Soraya : Pendataan Penduduk Rentan Adminduk Jadi Perhatian Pemprov Kaltim

May 24, 2022 by  
Filed under Daerah

BALIKPAPAN – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita mengatakan, tingkat Perekaman KTP-el untuk Provinsi Kalimantan Timur per tanggal 15 Mei 2022 mencapai 100,89%.

Hal tersebut diungkapkan Sorayalita dalam acara Bimbingan Teknis Pendaftaran Penduduk Bagi Aparatur Penyelenggara Pendaftaran Penduduk Pada Dinas Kependudukan Provinsi dan Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota Se Kaltim Tahun 2022,

“Sementara target nasional tahun 2022 adalah 99,30%. Sehingga jumlah perekaman kita di Kaltim melebihi angka nasional. Tingkat perekaman KTP-el tertinggi berada di Kota Bontang dengan cakupan perekaman sebesar 102,44 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Kutai Timur sebesar 95,97 persen,” ujar Soraya, di Hotel Swiss-belhotel Balikpapan, Selasa (24/5/2022).

Dalam acara ini, dijelaskan pula yang menjadi perhatian pemerintah adalah pendataan penduduk rentan administrasi kependudukan.  Penduduk rentan terdiri dari penduduk korban bencana alam atau bencana sosial, orang terlantar, komunitas terpencil, penduduk yang menempati kawasan hutan, tanah negara atau tanah dalam kasus pertanahan.

“Subjek dari penduduk terlantar itu adalah orang jalanan atau kaum marjinal, miskin kronis, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), narapidana, penyandang disabilitas dan transgender,” ujarnya.

Soraya berharap Dinas Dukcapil kabupaten/kota harus terus berinovasi dalam pelayanan adminduk dan pencatatan sipil. Semua itu dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan Adminduk.

“Setiap hari kita mendapatkan tantangan baru untuk bagaimana berinovasi agar layanan Dukcapil bisa lebih baik lagi dari waktu ke waktu,” ucap Soraya.

Sementara itu, untuk cakupan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk Provinsi Kaltim sebesar 67,69 persen sedangkan target nasional tahun 2021 adalah 40,00 persen.

“Secara umum tingkat kepemilikan KIA tertinggi adalah Kota Samarinda dengan cakupan kepemilikan sebesar 101,29 persen dan yang terendah adalah Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 41,31 persen,” jelas Soraya.

Soraya mengimbau, bagi kabupaten/kota yang telah mencapai target kinerja jangan berpuas diri mengingat penduduk bersifat dinamis yang setiap saat mengalami perubahan. Dirinya  meminta tetap tingkatkan cakupan perekaman identitas penduduk khususnya untuk anak sekolah menjelang usia 17 tahun.

“Manfaat yang diterima oleh anak yang memiliki KIA adalah bisa mendapatkan mendapat potongan harga melalui kerjasama dengan pihak ketiga di daerah seperti tempat bermain anak, toko pakaian anak, toko buku dan rumah makan, sehingga melalui kerjasama tersebut maka secara otomatis masyarakat semakin banyak dan dengan kesadaran sendiri mengurus KIA untuk anak-anaknya,” jelasnya.(*)

Melanggar CDAKB Bisa Diberi Sanksi Peringatan hingga Pencabutan Izin Operasional

May 24, 2022 by  
Filed under Daerah, Samarinda

Abdul Azim Hefeni, SKM, M.Kes, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim

SAMARINDA – Distribusi alat kesehatan memiliki peranan penting dalam menjamin keamanan, mutu, dan manfaat alat kesehatan yang beredar di masyarakat.

Melalui Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) nomor 4 tahun 2014 tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik (CDAKB), pemerintah telah menyusun pedoman yang digunakan dalam rangkaian kegiatan distribusi dan pengendalian mutu. Dengan bertujuan untuk menjamin agar produk alat kesehatan yang didistribusikan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai tujuan penggunaannya.

Pasal 3 Permenkes RI nomor 4 tahun 20214 menyebutkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri ini dilakukan oleh Menteri, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai tugas dan fungsi masing-masing.

Abdul Azim Hefeni, SKM, M.Kes,  Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi  Kaltim saat ditanya awak media terkait Permenkes ini mengatakan Dinkes Provinsi Kaltim selama ini hanya melakukan pembinaan saja sesuai peraturan yang berlaku.

Terkait pengawasan dikatakan, dilaksanakan secara berjenjang, sesuai kewenangannya, untuk penyalur alat kesehatan (PAK) oleh Kementerian kesehatan RI di Jakarta, sedangkan untuk cabang penyalur Alkes (CPA) oleh Dinas provinsi Kaltim, selanjutnya Toko obat Alat kesehatan termasuk apotek dan optic dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kab/kota setempat.

Atas pelanggaran CDAKB oleh perusahaan penyalur alat kesehatan (alkes), pihak Dinas Kesehatan memandang sanksi yang diberikan tergantung jenis pelanggaran dan bobot pelanggarannya seperti ringan atau berat.

“Kalau melanggar teknis administrasi, kita berikan peringatan secara tertulis, tapi apabila sampai batas waktu yang diberikan untuk perbaikan tidak diindahkan maka kami usulkan untuk pencabutan izin,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, landasan hukum sanksi pelanggaran ada di PMK 1191/2010 terkait izin edar dan PMK 1190/2010 terkait penyaluran alat kesehatan.

Sistem CDAKB meliputi aspek: a. sistem manajemen mutu; b. pengelolaan sumber daya; c. bangunan dan fasilitas; d. penyimpanan dan penanganan persediaan; e. mampu telusur produk (traceability); f. penanganan keluhan; g. tindakan perbaikan keamanan di lapangan (Field Safety Corrective Action/FSCA); h. pengembalian/retur alat kesehatan; i. pemusnahan alat kesehatan; j. alat kesehatan ilegal dan tidak memenuhi syarat; k. audit internal; l. kajian manajemen; dan m. aktivitas pihak ketiga (outsourcing activity).

Terkait pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan, dia menjelaskan bahwa Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi  Kaltim yang dipimpinnya hanya terkait pengawasan dan distribusi alkes, sedangkan terkait  pengadaan alat kesehatan dan obat-obatan tentu saja sesuai dengan ketentuan yg berlaku, berada di bidang lainnya.

Selama ini menurutnya, pengadaan obat oleh seluruh puskesmas dan rumah sakit dilakukan melalui E-Katalog, Pengadaan dilaksanakan melalui lembaga LKPP siapa saja boleh ikut sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku dan tentunya untuk pengadaan alkes, dia menganjurkan supaya lebih mengutamakan produksi dalam negeri. (mun/hel)

 

MTQ Tingkat Provinsi Ke-43, Diikuti 9 Kabupaten dan Kota di Kaltim

May 24, 2022 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – MTQ ke-43 tingkat provinsi Kaltim diikuti oleh 847 peserta dari sembilan kabupaten/kota di Kaltim, minus Kabupaten Mahakam Ulu. Secara resmi dibuka oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor (Senin, 23/05/2022). Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kaltim ke-43 berlangsung dari tanggal 21-29 Mei 2022 di halaman parkir Stadion GOR Segiri Samarinda.

Adapun masing-masing kabupaten/kota mengirim perwakilannya dengan rincian ; kafilah Samarinda sebanyak 98 orang, Kutai Kartanegara 147 orang, Balikpapan 107 orang, Kutai Timur 80 orang, Bontang 80 orang, Paser 95 orang, Berau 80 orang, Penajam Paser Utara 80 orang, Kutai Barat 80 orang.

Gubernur Kaltim Isran Noor, menandai pembukaan MTQ Tingkat provinsi Kaltim dengan penabuhan bedug. Isran Noor didampingi oleh Wali Kota Samarinda sebagai Ketua Panitia Andi Harun, dan Kepala kementerian Agama Kaltim, H. Maswaran serta didampingi oleh beberapa kemenag Kabupaten/Kota.

Dalam sambutannya, Isran Noor mengatakan kegiatan ini merupakan suatu kegiatan yang sangat baik untuk dilaksanakan terus setiap tahunnya.  Gubernur berharap agar MTQ yang ke-43 ini dapat bermanfaat dan dapat memberikan keberkahan pada masyarakat Kaltim.

Menurut gubernur, ajang MTQ adalah momentum bagi masyarakat Kaltim untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan agamis

“Syiar Islam diharapkan dapat menjadikan masyarakat Kaltim diharapkan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Selamat ber musabaqah. Semua keberkahan dan manfaat kita dapatkan,” ujar Isran pada Senin malam, (23/5/2022).

Sementara itu, tempat atau arena lomba yang digunakan untuk MTQ ke 43 adalah di Majelis 1 di lapangan GOR Segiri, Majelis 2 di Masjid Al Jihad MAN 2, Majelis 3 di Aula Gedung Kehutanan Provinsi Kaltim, Majelis 4 di Aula Perpustakaan Samarinda, Majelis 5 di Dinas Sosial Kaltim.

Acara pembukaan MTQ ke-43 ini ditutup dengan pertunjukan Sendratari kolosal “Gema Iqra di Bumi Etam” yang disutradarai oleh Hamdani yang menceritakan tentang syiar Islam dan menjadikan raja Kutai Kartanegara untuk masuk dalam agama Islam. Kemeriahan juga dirangkai kemeriahan pesta kembang api yang meluncur ke udara.

Selain Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor beserta Wakil Gubernur, Hadi Mulyadi, turut hadir Wali Kota dan Bupati Se-Kalimantan Timur, Kepala Kementerian Agama Provinsi Kaltim, H Masrawan, dan seluruh Kemenag Kota/Kabupaten se-Kaltim. (yan/hd/adv/kominfo kaltim)

Chelsie Masih Hebat

May 24, 2022 by  
Filed under Opini

Chelsie Monica – Atlet Catur Nasional dari Balikpapan

Catatan Rizal Effendi

POSISI Indonesia di arena SEA Games 2021/2022 dikunci pada urutan ketiga. Di atasnya ada Thailand. Sebagai juara umum yang tak tertandingi, tuan rumah Vietnam. Indonesia mengumpulkan 69 medali emas, 91 perak, dan 81 perunggu. Sedang Thailand, 92 emas, 103 perak, dan 136 perunggu.

Yang menggila Vietnam. Bayangkan, atlet-atlet tuan rumah ini mampu meraup 205 emas, 125 perak, dan 116 perunggu. Meninggalkan terlalu jauh dua negara di bawahnya. Bahkan mereka melengkapi kesaktiannya dengan menyabet medali emas di cabang sangat bergengsi, sepakbola. Thailand dilibasnya di babak final 1-0 dan sebelumnya Garuda Muda dibabat 3-0.

Dari 11 negara peserta SEA Games, yang tenang-tenang saja  Brunei Darussalam. Padahal negara tetangga kita ini sangat kaya. Mau naturalisasi pemain sebanyak apa pun dia mampu. Tapi negara kesultanan ini cukup puas di urutan ke-10 dengan hasil “tripel satu.” Satu di emas, satu di perak, dan satu di perunggu. Brunei setingkat lebih baik dari juru kunci, Timor Leste, yang pulang tanpa emas. Cukup 3 perak dan 2 perunggu.

Saya tidak tahu atlet-atlet Vietnam itu makan apa, sehingga sekarang sangat perkasa. Padahal dulu tidak ada apa-apanya. Dulu arena SEA Games itu dikuasai Merah Putih. Dalam kurun yang cukup panjang kita sangat dominan dan perkasa. Tapi setelah juara umum pada SEA Games Jakarta-Palembang 2011, kita terus melorot.

Dua atlet anggar SEA Games dari Kaltim dikawal pengurus Koni provinsi Kaltim

Dalam empat kali SEA Games selanjutnya kita tersandar di urutan keempat dan kelima. Jadi hasil di Vietnam ini lebih bagus. Kita  naik ke urutan ketiga, meski awalnya KONI tidak memasang target. Sebab, SEA Games lebih diarahkan sebagai target antara menuju Olimpiade.

Pencapaian yang luar biasa di arena SEA Games Vietnam, yang berakhir Minggu malam kemarin, adalah dalam cabang basket. Timnas basket putra Indonesia besutan pelatih Milos Pejic berhasil meraih medali emas setelah mengalahkan raja basket Asia Tenggara, Filipina dengan skor 85-81.

Ini menjadi medali emas pertama Indonesia di cabang basket sejak SEA Games pertama tahun 1977. Maklum selama ini cabor itu selalu dikuasai Filipina. Mereka membuat rekor fantastik, jadi juara 13 kali sejak 1991. “Kita ikut bangga, basket Indonesia membuat sejarah dengan meraih emas,” kata Ken Arif, putra Johny Ng, ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Balikpapan.

Lebih membanggakan lagi, di antara tim basket Indonesia itu, ada dua pemain asal Kaltim, Hardianus Lakudu di putra dan Gabriel Sophia di putri. “Hardi pemain dari Sangatta, Kutim, pindah ke SMA Satu (Smansa) Balikpapan,” kata Ken. Gabriel juga dari Kutim. Dia produk DBL. Sekarang menetap di Surabaya.

Hardi mendukung timnas sejak SEA Games lalu. Waktu itu tim Indonesia meraih medali perak. Sebelumnya Hardi sempat bermain untuk tim sekolah, Popnas, Kejurnas dan Tim PON Kaltim. Prestasi Hardi niscaya memotivasi rekan-rekannya di daerah. “Kehadiran Hardi dan Gabriel di Timnas, tentu kebanggaan tersendiri bagi kita di Kaltim,” kata Rusdiansyah Aras, ketua KONI Kaltim.

Pebasket timnas Hardianus Lakudu dari Balikpapan

Menurut Rusdi, ada 9 atlet Kaltim dan tiga pelatih memperkuat kontingen Merah Putih di Vietnam. Mereka selain Hardi dan Gabriel, juga Mariska Halinda (taekwondo), Iqbal Candra Pratama (pencak silat), Chelsie Monica Ignesias Sihite (catur), Gebby Novitha (anggar), Ima Safitri (anggar) dan  Muhammad Aliansyah (gulat). Sedang ketiga pelatih adalah Harmaji (panahan), Suryadi Gunawan (gulat) dan Siti Aminah (judo).

Dari laporan sementara, 2 medali emas dipersembahkan atlet Kaltim dari basket dan catur kilat. Satu perak dari pegulat Aliansyah. Pegulat Kaltim ini pemegang medali emas empat kali berturut-turut di arena PON termasuk PON 2021 di Papua.

MAKIN TERKENAL

Saya ingin memberi catatan khusus kepada  Chelsie Monica. Penyandang gelar Women International Master (WIM).  Maklum atlet catur putri ini berasal dari Balikpapan. Di arena catur SEA Games Vietnam, Chelsie yang turun di nomor catur kilat perorangan dan beregu menyumbang satu medali emas dan satu perak.

Emas direbut Chelsie di nomor beregu bersama Ummi Fisabillilah setelah mengalahkan Malaysia. Sedang perak di nomor perorangan. Pada SEA Games 2013, Chelsie juga meraih medali emas.  Chelsie dalam PON XX di Papua juga meraih medali emas setelah menaklukkan Grand Master (GM) Irena Kharisma Sukandar.

Nama Chelsie makin meroket ketika dia menjadi komentator pertandingan catur antara Dewa Kipas dengan Irene Sukandar, yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Selain pertandingannya dinilai luar biasa, juga komentatornya  dinilai nitizen sangat menarik, cantik, dan sangat berkesan.

Chelsie main catur sejak kecil. Mulanya karena melihat bapaknya main. Saya ikut mendandani Chelsie ketika masih wali kota. Tapi yang paling berjasa adalah Ketua Percasi Balikpapan Drs. R.S. Nugroho, MNc;   dan mantan wagub Kaltara,  H. Udin Hianggio. Mereka sering menjadi lawan tanding Chelsie dan berkorban mendorong Chelsie sampai berkarier di tingkat nasional dan dunia. Merekalah yang mengirim Chelsie   memperdalam ilmu catur di Sekolah Catur Utut Adianto.

Sebelum memasuki purnatugas, saya sempat mengundang Chelsie pulang ke Balikpapan. Malah Chelsie sempat bermain lawan 10 pemain di halaman Pemkot termasuk saya. Dari 10 lawan itu, 9 ditekuk Chelsie tanpa ampun. Hanya satu yang berakhir dengan draw alias seri. Yang draw itu dengan saya. Saya tidak tahu apakah Chelsie mau menyenang-nyenangkan saya, maklum yang dilawannya wali kota. Tapi kata Chelsie dengan muka serius, dia memang nyaris kalah. Karena dia kalah satu bidak, saya paksa bermain jual beli. Tak ada pilihan, Chelsie memaksa saya bermain remis. Kedudukan sementara satu satu. Entah kapan lagi bisa bermain dengan ratu catur, yang sudah menyandang gelar Sarjana Ekonomi ini.@

250 Warga Desa Sidomulyo Kota Batu Terima Sertifikat PTSL

May 24, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan Kepala BPN Batu Ir. R Haris Suharto MM serahkan Sertifikat Tanah di desa Sidomulyo Kecamatan Batu

BATU – Sebanyak 250 warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu menerima Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sertifikat diserahkan langsung oleh Wali Kota Batu,  Dewanti Rumpoko, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kota Batu, Ir. R Haris Suharto MM, di Balai Desa Sidomulyo, Senin (23/05).

PTSL merupakan program pemerintah yang dilakukan untuk memberikan jaminan kepastian hukum dan hak atas suatu tanah milik masyarakat secara gratis.

Tujuan PTSL adalah untuk memperkecil konflik dan sengketa tanah yang bisa terjadi di kemudian hari.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Batu, Ir. R Haris Suharto MM, menjelaskan, PTSL di Kota Batu telah berjalan enam tahun dan telah menerbitkan lebih dari 45 ribu bidang sertifikat tanah. Untuk tahun 2022 telah diterima 3.000 pendaftaran PTSL.

“Untuk tahun ini ada 3.000 data yang masuk, 2.000 data dari Sidomulyo dan 1.000 lagi dari Sumberejo. Saat ini prosesnya sudah mencapai 40% dan hari ini kita bagikan 250 sertifikat kepada warga Sidomulyo,” katanya.

Haris menambahkan, hari ini sekaligus diserahkan Sertifikat Tanah Kas Desa kepada Desa Oro-oro Ombo dan Desa Beji. Untuk Oro-oro ombo sebanyak 20 bidang dan Beji 10 bidang.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, memberikan apresiasi atas kerja keras Kantor Pertanahan Kota Batu. Dengan telah diserahkannya sertifikat kepada masyarakat, harapannya bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

“Sertifikat adalah hal yang berharga dan memiliki nilai. Simpan dan manfaatkan dengan sebaik mungkin. Sertifikat ini bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, salah satunya bisa jadikan modal usaha,” kata Wali Kota.( buang supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb