CIMB Niaga Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Kembangkan Talenta Masa Depan

May 4, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus mendukung pengembangan talenta Indonesia masa depan melalui kolaborasi strategis dengan dunia perguruan tinggi. Untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin, CIMB Niaga menyelenggarakan ‘CIMB Niaga U-Partners (University Partners) Gathering’ yang dihadiri lebih dari 27 universitas secara hybrid di Graha CIMB Niaga, Jakarta.

CIMB Niaga U-Partners Gathering menjadi wadah silaturahmi sekaligus apresiasi kepada perguruan tinggi mitra yang selama ini berkontribusi aktif dalam berbagai inisiatif bersama CIMB Niaga. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemitraan dalam pengembangan talenta muda, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi program edukatif yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja saat ini.

Direktur Human Resources CIMB Niaga Joni Raini menyampaikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam mewujudkan purpose Advancing Customers and Society. CIMB Niaga senantiasa mendukung nasabah dan masyarakat dalam mewujudkan mimpi dan aspirasinya, termasuk dalam ranah edukasi. Karena, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang adaptif, berdaya saing, dan memahami literasi keuangan dengan baik.

“Kerja sama yang produktif antara industri perbankan dan institusi pendidikan kini semakin penting sebagai kebutuhan fundamental untuk menciptakan ekosistem talenta yang relevan dengan dinamika terkini. Di CIMB Niaga, kami memandang kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai investasi jangka panjang dalam membangun future talents yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kesiapan menghadapi transformasi digital,” kata Joni dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (4/5/2026).

Seperti diketahui, CIMB Niaga memiliki beragam inisiatif untuk mendukung pengembangan talenta dari perguruan tinggi. Mulai dari beasiswa yang tidak sekadar memberikan bantuan finansial tapi juga pengembangan diri dan karier, program edukasi dan literasi keuangan di kampus, Kejar Mimpi Wealth Fest, Career Festival, program magang (The Complete Interns), hingga pengembangan karier/management trainee melalui CIPTA, The Specialist Programme dan The Complete Bankers (TCB) berskala ASEAN.

Selain itu pengembangan talenta, CIMB Niaga secara konsisten melakukan inovasi digital untuk mendukung ekosistem keuangan di perguruan tinggi seperti menghadirkan Digital Lounge @Campus yang dilengkapi fasilitas kegiatan mahasiswa. Hingga kini, Digital Lounge @Campus telah tersebar di 8 universitas di berbagai kota di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Hasanudin, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta dan Yogyakarta, hingga Universitas Katolik Parahyangan.

“Kami percaya bahwa masa depan industri keuangan akan sangat ditentukan oleh kualitas talenta yang kita siapkan hari ini. Oleh karena itu, sebagai salah satu perbankan dengan inovasi digital terdepan di Indonesia, CIMB Niaga terbuka untuk berbagi inspirasi dengan rekan-rekan dari perguruan tinggi mengenai beragam inovasi digital yang kami lakukan. Hal ini tidak hanya mendukung kebutuhan nasabah, tetapi juga membuka ruang pembelajaran dan eksposur bagi generasi muda terhadap ekosistem keuangan modern,” ujar Joni.

Melalui dialog interaktif yang melibatkan manajemen CIMB Niaga dan perwakilan perguruan tinggi, kegiatan ini turut menjadi ruang strategis untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi di masa depan. CIMB Niaga akan terus memperluas kemitraan dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi positif bagi masyarakat. (*)

Perumdam Tirta Kencana Kuras Bak Sedimentasi IPA Bantuas

May 4, 2026 by  
Filed under PDAM Samarinda

IPA Bantuas

SAMARINDA – Perusahaan Air Minum Daerah (Perumdam) Tirta Kencana Samarinda menjadwalkan pengurasan  bak sedimentasi dan reservoir pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas, Rabu (6/5/2026).

Humas & Kesekretariatan Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik menyampaikan pengurasan dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai.

Dikatakan pengurasan ini dilakukan untuk menjaga kualitas produksi serta kejenihan tetap terjaga. Kegiatan pengurasan tersebut tidak menjadikan pelayanan dihentikan total.  Produksi tetap berjalan akan tetapi kapasitas dikurangi dan tidak maksimal seperti biasanya.

Dampak pengurasan ini akibatnya aliran terganggu  antara lain Jalan Hasani dan sekitarnya serta Jalan Kampung Tengah dan sekitarnya.

“Kami mengimbau kepada pelanggan yang bsrada di jalur tersebut diatas untuk bisa menampung air selagi masih mengalir sebagai persediaan  karena selama pengurasan berlangsung aliran dari IPA yang dikuras terganggu,” jelasnya.

Permohonan maaf atas terganggunya layanan ini , Pengurasan dimaksudkan untuk jaga kualitas produksi agar kejernihan selalu terjaga.

Untuk info dan pelaporan hubungi hotline 0541-2088100 atau Chat WA 0811553536. (*/adv)

PT GSDI-GSYM Tegaskan Komitmen Berkelanjutan Lewat Peringatan Hari Buruh

May 4, 2026 by  
Filed under Nusantara

Kotawaringin Barat – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), PT GSDI-GSYM menegaskan komitmennya dalam membangun lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan melalui rangkaian kegiatan bertema “Integrity dan Budaya Safety Kunci Produktivitas Tinggi.” Peringatan ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi wujud nyata upaya perusahaan dalam memperkuat nilai integritas, budaya keselamatan, serta kepedulian sosial di seluruh lini operasional.

Kegiatan diawali dengan jalan sehat yang melibatkan karyawan bersama keluarga. Partisipasi ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan sekaligus mengingatkan bahwa kesehatan fisik merupakan fondasi penting dalam menjaga produktivitas kerja yang optimal.

Sebagai bagian dari kontribusi sosial perusahaan, PT GSDI-GSYM juga menyelenggarakan aksi donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. Dari total 90 karyawan yang berpartisipasi, sebanyak 67 orang berhasil mendonorkan darah setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan. Hasil ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah di wilayah sekitar, sekaligus mempertegas peran perusahaan dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Komitmen terhadap keselamatan juga diwujudkan melalui pembagian helm safety bagi anak-anak dan orang dewasa. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menanamkan kesadaran akan pentingnya keselamatan, tidak hanya di tempat kerja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat berkendara.

Administratur PT GSDI-GSYM, Galang Bayu Amanda Putra, menyampaikan bahwa peringatan Hari Buruh merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai kemanusiaan dalam dunia kerja. “Hari Buruh bukan hanya tentang produktivitas, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga keselamatan dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan setiap insan dapat bekerja dan hidup dengan aman,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan konsistensi PT GSDI-GSYM dalam mengintegrasikan budaya safety dan nilai sosial ke dalam operasional perusahaan. Partisipasi aktif manajemen, termasuk keterlibatannya dalam kegiatan donor darah, menjadi simbol bahwa komitmen tersebut dijalankan secara nyata, bukan sekadar wacana.

Melalui peringatan ini, PT GSDI-GSYM menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia dan lingkungan kerja yang kondusif. Dengan terus memperkuat integritas, budaya keselamatan, dan kepedulian sosial, perusahaan optimistis dapat mendorong produktivitas yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)

Menangi Race dan Pimpin Klasemen, Modal Positif Yamaha Awali Kejurnas Mandalika Racing Series 2026

May 4, 2026 by  
Filed under Olahraga

Pembalap-pembalap Yamaha berhasil memenangi race dan memimpin klasemen sementara Kejurnas Mandalika Racing Series setelah selesai digelar seri 1 di sirkuit internasional Mandalika, 25-26 April 2026. Fadli Rigani, Rendi Oding dan M.Abid Ashar Musyafa tampil menonjol di kelas yang diikuti hingga dapat memuncaki standing point. Pencapaian ini menjadi awal yang baik menjalani Kejurnas Mandalika Racing Series musim ini.

”Seri perdana Kejurnas Mandalika Racing Series 2026 ini berjalan positif buat Yamaha. Kami mampu memuncaki klasemen setelah merebut kemenangan race dan podium di kelas utama dan supporting. Tim dan pembalap telah bekerja keras untuk mencapai hasil optimal. Ajang ini juga bagus sebagai wadah pembinaan dan menambah pengalaman rider muda. Kami harapkan akan improve lagi pada seri-seri berikutnya,” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Rider Yamaha menguasai kelas National Sport 150cc, Junior Sport 250cc U-18 dan Underbone 150cc. Duo tim Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS KoizumiI Trastar Cargloss, Fadli Rigani dan Fahmi Basam, bergantian finish pertama di kelas national Sport 150cc menggunakan Yamaha YZF-R15. Race 1 dan superpole race dimenangi Fahmi Basam, sedangkan Fadli Rigani konsisten naik podium memenangi race 2, podium 3 race 1 dan podium 2 superpole race. Fadli Rigani menduduki posisi 1 klasemen, disusul Aldiaz Aqsal Ismaya (Yamaha Yamalube Nolimit MCR Adelin RBT34 The Strokes 55) yang sukses meraih podium 2 race 1 dan podium 3 race 2. Di posisi 3 klasemen ditempati oleh Fahmi Basam.

”Senang sekali dengan hasil seri 1 Kejurnas Mandalika Racing Series karena saya bisa menjuarai race dan podium. Support tim dan set up motor R15 yang sesuai membuat saya bisa balapan dengan maksimal. Ini jadi modal positif agar performa saya tetap bagus pada lanjutan seri kompetisi ini,” papar Fadli Rigani.

Di kategori lainnya, rider binaan Yamaha Racing Indonesia berhasil naik podium di kelas National Sport 600cc dan National Sport 250cc. M Faerozi (Yamaha Pikoli Global Ondolomon DRS) bersama Yamaha YZF-R6 finish ke-2 race 1 dan superpole race kelas National Sport 600cc. Dia ada di posisi 3 klasemen. Penampilan mumpuni juga diperlihatkan Candra Hermawan (Yamaha Yamalube SCM Grup Aditama NHK STSJ RK RBT34 GDT Berau) yang konsisten podium 3 race 1, superpole race dan race 2 kelas National Sport 250cc menggeber Yamaha YZF-R3. Hasil ini mengantarkannya di peringkat 2 klasemen.

”Saya berupaya semaksimal mungkin dan mencapai hasil baik untuk membuka musim Kejurnas Mandalika Racing Series ini. Pencapaian ini menggembirakan dan saya berharap hasilnya meningkat di putaran selanjutnya. Saat ini saya ada dalam kondisi terbaik, setelah perolehan podium di seri 1 ARRC Sepang lalu dapat tampil bagus di kejurnas ini,” tutur Candra Hermawan.

Arai Agaska yang musim ini balapan di World Sportbike, ikut bertarung di kelas National Sport 600cc sebagai kesempatan baginya berlatih dengan big bike. Bergabung dengan tim Yamaha Nitiracing Pikoli DRS Dynavolt RCB AHRS HDS Racing, dia finish ke-5 race 1 lalu ke-4 superpole race dan DNF race 2 yang membawanya berada di urutan 5 klasemen sementara.

Di kelas supporting baru Junior Sport 250 U-18, M. Abid Ashar Musyafa yang menggeber Yamaha YZF-R3, tampil superior menyapu bersih posisi 1 mulai dari kualifikasi hingga race 1 dan race 2. Rider tim Yamaha Nitiracing DRS35 Pikoli Dynavolt RCB KYT itu menunjukkan skill terbaik dalam persaingan dengan pembalap-pembalap lainnya.

Hasil di kelas Underbone 150cc menjadi pembuktian dominasi Yamaha yang menempatkan rider di 4 besar teratas klasemen. Memakai Yamaha MX King 150, Rendi Oding (AS Tuan Muda PRK The Strokes 55) di posisi teratas, diikuti oleh Fadli Rigani (Yamaha LFN HP969 RCB UMA SSS KoizumiI Trastar Cargloss), Dimas Juliatmoko (Bintang Mandiri Aceh RMP Racetech RCB Racing Team) dan M Jordan Badaru (Yamaha Yamalube Nolimit MCR Adelin RBT34 The Strokes 55).

Arah Pendidikan Indonesia yang Kian Kabur Refleksi Kritis Hari Pendidikan Nasional

May 4, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Marliana Wahyuningrum *)

Setiap tanggal 2 Mei, bangsa ini kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Upacara digelar, pidato dibacakan, dan optimisme tentang masa depan pendidikan kembali dikumandangkan. Namun di tengah semua itu, muncul pertanyaan yang semakin sulit dihindari: ke mana sebenarnya arah pendidikan Indonesia bergerak?

Marliana Wahyuningrum

Alih-alih menunjukkan arah yang jelas, pendidikan nasional justru tampak berjalan dalam ketidakpastian. Berbagai program diluncurkan, istilah baru diperkenalkan, dan kebijakan silih berganti. Namun di tingkat praktik, persoalan mendasar tetap bertahan—bahkan cenderung berulang.

Kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi kenyataan yang mencolok. Di satu sisi, sekolah-sekolah di kota besar terus berkembang dengan fasilitas dan akses yang lebih baik. Di sisi lain, banyak sekolah di daerah masih bergulat dengan keterbatasan guru, sarana, dan dukungan infrastruktur. Ketimpangan ini tidak hanya mencerminkan perbedaan kondisi, tetapi juga menunjukkan belum adanya arah kebijakan yang konsisten dalam mewujudkan keadilan pendidikan.

Di tengah situasi tersebut, muncul berbagai gagasan baru seperti “Sekolah Rakyat” yang diklaim sebagai solusi pemerataan. Secara konseptual, ide ini menawarkan harapan akan pendidikan yang lebih inklusif. Namun tanpa perencanaan yang matang dan integrasi dengan sistem yang ada, gagasan tersebut berisiko menjadi sekadar simbol kebijakan. Alih-alih menyelesaikan masalah, ia justru dapat mempertegas perbedaan antara kelompok yang memiliki akses dan yang tidak.

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah orientasi pendidikan yang semakin sempit. Sistem yang ada masih menempatkan nilai ujian, peringkat, dan akreditasi sebagai ukuran utama keberhasilan. Akibatnya, proses belajar cenderung diarahkan pada pencapaian angka, bukan pada pemahaman yang mendalam. Siswa dilatih untuk menjawab soal, tetapi tidak selalu didorong untuk berpikir kritis.

Dalam konteks ini, pendidikan Indonesia tampak semakin menjauh dari gagasan yang dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara. Pendidikan seharusnya menjadi proses yang memerdekakan—membangun manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Namun yang terjadi justru sebaliknya: pendidikan sering kali menjadi mekanisme yang menyeragamkan dan membatasi ruang berpikir.

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan yang kerap berubah tanpa arah yang jelas. Pergantian kurikulum yang berulang, pendekatan yang terlalu administratif, serta minimnya pelibatan guru dalam proses pengambilan keputusan menunjukkan bahwa pendidikan lebih dikelola sebagai sistem birokrasi daripada sebagai proses pembelajaran yang hidup.

Momentum Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi ruang refleksi yang jujur. Pendidikan Indonesia saat ini tidak kekurangan program, tetapi kekurangan konsistensi dan arah. Tanpa pembenahan yang menyentuh akar persoalan—ketimpangan, orientasi yang keliru, dan kebijakan yang tidak berkelanjutan—setiap inisiatif baru hanya akan menjadi pengulangan dari pola lama.

Arah pendidikan yang kabur bukan sekadar persoalan teknis, melainkan persoalan masa depan bangsa. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas pendidikan, tetapi juga kemampuan Indonesia untuk bersaing dan bertahan di tengah perubahan global.

Sudah saatnya pendidikan tidak lagi dikelola sebagai proyek jangka pendek atau simbol politik. Ia harus ditempatkan sebagai prioritas strategis dengan arah yang jelas, kebijakan yang konsisten, dan komitmen yang kuat dari semua pihak. Tanpa itu, pendidikan Indonesia akan terus berjalan tanpa tujuan yang pasti—dan generasi mendatanglah yang akan menanggung akibatnya. (*)
*) akademisi, pemerhati pendidikan Kalimantan Timur.

« Previous PageNext Page »

  • vb