di semua tempat sampai ke masyarakat, sehingga bisa cepat diketahui dan pantau agar jumlah kematian Covid-19 karena komorbid PTM dapat dicegah dengan baik.

Secara sederhana komorbid juga dikenal sebagai penyakit penyerta. Komorbid adalah penyakit atau kondisi yang muncul secara bersamaan pada seseorang atau individu.

Secara umum komorbid didominasi penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes millitus, jantung, asma, dan lain-lain. PTM ini dapat memperparah Covid-19 karena merusak fungsi jaringan dan menurunkan sistem imun tubuh.

Hadir mendampingi Gubernur Isran Noor, Sekretaris Dinas Kesehatan Kaltim Andi M. Ishak dan Kasi P2PTM dan Keswa Rochmad Koesbiantoro. (Hel/vivaborneo.com)*

Lidi Nipah Kaltim Ekspor ke India

December 4, 2020 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – Komoditas asal Kaltim yang juga akan menjadi bagian dari rencana pelepasan ekspor produk Indonesia bernilai tambah dan sustainable ke pasar global oleh Presiden RI Joko Widodo secara hybrid Jumat (4/12/2020) adalah lidi nipah.

“Ini perdana, lidi nipah dari Kaltim akan diekspor ke India,” sebut Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor, Kamis (3/12/2020).

Menurut Roby, potensi pengembangan usaha nipah ini masih sangat terbuka di Kaltim. Apalagi nipah adalah tanaman yang mudah dikembangkan di sebagian wilayah Kaltim, khususnya di kawasan pesisir.

Tumbuhan dengan nama latin nypa fruticans itu umumnya hidup di sekitar hutan bakau (mangrove). Pengembangan ini pun akan sangat sejalan dengan program Kaltim untuk menurunkan emisi gas karbon dunia dalam program FCPF Carbon Fund yang belum lama ini telah ditandatangani   kesepakatan pembayaran pengurangan emisinya (Emission Reductions Payment Agreement/ERPA) oleh Kementerian KLHK dan FCPF-CF bersama World Bank di Jakarta.

“Untuk pertama kali ini, kita akan ekspor lidi nipah ke India sebanyak satu kontainer dengan nilai USD 408.000,” ungkap mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu.

Roby menjelaskan, di negara tujuannya India, lidi nipah ini akan digunakan sebagai campuran bahan pembuatan asbes dan bisa pula dimanfaatkan sebagai lapisan dasar karpet.

“Untuk potensi pengembangan nipah ini sudah tersedia lahan yang bisa dimanfaatkan seluas 30.000 hektar di kawasan Delta Mahakam. Dan saat ini baru dimanfaatkan sekitar 50 hektar,” sebut Roby.

Pengembangan nipah ini jelas Roby akan memberikan banyak keuntungan bagi peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Nipah mudah tumbuh di muara sungai. Keuntungannya, lidi nipah bisa diambil untuk ekspor, sementara daun nipahnya potensial dijual untuk mendukung bahan baku pembuatan ketupat dan kerajinan anyaman. Pucuk nipah yang sudah dipotong akan tumbuh dengan dua tunas baru dalam waktu tiga bulan sehingga akan menghasilkan daun yang lebih banyak.

Pelaku UKM yang menjajaki bisnis lidi nipah untuk ekspor ini adalah CV Masagenah. (samsul/vivaborneo.com)

Tambah Penghasilan, Warga Dilatih Membuat Kue Kering

December 4, 2020 by  
Filed under Berau

KUE KERING: Warga diberikan pelatihan membuat kue untuk menambah penghasilan.

TANJUNG REDEB – “Melalui pelatihan ini, tidak hanya menghasilkan pendapatan untuk diri sendiri, tapi jika usaha ini berkembang, juga bisa membuka lapangan kerja baru,” demikian ujar Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau, Wiyati, usai membuka pelatihan membuat kue kering, (2/12/2020).

Ia berharap, pembinaan dan pelatihan keterampilan kerja ini meningkatkan perekonomian masyarakat. Sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kemampuan para peserta dalam pembuatan kue.

Ditambahkan, pelatihan ini juga sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Berau dalam memberdayakan masyarakat. Agar masyarakat mampu membuka lapangan kerja secara mandiri. Langkah ini juga diambil untuk mengurangi angka pengangguran.

Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi batu pijakan untuk memperluas kesempatan kerja melalui sektor informal. Selain mengurangi angka pengangguran, juga bisa mendirikan usaha mandiri melalui berbagai keterampilan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Yang perlu dibangun adalah bagaimana menciptakan kepercayaan, dan itu perlu proses panjang dan perjuangan keras, jika kepercayaan bisa dibangun di tengah-tengah masyarakat, maka usaha tersebut akan mudah maju,” pesannya.

Karena itu, ia mengingatkan peserta untuk menggunakan bahan yang berkualitas dan tidak merugikan orang lain. Yang lebih penting, bisa menghasilkan lapangan kerja baru. Sehingga angka pengangguran di Berau bisa berkurang.

Sebelumnya, instansi ini juga menggelar pelatihan pembuatan masker dan tata rias. Berbagai pelatihan itu harapannya meningkatkan kemandirian dan pertumbuhan ekonomi bagi para peserta. (vv1)

« Previous PageNext Page »

  • vb