Berau dan Makmur

September 17, 2022 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Bupati Berau Sri Juniarsih dan suami, bersama mantan bupati Makmur HAPK dan Agus Tantomo, wakil Bupati Gamalis bersama istri pada peringatan Hari Jadi ke-69 Kabupaten Berau dan ke-212 Kota Tanjung Redeb.

PERINGATAN Hari Jadi ke-69 Kabupaten Berau dan hari jadi ke-212 Kota Tanjung Redeb di Lapangan Graha Pemuda, Kamis (15/9) lalu berlangsung meriah. Juga penuh warna dan makna. Bupati Berau Hj Sri Juniarsih, MAS dan wakilnya H Gamalis, SE tampak bahagia. Apalagi sejumlah tokoh bisa hadir. Selain Forkompida, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat, juga datang mantan bupati Berau Drs H Makmur HAPK, MM,  mantan  bupati pengganti H Agus Tantomo, S.Tek, M.Bus dan Sultan Gunung Tabur Adji Bahrul Hadie Chalifatullah, SH.

Dan ini peringatan hari jadi pertama secara terbuka setelah dua tahun ditiadakan lantaran wabah Covid-19. “Ya kita patut bersyukur, peringatan hari jadi tahun ini bisa kita rayakan semarak dan meriah,” kata Bupati. “Semoga dengan semangat hari jadi, masyarakat Bumi Batiwakal tambah hebat, kuat, dan jaya,” kata Gamalis menimpali.

Setelah Bupati Sri Juniarsih memimpin upacara resmi, undangan disuguhi berbagai atraksi budaya. Ada tarian dari suku Dayak sampai tarian adat Berau, yang menggambarkan keragaman budaya etnik di daerah ini. Semuanya dari Sanggar Bulu Pettung.

Selain itu ada juga pemotongan “Puncak Rasul” semacam kue ultah, yang dilakukan Bupati dan potongan pertama diserahkan kepada Makmur, yang pernah menjadi bupati Berau dua periode, 2005–2015. Makmur termasuk salah satu bupati yang sukses membangun daerahnya. Warga Dayak Kombeng memberinya gelar “Boq,” seorang pemimpin besar. Sedang Kesultanan Gunung Tabur menyematkan gelar Raden Mas Pati.

Selesai upacara, juga dilaksanakan rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Berau, yang dipimpin ketuanya  Madri Pani, SE. “Mari sama-sama kita berbenah dan membangun Kabupaten Berau yang kita cintai ke arah yang lebih baik. Dan tentu semakin maju ke depannya,” katanya bersemangat.

Dalam rangkaian hari jadi, Dinas Pertanian Berau Minggu ini juga menggelar “Irau Manuntung Jukut,” yaitu pesta ikan bakar. “Sekalian juga untuk meningkatkan budaya makan ikan,” kata Kepala Dinas Perikanan Berau Dahniar Rahmawati.

Ada 400 petak disiapkan untuk tempat bakar ikan. Termasuk juga 18 tempat untuk penampungan ikan. Pesta ikan bakar hari jadi terakhir dilakukan tahun 2019, sebelum Covid. Ketika itu tidak kurang dari 18 ton ikan habis dibakar dan disantap warga.

Berau salah satu kabupaten di Kaltim yang dikenal masyarakat dunia. Selain kekayaannya yang luar biasa terutama dari tambang batu bara dan hasil alam lainnya, juga di sini terdapat gugusan pulau yang jadi habitat penyu (Chelonioidea). Namanya Pulau Derawan. Selain itu juga ada Maratua, Sangalaki, Samama, dan Kakaban.

Maratua yang indah lautnya seperti Maladewa, secara khusus dikembangkan menjadi objek pariwisata. Di situ sudah ada bandaranya. Pesawat Bu Susi (mantan menteri kelautan) rutin mendarat di sana, dua kali seminggu. Karena itu Gubernur Isran Noor menunjuk Dr Meiliana, mantan sekprov Kaltim menjadi ketua Tim Percepatan Pengembangan Maratua.

Apalagi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Maratua dimasukkan sebagai salah satu tempat kunjungan wisata peserta pertemuan G-20, yang berlangsung di Bali dalam waktu dekat ini.

