Pasar Merdeka Jadi Contoh Pembenahan Pasar Tradisional di Samarinda

May 25, 2025 by  
Filed under DPRD Kaltim

SAMARINDA – Citra pasar tradisional yang kerap dicap kumuh dan semrawut kini mulai berubah. Pasar Merdeka di Kota Samarinda menjadi bukti nyata bahwa pasar tradisional bisa tampil bersih, tertata, dan nyaman untuk dikunjungi.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah mengungkapkan apresiasinya terhadap pengelolaan Pasar Merdeka yang dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Pasar Merdeka menunjukkan bahwa pasar tradisional juga bisa bersih dan teratur. Saya berharap pasar-pasar lain di Samarinda bisa mencontoh ini,” ujarnya, sabtu (24/5/2025).

Ia menekankan, aspek kebersihan dan kenyamanan sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional, hal ini juga menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang datang dengan ekspektasi lingkungan yang tertata dan bersih.

Andriansyah juga mengapresiasi pengelolaan sampah di Pasar Merdeka. Menurutnya, keberadaan TPS 3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) dan kerja sama dengan pihak ketiga dalam proses pengelolaan sampah sudah berjalan cukup baik.

Meski demikian, ia mencatat masih ada kendala teknis yang perlu segera diselesaikan, salah satunya terkait ketersediaan pasokan listrik.

“Alat pengolah sampah sudah ada, tapi belum bisa dimanfaatkan maksimal karena daya listrik yang belum mencukupi. Ini harus segera ditangani agar pengelolaan bisa lebih optimal,” jelas politisi Partai Demokrat itu.

Andriansyah turut mendorong penguatan kelembagaan dalam pengelolaan pasar untuk memastikan keberlanjutan program-program yang sudah berjalan.

Ia menilai dari sisi infrastruktur dan manajemen, Pasar Merdeka sudah berada di jalur yang tepat, termasuk dalam pengaturan area parkir.

Namun, tidak semua pasar di Samarinda memiliki kondisi serupa. Ia menyoroti Pasar Segiri yang menurutnya masih perlu banyak perbaikan.

“Pasar Segiri belum bisa memberikan kenyamanan seperti Pasar Merdeka. Saya sangat mendukung rencana revitalisasi yang saat ini sedang diwacanakan,” tegasnya.

Ia berharap revitalisasi Pasar Segiri bisa segera direalisasikan agar memiliki standar pengelolaan dan kebersihan yang setara, serta mampu mendukung visi Samarinda sebagai kota yang lebih modern dan layak huni. (mr)

DPRD Soroti Penanganan Bencana di Samarinda

May 25, 2025 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Samarinda pekan lalu menjadi peringatan keras bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem masih belum optimal, Insiden tanah longsor di Kelurahan Lempake yang menyebabkan korban jiwa menambah daftar panjang dampak buruk dari minimnya mitigasi.

Menanggapi kondisi ini, Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah menyatakan keprihatinannya dan mendesak Pemerintah Kota untuk melakukan evaluasi serius terhadap sistem penanganan bencana yang selama ini diterapkan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Andriansyah

“Penanganan kita masih cenderung reaktif. Kita baru bertindak setelah bencana terjadi. Ini tidak bisa terus dibiarkan,” ujar Andriansyah, Sabtu (24/5/2025).

Ia menegaskan, pola pikir dalam merespons potensi bencana perlu diubah dari reaktif menjadi antisipatif.

Ia berujar DPRD Kota Samarinda tengah mendorong perencanaan pembangunan yang memperhitungkan risiko bencana secara menyeluruh.

“Kita perlu sistem yang menekankan pada pencegahan dan kesiapsiagaan, bukan sekadar solusi jangka pendek,” imbuhnya.

Peristiwa longsor di sekitar proyek Terowongan Samarinda juga menjadi sorotan. Warga mulai mempertanyakan keamanan proyek yang menelan anggaran besar tersebut.

Namun Andriansyah mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada isu yang belum terverifikasi.

“Proyek ini penting dan perlu dijaga kredibilitasnya. Informasi yang tidak jelas bisa menimbulkan ketakutan yang tidak perlu,” katanya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya transparansi dari pemerintah dan penjaminan teknis atas proyek-proyek strategis.

“Kepercayaan publik hanya bisa dibangun lewat data yang jelas dan tindakan konkret,” pungkasnya. (mr)

Samarinda Siapkan Teknologi Insinerator untuk Atasi Sampah

May 25, 2025 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – Meski telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 64 miliar untuk pengelolaan sampah di tahun 2024, persoalan sampah di Kota Samarinda belum juga menunjukkan perbaikan signifikan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kembali menjadi sorotan publik dan legislatif karena dinilai belum optimal dalam menangani masalah yang kian mendesak ini.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyebut persoalan sampah sebagai ‘penyakit kronis’ yang memerlukan penanganan serius dan berkelanjutan.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar

“Dana yang digelontorkan tidak kecil, tapi manfaatnya belum terasa nyata bagi masyarakat. Sudah saatnya kita ubah pendekatan dengan strategi yang lebih efektif,” sebut Deni, Sabtu (24/5/2025).

Sebagai solusi jangka menengah, Pemkot Samarinda tengah merancang pengadaan 10 unit insinerator atau alat pembakar sampah berteknologi modern yang diklaim ramah lingkungan.

Deni berujar, masing-masing unit memiliki kapasitas pengolahan hingga 10 ton sampah per hari dan jika seluruh unit dapat beroperasi sesuai rencana pada November 2025, maka sekitar 100 ton sampah per hari bisa diolah, mengurangi beban sampah harian kota yang kini mencapai 600 ton.

“Ini bisa memangkas sekitar sepertiga total sampah harian. Tapi teknologi bukan segalanya. Kita butuh komitmen dan pengawasan agar program ini benar-benar efektif,” jelas Deni.

Ia menjelaskan, insinerator yang akan digunakan dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan dengan tanpa suara bising, emisi rendah, dan menghasilkan abu yang bisa diolah kembali menjadi bahan paving block.

Meski demikian, Deni mengingatkan agar implementasi insinerator dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Ia mencontohkan kasus di Bekasi, di mana teknologi serupa justru menimbulkan persoalan baru akibat lemahnya pengawasan.

“Samarinda harus belajar dari pengalaman daerah lain. Jangan asal pasang alat. Harus ada pengawasan ketat dan evaluasi berkala agar proyek ini tidak menjadi bumerang,” ujarnya.

Tak hanya soal sampah, Komisi III DPRD juga meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan terhadap izin lingkungan, terutama terkait pertambangan dan alih fungsi lahan. Menurut Deni, pengawasan harus dilakukan dari hulu hingga pascaoperasional.

“Jangan sampai ada proyek yang izinnya lengkap di atas kertas, tapi justru merusak lingkungan di lapangan. Pengawasan harus menyeluruh sejak awal,” pungkasnya. (mr)

DPKH Kaltim Ingatkan Prosedur Pengelolaan Limbah Kurban

May 25, 2025 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan, mengingatkan masyarakat agar memperhatikan pengelolaan limbah hasil kurban seperti darah dan jeroan agar tidak mencemari lingkungan sekitar.

Fahmi menegaskan, limbah darah dan jeroan tidak boleh dibuang sembarangan, terutama ke selokan atau tempat umum yang bisa menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Kita berpesan agar limbah dari proses penyembelihan seperti darah dan jeroan tidak dibuang ke selokan atau tempat umum,” ujarnya, Sabtu (24/5/2025).

Ia menjelaskan, pengelolaan limbah kurban harus dilakukan secara benar dengan menyediakan lubang khusus untuk penanaman limbah tersebut.

“Darah dan jeroan harus ditanam di lubang yang sudah disediakan agar tidak mencemari lingkungan dan air tanah,” katanya.

Menurut Fahmi, jika limbah kurban dibuang sembarangan, dapat menyebabkan bau tidak sedap, penyebaran penyakit, dan pencemaran air yang berdampak negatif bagi kesehatan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pengelolaan limbah menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kurban yang bersih dan sehat.

Selain itu, DPKH juga telah melakukan sosialisasi kepada panitia kurban dan pengelola masjid terkait cara penanganan limbah yang ramah lingkungan.

“Kita juga memberikan edukasi agar panitia kurban memahami pentingnya menjaga kebersihan lokasi penyembelihan dan pengelolaan limbah yang benar,” kata Fahmi.

Ia berharap, seluruh masyarakat dan panitia kurban dapat bekerja sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama pelaksanaan ibadah kurban. Dengan pengelolaan limbah yang tepat, diharapkan proses kurban tidak hanya memenuhi aspek ibadah, tapi juga menjaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan sekitar. (yud/adv diskominfo kaltim)

DPKH Kaltim Siapkan Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban

May 25, 2025 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Menyambut Hari Raya Idul Adha 2025, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya memastikan seluruh hewan kurban yang dijual dan disembelih dalam kondisi sehat dan layak konsumsi. Hal ini disampaikan Kepala DPKH Kaltim, Fahmi Himawan.

“Kesehatan hewan tetap menjadi aspek yang sangat penting, terutama dalam momentum berkurban. Hewan kurban harus sehat, tidak cacat, dan cukup umur sesuai syariat. Karena itu, kami akan membentuk tim pemeriksa khusus,” ujar Fahmi, Sabtu (24/5/2025).

Tim pemeriksa tersebut akan diturunkan dua hari sebelum Idul Adha (H-2) untuk melakukan antemortem atau pemeriksaan kesehatan hewan sebelum disembelih. Tim akan kembali bekerja setelah hari penyembelihan, yakni pada H+1 hingga H+3, untuk melakukan postmortem, yakni pemeriksaan daging dan organ dalam hewan setelah disembelih.

“Tim ini terdiri dari para dokter hewan dan juga berkolaborasi dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Samarinda. Mereka akan berkeliling ke lapak-lapak pedagang hewan kurban,” jelasnya.

Jika ditemukan hewan yang sakit atau menunjukkan gejala tidak sehat, petugas akan memberikan peringatan kepada pedagang agar tidak menjual hewan tersebut. Setelah penyembelihan, petugas juga akan memeriksa daging kurban guna memastikan tidak ada penyakit seperti cacing pita yang sering ditemukan di organ hati atau jeroan.

“Kalau ditemukan hati atau jeroan yang mengandung cacing pita atau organ lain yang tidak layak, itu wajib dikubur dan tidak boleh dibagikan. Penanganan ini kami lakukan rutin setiap tahun,” tegasnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kaltim dalam menjaga kesehatan masyarakat serta menjamin kualitas hewan kurban yang akan dikonsumsi. Pemeriksaan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pedagang dan masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih hewan kurban.

“Pada akhirnya, berkurban bukan hanya soal ibadah, tapi juga memastikan apa yang kita bagikan ke orang lain benar-benar aman dan menyehatkan,” tutupnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb