Paguyuban Peternak Kelinci Batu Bagikan Ribuan Takjil Sate Kelinci

April 9, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Paguyuban Peternak Kelinci yang tergabung di Asosiasi Peternak Kelinci (Aspek) kota Batu bagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintas di depan balaikota Among Tani kota Batu, baik pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor. Jumat (8/4/2022).

Daging kelinci sebanyak  1.500 tusuk  sudah diolah menjadi sate dan dikemas dalam satu paket berikut lontong dan bumbu yang siap langsung disantap untuk menu buka puasa.

Ketua Aspek kota Batu Kuswanto disela-sela pembagian takjil menyampaikan pembagian takjil ini rencananya rutin dilaksanakan satu minggu sekali di bulan Ramadan.

“Agenda pembagian takjil yang pertama dilaksanakan pada hari ini di depan balaikota Among Tani, berikutnya di depan rumah dinas Walikota Batu jalan Panglima Sudirman, Desa Sidomulyo dan terakhir akan dilaksanakan di sekretariat Aspek yang berada di desa Tulungrejo kota Batu,” jelasnya.

Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi sesama peternak kelinci di kota Batu. Selain itu untuk mengenalkan daging kelinci enak rasanya dan memiliki kandungan zat anti kolesterol.

“Melalui dengan kegiatan ini, para peternak kelinci di kota Batu semakin solid dan masyarakat Batu dan wisatawan semakin mengenal enak dan lezatnya daging kelinci ,” papar Kuswanto yang melayani kebutuhan daging kelinci  di warung dan restoran di Kota Batu.

“Karena daging kelinci ini selain rasanya yang enak juga memiliki banyak manfaat semisal bisa di jadikan obat,” imbuhnya.

Kuswanto juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Aspek dan semua fihak yang telah mendukung kegiatan bagi takjil ini. (buang supeno)

Sri Wahyuni : Ketersediaan Bahan Pangan di Kaltim Aman Hingga Lebaran

April 9, 2022 by  
Filed under Berita

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni didampingi Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor

SAMARINDA – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok aman hingga 2,7 bulan ke depan. Penegasan itu disampaikan Sri Wahyuni usai melakukan peninjauan gedung baru Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UKM  di Jalan MT Haryono, Samarinda, Jumat (8/4/2022).

“Data terakhir yang kita dapat, ketersediaan bahan pangan Kaltim cukup aman hingga 2,7 bulan ke depan. Kalau ada keterlambatan, itu karena masalah distribusi saja, terutama jalan,” kata Sri Wahyuni didampingi Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor.

Terkait hal tersebut, setiap hari Pemprov Kaltim melaporkan kepada Kementerian Dalam Negeri, melalui Biro Ekonomi dengan input data dari Disperindagkop dan UKM Kaltim. Update  dan monitoring dilakukan setiap hari untuk memastikan pasokan aman, termasuk untuk minyak goreng.

“Arahan Pak Gubernur, jangan panic buying. Lebih bijak menghadapi situasi saat ini, karena sebenarnya stok tersedia cukup,” sambung Sri Wahyuni.

Secara lebih rinci, Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan untuk beras Bulog tersedia stok sebanyak 14.051 ton, beras non-Bulog 62.572 ton dan 124.209 ton. Estimasi kebutuhan 24.276 ton (5,1 bulan). Gula pasir stok 46.250 ton, kebutuhan 20.336 ton (2,3 bulan).

“Minyak goreng stok 1.982 ton dengan tingkat kebutuhan per bulan 638 ton. Ketersediaan cukup hingga 3,1 bulan,” beber Roby.

Tepung terigu tersedia 21.565 ton dengan estimasi kebutuhan 5.342  (4,2 bulan). Jagung pipilan 1.121 ton dengan kebutuhan 243 ton (4,6 bulan). Kacang kedelai 14.800 ton dan estimasi kebutuhan 5.514 ton ((2,7 bulan). Garam beryodium 4.546 ton kebutuhan 4.022 ton (1,1 bulan). Telur ayam 25.360 ton dan estimasi kebutuhan 34.897 ton (0,7 bulan).

Kemudian untuk daging sapi stok 4.500 ton, kebutuhan 1.603 ton (2,8 bulan). Daging ayam stok 4.435 ton, kebutuhan 1.555 ton (2,9 bulan). Bawang merah stok 1.957 ton, kebutuhan 851 ton (2,3 bulan). Bawang putih 2.224 ton, kebutuhan 851 ton (2,6 bulan). Terakhir cabai 1.283 ton, kebutuhan 948 ton (1,4 bulan).

“Secara umum stok aman. Jika ada kenaikan harga, itu terjadi secara nasional sebagai efek domino dari dinamika global. Dan secara historis pasti menjelang Ramadan dan Idulfitri selalu ada kenaikan permintaan konsumen 20 hingga 40 persen,” tandas Roby.

Mantan Kepala Biro Humas Setda Provinsi Kaltim itu juga melihat saat ini daya beli masyarakat mulai membaik, akibat pelonggaran pandemi Covid-19 yang terus melandai. Apalagi, pertumbuhan ekonomi terus membaik pada kisaran  2% hingga 4%. Indikasinya terlihat dari produksi barang dan jasa signifikan bergerak maju atau membaik.

Roby menambahkan khusus untuk minyak goreng curah, Pemprov Kaltim setiap hari secara rutin melaporkan kondisi ketersediaan kepada Kementerian Perdagangan dan Satuan Gabungan (Satgab) di pusat yang terdiri dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Polri dan BIN. Hal ini juga dilaporkan kepada Satgab di daerah yang terdiri dari Polda dan BIN.

“Pertama Satgab bertugas memastikan ketersediaan dan harga, kedua memberikan sanksi. Sanksi berupa peringatan pertama dan kedua sampai pada eksekusi,” tegas Roby.

Dia juga mengungkapkan, empat komiditi yang masih “hot” (harga tinggi) hingga saat ini adalah minyak goreng, gula pasir, daging sapi dan gas. (sam)

Garin Yudha Primaditya Pimpin Tidar Samarinda

April 9, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

JAKARTA – Pengusaha muda Samarinda, Garin Yudha Primaditya menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kota Samarinda. SK sebagai ketua organisasi sayap kepemudaan Partai Gerindra itu, diserahkan Ketua Umum Pengurus Pusat Tidar Rahayu Saraswati kepada Garin, di Jakarta, Jumat (8/4/2022)..

Ikut mendampingi dalam penyerahan SK tersebut Rizki Emir, pengurus Tidar bidang organisasi, kaderisasi dan keanggotaan, serta Ketua Tidar Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.

Dikonfirmasi media ini, Sara, sapaan akrab Rahayu Saraswati berharap, dengan penyerahan SK Tidar untuk Kota Samarinda, nantinya bisa menjadi ujung tombak perjuangan pemuda pemudi di Samarinda.

“Semoga Tidar Samarinda bisa menjadi contoh teladan, menjadi pemimpin di bidangnya masing masing, juga menjadi wadah perjuangan untuk pemuda-pemudi di Samarinda,” sebutnya.

Ia menyampaikan, dengan keberadaan Tidar Samarinda, diharapkan bisa memperjuangkan aspirasi pemuda-pemudi di Samarinda melalui para seniornya yang telah menjadi wakil rakyat di DPRD dan DPR RI.

“Sehingga suara pemuda-pemudi didengar. Tidar Samarinda juga bisa berkontribusi nyata untuk pembangunan kota Samarinda,” tambahnya.

Tak hanya itu, kepengurusan Tidar Samarinda nantinya juga diharapkan bisa menjadi contoh untuk wilayah kabupaten dan kota lain di Kaltim.

“Tidar harus menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi, di mana saja berada,” tuturnya.

Ketua Tidar Kaltim Akhmed Reza Fachlevi yang turut mendampingi penyerahan SK tersebut, ikut bergembira atas momen tersebut. “Mudah-mudahan, Tidar di Samarinda bisa langsung bergerak, melakukan konsolidasi organisasi,” sebutnya.

Ia juga berharap, nantinya kepengurusan Tidar di Samarinda langsung membentuk kepengurusan di tingkat kecamatan. Sehingga, rentang koordinasi akan bisa lebih mudah dilakukan.

“Saya yakin, di tangan Garin, Tidar Kaltim akan semakin maju dan bisa menghimpun kepentingan anak muda di Samarinda,” harapnya.

Di tangan anak muda yang dinamis, Tidar Samarinda juga diharapkan bisa sinergi dengan program pembangunan Kota Samarinda, dan mendukung kinerja Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

Lebih penting lagi, menurut Reza, dengan terbentuknya kepengurusan Tidar Samarinda, akan memudahkan terwujudnya impian Partai Gerindra untuk menang dalam Pemilu 2024 nanti dan memuluskan Prabowo Subianto sebagai presiden RI.

Sementara itu, Ketua Tidar Samarinda, Garin Yudha Primaditya menyampaikan, setelah turunnya SK dari Tidar pusat, akan lebih masif melakukan kegiatan dengan langsung terjun ke masyarakat.

“Sasaran utama adalah pemuda Kota Samarinda, dengan lebih fokus terhadap isu ekonomi, sosial, pendidikan dan lingkungan,” sebutnya.

Dikatakan, melalui Tidar, akan mengembangkan potensi anak muda untuk dapat berwirausaha. “Karena melalui roda ekonomi, saya yakin anak muda di Samarinda akan lebih berminat untuk berkreasi,” sambungnya.

Garin juga menyampaikan, siap menjalankan arahan dari ketua Tidar Kaltim untuk membuat perwakilan di setiap kecamatan.

“Sehingga semakin memudahkan koordinasi serta akselerasi pengembangan organisasi ke depan,” katanya.

Tak ketinggalan, ia bersama pengurus lainnya akan memaksimalkan kinerja dalam menjalankan visi dan misi Tidar.

“Harapannya, kami dapat terus mendukung karya nyata anak bangsa, demi masa depan Indonesia, khususnya kota Samarinda, yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Sandal dan Motor Hilang Diganti

April 9, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

LUAR BIASA makmurnya masjid ini. Bayangkan, jamaahnya tak pernah sepi. Pada bulan Ramadan ini meluber sampai ke jalan di atas tiga sampai lima ribu orang. Semua mendapat takjil buka puasa yang disediakan takmir masjid. Bayangkan sibuknya para petugas. Tapi semua berjalan lancar dan nikmat. Semua duduk ceria menyambut buka puasa yang khidmat. Kalau ada yang kehilangan barangnya seperti sandal, sepatu, sepeda ontel,    bahkan sepeda motor, pengurus masjid langsung menggantinya. Rasanya belum ada masjid yang punya program seberani ini.

Itulah Masjid Jogokariyan,  yang lagi viral di media sosial hari-hari ini. Masjid yang dibangun  tahun 1966 itu mengambil nama kampung di mana masjid itu berdiri. Tepatnya di Jalan Jogokariyan 36, Kelurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta dekat dengan Pesantren Krapyak. Video yang beredar di medsos memperlihatkan ribuan orang berbondong-bondong ke Masjid Jogokariyan seperti orang mau datang ke stadion menyaksikan pertandingan sepak bola atau menghadiri haul Guru Sekumpul di Martapura.

Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan Ustaz Muhammad Jazir ASP (batik cokelat) bersama Ketua Pembina Yayasan Uniba Dr Rendy Susiswo Ismail (kedua dari kanan) dan pengurus Masjid Uniba Balikpapan lainnya.

Menurut Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan Ustaz Muhammad Jazir ASP, Ramadan tahun ini memang jamaahnya membeludak luar biasa. Pertama, lantaran mereka menyelenggarakan Kampung Ramadan Jogokaryan (KRJ) dengan berbagai kegiatan termasuk ratusan pedagang dan UMKM, yang banyak menarik minat jamaah. Kedua, banyak mahasiswa yang kembali datang ke Yogya karena kuliah tatap muka mulai dilaksanakan kembali sejalan dengan meredanya wabah Covid-19. “Jamaah Masjid Jogokaryan, selain warga setempat juga para mahasiswa dan kaum milenial. Mereka merasa nyaman beribadah di masjid ini,” kata ustaz lulusan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga dan Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Beberapa hari sebelum Ramadan, Ketua Pembina Yayasan Uniba Dr Rendy Susiswo Ismail berkunjung ke sana. “Kebetulan masjid di Uniba sudah hampir rampung pembangunannya, jadi kami belajar manajemen masjid ke Masjid Jogokariyan, biar masjid di Uniba bisa makmur seperti Jogokariyan,” kata Rendy, yang membawa dua pengurus masjid Uniba, Dr Sugianto dan Drs Jaelani, yang juga pengurus Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Balikpapan.

Masjid Uniba yang diberi nama Masjid Amirul Haq dibangun dengan gaya arsitektur klasik dengan dana pembangunan mandiri dan diperkirakan bisa menampung  1.500 sampai 2.000 jamaah.  “Sudah mencapai 80 persen dan tinggal finishing saja. Mudah-mudahan  dapat dipergunakan pada salat Idulfitri tahun ini,” ujar Rendy berharap.

Untuk diketahui, yang datang studi banding ke Masjid Jogokariyan tidak rombongan Rendy saja. Tapi hampir tiap hari ada saja pengurus  masjid dari berbagai  daerah di Indonesia yang datang ke sana. Bahkan tahun lalu serombongan Parlemen Eropa datang ke sini. Juga ulama dari Palestina. Mereka terkagum-kagum melihat keberhasilan pengurus masjid menggerakkan umat untuk beribadah dan memakmurkan masjid. Bayangkan, masjid kelas kampung tapi bisa mendunia ketenarannya.  Masjid Jogokariyan makmur dalam menjalankan manajemen masjid, makmur dalam pengelolaan dan pengumpulan keuangannya, serta makmur dalam membina jamaahnya.

Menurut Rendy,  Masjid Jogokaryan menjadi model pengelolaan masjid seperti dinyatakan dalam Alquran surat Al Maidah ayat 18 – 21 yakni masjid tidak saja sebagai tempat ibadah salat, tetapi juga menjadi sentra membangun kekuatan ekonomi umat. “Tata kelolanya sudah dengan pendekatan manajemen yang modern dan berbasis IT,” tambahnya.

Seperti dijelaskan Ustaz Jazir, yang menjadi kekuatan kemakmuran masjid ini karena mereka membentuk Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Lalu dibentuk 28 divisi kerja di antaranya biro klinik sampai komite aksi untuk umat. Uang dari infak jamaah dan usaha tidak diendapkan, tapi selalu diputar. Oleh karena itu Masjid Jogokaryan terkenal sebagai masjid yang memelopori program nol saldo alias zero saving.

Ternyata usaha-usaha yang dilaksanakan BUMM Masjid Jogokaryan berjalan lancar, terutama unit usaha Islamic Center dan Hotel Masjid Jogokaryan. Karena itu kesejahteraan pengurus tidak diambil dari infak jamaah, melainkan dari hasil usaha BUMM, yang menghasilkan ratusan juta rupiah. Termasuk juga penggantian barang jamaah yang hilang dan program-program menyejahterakan kaum dhuafa.

Dijelaskan, manajemen Masjid Jogokaryan pada Ramadan tahun ini telah mengganti sebanyak empat pasang sandal milik jamaah yang hilang. Total rupiah yang dikeluarkan sekitar Rp 3,5 juta, karena ada sandal yang harganya Rp 1,25 juta. “Tapi tidak ada masalah, semua diganti. Program ini sudah lama dilaksanakan sejak tahun 2003,” kata Ustaz Jazir.

Setiap 15 hari sekali Masjid Jogokaryan membagi-bagikan paket sembako untuk warga miskin. Bahkan pada masa pandemi kemarin, ada seribu paket yang dibagikan setiap pekan. Maklum banyak warga yang masuk kategori orang miskin baru. Juga ada program perbaikan rumah dan pemberian bantuan modal usaha. Termasuk bantuan anak sekolah dan kesehatan warga.

Dalam sejarahnya, Masjid Jogokaryan didirikan oleh Pengurus Muhammadiyah Ranting Karangkajen dalam rangka memperkuat nilai-nilai keislaman  untuk kaum abangan di sekitar Jogokaryan. Tapi masjid ini tidak menggunakan simbol organisasi dan  dalam melaksanakan ibadah sangat  menghargai perbedaan. Kalau imam subuhnya pakai qunut, kaum Muhammadiyah tidak ada yang mempermasalahkan. Begitu juga sebaliknya. Selain meluruskan kaum abangan, dibangunnya masjid ini juga untuk mengikis mental warga yang tadinya terpengaruh gerakan dan paham komunis. Jogokaryan termasuk basis PKI di tahun 60-an.

Yang unik Masjid Jogokaryan punya program ibadah menyalatkan  orang hidup sejak tahun 2000-an. Maksudnya mengajak orang agar mau salat berjamaah. Sebab hasil pendataan diketahui waktu itu ada sekitar 1.300 warga tidak rajin salat. Makanya salat subuhnya dilakukan dengan sistem undangan seperti acara kendurian, yang ternyata belakangan sangat berhasil.

Sekilas tak ada yang istimewa dari Masjid Jogokaryan. Konstruksi bangunannya  tidak terlalu megah dominan warna hijau. Seperti Masjid As Syuhada di belakang BCA Balikpapan. Tapi Masjid Jogokaryan dibangun di atas tanah seluas 1.478 meter persegi berlantai 3 dan banyak tangganya. Lantai 1 dan 2 sebagai ruang ibadah dan lantai 3 jadi kamar hotel, tempat menginap jamaah yang berkunjung dari luar daerah.

Menurut Jaelani, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokaryan Muhamad Jazir sudah sering datang ke Kaltim termasuk ke Balikpapan untuk membagi ilmunya. Dia sudah tahu kondisi masjid-masjid di daerah ini termasuk Masjid Agung At Taqwa dan Masjid Beriman Islamic Center, yang masih harus dimaksimalkan pengelolaannya. “Beliau bisa kita undang atau kita studi banding ke Jogokaryan,” katanya.

Ketika saya salat Jumat di Masjid Agung At Taqwa, kemarin, saya membayangkan masjid ini bisa dikembangkan seperti Masjid Jogokaryan. “Pasti bisa asal tata kelola masjid dibenahi dan kompak,” kata Pak Hafni dan Pak Adam Sinte, anggota DPR Kaltim dapil Balikpapan yang memberi semangat kepada saya. Insyaallah.@@@@@

PWI – SMSI Partisipasi Bersih Lingkungan di Lingkar Masabang

April 8, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Samarinda — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kutai Timur dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kutim melangsungkan kegiatan  bersih-bersih lingkungan. Ternyata ibadah puasa di bulan Ramadan tidak menghalangi anggotanya untuk melaksankan bakti sosial kemsyarakatan.

PWI dan SMSI ikut tergabung dalam beberapa instansi untuk menjaga lingkungan pasca banjir di Kota Sangatta. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 16.00 Wita-17.30 Wita, Jumat  sore (8/4/2022).

Tak hanya PWI dan SMSI, beberapa instansi seperti Kodim 0909 Kutim, Polres Kutim, Desa Sangatta Selatan, Gerakan Peduli Air dan Sampah (G-PAS), dan Bidak pun ikut mensukseskan acara perdana tersebut. Sedikitnya lebih dari 30 orang yang melaksanakan   Gerakan Jumat Bersih tersebut.

Kepala Desa Sangatta Selatan, Roni Wahyudi mengucapkan terimakasih lantaran semua pihak sudah terlibat dalam bersih-bersih lingkungan di desanya. Tentu saja ia memberikan apresiasi. “Semoga saja kegiatan ini terus berlanjut lagi setelah lebaran nanti,” harap Roni.

Ditempat yang sama, Dandim 0909 Kutim, Letkol Czi Heru Aprianto diwakili Pasi Intel Bagus Aji Suryanata Kusuma mengatakan jika pihaknya sangat mendukung bersih lingkungan tersebut.  Sekitar 20 orang lebih anggota Kodim yang dikerahkan. “Tentu kami sangat mendukung. Semoga saja masyarakat sadar dan membuang sampah tepat waktu dan pada tempatnya,” katanya.

Ketua PWI Kutim, Ibnu Djuraid pun mengaku siap terlibat kapanpun dalam bersih lingkungan. Ditambahkan Ibnu, kegiatan bakti sosial kemasyarakatan merupakan salah satu program PWI Kutim.

“Kutim kerap banjir. Terakhir beberapa pekan lalu. Banjir sangat besar sekali. Untuk itu, perlu kita menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi ke sungai,” pesannya.

Ketua SMSI Kutim, Dhedy,SP pun mendukung program bersih lingkungan. Hal ini wajib digalakkan. Minimal sepekan sekali. Sehingga masyarakat sadar dan mencontoh langkah tersebut.

Iapun meminta kepada pemerintah agar memberikan sangsi tegas kepada mereka yang membuang sampah sembarangan khususnya ke sungai. Jelas hal itu melanggar dan pastinya membahayakan lingkungan.

“Kami juga fokus pada bersih lingkungan, termasuk bersih-bersih sungai. Tentu saja kita berharap masyarakat sadar bahwa sampah merupakan salah satu penyebab banjir. Berikan sangsi tegas. Jika tidak, maka sungai akan tercemar dan dangkal. Apalagi diketahui, kita menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya. (vb/*)

« Previous PageNext Page »

  • vb