Luas wilayah Berau hampir 37 ribu km2 dengan penduduk sekitar  238 ribu jiwa. Wilayahnya berbatasan dengan Tanjung Selor, ibukota Provinsi Kalimantan Utara. Karena itu ada terdengar keinginan Kaltara untuk mengajak Berau bergabung. Baik dilihat dari kedekatan wilayah maupun sejarah kerajaan terutama Kesultanan Berau dan Kesultanan Bulungan.

Ketika pembentukan Kaltara, yang berproses sampai tahun 2012, sebenarnya Berau sudah pernah ditawari. Tapi Berau yang saat itu dipimpin Bupati Makmur tetap memilih Kaltim. Itu sebabnya untuk mencukupi persyaratan, lahirlah Kabupaten Tanah Tidung. Luas wilayahnya sekitar 4.800 km2 dengan  jumlah penduduknya hanya  sekitar 25 ribu jiwa.

Mengutip dari Sejarah Berau, penetapan kota Tanjung Redeb sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Berau adalah untuk mengenang pemerintahan Kesultanan Berau, yang didirikan sekitar abad ke-14. Pada tahun 1810, Sultan Alimuddin (Raja Alam) memindahkan pusat pemerintahannya ke Kampung Gayam,  yang sekarang menjadi Kampung Bugis.

Perpindahan ke Kampung Bugis pada tanggal 25 September tahun 1810 itu, menjadi cikal bakal berdirinya kota Tanjung Redeb, yang kemudian diabadikan sebagai Hari Jadi Kota Tanjung Redeb.

Saya sudah lama tidak ke Berau. Padahal saya sangat kepingin  makan gado-gado Bu Surati di Teluk Bayur. Gado-gadonya sangat enak, apalagi diberi udang galah goreng. Saya belum pernah ketemu di tempat lain, ada gado-gado pakai udang goreng. Konon keberadaan gado-gado itu sudah tiga generasi. Seusia dengan kegiatan tambang batu bara sejak zaman Belanda.

Saya dulu juga akrab dengan bupati ke-6 Berau, Drs H Arifin Saidi. Sering sama-sama main brigde. Baik di Berau maupun setelah Pak Arifin pindah ke Samarinda. Pak Arifin sangat menggilai bermain brigde. Di zaman Bupati Masdar Jhon saya pertama kali ke Talisayan. Sempat dihantam badai waktu itu. Saya juga akrab dengan Agus Tantomo,  bupati ke-10. Kami sama-sama di Partai Nasdem.

Ketika pabrik kertas PT Kiani Kertas milik Bob Hasan diresmikan Presiden Soeharto tahun 1991 di desa Mangkajang, Kecamatan Sambaliung,  saya sempat datang ke sana. Sayang pabrik kertas yang belakangan dibeli Prabowo Subianto itu, tak berhasil bangkit karena kesulitan bahan baku. Ribuan tenaga kerjanya terlunta-lunta.  Padahal Kiani Kertas diharapkan ikut membangun ekonomi wilayah ini.

Sri Juniarsih menjadi bupati ke-11 Berau  setelah memenangi Pilkada 2020. Dia meneruskan perjuangan suami pertamanya, H Muharram, S.Pd, MM yang menjadi bupati Berau sejak 2016. Ketika menjelang Pilkada periode kedua, Muharram meninggal dunia di RS Pertamina Balikpapan tanggal 22 September 2020, setelah terkena wabah Covid-19. Lalu Sri Juniarsih didaulat menggantikan almarhum sebagai calon bupati dan menang.

Wanita kelahiran Tanjung Redeb, 25 Juni 1976 ini telah menikah lagi dengan anggota Polri, Kombes Pol Edy Suswanto di Yogyakarta, pertengahan Maret lalu. “Alhamdulillah, sekarang saya bisa fokus memimpin daerah yang sangat saya cintai ini,” katanya saat itu. Pada peringatan hari jadi kemarin, Edy yang mengenakan baju adat daerah ikut mendampingi istrinya.

ADA 13 AGENDA

APBD Berau hampir sama dengan APBD Balikpapan. Mencapai Rp 2 triliun lebih.  PAD-nya sekitar Rp 200 miliar lebih. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Berau secara nasional mencapai 3,69 persen. IPM-nya 75,20 persen dengan tingkat kemiskinan 5,88 persen. Tingkat pengangguran Berau 5,82 persen dan gini rasionya 0,377.

Bupati Sri Juniarsih mengatakan ada 13 agenda pembangunan di daerahnya, yang dia selaraskan dengan prioritas pembangunan Kaltim dan prioritas pembangunan nasional. Di antaranya,  optimalisasi pemberdayaan masyarakat miskin, penataan dan peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan dan sosial, pengembangan pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif, peningkatan daya saing dan diversifikasi produk wisata serta peningkatan kualitas pengelolaan sumber daya alam dan masyarakat desa.

Mantan Bupati Berau H Makmur HAPK

Kehadiran Makmur dalam peringatan Hari Jadi ke-69 Kabupaten Berau dan ke-212 kota Tanjung Redeb, punya arti tersendiri. Makmur  sekarang ini tengah digusur oleh partainya sendiri, Partai Golkar dari kursi ketua DPRD Kaltim.

Banyak pihak bersimpati dan memberikan dukungan moral  kepada dia. Termasuk warga Berau. “Kami tidak terima sesepuh kami dipermainkan, apalagi yang kami tahu Pak Makmur tidak ada cacat dalam bertugas sebagai ketua DPRD Kaltim. Apalagi beliau peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019,” kata Anwar, warga di Tanjung Redeb.

Makmur sendiri sempat memberikan keterangan kepada wartawan di sela peringatan. “Saya masih ketua DPRD Kaltim.  Baik secara de facto maupun de jure. SK saya sampai 2024,” katanya. Ketika ditanya adanya pelantikan ketua baru di Hotel Mercure Samarinda? “Saya ngga tahu, yang pasti ada keputusan pengadilan. Pengadilan itu wakil Tuhan di dunia,” jawabnya.

Makmur kelahiran Batu-Batu, Kecamatan Gunung Tabur, 17 April 1958. Filosofi batu dan gunung menunjukkan sikap yang keras dan tidak mudah diruntuhkan. Orang yang menerjang dan mendakinya pasti tidak gampang.  Dirgahayu Tanjung Redeb. Dirgahayu Kabupaten Berau.(*)

 

*) Rizal Effendi

– Wartawan senior Kaltim

– Wali Kota Balikpapan dua periode (2011-2021)

Warga Kubar Berharap Jalan Poros Terwujud

September 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR– Warga Kutai Barat (Kubar) sangat berharap pembangunan jalan poros tengah yang menghubungkan  daerah ini ke Kota Samarinda dapat segera terwujud.  Jalan poros ini nantinya dapat membuka isolasi perkampungan dan kecamatan yang berada di pesisir Sungai Mahakam. Selain itu jarak tempuh ke Samarinda akan lebih dekat daripada jalan trans Kalimantan saat ini.

“Akses poros tengah ini dalam wilayah Kubar, koneksi dari Kecamatan Melak-Muara Pahu-Penyinggahan. Kemudian dua kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Muara Wis, Muara Muntai dan Kota Bangunm ” kata Rudi, Kepala Kampung Muara Beloan, Jumat (16/9/2022)

Disampaikan Rudi, dari akses ini, yang belum terbuka adalah ruas jalan dari Kampung Muara Beloan-Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu. Ia bersama lima kepala kampung di ibukota Kecamatan Muara Pahu menyatakan dukungannya agar jalur tersebut segera dibangun.

Lima kepala kampung yang menyatakan dukungan itu adalah Kampung Tanjung Laong, Muara Baroh, Teluk Tempudau, Tepian Ulaq, dan Sebelang. Keterangan Kepala Kampung Tanjung Laong Dedi Setiawan, jika dilakukan pembukaan jalan baru akses jalan Tanjung Laong ke Muara Beloan diperkirakan sepanjang sekitar 20 kilometer.

“Kita siap merintis jalan baru itu agar bisa lebih cepat dibangun,” kata Dedi.

Dikatakan Rudi, warga kelima kampung tersebut selama ini harus menempuh jalur darat yang sangat jauh jika ingin ke ibukota Kabupaten. Mereka harus ke melintasi jalan trans Kalimantan di Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang kemudian melintasi sejumlah kampung di Kecamatan Siluq Ngurai, Damai dan Barong Tongkok. Jalan ini memerlukan waktu tempuh 2,5 sampai 3,5 jam perjalanan. Demikian jika jalur Sungai Mahakam juga sangat jauh. Memakan waktu sekitar 3,5 sampai 4 jam menggunakan perahu ketinting.

“Lebih lama lagi jika menumpang taksi kapal motor. Kondisi yang lebih jauh lagi bagi sejumlah kampung di Kecamatan Penyinggahan,” kata Rudi.

Jika musim kemarau, warga terpaksa menggunakan jalur pendekat dengan memakai perahu ketinting ke Kampung Tanjung Pagar, Kecamatan Muara Pahu. Dilanjutkan menggunakan sepeda motor ke ibukota kabupaten melintasi Kampung Muara Beloan-Muara Bunyut Kecamatan Melak. Lebih dekat sekitar 1,5 jam.

“Tapi jika jalan ini mulus sekitar 1 jam sudah sampai ke ibukota kabupaten. Lebih dekat lagi jika ada jalan Tanjung Laong ke Muara Beloan,” terangnya.

Pentingnya jalan poros tengah juga, tambah dia, jika benar-benar dibangun maka warga Kubar dan Kabupaten Mahakam Ulu lebih dekat. Lantas jika warga ingin ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan di pertigaan jalan trans Kalimantan di Kecamatan Muara Lawa. Sudah  terkoneksi dari Melak atau Muara Pahu ke jalan hauling PT Teguh Sinar Abadi dan PT Trubaindo Coal Mining.

“Koneksinya di jembatan tambang yang menyerangi jalan trans Kalimantan dekat Kajuk, Kampung Benggeris, Kecamatan Muara Lawa,” terangnya.

Untuk membuka akses Muara Beloan-Tanjung Laong, berharap agar pemerintah provinsi bisa membuka jalannya sekitar 20 kilometer. Kemudian bisa juga sharring dana Pemkab Kubar perintisan dan perencanaannya. Sehingga tahun anggaran 2023 bisa terbangun.

Sementara itu, Irhamsyah Kepala Bidang Bina Marga DPPUR dan Pera Kaltim, menyebutkan, usulan pembukaan jalan poros tengah terutama koneksi dari Kampung Muara Beloan-Tanjung Laong akan menjadi perhatian.

“Kalau tahun ini (2022) tidak bisa. Insya allah anggaran tahun depan (2023) akan kita coba usulkan,” katanya. (*)

Menteri Pertanian Harapkan Rembug KTNA Hasilkan Rekomendasi Terbaik

September 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo mengharapkan  Rembug Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) di Batu Jawa Timur  mampu menghasilkan rekomendasi yang terbaik untuk keberlangsungan pertanian di Indonesia.

Harapan Menteri Pertanian, disampaikan dalam rembug KTNA yang berlangsung 15 – 18 September 2022 di  Graha Pancasila Pemkot Kota Batu, Jum’at ( 16/9/2022).

Disebutkan Rembug KTNA utama merupakan forum pengambilan kebijakan KTNA yang tentu saja bersifat Nasional dan lebih penting. Peringatan dari Presiden Jokowi, bahwa pangan harus menjadi sesuatu yang selalu kuat bagi negeri ini. Oleh karena itu ketersediaan yang ada sekarang harus ditingkatkan.

“Saya berharap rembug ini akan menghasilkan langkah-langkah tehnis yang lebih diandalkan dengan mencoba mengkolaborasi kerjasama dengan semua pemerintahan mulai KTNA yang ada di desa, kecamatan dan di Kabupaten serta Provinsi yang bersatu dengan jajaran Kementan, “ ungkap Syahrul Limpo Yasin.

Dalam Rembug KTNA di Batu JawaTimur, Menteri Pertanian mendapat penghargaan dari Ketua KTNA  berupa PIN Emas Lencana Bhakti Tani dan sertifikat

Menurut Ketua KTNA  Yadi Sofyan Nor, pemberian PIN Emas Lencana Bhakti Tani dan sertifikat yang ditandatangi seluruh ketua KTNA Nasional baru pertama kalinya dikeluarkan, khusus mereka yang benar- benar mampu memberikan manfaat bagi KTNA.

“Pak Syahrul Limpo Yasin merupakan sosok yang mampu menghasilkan swasembada beras 2021-2022.  Juga atas dukungan sarana dan prasarana yang mendukung keberhasilan KTNA. Sehingga layak dan tepat menerima  PIN emas 25  gram dan sertifikat, karena prestasinya tersebut, “ ujar  Yadi.

Pertemuan Rembug KTNA diikuti 2000 peserta dari KTNA Provinsi di Indonesia, selain mengadakan pertemuan dan diskusi  juga menggelar Pameran produk KTNA.

“Kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai 5-18 September 2022 ini melibatkan 2.000 petani dan nelayan seluruh Indonesia. Selain rembug, kegiatan ini juga diisi dengan Agro Expo yang menampilkan 54 booth produk pertanian dan perikanan dari berbagai kota/kabupaten,” papar Yadi Sofyan Nor.

Menteri Pertanian Syahrul Limpo Yasin sangat mengapresi penghargaan yang diterimana dari KTNA, dia  sangat terharu dengan  penghargaan itu. Bahkan hal itu menjadi beban luar biasanya

“Apa yang harus  aku bisa perbuat untuk KTNA, Saya merasakan hari ini ada  sesuatu yang bisa menentukan  Negara besok  dalam menghadapi kehidupan yang  tidak pernah ada kepastian. 274 juta warga KTNA merupakan potensi. Oleh karena itu  jangan   ragu bangsa  kekurangan pangan, karena sudah ada yang back up Indonesia dari segi makanan yakni KTNA,“ tegas Yasin langsung disambut tepuk tangan peserta rembug KTNA.

 

Syahrul menambahkan, permasalahan pangan dunia harus menjadi perhatian bersama. Tingginya inflasi dan adanya konflik geopolitik menjadikan situasi dunia tidak menentu. Indonesia harus tetap waspada menghadapi segala kemungkinan.

“Inflasi di Indonesia saat ini diangka 4,9%, per Juli 2022, sementara tertinggi Negera  Venezuale 137,30 %.  kita tidak boleh goyah. Kita kurangi impor, Indonesia sudah bisa swasembada beras, tahun depan kita targetkan swasembada Jagung. Saya yakin bersama KTNA kita bisa mewujudkan itu semua,” imbuh Syahrul.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dalam sambutan penerimaan mengungkapkan terimakasihnya atas kedatangan Menteri Pertanian untuk kesekian kalinya ke kota Batu. Hal ini sebagai bukti rasa sayangnya terhadap perkembangan pertanian di Kota kecil Batu.

“Saya berharap untuk pameran anggrek terbesar se Asia, minggu depan Pak Menteri bisa juga hadir, bila perlu saya yang menjemput di Jakarta atau di Makassar,“ pinta Dewanti.

Hadir dalam rembug KTNA, anggota Komis IV DPR RI Hanan Abdul Rosyad dan Para Kepala Daerah se Indonesia, diantaranya Wakil Walikota Samarinda Rusmadi serta Forkominda Kota Batu. (Buang Supeno)

Gekrafs Kaltim Gelar Event Ekonomi Kreatif “Gekrafs Corner” di City Centrum 16 – 18 September 2022

September 17, 2022 by  
Filed under Berita

HM. Faisal – Kadis Kominfo Kaltim bersama pelaku ekonomi kreatif di event Gekrafs Corner

SAMARINDA – Ekonomi kreatif memiliki arti penting dan strategis dalam penyediaan lapangan kerja, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan memajukan pertumbuhan ekonomi pembangunan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Kaltim sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif menggelar event Gekrafs Corner di Mall City Centrum jalan Mulawarman Samarinda dari tanggal 16 hingga 18 September 2022.

Selama 3 hari, Gekrafs Corner akan diisi kegiatan Talkshow dengan tema Bangkit Ekrafs Indonesia, fashion show designer Kaltim, workshop pembuatan film pendek, pelatihan membatik, pelatihan broadcaster, dan penyiar radio/tv, pameran fotografi, penampilan komunitas musik dan UMKM anggota Gekkrafs Kaltim.

HM. Faisal – Kadis Kominfo Kaltim saat membacakan sambutan tertulis Wagub Hadi Muyadi

Ketua Gekrafs Kaltim Aji Mirza Hakim mengatakan Gekrafs Corner diisi berbagai kegiatan Workshop dan Talkshow ekonomi kreatif dari pelaku ekonomi kreatif. Event ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman pelaku usaha ekonomi kreatif di Kaltim.

