Komoditas Lokal Kalimantan Dinilai Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal

May 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

Viktor Yuan

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih fokus mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal Kalimantan. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas daerah yang selama ini masih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, mengatakan Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan bernilai tambah.

Menurutnya, berbagai bahan alami khas daerah seperti gaharu dan bawang Dayak seharusnya tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing lebih tinggi.

“Bahan alami khas Kalimantan punya peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan UMKM, terutama jika inovasi dan pengelolaan usahanya terus diperkuat,” ujar Viktor, Jumat (22/5/26).

Ia mencontohkan gaharu yang dapat dikembangkan menjadi produk teh herbal, sementara bawang Dayak berpotensi diolah menjadi produk kesehatan alami yang diminati pasar. Selain itu, sektor kerajinan dan wastra tradisional juga dinilai memiliki peluang besar agar dikembangkan sebagai identitas produk lokal daerah.

Viktor menilai pemanfaatan komoditas lokal secara lebih kreatif dapat membantu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Produk lokal jangan hanya dijual dalam bentuk bahan baku. Harus ada proses pengolahan agar memiliki nilai tambah dan mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat,” katanya.

Selain inovasi produk, ia juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran dan penguatan merek agar produk UMKM Kalimantan Timur mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah perlu diperluas, tidak hanya sebatas pelatihan, tetapi juga melalui promosi yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM.

Dirinya mengusulkan agar pameran UMKM berskala nasional dapat digelar secara rutin sebagai wadah memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat luas dan calon pasar potensial.

“Jika promosi terus diperkuat dan produk daerah semakin dikenal, maka sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Timur juga akan berkembang lebih cepat,” tutupnya. (yud)

DPRD Samarinda Soroti Pelanggaran Hak Pekerja dan Tingginya Pengangguran Pemuda

May 22, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyoroti masih banyaknya persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di daerah, mulai dari dugaan pelanggaran hak pekerja hingga tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar kesejahteraan tenaga kerja dapat lebih terjamin.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Harminsyah, mengatakan perlindungan terhadap pekerja, khususnya kelompok rentan, harus menjadi prioritas dalam kebijakan ketenagakerjaan di Samarinda.

Harminsyah

Ia menyebut masih ditemukan perusahaan yang belum menjalankan aturan mengenai pembayaran upah lembur dan pengaturan jam kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Menurutnya, hak normatif pekerja wajib dipenuhi agar tidak menimbulkan ketimpangan dalam hubungan kerja.

“Masih ada perusahaan yang belum menerapkan aturan jam kerja dan pembayaran lembur sebagaimana ketentuan. Hal seperti ini perlu diawasi bersama supaya hak pekerja benar-benar terpenuhi,” kata Harminsyah, Jumat (22/5/26).

Selain persoalan tersebut, DPRD juga menyoroti dugaan adanya perusahaan yang mengubah klasifikasi usahanya agar menghindari kewajiban membayar upah minimum. Harminsyah menilai praktik itu berpotensi merugikan tenaga kerja karena hak yang diterima pekerja bisa menjadi tidak sesuai.

Menurutnya, perusahaan yang sudah masuk kategori usaha menengah seharusnya menjalankan kewajiban sesuai aturan dan tidak lagi menggunakan status usaha mikro sebagai alasan agar mengurangi hak pekerja.

Komisi IV DPRD Samarinda juga memberikan perhatian terhadap kondisi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan yang dinilai masih membutuhkan perlindungan hukum lebih kuat.

Di sisi lain, tingginya angka pengangguran pemuda turut menjadi perhatian DPRD. Harminsyah menilai diperlukan kebijakan yang mampu membuka lapangan kerja lebih luas bagi tenaga kerja lokal, terutama bagi generasi muda di Samarinda.

“Pekerja bongkar muat maupun anak muda yang sedang mencari pekerjaan perlu mendapat perhatian lebih serius. Pemerintah harus menghadirkan kebijakan yang mampu melindungi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ujarnya.

Ia menegaskan DPRD akan terus menerima masukan dari masyarakat maupun pekerja pada pembahasan kebijakan ketenagakerjaan. Menurutnya, penyusunan regulasi harus tetap memberi perlindungan terhadap buruh tanpa menghambat pertumbuhan dunia usaha.

“Kami ingin ruang komunikasi antara pekerja, pemerintah, dan pelaku usaha tetap terbuka. Tujuannya agar tercipta kebijakan yang adil bagi pekerja sekaligus tetap mendukung iklim usaha di Samarinda,” tutupnya. (yud)

Nasabah CIMB Niaga Kini Bisa Akses Layanan 24 Jam Bebas Pulsa

May 22, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga; IDX: BNGA) terus mengoptimalkan pengalaman nasabah dengan melakukan transformasi terhadap Contact Center 14041 menjadi layanan berbasis digital Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi +6281197814041. Dengan inovasi ini, nasabah kini dapat menghubungi CIMB Niaga selama 24 jam setiap hari melalui chat maupun panggilan (OCTO Call dan WhatsApp Call) bebas pulsa dari mana saja, termasuk saat berada di luar negeri.

Kehadiran layanan berbasis digital ini menjadi bagian dari transformasi digital CIMB Niaga untuk memberikan akses yang makin praktis dan fleksibel sesuai dengan preferensi komunikasi nasabah saat ini. Seiring dengan implementasi ini, layanan Contact Center melalui jalur pulsa ke 14041 juga dapat diakses melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi.

“Kami melihat preferensi komunikasi nasabah beralih sepenuhnya ke platform online, oleh karena itu kami pun menyesuaikan akses layanan nasabah melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp. Nasabah kini dapat terhubung dengan CIMB Niaga kapan saja, baik melalui chat maupun panggilan bebas pulsa, tanpa bergantung pada layanan telepon konvensional yang menggunakan pulsa. Transformasi ini sejalan dengan aspirasi kami untuk selalu berinovasi serta menghadirkan layanan yang lebih mudah dan cepat (simpler, better, dan faster),” ujar Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh di Jakarta, Jumat (22/05/2026).

Dengan adanya perubahan tersebut, CIMB Niaga menghimbau nasabah untuk mulai menggunakan Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp sebagai kanal utama dalam menghubungi layanan CIMB Niaga, termasuk untuk memperoleh informasi produk, menyampaikan pertanyaan, maupun pengaduan.

Akses Layanan Lebih Praktis Tanpa Pulsa

Pemanfaatan platform berbasis digital yang telah digunakan secara luas ini memungkinkan interaksi yang lebih sederhana dan efisien, sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam mengakses layanan perbankan.

Lusi menambahkan, CIMB Niaga ingin memastikan nasabah dapat mengakses layanan dengan cara yang paling praktis. Kehadiran Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp sebagai kanal utama ini membantu mempermudah interaksi sekaligus memberikan alternatif komunikasi yang lebih efisien. Contact Center tetap hadir sebagai bagian penting dari layanan kepada nasabah, namun aksesnya kini dialihkan melalui fitur Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp Resmi CIMB Niaga. Nasabah tidak perlu khawatir, karena perubahan ini bukanlah pengurangan layanan, melainkan peningkatan kualitas akses, di mana kini nasabah dapat terhubung dengan CIMB Niaga tanpa dikenakan biaya pulsa melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp resmi yang tersedia 24 jam.

Hal ini merupakan bentuk dukungan CIMB Niaga untuk membantu nasabah mendapatkan akses layanan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Beragam Kanal Layanan untuk Kebutuhan Nasabah

Selain melalui Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp, nasabah tetap dapat memanfaatkan kanal layanan resmi CIMB Niaga lainnya. Seperti melalui akun media sosial resmi CIMB Niaga di Facebook (CIMB Niaga), X (@CIMBNiaga), dan Instagram (@cimb_niaga).

Dengan berbagai pilihan kanal ini, CIMB Niaga memastikan nasabah tetap memiliki fleksibilitas dalam memilih cara berinteraksi sesuai kebutuhan, dengan Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp +6281197814041 sebagai kanal utama yang semakin mempermudah akses layanan. Butuh bantuan CIMB Niaga? Tinggal Ask OCTO via OCTO App atau WhatsApp, kapanpun tanpa pulsa. Informasi lebih lengkap dapat diakses di www.cimbniaga.co.id.

Yayasan Harum Center Bantu Bedah Rumah Warga

May 22, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA –  Nama Maria Mercedes menjadi nama populer dan menjadi perhatian publik usai viral di media sosial karena ikut dalam aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.

Perhatian diberikan Organisasi Baladika Mulawarman bersama Ketua PKK Kalimantan Timur, Syarifah Suraidah. Kepedulian diberikan melalui program bedah rumah untuk Maria yang selama ini tinggal di rumah tak layak huni. Hal tersebut dilakukan Syarifah Suraidah saat berkunjung ke rumah Maria di Gang Masjid, Jalan Lambung Mangkurat, Samarinda, Jumat (22/5/2026).

Pada kunjungan tersebur Syarifah melihat kondisi rumah Maria yang dinilai memprihatinkan dan membutuhkan perbaikan. Sebagai bentuk kepedulian, Yayasan Harum Center yang didirikan oleh Syarifah Suraidah memberikan bantuan bedah rumah agar rumahnya menjadi lebih layak huni.

Kehadiran Syarifah disambut hangat oleh Maria dan warga sekitar. Momen tersebut pun ramai dibagikan di media sosial dan menuai beragam respons dari masyarakat. Banyak warga menilai bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial tanpa melihat latar belakang maupun perbedaan pandangan politik.

Bantuan bedah rumah dari Yayasan Harum Center diharapkan dapat membantu meringankan beban Maria sekaligus memperbaiki kualitas tempat tinggalnya agar lebih nyaman dan aman ditempati.

Tak hanya memperbaiki bangunan rumah, bantuan juga mencakup penggantian sejumlah perabot rumah tangga yang sudah rusak dan tidak layak pakai. Kasur, meja, bantal, hingga guling disiapkan untuk menunjang kebutuhan Maria setelah renovasi selesai dilakukan. (*)

The Oracle of Usadha Menjawab Pertanyaan yang Selama Ini Tak Berani Ditanyakan Generasi Muda Bali tentang Tradisi Leluhurnya

May 22, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

DENPASAR — Ada sesuatu yang tidak biasa di Ruang Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin sore itu. Di ruangan yang biasanya diisi rapat-rapat kebijakan dan seremoni pemerintahan, hari itu yang duduk berdampingan adalah seorang rohaniwan senior, dua orang profesor sains, dan seorang dokter muda yang tumbuh besar dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak berani ia tanyakan kepada leluhurnya.

Yang menyatukan mereka adalah sebuah buku. The Oracle of Usadha — karya Dr. dr. I Gusti Ngurah Putra Eka Santosa, M.Fis, yang lebih akrab disapa dokter Ngurah — adalah buku yang lahir dari kegelisahan. Bukan kegelisahan yang melumpuhkan, melainkan kegelisahan yang mendorong seseorang masuk ke laboratorium dan bertanya: apa yang sebenarnya sedang terjadi ketika orang Bali melukat, meditasi, atau menjalani ritual pebayuhan?

Forum bedah buku yang dihadiri akademisi, pejabat Dinas Kesehatan, dekan-dekan Fakultas Kedokteran, dan para direktur rumah sakit se-Bali itu terasa lebih seperti reuni intelektual antargenerasi. Di kursi-kursi yang melingkar rapi, hadir pula tokoh-tokoh: Ida Dalem Semaraputra dari Puri Klungkung, A.A. Bagus Djelantik dari Puri Ageng Karangasem, dr. Anak Agung Martha Sp.OG dari Puri Nyalian, tokoh nasional Dr. I Gede Subawa, M.Kes., AAK — mantan Direktur Askes sekaligus Komisaris RS Wisma Prasanti Tabanan — serta dr. Wayan Mustika sebagai Komisaris Independen PT Varash Sadan Nusantara. Wajah-wajah yang selama ini memimpin kebijakan dan pelayanan kesehatan Bali, kini duduk sebagai pendengar yang penasaran.

Pembedah pertama, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, membuka diskusi bukan dengan teori — melainkan dengan pengakuan.

“Dalam berbagai teks Usadha, kemampuan menyembuhkan diri sendiri itu memang ada,” katanya, suaranya tenang dan berwibawa. “Saya sendiri pernah membuktikannya. Saat jatuh dari ketinggian tujuh meter, tulang servikal saya patah dan saya lumpuh. Saya masih menggunakan aksara sebagai media penyembuhan.”

