Pemprov Kaltim Luruskan Polemik Kursi Pijat

May 5, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggeser perhatian dari polemik pengadaan kursi pijat ke upaya pengelolaan dan pemanfaatan aset daerah. Klarifikasi resmi disampaikan guna meredam kesimpangsiuran informasi yang sempat berkembang di ruang publik. Selasa (5/5/26).

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemprov menegaskan, informasi mengenai nilai pengadaan yang beredar luas tidak sepenuhnya tepat. Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut angka Rp125 juta yang ramai diperbincangkan merupakan bagian dari perencanaan awal dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), bukan nilai pembelian riil.

Ia menjelaskan, angka dalam sistem tersebut bersifat indikatif dan bisa berubah dalam proses pengadaan, bahkan tidak menutup kemungkinan tidak direalisasikan. Karena itu, menurutnya, publik perlu memahami perbedaan antara rencana anggaran dan realisasi belanja.

Faisal juga menyoroti aspek administratif pengadaan. Berdasarkan penelusuran, anggaran yang tercantum berada di bawah kewenangan Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), bukan Biro Umum Sekretariat Daerah yang biasanya menangani kebutuhan kepala daerah. Perbedaan ini dinilai penting untuk menghindari salah tafsir terkait peruntukan anggaran.

Sementara itu, terkait unit kursi pijat yang telah digunakan, Pemprov mengakui adanya pembelian dengan nilai yang jauh lebih rendah dari isu yang berkembang. Dari dokumen transaksi resmi, harga kursi tersebut berada di kisaran Rp47 juta dan telah mencakup pajak.

“Nilai pembelian sebenarnya berada di angka puluhan juta, bukan ratusan juta seperti yang beredar. Itu bisa dibuktikan dari kuitansi resmi,” ujar Faisal.

Ia memastikan proses pengadaan telah dilakukan sesuai prosedur dan tidak melanggar ketentuan. Dengan statusnya sebagai aset negara, kursi pijat tersebut tidak dapat dikembalikan atau dibatalkan pembeliannya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Kaltim kini melakukan pendataan ulang terhadap aset serupa dengan melibatkan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Upaya ini disebut sebagai bagian dari instruksi gubernur untuk memperkuat transparansi pengelolaan aset.

Hingga saat ini, tercatat dua unit kursi pijat telah teridentifikasi, masing-masing berada di Rumah Jabatan Gubernur dan di salah satu biro.

Tak hanya berhenti pada pendataan, pemerintah daerah juga mulai mengkaji opsi pemanfaatan yang lebih luas. Salah satu rencana yang muncul adalah menempatkan kursi pijat tersebut di fasilitas publik seperti Bandara APT Pranoto atau sarana olahraga agar dapat diakses masyarakat.

Selain itu, skema pemanfaatan berbayar turut dipertimbangkan sebagai potensi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan pendekatan tersebut, aset yang sempat menjadi polemik diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Sedang kami dalami kemungkinan pengelolaan secara komersial terbatas agar bisa menambah pemasukan daerah,” kata Faisal.

Langkah ini upaya Pemprov Kaltim agar tidak hanya meredam polemik, tetapi juga memastikan setiap aset daerah dikelola secara transparan dan produktif. (yud)

Perkuat Sinergi Keselamatan Jalan, Jasa Raharja Hadiri Rapat Forum Komunikasi Lalu Lintas di Kukar

May 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – PT Jasa Raharja Kalimantan Timur melalui petugas Jasa Raharja, Elly Noor Alfiansyah, menghadiri kegiatan Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi antar stakeholder dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rapat FKLL tersebut dihadiri berbagai instansi terkait yang memiliki peran dalam penyelenggaraan transportasi dan keselamatan jalan. Dalam forum ini, para peserta membahas berbagai isu strategis terkait kondisi lalu lintas, upaya pencegahan kecelakaan, serta langkah-langkah kolaboratif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah Kutai Kartanegara.

Elly Noor Alfiansyah menyampaikan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem transportasi yang aman dan berkeselamatan. Melalui forum ini, Jasa Raharja turut mendukung berbagai program pencegahan kecelakaan melalui edukasi keselamatan berlalu lintas, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan sinergi antarinstansi terkait.

“Forum Komunikasi Lalu Lintas ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi antar stakeholder dalam merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan di wilayah Kutai Kartanegara,” ujarnya

Selain sebagai sarana koordinasi, rapat FKLL juga menjadi momentum untuk bertukar informasi terkait permasalahan lalu lintas di lapangan dan evaluasi terhadap berbagai program keselamatan yang telah dilaksanakan. Dengan adanya sinergi yang baik antarinstansi, diharapkan dapat tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Jasa Raharja Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif bersama seluruh stakeholder dalam mendukung peningkatan keselamatan transportasi dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)

Gathering Team AEROX Bandung Menuju Satu Dekade Yamaha AEROX, Gathering Team AEROX Hadir kembali dan Buka Keseruan Perdana di Bandung

May 5, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Bandung – Sebagai skutiknya para youngster masa kini, Yamaha AEROX ALPHA konsisten tampil stand-out dalam menunjukkan berbagai keunggulan dan eksistensinya di aneka playground lifestyle yang terus bergerak dinamis. Konsistensi akan hal itu pun, kini kembali diwujudkan dalam perhelatan event Gathering Team Aerox (GTA) yang membuka keseruan perdananya di kota Bandung, Jawa Barat

Tidak hanya sekadar menjadi event gathering yang mempersatukan seluruh pengguna setia dan pecinta otomotif, event Gathering Team Aerox Bandung ini pun juga turut hadir menjadi titik awal dalam menyambut rangkaian keseruan perhelatan satu dekade Yamaha Aerox, yang akan berlangsung mulai dari Mei hingga Juni mendatang di berbagai kota besar di Indonesia.

“Menyambut perayaan satu dekade Yamaha AEROX, secara spesial kami kembali menggelar event Gathering Team AEROX sebagai pembuka keseruan. Sejak meluncur pada tahun 2016, dari generasi pertama hingga generasi AEROX ALPHA yang tampil MAXimal dengan teknologi YECVT, AEROX telah berhasil membuktikan dirinya sebagai lifestyle item anak-anak muda. Menjamurnya kultur modifikasi, night ride, sunmori, dan lainnya adalah segelintir manifestasi keberhasilan AEROX sebagai lifestyle item bagi para youngster masa kini. Menyambut momen spesial ini, kami pun kembali menghelat GTA sebagai wadah bagi para pengguna setia untuk menyalurkan passion mereka. Event ini pun turut diselenggarakan di beberapa kota untuk semakin memperkuat rasa bangga mereka sebagai pengguna AEROX,” ujar Rifki Maulana, Manager PR, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg

Membuka keseruan perdananya di Bandung (25/4), sebanyak ratusan peserta yang terdiri dari para pengguna setia, komunitas, influencer, dan modifikator dari lintas generasi Yamaha AEROX, kembali berkumpul untuk menyalurkan hobi berkendara mereka dalam aneka kegiatan seru, sekaligus menikmati berbagai suguhan modifikasi masa kini yang anti-mainstream.

Berlokasi di area hall parkir di bilangan Pasir Koja, kota Bandung berhasil terpilih menjadi tuan rumah pembukaan event Gathering Team AEROX 2026, sekaligus mengawali rangkaian perayaan satu dekade Yamaha AEROX di Indonesia. Menggandeng kolaborasi bersama dengan Matic Undercover, event GTA Bandung menyuguhkan kontes modifikasi sebagai salah satu aktivitas yang menarik animo banyak orang.

Terbagi ke dalam 21 kategori dan kelas kompetisi, total sebanyak puluhan modifikator, dan ratusan peserta dari berbagai komunitas, pecinta otomotif, dan pengguna lintas brand bersama-sama antusias berkumpul guna melihat langsung aneka suguhan modifikasi terkini yang dikreasikan oleh para modifikator dengan ide dan konsep yang out-standing serta anti-mainstream pada modifikasi Yamaha AEROX mereka.

Aneka ide dan konsep modifikasi para peserta yang banyak dimeriahkan oleh genre Indo Proper, Vietnam Style, Suspension Set Up, air brush, dan lainnya sukses mencuri perhatian para pengunjung. Kreativitas para modifikator pun juga dipamerkan melalui beragam perombakan pada motor, mulai dari penggunaan sparepart dan aksesoris premium PNP, part exclusive CNC, body serat karbon, dan lainnya.

Selain sajian modifikasi Yamaha AEROX yang anti-mainstream, event GTA Bandung pun juga tak ketinggalan menyajikan berbagai hiburan dan aktivitas yang menarik bagi para pengunjung, mulai dari fun games berhadiah, sharing session komunitas, dan penampilan musik edm. Riswan, salah seorang peserta GTA Bandung pun turut membagikan testimoninya atas perhelatan event Gatehring Team AEROX tahun ini.
“Pertama senang sekali bisa ikut join keseruan di event Gathering Team AEROX tahun ini. GTA Bandung tahun ini menurut saya keren banget, apalagi bisa jadi saksi perjalanan satu dekade Yamaha AEROX di Indonesia. Vibes-nya dapet banget, apalagi pas lihat hasil modifikasi yang out of the box, bener-bener jadi inspirasi buat modifikasi motor sendiri. Night ride-nya juga seru banget, karena bisa gas bareng ratusan orang yang satu frekuensi. Pokoknya sukses terus untuk Yamaha AEROX!” ujarnya.

Kemeriahaan acara kemudian di tutup dengan aktivitas night ride yang diikuti oleh berbagai komunitas AEROX dari berbagai wilayah kota Bandung. Sebanyak ratusan peserta antusias mengikuti night ride serta menyusuri jalanan kota yang memecah keheningan malam. Momen night ride bersama seluruh peserta ini pun turut menandai berakhirnya keseruan event GTA Bandung.

Untuk informasi lebih lanjut terkait produk, event, dan informasi lain mengenai Yamaha AEROX ALPHA silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia di https://www.yamaha-motor.co.id/

Inflasi Kalimantan Timur Terjaga, Tekanan Harga Menurun

May 5, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Inflasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada periode April 2026 tetap terjaga dengan tekanan harga yang menurun pasca momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Kaltim pada April 2026 mencatat inflasi sebesar 0,11% (mtm), lebih rendah dibandingkan realisasi bulan sebelumnya sebesar 0,73% (mtm). Perkembangan tersebut mendorong inflasi tahunan Kaltim berada pada level 2,50% (yoy) dengan inflasi tahun berjalan sebesar 1,48% (ytd).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan menyampaikan, tekanan inflasi April 2026 terutama disumbangkan oleh kelompok transportasi, seiring penyesuaian harga pada komoditas pemeliharaan/servis, bensin, dan tarif angkutan udara, sejalan dengan penyesuaian harga kelompok BBM (nonsubsidi dan avtur) serta kebutuhan peremajaan angkutan pasca momen mudik Lebaran. Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turut menyumbang inflasi, terutama dipengaruhi kenaikan harga bahan bakar rumah tangga (Gas LPG 3 kg).

”Kondisi tersebut mencerminkan proses normalisasi aktivitas ekonomi pasca HBKN, di mana mobilitas masyarakat dan kebutuhan layanan transportasi masih relatif tinggi, sementara penyesuaian harga energi turut memengaruhi biaya operasional,” kata Jajang melalui siaran pers yang diterima redaksi, Senin (4/5/2026).

Di sisi lain, tekanan inflasi juga tertahan oleh deflasi pada komponen Volatile Foods yang tercatat -0,47% (mtm), mencerminkan mulai meredanya tekanan harga pangan pasca HBKN seiring membaiknya pasokan dan normalisasi permintaan. Selain itu, deflasi juga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya seiring penurunan harga beberapa komoditas pada kelompok tersebut. Berdasarkan komoditas, inflasi April 2026 terutama dipengaruhi oleh tomat, semangka, minyak goreng, pemeliharaan/servis, dan bawang merah, sementara komoditas yang menahan inflasi antara lain daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, ikan layang/benggol, dan kacang panjang.

 

Langkah pengendalian inflasi terus diperkuat melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kaltim dengan implementasi strategi 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif). Pada aspek keterjangkauan harga, sampai dengan April 2026 TPID melaksanakan lebih dari 200 kegiatan gerakan pangan murah/operasi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID mendorong penguatan pemantauan stok serta kesiapan pasokan komoditas strategis, termasuk melalui koordinasi dengan OPD teknis, BUMD pangan, dan pelaku usaha agar pasokan tetap memadai. Pada aspek kelancaran distribusi, TPID terus memperkuat pengawalan distribusi antarwilayah, memperhatikan kelancaran rantai pasok, serta mengantisipasi potensi gangguan logistik yang dapat menimbulkan disparitas harga, khususnya untuk komoditas pangan segar. Pada aspek komunikasi efektif, TPID terus memperkuat koordinasi secara rutin serta penguatan strategi pemenuhan pasokan komoditas melalui pengembangan MANDAU Kaltim sebagai dukungan early warning dan percepatan tindak lanjut kebijakan di daerah. (*)

Tragedi Sepatu Mandala Risky

May 4, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SAYA menitikkan air mata. Sedih sekali. Di saat kita ribut dengan mobil dinas gubernur Rp8,5 miliar dan renovasi rumah jabatan sebesar Rp25 miliar, ada seorang siswa yang meninggal dunia gara-gara memakai sepatu kekecilan.

Suasana rumah kontrakan keluarga Mandala

Itu bukan sepatu kaca dalam cerita dongeng Cinderella. Tapi ini sepatu butut yang dipakai Mandala Risky Syahputra (16), siswa Kelas XI Pemasaran 2,  Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Samarinda.

Karena tak mampu, Mandala tiap hari mengenakan sepatu yang tidak sesuai ukuran kakinya. Dia seharusnya mengenakan sepatu berukuran 43, tapi yang dia miliki berukuran 40. Dia paksakan, akhirnya kakinya lecet dan menimbulkan infeksi.

Kondisi ini makin parah. Soalnya dia lagi mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Dia banyak  bergerak dan berdiri, akibatnya kakinya yang infeksi semakin parah. Akhirnya dia tumbang dan meninggal dunia.

Mandala tinggal dengan ibunya, Ratnasari (40) dan adiknya di rumah sewaan di Jl Tarmidi GG 2 Kelurahan Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Ayahnya sudah tiada.

Jarak rumah Mandala dengan Lamin Etam, kediaman resmi Gubernur Rudy Mas’ud yang ada kursi pijatnya sekitar 5 kilometer. Kalau dengan rumah dinas Wali Kota Andi Harun di Jl Letjen S Parman jaraknya juga hampir sama. Mungkin lebih dekat sedikit.

Saya tak bermaksud mendramatisir. Tapi inilah potret rakyat Kaltim atau Samarinda yang harus diketahui lebih dalam oleh Gubernur yang akrab dipanggil HARUM atau Wali Kota Andi Harun yang sempat sewa mobil tamu sebesar Rp160 juta per bulan. Ini ada anak kita, yang tak jauh dari rumah dinas mereka, yang akhirnya mati hanya gara-gara sepatu kekecilan.

Menurut sang ibu, Mandala  anak yang kuat dan tabah. “Sakit yang dialaminya dia rasakan sendiri, tanpa harus merepotkan orang lain,” kata Ratna Sari.

Di tempat magang, Mandala mendapat upah Rp840 ribu per bulan. Ratna sudah menawari Mandala untuk membeli sepatu yang sesuai ukuran kakinya. Tapi dia tak mau. Uangnya dia serahkan kepada ibunya untuk membayar kontrakan rumah, agar mereka tidak diusir. “Mandala hanya minta dibelikan ganjalan empuk agar kakinya tidak terlalu sakit jika berdiri,” kata Ratna Sari.

Ini yang benar-benar mengusik marwah Kaltim, Pak Gubernur. Bukan mobil Rp8,5 miliar yang menyesakkan dada. Ini juga pukulan bagi Wali Kota Andi Harun, karena ada warganya tumbang akibat keprihatinan hidup. Apalagi dia kelompok generasi emas.

Banyak yang bilang Kaltim itu kaya. Berdasarkan data BPS, pendapatan per kapita rakyat Kaltim yang diukur melalui PDRB pada tahun 2024 adalah Rp212,18 juta per tahun. Angka itu tercatat sebagai salah satu provinsi dengan tingkat pendapatan per kapita tertinggi di Indonesia.

Akan tetapi tingginya pendapatan belum tentu mencerminkan pemerataan. Jumlah orang miskinnya masih banyak yaitu sebanyak 211,88 ribu orang atau sekitar 5,51 persen dari jumlah penduduk.

TRC PPA KECAM KADISDIK

Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Rina Zainun mengecam sikap kurang empati yang ditunjukkan Plt Kepala Dinas Pendidikan Kaltim, Armin terhadap kejadian yang dialami Mandala dan keluarga.

“Sikap Kadisdik sangat memprihatinkan, dia tidak menunjukkan sikap empati. Bicaranya sambil tertawa dan tidak ada pernyataan bela sungkawa,” kata Rina seusai mengunjungi ibu Mandala, Ratnasari yang sangat terpukul.

Dari video yang beredar,  memang terlihat Armin menjelaskan masalah itu terkesan santai dan tersenyum. Dia juga sempat melontarkan pertanyaan yang menurut Rina terkesan mengejek. “Masa sih gara-gara sepatu meninggal. Kira-kira percaya ngga,” kata Armin kepada wartawan.

Menurtu Rina, keluarga Mandala sangat terpukul dengan pernyataan Armin. “Apalagi terkesan tidak ada ucapan bela sungkawa, saya tidak tahu apakah videonya ada yang terpotong,” jelasnya.

Armin mengajak orang tua jika ada masalah yang dihadapi keluarga segera dikomunikasikan ke sekolah atau langsung ke Disdik. “Kalau hanya satu dua anak, tentu kita bisa membantu, saya juga siap” katanya.

Dia juga menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah program bantuan bagi siswa yang kurang mampu. Di antaranya, Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) atau program Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSNAS).

Armin belakangan banyak juga mendapat sorotan. Dia disebut-sebut orangnya Gubernur. Waktu pengangkatan 176 kepala sekolah pada awal 2026 lalu, Armin mendapat sorotan karena ada mantan terpidana yang dilantik. Selain itu ditemukan beberapa kepala sekolah yang dinilai sudah melewati masa tugas maksimal.

Dia juga dianggap melakukan politisasi pendidikan dengan meminta sekolah-sekolah membuat video testimoni kesuksesan program Gratispol di bidang pendidikan. Itu sengaja diintsruksikan di tengah sorotan terhadap Gubernur Rudy Mas’ud yang lagi viral.

Pada September 2025 lalu, Armin disorot gara-gara merekomendasi sekolah untuk membeli buku Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, yang juga kakak kandung Rudy Mas’ud. Dia juga menonaktifkan Kepala SMAN 10 Samarinda berkaitan proses pemindahan sekolah dan aset sesuai putusan hukum.

Saya sependapat dengan pernyataan Ibu Rina Zainun. Selain prihatin dengan apa yang dialami Mandala, tetapi juga prihatin dengan sikap Plt Kadisdik. Apalagi dia punya beberapa catatan yang tidak menarik.  “Pak Armin tidak pantas untuk didefinitifkan menjadi Kadisdik,” kata seorang guru SMK, yang tak mau disebutkan namanya.(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb