Figur Daerah Banyak yang Mumpuni, Mengapa Pilih Tokoh Luar Kaltim Pimpin Badan Otorita IKN?

February 2, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Aji Mirni Mawarni

UNDANG-Undang (UU) Ibu Kota Negara (IKN) mengamanatkan pembentukan Perpres mengenai Badan Otorita IKN. Badan tersebut akan menjadi penyelenggara pemerintahan di IKN baru.

Salah satu yang akan dibahas dalam Perpres tersebut adalah kriteria yang tepat sebagai Kepala Badan Otorita IKN. Dalam sejumlah pemberitaan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengantongi banyak nama dan kriteria untuk calon Kepala Badan Otorita IKN.

Sayangnya, dalam daftar yang mengemuka, belum ada nama putera daerah Kalimantan Timur. Sebagai senator Kaltim, sekaligus kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, saya berharap Presiden memilih tokoh Kaltim sebagai Kepala Badan Otorita IKN.

Sesungguhnya Kaltim tidak kekurangan figur yang handal dan mumpuni. Mereka pun telah memahami kondisi sosial, budaya, dan lingkungan Kaltim secara mendalam.

Beberapa nama yang perlu dipertimbangkan di antaranya Bapak Mahyudin. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Bupati Kutai Timur dan Wakil Ketua MPR RI, sebelum mengemban tugas sebagai Wakil Ketua DPD RI.

Berikutnya, Bapak Isran Noor, Gubernur Kaltim saat ini. Beliau berpengalaman memimpin Kabupaten Kutai Timur selama dua periode. Beliau juga dipercaya sebagai Ketua Umum Apkasi, Perhiptani, dan IKA Unmul. Beliau juga memiliki pengalaman memimpin kepengurusan partai politik di level nasional dan provinsi.

Ada pula Bapak Hadi Mulyadi, yang saat ini mengemban tugas sebagai Wakil Gubernur Kaltim. Beliau pun kaya pengalaman sebagai anggota DPR RI selama beberapa periode dan pernah memimpin kepengurusan partai politik wilayah Kaltim.

Figur Irianto Lambrie juga perlu dipertimbangkan. Sebelum mengemban tugas sebagai Gubernur Kalimantan Utara yang pertama, beliau telah menjalankan tugas sebagai Sekretaris Provinsi Kaltim. Beliau juga pernah berkiprah sebagai akademisi dan memimpin paguyuban.

Patut dipertimbangkan pula figur Yusran Aspar. Beliau merupakan mantan Bupati PPU, lokasi IKN saat ini. Sebelum bertugas sebagai Bupati, beliau meniti karier sebagai PNS di Kabupaten Paser, pra pemekaran PPU, termasuk mengemban tugas sebagai camat dan Ketua Bappeda. Beliau juga terpilih sebagai anggota DPR RI 2009-2014.

Kami sangat mengapresiasi pemerintah pusat yang telah mempercayakan Kalimantan Timur sebagai wilayah IKN. Ini merupakan sebuah bentuk penghormatan kepada warga Kaltim.

Penghormatan itu akan semakin lengkap jika Presiden memilih Kepala Badan Otorita IKN yang juga berasal dari Kaltim. Mereka jauh lebih mengerti seluk beluk persoalan lokal, sehingga bakal lebih cepat menyelesaikan dinamika permasalahan yang muncul.

Sangat disayangkan jika nantinya Presiden memilih tokoh luar Kaltim, terutama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang “resmi” diusung PDI-P 29 Januari lalu. Sejumlah tokoh Kaltim juga memiliki leadership, pengalaman, dan kemampuan manajerial yang tak kalah piawai dibanding nama-nama yang beredar. Dengan poin plus kedekatan sosial kultural dengan masyarakat Kaltim.

Kaltim merupakan wilayah dengan potensi sumber daya alam melimpah, bahkan telah menyumbang devisa yang besar bagi negara; mulai dari sektor migas, pertambangan batu bara, perkebunan, kehutanan, dan lainnya.

Maka memberikan kepercayaan kepada tokoh daerah untuk memimpin Badan Otorita IKN adalah sebuah pengormatan yang semestinya dari negara untuk Kaltim. (*)

*) Aji Mirni Mawarni – Anggota DPD RI/MPR RI Dapil Kaltim

Tiga Rumah Warga dan Gudang di Haruyan Seberang Ludes Terbakar

February 2, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BARABAI  – Sedikitnya tiga rumah dan satu buah gudang milik warga  Haruyan Seberang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel)  ludes terbakar, Selasa siang, (1/2/2022).

Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, sedikitnya  ada 3 KK atau 6 jiwa di desa itu harus kehilangan tempat tinggal plus sebagian harta bendanya yang tidak sempat diselamatkan.

“Kami belum tahu penyebabnya. Sebab, penanganan penyelidikan musibah ini sepenuhnya ditangani oleh yang berwajib, yakni Polsek Haruyan,” ucap Kepala BPBD HST, Budi Haryanto melalui Koordinator Pusdalops BPBD HST, Bonang.

Bonang dan anggotanya sempat turun ke TKM (Tempat Kejadian Musibah). Dia pun mengamati dan menghimpun pendataan tentang para korban, selain jajaran Polsek Haruyan sendiri yang sudah memasang Polis Line di lokasi musibah.

Keterangan yang dihimpun wartawan media ini di TKM menyebutkan, kobaran api muncul sekitar pukul 10.10 WiTA dari salah satu rumah warga. Api  sangat cepat membesar dan membakar rumah yang terbuat dari perabotan kayu.

Kobaran api menjadi-jadi lantaran cuaca  panas terik dan adanya hembusan angin. Sontak warga sekitar  sempat panik dan bahu membahu melokalisir kobaran api dengan peralatan seadanya agar tidak menjalar ke rumah warga yang lainnya.

Beruntung, beberapa unit mobil mobil pemadam dari Haruyan dan desa-desa lainnya cepat datang membantu. Api pun berhasil dijinakkan setelah membakar tiga buah rumah dan sebuah gudang milik warga di RT. 03, RW. 01 Desa Haruyan Seberang itu.

Menurut Bonang, tiga bangunan rumah warga yang hangus terbakar adalah milik Hairani dan gudang barang miliknya, rumah Murni, dan rumah Rudi Hartono.

“Rumah Rudi Hartono hanya terbakar 50 persen. Sedang rumah Hairani, gudang miliknya dan rumah Murni terbakar habis 100 persen,”  tulis Bonang dalam laporannya tanpa menyebut prakiraan atau taksiran kerugian akibat amukan si jago merah ini.  (JJD)

Komunitas Karisha Produktif Samarinda Gelar Pelatihan Kewirausahaan Membuat Martabak Surban.

February 1, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Peserta pelatihan dari siswa SMA Negeri 5 Samarinda saat praktek menggoreng martabak surban.

SAMARINDA – Puluhan perempuan yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan anak remaja putri dengan penuh antusias mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh Komunitas Karisha Produktif yang digelar Sabtu, 29 Januari 2022, lalu di rumah Ketua Karisha (Kajian Rutin  Sholihah) Kota Samarinda, di Jalan Nusantara 7 Sungai Pinang Samarinda.

Ketua Karisha Kota Samarinda Nurul Sinanta saat membuka acara Pelatihan kewirausahaan dalam rangka launching Komunitas Karisha Produktif ini mengatakan, sejak dini anak-anak remaja perempuan selain dituntut harus memiliki ilmu agama yang mumpuni juga harus memiliki keterampilan, sehingga bisa produktif membantu keuangan keluarganya kelak.

“Anak-anak sekarang setelah pembelajaran melalui Daring, sangat minim sekali mereka mendapatkan ilmu-ilmu praktis yang bisa menopang dalam hidupnya kelak. Ini upaya dari Komunitas Karisha Produktif memberikan bekal agar para ibu-ibu dan remaja putri kita memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupannya,” Jelas Nurul.

Disampaikan Nurul Sinanta, Karisha selain memberikan bekal ilmu agama melalui kajian rutin yang digelar melalui majelis taklim, juga berusaha memberikan keterampilan praktis kepada masyakat. “Dalam situasi pandemi covid ini pelaku ekonomi yang masih bisa bertahan adalah mereka-mereka yang memiliki keterampilan, seperti pelaku usaha kecil menengah. Nah, kami berusaha membantu Ibu-ibu dan generasi perempuan yang tangguh, yang memiliki dasar keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari,” Jelas Nurul Sinanta.

Suasana pelatihan kewirausahaan cara membuat martabak surban yang diselenggarakan oleh Komunitas Karisha Produktif Samarinda.

Pelatihan yang diikuti 29 anak remaja perempuan ini antara lain dari siswa SMA Negeri 5 Samarinda, remaja dan ibu-ibu dari berbagai kelangangan keluarga kurang mampu yang memiliki minat meningkatkan kapasitas diri dibidang kewirausahaan.

Sementara itu Nani Heriyani, Pembina Ekstrakurikuler SMA Negeri 5 Samarinda mengatakan bahwa peluang mengikuti pelatihan semacam ini sangat langka, sehingga pihaknya membawa anak didiknya sebanyak 3 orang anak untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Ini pelatihan kewirausahaan, kali ini yang dilatih adalah cara membuat jajan khas dari timur Tengah, yaitu martabak surban atau di kenal juga dengan istilah martabak mariam. Jarang ilmu ini ditularkan. Saya sangat berharap anak-anak didik kami yang mengikuti pelatihan ini bisa menyampaikan ilmu yang didapatnya kepada kawan-kawan di sekolahnya, dan bisa mencoba keterampilan yang didapatnya minimal untuk cemilan di rumah,” jelas Nani Heriyani.

Pelatihan yang berlangsung selama setengah hari ini, perserta diberikan teori dan langsung praktek membuat martabak surban.

Alia salah satu peserta pelatihan mengungkapkannya kegembiraanya bisa berkesempatan mengikuti pelatihan praktis yang ini. “Ini ilmunya jarang orang mengerti, selain dapat ilmu kami bisa saling silaturahmi dan bisa berekspresi mengembangkan diri. Jadi diajari bagaimana cara memilih tepung berprotein tinggi, mencampur dengan telor dan bahan lainnya sehingga menjadi adonan yang sudah kalis yaitu tidak lengket di tangan dan tidak mudah robek bila ditarik,” jelas Alia yang masih duduk di kelas XilI SMA Negeri 5 Samarinda.(vb-01)

Menanam Pohon, Merawat Sungai Karang Mumus

February 1, 2022 by  
Filed under Daerah, Samarinda

Walikota Samarinda Dr. H. Andi Harun saat menanam Pohon di Sepadan Sungai Karang Mumus

SAMARINDA – Ratusan orang pegiat lingkungan hidup khususnya pencinta sungai Karang Mumus, bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan unsur masyarakat lainnya melaksanakan penanaman pohon di sepadan Sungai Karang Mumus (SKM) Samarinda, dalam rangaian memperingati Hari Jadi Kota Samarinda ke-354 dan HUT Pemkot Samarinda ke-62 tanggal 21 Januari 2022.

Penanaman pohon di laksanakan di sepadan SKM sisi Kampus Universitas Mulawarman Samarinda itu dipimpin Walikota Samarinda Andi Harun, Sabtu sore (29/01/2022). Sebagai upaya untuk menghijaukan sempadan dan ujungnya merawat Sungai Karang Minus (SKM) sekaligus untuk mengurangi dampak gas rumah kaca.

Berbagai pohon lokal khas sungai ditanam, diantaranya bibit pohon bungur. Pohon ini merupakan tumbuhan khas kawasan amfibi atau khas bantaran sungai, yakni masih bisa bertahan hidup meski terendam air saat sungai pasang, dan tetap segar meski sungai surut. Selain itu ada juga bibit pohon singkuang, rambai padi, ulin, kratom, dan spesies lain khas sungai.

Penanaman pohon spesies sungai ini pun harus dilanjutkan dengan perawatan, termasuk penyiraman. Mengingat pohon yang ditanam juga rentan bersaing memperoleh nutrisi dengan gulma lainnya serta kekeringan akibat tidak disiram pasca ditanam.

Walikota Samarinda Andi Harun pun mengingatkan kepada dinas terkait dan seluruh komponen agar tidak hanya menanam, namun setelah penanaman ini harus dilakukan pemeliharaan secara berkala agar pohon yang ditanam tidak kalah dengan rumput liar.

Pohon juga harus selalu disiram jika tidak ada hujan agar tidak mati kekeringan, karena banyak kasus bahwa acara seremonial berupa penanaman pohon, pada akhirnya banyak pohon yang mati karena tidak dilakukan perawatan.

“Penanaman pohon di sepanjang sempadan dengan tema ‘Aksi Penghijauan Sempadan Sungai Karang Mumus’ hari ini, hendaknya bukan sekadar seremonial, namun harus dijadikan momentum perubahan untuk menjaga dan menghijaukan lingkungan,” kata Andi Harun.

Terkait adanya keingian dan harapan pecinta sungai kepada pemerintah agar tidak melakukan penurapan dengan dibeton dibibir Sungai Karang Mumus, Walikota Samarinda pun menyampaikan pandangan ahli dan Pemkot Samarinda.

Menurutnya tidak semua tepi Sungai Karang Mumus (SKM) akan dilakukan penurapan atau dibeton, sehingga masih ada sempadan yang dibiarkan natural.

“Di kawasan tertentu tidak akan dilakukan penurapan di tepi SKM, namun akan dibiarkan natural untuk menjaga ekosistem sungai, sehingga komunitas pecinta sungai tidak perlu risau,” kata Andi Harun.

Pola penanganan sungai, yakni selain agar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air sungai tetap terjaga dan terawat, di sisi lain banjir akibat limpasan air sungai juga tidak parah.

Misman – Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM)

Menurutnya, kontur daratan rata-rata di Kalimantan berbeda dengan di Sulawesi dan Jawa, karena kawasan darat di Kalimantan tidak datar, namun bergelombang, ada kawasan berbukit dan ada kawasan pemukiman warga yang rendah, bahkan rendahnya ada yang di bawah permukaan air pasang sungai.

Kondisi ini, tentu saja menyebabkan banjir ketikai hujan lebat maupun saat pasang sungai, sehingga untuk menangani kawasan yang lebih rendah dari sungai, harus dilakukan penurapan dengan beton agar air tidak melimpas ke pemukiman.

Di Perumahan Bengkuring, sebelumnya ia berharap agar di sempadan SKM di kawasan itu dibiarkan natural, tapi karena seringnya banjir akibat daratannya lebih rendah dari sungai dan limpasan air masuk ke perumahan, maka pihaknya akan menurap di tepi sungainya.

Sementara itu  Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Nurrahmani mengatakan, bibit yang disiapkan untuk penanaman pohon kali ini sebanyak 5.000 bibit khas sempadan sungai, namun karena kondisinya tidak memungkinkan ditanam semua, sehingga hanya 500 bibit yang ditanam.

“Penanaman di sepanjang SKM ini tidak berhenti hari ini, namun akan terus berlanjut sampai semua blok tertanami. Kami juga akan melakukan pemeliharaan secara berkala untuk merawat pohon yang telah ditanam. Untuk perawatan tanaman kami gandeng TNI dan Polri serta pihak lain,” ujarnya.

Penghijauan di bantaran SKM kali ini dilakukan untuk tiga segmen dengan total blok tanam tersebar pada tujuh lokasi. Untuk lokasi terpanjang dan lokasinya agak sulit dijangkau adalah di blok pertama yang dilakukan penanaman saat ini.

Sementara itu Misman Ketua Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) mengharapkan komitmen seluruh pihak warga Kota Samarinda untuk terus merawat Sungai Karang Mumur, tidak hanya menanam pohon tapi juga  merawat pohon yang ditanam serta tidak membuang sampah di selokan, parit lingkungan yang bermuara di Sungai Karang Mumus.

“Menanam pohon, merawat pohon yang ditanam dan tidak membuang sampah ke sungai adalah merawat sungai dan kehidupan ekologis sungai, sekaligus menjaga bumi tetap hijau lestari,” tutup penerima Kalpataru Provinsi Kaltim 2021 ini. (hd).

Edy Mulyadi Jadi Tersangka dan Ditahan di Rutan Mabes Polri

February 1, 2022 by  
Filed under Berita, Hukum & Kriminal

Brigjen Ahmad Ramadhan – Karo Penmas Divisi Humas Polri

Jakarta – Edy Mulyadi akhirnya merasakan dinginnya lantai ruang tahanan Mabes Polri,  setelah kepolisian menetapkan dirinya sebagai tersangka ujaran kebencian SARA terkait pernyataanya di sosial media yang mengatakan Kalimantan tempat jin buang anak. Edy pun ditahan selama 20 hari untuk kepentingan proses penyidikan.

“Penyidik menetapkan status dari saksi menjadi tersangka,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan, Senin (31/1/2022).

Penetapan tersangka Edy Mulyadi dilakukan setelah Polri melakukan gelar perkara. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan ahli terkait kasus ini.

Pemeriksaan terhadap Edy dilakukan oleh tim penyidik sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.30 WIB. Ramadhan mengatakan, kepolisian juga langsung melakukan penahanan terhadap Edy di Rutan Bareskrim Polri.

Polisi mengatakan penahanan Edy Mulyadi dengan alasan subyektif dan obyektif penyidik, diantaranya dikhawatirkan menghilangkan alat bukti serta melarikan diri. Selain itu, ancaman pidana terhadap Edy Mulyadi di atas 5 tahun.

Sebelumnya pada Senin pagi (31/01/2022) Edy Mulyadi beserta kuasa hukumnya datang ke Bareskrim memenuh panggilan kedua penyidik Mabes Polri.  Edy Mulyadi dating menggunakan kemeja lengan panjang warna biru muda dan iket Sunda.

Edy Mulyadi – Saat sebelum diperiksa dan ditahan di Mabes Polri

Kepada awak media, sebelum pemeriksaan Edy Mulyadi menyampaikan permintaan maaf ke para sultan di Kalimantan. Dia menyatakan penduduk Kalimantan bukan musuh.

“Musuh saya bukan penduduk Kalimantan, bukan suku ini, suku itu segala macam tidak. Saya sekali lagi minta maaf kepada sultan-sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu, atau apa sebagainya, termasuk suku-sukunya,” kata Edy Mulyadi.

Kasus yang menjerat Edy Mulyadi ini berkaitan dengan beredar rekaman video viral di media sosial yang mempertontonkan pernyataan Edy Mulyadi(EM) beserta sejumlah rekannya, terkait penolakan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Sepaku,  Penajam Paser Utara, provinsi  Kalimantan Timur, , namun sayangnya disertai dengan pernyataan yang diduga menghina Kalimantan sebagai tempat jin buang anak, ada pasar Kuntilanak dan Genderowo bahkan ada yang menyebut monyet.

Edy juga menyindir Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Ia menyebut bahwa Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai macan yang jadi meong. Pernyataan Edy pun menjadi viral di media sosial dan berujung pada laporan di Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh Kader Partai Gerindra. (*/hd)

« Previous Page

  • vb