“Gekrafs akan terus bergerak, tidak hanya sekali saja menggelar event ekonomi kreatif seperti ini, tapi kami akan terus menggelar event setiap bulannya,” ujar Icha sapaan akrab mantan Bassis Jikustik ini.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan informasi (Diskominfo) Kaltim HM. Faisal saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi yang berhalangan hadir karena gangguan kesehatan, menyampaikan atas nama pemerintah provinsi Kaltim menyambut baik digelarnya event Gekrafs Corner ini, mengingat even ini penting dan sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif  termasuk bagi para pegiat seni.

“Pemerintah provinsi Kaltim pada prinsipnya akan selalu mendukung terhadap upaya ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan hasil usahanya dan memperkuat ekonomi serta kesejahteraan rakyat,” ucap Faisal saat menyampaikan sambutan Wagub Hadi Mulyadi pada pembukaan Gekrafs Corner, yang turut dihadiri Plt. Kepala Balitbangda Kaltim Fitriansyah, Jumat (16/9/2022).

Pengurus DPW Gekrafs Kaltim launching koperasi Gekrafs Kaltim disaksikan HM. Faisal Kadis Kominfo dan Fitriansyah – Plt. Kepala Balitbangda Kaltim

Pemprov Kaltim meyakini berbagai produk kreatif ini bisa dipasarkan guna meningkatkan hasil usaha dan menumbuhkan perekonomian Kaltim yang sempat terpuruk akibat pandemic covid-19, sekaligus mendukung gerakan bangga buatan Indonesia yang dicanangkan oleh pemerintah.

Gekrafs adalah gerakan bersama yang memiliki fungsi belajar, bersinergi dan berdaya guna untuk menjadikan ekonomi kreatif sebagai masa depan Kaltim.

Pemprov Kaltim berharap dengan hadirnya Gekrafs Kaltim akan menjadi lokomotif  bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kaltim, untuk bisa terus eksis dan menghasilkan produk-produk lainnya sehingga bisa meningkatkan perekonomian di Kaltim.

Pengurus DPW Gekrafs Kaltim dan pengunjung Gekrafs Corner

“Mari kita dukung dan sukseskan, even Gekrafs corner hari ini dengan datang, berkunjung, berbelanja, dan membuat transaksi dan rekreasi dan hiburan sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan,”  tutupnya.

Gekrafs Corner selain diisi kegiatan Talkshow dengan tema Bangkit Ekrafs Indonesia, workshop pelatihan ekonomi kreatif juga menampilkan artis AKI performance Virra Yunita – YK Samarinda, penampilan ICHA and bensaia serta launching Kogekrafs – Koperasi Gekrafs Kaltim.(hel)

Pasar Tumpah Jadi Biang Kemacetan

September 16, 2022 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Keberadaan pasar tumpah atau pelapak pasar di pinggir jalan sudah menjadi pemandangan umum disejumlah ruas jalan Kota Samarinda

Wilayah Pasar Kemuning Loa Bakung misalnya, keberadaan para pelapak diwilayah tersebut tentunya tidak sedikit membuat kemcetan dan menggganggu arus lalu lintas. Para PKL yang satu-persatu membuka lapak di depan pasar tradisional.

Ketua Komisi II Fuad Fahrudin mengatakan keberadaan pasar tumpah itu menjadi biang kemacetan lalu lintas di wilayah tersebut karena sisi kanan maupun kiri jalan telah dikuasai para lapak PKL.

“Ini sudah lama menjadi masukan saya, karena memang sering membuat macet, disisi lain keberadaan lapak tersebut kerap membuat dagangan penjual di dalam Pasar Kemuning menjadi sepi pembeli. Lantaran kebiasaan masyarakat lebih memilih hal-hal yang praktis, tak heran pedagang di pasar tumpah lebih diminati,” sebutnya di Samarinda, Kamis (15/9/2022).

Hingga saat ini kata dia, tercatat hanya 40 pedagang saja yang masih berjualan di Pasar Kemuning, padahal sebelumnya masih ada 140 pedagang di dalamnya.

“Inilah yang perlu menjadi perhatian kita bersama, bahwa berjualan di pinggir jalan itu dilarang. Namun masih ada saja yang nekat berjualan di luar pasar hingga membuat macet jalanan,” tuturnya. (man/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1742877
    Users Today : 2010
    Users Yesterday : 3914
    This Year : 679387
    Total Users : 1742877
    Total views : 14708778
    Who's Online : 40
    Your IP Address : 216.73.216.36
    Server Time : 2026-05-03