Ruangan hening sesaat. Bukan hening yang canggung — melainkan hening yang penuh.
Inilah yang membuat forum ini berbeda dari seminar akademis biasa: ia tidak dimulai dari data, tetapi dari pengalaman. Pengalaman seorang tokoh spiritual yang telah menghabiskan hidupnya menekuni teks-teks Usadha, dan yang kini berdiri di depan para dokter dan profesor untuk berkata: ini bukan sekadar ritual, ini bekerja.

“Kita Tidak Mau Menerima ‘Nak Mula Keto'”

Dokter Ngurah, penulis buku sekaligus akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Mahasaraswati Denpasar, menjelaskan dari mana buku ini berasal.

“Kita sebagai milenial tidak mau menerima budaya nak mula keto,” ujarnya usai acara, dengan nada yang campuran antara humor dan kesungguhan. “Jadi kami mencoba mencari dasar ilmiah dari apa yang sudah dilakukan leluhur kita.”

Akademisi sekaligus praktisi ini menggambarkan perjalanan intelektualnya bukan sebagai penolakan terhadap tradisi, melainkan sebagai bentuk penghormatan yang lebih dalam. Jika leluhur sudah tahu sesuatu bekerja, maka generasi ini bertugas menjelaskan mengapa ia bekerja.
Dan penjelasan itu, kata dokter Ngurah, kini mulai tersedia.

“Dengan majunya penelitian di bidang biomedik, kita menemukan titik temunya. Usadha Bali dengan kedokteran bertemu pada regenerative medicine,” jelasnya. Meditasi yang menurunkan kadar stres oksidatif. Proses melukat yang bekerja melalui modulasi sistem saraf otonom. Ritual pebayuhan yang menyentuh jalur epigenetik. Semua, katanya, kini mulai dapat buktikan secara kuantitatif di laboratorium.

Dua pembedah berikutnya membawa substansi buku ke dalam percakapan saintifik yang lebih dalam.
Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes, menilai buku ini berhasil melakukan sesuatu yang jarang berhasil dilakukan: meletakkan fondasi yang solid bagi integrasi Usadha ke dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Bukan sebagai lampiran anekdotal pada protokol medis, melainkan sebagai kontributor utama dengan mekanisme yang dapat diverifikasi.

Prof. apt. Dr. rer. nat. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si, membawa perspektif yang lebih luas. Bagi Prof Gelgel, The Oracle of Usadha memberikan sesuatu yang selama ini absen dalam diskusi integrasi pengobatan tradisional dan modern: peta aksiologi. Sebuah kerangka nilai yang dapat dijadikan acuan oleh para praktisi ketika mereka harus membuat keputusan di persimpangan antara Usadha dan kedokteran berbasis bukti dalam lanskap layanan medical wellness masa depan.

I.B. Ketut Kiana, tokoh masyarakat asal Sanur yang hadir sebagai peserta, merangkumnya dengan cara yang paling sederhana dan paling mengena.

“Yang dulunya hanya berdasarkan warisan dan keyakinan, sekarang dijelaskan dan dibuktikan secara ilmiah,” katanya. “Saya melihat keberanian anak muda dalam buku ini untuk mengangkat dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dari dulu tersimpan mengenai kearifan lokal Bali.”

Itulah mungkin kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di Ruang Praja Sabha hari itu. Bukan revolusi. Bukan pertentangan antara tradisi dan modernitas. Melainkan sebuah rekonsiliasi yang telah lama ditunggu — antara apa yang leluhur sudah rasakan benar, dan apa yang sains kini mulai mampu buktikan.

Dokter Ngurah menutup hari itu dengan harapan yang sederhana namun berat maknanya: “Kita berharap buku ini menjadi pemantik diskusi antargenerasi, sehingga kita sebagai orang Bali lebih mencintai Bali — dan melaksanakan budaya Bali tidak sebagai formalitas, namun lebih dalam memaknainya.”

Di luar jendela, sore Bali turun perlahan. Di dalam, diskusi masih berlanjut — sebagaimana seharusnya percakapan yang benar-benar penting: tidak mudah selesai, tidak ingin berhenti. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb