PT Pertamina Hulu Mahakam Tingkatkan Kapasitas Kontraktor Lokal

December 4, 2020 by  
Filed under Berita

BALIKPAPAN – Meski di tengah pandemi COVID-19, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), selaku operator di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku induk usaha, tidak mengendurkan upaya untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas para kontraktor lokal penyedia barang dan jasa yang ada di sekitar wilayah operasi.

Sebanyak 20 kontraktor lokal yang berdomisili di Kecamatan Anggana, Samboja, MuaraJawa, dan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti pelatihan secara virtual, Kamis (3/12/2020). Materi pelatihan antara lain: prosedur memperoleh Sertifikat Pengganti Dokumen Administrasi SKK Migas (SPDA) dan Sertifikat Penyedia Barang dan Jasa Mampu PHM (SKTPM), dan proses pengadaan terbaru di PHM.

Kegiatan dibuka oleh Mohammad Bustani selaku Kabid Pengawasan dan Promosi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Kartanegara, sedangkan dari PHM hadir Reza Abbas selaku Chairman of Tender Committee PHM dan Elis Fauziyah Kepala DepartemenCorporate Sosial Responsibility PHM.

Pada kesempatan itu Mohammad Bustani menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten KutaiKartanegara terhadap kegiatan coaching clinic ini karena telah ikut mendukung program pembangunan sumber daya manusia di sekitar wilayah operasi. “Kami hargai upaya PHM untuk meningkatkan daya saing kontraktor lokal agar bisa menjadi bagian dalam proses pengadaan barang dan jasa di Wilayah Kerja Mahakam,” katanya.

Dalam sambutannya, Reza Abbas, selaku Chairman of Tender Committee PHM mengatakan dalam pelatihan ini PHM memberikan pendampingan dan bimbingan kepada kontraktor lokal terkait proses untuk menjadi rekanan mampu di lingkungan PHM maupun SKK Migas. “Kami memberikan kemudahan untuk berpartisipasi dalam sistem pengadaan barang dan jasa di PHM, serta mensosialisasikan berbagai aspek yang berkaitan dengan lingkup kontraktor sebagai calon rekanan PHM,” katanya.

Coaching clinic ini adalah bagian dari komitmen PHM untuk mengembangkan kontraktor lokal dan mendorong perkonomian daerah, sehingga Elis Fauziyah, selaku Kepala Departemen CSR PHM, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar para kontraktor yang berada ring satu wilayah operasi dapat semakin berperan dalam kegiatan industri hulu migas sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelatihan ini para kontraktor lokal mempelajari proses pemutakhiran database rekanan melalui sistim Centralized Integrated Vendor Database (CIVD) SKK Migas dan situs panitia tender PHM, kemudian proses pengadaan yang dimulai dari pengenalan sistim baru pendaftaran tahap prakualifikasi sampai pengumuman pemenang. “Pelatihan kali ini fokus pada pengembangan kemampuan kontraktor lokal dalammengikuti proses tender serta elemen-elemen apa saja yang harus dipenuhi. PHM terus berusaha menyederhanakan sistim untuk mempermudah partisipasi kontraktor lokal, namun tetap harus mengikuti kaidah dan aturan pada Pedoman Tata Kerja(PTK) 007 Revisi-04/2017 SKK Migas,” ungkap Reza Abbas.

Pelatihan ini rutin diadakan sejak tahun 2018 dengan total jumlah peserta mencapai 52 kontraktor lokal skala kecil di lima kecamatan yang berada di ring satu wilayah operasi. (rill/vb)

Gubernur Lantik 13 Pejabat Eselon II, Tidak Semua Pejabat Provinsi

December 4, 2020 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebanyak 13 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemprov Kaltim dilantik. Pelantikan dilakukan Gubernur H Isran Noor di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (4/12/2020).

Ke-13 pejabat yang dilantik sebelumnya telah mengikuti proses seleksi terbuka pengisian jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang dimulai sejak 24 Juli 2020 lalu.

Mereka yang dilantik adalah Inspektur Wilayah Provinsi Kaltim M Irfan Prananta, Kadis ESDM Christianus Benny, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Puguh Harjanto, Kadis Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Siti Farisyah Yana, Kadis PUPR Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kadis Kominfo M Faisal, Kadis Pemuda dan Olahraga Agus Tianur, Kepala Badan Kesbangpol Sufian Agus, Karo Umum Norhayati US, Karo Kesra Andi Muhammad Ishak, Karo Organisasi Iwan Setiawan, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD AWS Agung Dwi Kurianto. Gubernur juga mengangkat M Kurniawan sebagai Staf Ahli Gubernur.

“Sebuah keharusan untuk mengisi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ini cukup lama prosesnya lebih dari tiga bulan. Proses seleksi,” kata Gubernur Isran Noor usai pelantikan menjawab pertanyaan sejumlah wartawan.

Ia menambahkan, bahwa beberapa waktu lagi Pemprov Kaltim akan kembali melakukan seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Sebabnya, beberapa pejabat beberapa bulan lagi akan memasuki masa purna tugas.

“Masih akan bersambung terus (seleksi terbuka). Karena tiga bulan lagi ada yang pensiun. Ada juga yang dua bulan lagi, macam-macam,” ucap Isran santai.

Yang pasti kata Isran, Pemprov Kaltim akan taat mengikuti aturan dalam UU ASN, sehingga pejabat-pejabat terpilih adalah sosok-sosok yang berkualitas dan dapat mendukung kinerja organisasi besar Pemprov Kaltim ini menjadi lebih baik lagi.

“Harapannya bisa melakukan koordinasi dengan baik, bekerja dengan baik, jujur amanah jangan macam-macam, gitu aja. Jujur itu, artinya ya jangan korupsi sudah,” tegas Isran lagi yang saat wawancara itu juga didampingi Wagub Hadi Mulyadi.

Para pejabat yang saat ini berada di dalam gerbong pemerintahan provinsi Kalimantan Timur, ternyata bukan hanya para pejabat Pemprov Kaltim. Beberapa pejabat dari daerah juga berhasil menjadi pilihan gubernur dan wakil gubernur dari tiga nama yang lulus hingga tahap akhir seleksi.

Sebut saja nama M Faisal, Kepala Dinas Perindustrian Kota Samarinda yang dipercaya menjadi Kepala Diskominfo Kaltim. Ada pula Siti Farisyah Yana, pejabat dari Badan Pusat Statistik (BPS), yang sukses menjadi Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim. (/samsul)

KPU Samarinda Libatkan Penyandang Disabilitas Tingkatkan Partisipasi

December 4, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Memperingati Hari Disabilitas Internasional (HDI) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda menggelar sosialisasi pendidikan pemilih di Aula KPU Kaltim, Kamis (3/12/2020).

Suasana sosialisasi yang digelar KPU Samarinda dalam rangka memperingati Hari Disabilitas. Sosialisasi itu untuk meningkatkan angka pertisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember 2020

“Penyandang disabilitas tidak berbeda dengan pemilih normal pada umumnya. Dengan kegiatan ini membuat seluruh penyandang disabilitas di seluruh Kaltim khususnya Samarinda bisa mendapatkan pencerahan tentang kewajiban mereka sebagai pemilih,” kata Komisioner KPU Samarinda Najib

Komisioner KPU Samarinda yang membidangi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM, berharap pihaknya bisa datang ke TPS dengan menerapkan protokol kesehatan dalam memutus rantai penyebaran serta penularan Covid-19. Mereka yang hadir pada sosialisasi, diharapkan bisa menyampaikan informasi yang diberikan KPU Samarinda kepada seluruh penyandang disabilitas terkait Pilkada Serentak 2020.

“Kami berharap dengan pelibatan aktif teman-teman disabilitas tentunya dapat mendorong dan membantu meningkatkan angka pertisipasi pemilih,” harapnya.

Najib menambahkan, seluruh KPU wajib memberikan pelayanan prima dan maksimal kepada seluruh basis pemilih tanpa membedakan pemilih pemula, pemuda, disabilitas marginal dan sebagainya.

“Sesuai dengan makna filosofi yang ada yaitu KPU melayani,” tutupnya. (man)

Pemerintah Telah Tangkap 535 Teroris

December 4, 2020 by  
Filed under Berita

Samarinda — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama instansi lainnya telah menangkap 535 orang teroris di Indonesia. Namun, dari jumlah itu, BNPT tidak melakukan publish semua berita penangkapan teroris tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Pencegahan Terorisme BNPT, Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, mewakili Kepala BNPT, pada acara “Perempuan sebagai Agen Perdamaian”, yang berlangsung pada Kamis, (3/11/2020).

“Bayangkan kalau penangkapan sebanyak 535 teroris kita beritakan semua. Setiap hari ada berita teroris. Tentu masyarakat akan resah. Kami tidak ingin masyarakat merasa tidak nyaman dan menimbulkan tekanan pada Indonesia. Sehingga mengganggu investasi dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dijelaskannya Undang-Undang Anti Teror yang baru memungkinkan pemerintah melakukan penangkapan secara diam-diam (silent). Kecuali sudah terjadi aksi seperti kasus di Sigi.

Menurutnya, berbicara terorisme tidak lepas dari radikalisme. Radikalisme adalah paham yang menuju fase terorisme. Semua teroris, tegasnya, pastilah berpaham radikal. Namun tidak semua berpaham radikal otomatis menjadi teroris.

“Teroris itu orangnya, perbuatannya sedangkan radikalisme.adalah fahamnya. Indikasinya, seseorang telah masuk dalam jaringan teroris, indikasi yang kedua mereka sudah disumpah (baiat), kemudian sudah mulai mengadakan pengajian-pengajian kecil. Kemudian melakukan latihan perang, latihan membuat bom, latihan perang serta diindikasikan akan melakukan teror,” Nurwakhid yang sebelumnya di bertugas Densus 88 Anti Teror ini.

Dijelaskannya, ada beberapa macam jenis teroris di dunia ini, misalnya, teroris yang berniat memisahkan dari NKRI seperti yang terjadi terjadi di Papua.

Ada juga teroris yang di latar belakang dan motif bisnis, yaitu bisnis persaingan jaringan narkoba. Ada juga teroris ekstrem individual dan sedang menyasar generasi muda yaitu geng motor, anarkis demo dan premanisme. Teroris jenis ini akan dilakukan pendekatan dengan UU Umum atau KUHP oleh polisis di wilayah masing-masing.

Sementara itu dalam acara Perempuan Sebagai Agen Perdamaian, dibahas bagaimana gerakan teroris yang bermotif politik dan ingin merebut kekuasaan dan menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi agama dan ingin mengganti sistem pemerintahan.

“Menggantikan Ideologi yang bagaimana? Yaitu ideologi khilafah, ideologi daulah. Radikal terorisme yang mengatasnamakan agama bukan monopoli salah satu agama. Radikal terorisme mengatasnamakan agama bukan monopoli salah satu agama. Radikalisme yang mengatasnamakan agama biasanya didominasi oleh agama yang menjadi mayoritas wilayah atau daerah atau negara,” tegasnya.

Generasi muda Indoensia adalah target pada pola rekrutmennya. Sehingga peranan ibu-ibu dalam keluarga sangat vital. Salah satu karakter radikal terorisme adalah militansi tinggi, eksklusif, dan intoleran.

Sementara generasi muda milenial saat ini memiliki ciri dinamis karena masih dalam masa pertumbuhan, senang tantangan, senang sesuatu yang baru, pola pikirnya masih dalam proses pendewasaan sehingga mudah terpapar radikalisme.

Radikal terorisme menyasar generasi muda dengan pengajian-pengajian di sekolah-sekolah, internet dan dunia maya serta mendikotomi agama dan Pancasila.

“Maka peranan ibu-ibu dalam membentengi anak-anak sangat vital. Ibu-ibu harus mengawasi dan menanamkan ideologi Pancasila pada putra dan putrinya baik dalam pergaulan, bahan bacaan hingga dalam pemahaman soal agama,” ucap Ahmad Nurwakhid.(*/yul)

Desa, Api-Api Layak Jadi Sentra Sawo

December 4, 2020 by  
Filed under Nusantara

WARU – Perjalanan darat dari Pelabuhan ferry menuju Tanah Grogot atau Banjarmasin akan melewati pusat sawo satu-satunya di Kalimantan Timur, yaitu tepatnya di Desa Api-Api Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Pasir Utara.

Desa Api-api yang merupakan satu satu desa di Kecamatan Waru yang memiliki 3 desa dan satu kelurahan, antara lain desa Api-Api, Bangun Mulyo, Sesulu dan Kelurahan Waru. Salah satu desanya yaitu Desa Api-Api boleh dikata sebagai sentra penghasil buah sawo. Warganya cukup banyak yang budidaya tanaman sawo.

Untung Suhanda

Untung Suhanda (36) salah satu warga Desa Api-api pembudidaya tanaman sawo saat ditemui vivaborneo di kiosnya 30 November 2020 lalu mengatakan di desa Api-Api terdapat 30 KK yang mengusahakan budidaya Sawo. Masing-masing KK memiliki puluhan buah sawo yang setiap saat bisa panen.

“Di desa kami buah sawo tidak ada putusnya. Kami sering menggelar dagangan di kios-kios pinggir jalan. Ciri desa Api-Api apabila dipinggir jalan Trans Kalimantan dijumpai kios-kios penjual sawo, atau jika dari pelabuhan ferry Penajam Paser Utara sekitar 28 km pasti akan menjuampai kios-kios sawo yang berderat”, terang Untung.

Untung yang merupakan warga Asli Api-Api ini dalam setiap hari tidak kurang dari 20 kg panen Sawo. “Rata-rata kami jual Rp10.000 per kilonya untuk sawo yang kecil. Jika sawo itu besar kami jual Rp20.000 perkilonya, jika sedang Rp15.000”, jelasnya.

Pohon sawo yang ada di Api-Api ini rata-rata cangkokan, dan baru berbuah setelah usia 5 tahun. “Alhamdulillah dari pohon yang ada rata-rata dalam satu pohon setiap panen bisa menghasilkan 100 kg buah sawo”, ucap Untung Suganda didampingi istrinya, Sartini.

Kendala yang sering dihadapi apabila panen raya, terpaksa harus jual ke tengkulak dengan harga murah. “Kalau tengkulak yang ambil jika sawo kecil hanya Rp5.000 perkgnya, dan jika besar Rp10.000/kg nya. Mau tidak mau harus kami jual, karena jika diecer di kios pinggir jalan penyerapannya masih kurang, karena panen melimpah”, jelasnya.

Untung sangat berharap ada dari pihak pemerintah setempat bisa memberi perhatian kepada para petani  buah Sawo ini. “Selama ini tidak ada perhatian sama sekali dari Pemerintah terhadap kami para petani Sawo. Seandainya ada saja, minimal pada saat buah sawo panen raya ada penampungan yang bisa menyalurkan buah sawo dengan harga yang standar, tidak murah seperti tengkulak yang ambil, akan sangat membantu para petani sawo”, harapnya.

Sartini, istri Untung yang berasal dari Selayar Sulawesi Selatan ini setiap hari membantu suami berjualan sawo. “Kalau suami saya biasa memetik buah sawo, saya yang mensortirnya, mana yang kecil, sedang, dan besar. Setelah dipanen terus diperam dulu, agar sawo menjadi matang siap dimakan, paling tiga hari sawo sudah matang dan siap dijual di kiosnya”, jelasnya.

Seandainya buah sawo ini ada pihak-pihak yang mencarikan terobosan pasar, jadi tidak hanya pasar lokal di Api-Api saja, tetapi bisa dikirim ke Balikpapan atau Samarinda, apalagi bisa meysuplai pasar-pasar modern seperti pasar swalayan tentu akan bisa menambah tingkat kesejahteraan dari Petani Sawo, harap Sartini. (nk-01)

« Previous PageNext Page »

  • vb