MTQ Bertanding Sambil Beribadah

July 14, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an LPTQ Provinsi Kalimantan Timur A. M. Fitra Firnanda menyebut pembinaan dalam mencetak generasi Qurani berprestasi merupakan perbuatan mulia yang patut diapresiasi.

“Pembinaan yang dilakukan berbeda dengan bidang olahraga yang berlatih hanya untuk mengejar prestasi. Yang tidak dimiliki di cabor, di sini kita tanding sambil ibadah ujungnya berprestasi,” ujar A. M Fitra Firnanda saat Pembukaan Kegiatan Training Center Peserta Kafilah Kaltim untuk MTQN XXXI di Jawa Tengah Tahun 2026, di Samarinda, Senin (13/7/2026) malam.

Dia mengaku bersyukur menjadi bagian dari LPTQ Kaltim seiring dilantik menjadi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim beberapa waktu lalu.

Terlebih capaian prestasi  hasil pembinaan LPTQ Kaltim sangat membanggakan dalam tiga tahun terakhir, yakni berhasil menjadi juara umum MTQN 2024 dan STQHN 2025, dan berbagai prestasi di tingkat Internasional.

“Patut diapresiasi keberhasilan menjadi juara nasional dan internasional. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri mempertahankan juara umum pada MTQN XXXI mendatang. Perlu kerja keras mempertahankan karena semua berusaha menjadi terbaik,” katanya.

Untuk itu, dia meminta calon peserta kafilah Kaltim untuk berlatih sungguh-sungguh dan menjaga kekompakan di sisa waktu yang ada. “Pemerintah tugasnya memfasilitasi peserta berlatih dan memberikan hasil terbaik,” katanya.

Sementara Wakil Ketua II Dasmiah menaruh harapan program pembinaan yang dilakukan memberi dampak peningkatan kualitas calon peserta dan girilannya memberikan hasil terbaik.

“Tidak mudah jadi Kafilah Kaltim. Yang ada hingga hari ini pilihan pelatih. Terbaik dari yang terbaik. Yakin akan membawa nama baik untuk Kaltim,” ujarnya

Hal lain yang selalu diingatkan agar calon peserta agar latihan dengan ikhlas dan jangan ada kesombongan dalam hati. “Kalau itu ada tandanya sudah kalah sebelum bertanding,” timpalnya.

Termasuk dingatkan untuk selalu berdoa dan meminta doa orang tua, guru, alim ulama, serta seluruh masyarakat Kaltim untuk kelancaran berlatih hingga bertanding mendatang.

“Kemampuan semata tidak jadi penyebab keberhasilan. Tapi ada doa guru, alim ulama, masyarakat karena banyak keajaiban terjadi,” terangnya

Training Center dilaksanakan 13-16 Juli 2026 dengan dirangkai uji tanding melalui tryout. Hadir dalam pembukaan TC Wakil Ketua I Abdul Khaliq dan segenap Pengurus LPTQ Provinsi Kaltim. (AM)

Pemkab Berau Segera Isi Kekosongan Kepala OPD

July 13, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Perombakan jajaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau dipastikan belum berakhir. Setelah proses seleksi lima Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) memasuki tahapan akhir, pemerintah daerah kembali dihadapkan pada kekosongan empat kursi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga penghujung 2026.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan proses seleksi lima jabatan yang saat ini berlangsung telah melewati tahapan penulisan makalah dan asesmen kompetensi. Seluruh hasil penilaian kini masih menunggu laporan dari Balai Pengujian Kompetensi di Yogyakarta sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya.

Ia menjelaskan, dalam beberapa pekan ke depan panitia seleksi akan menjadwalkan presentasi serta wawancara akhir bagi seluruh peserta. Tahapan tersebut menjadi penentu sebelum nama-nama calon pejabat diserahkan kepada kepala daerah untuk ditetapkan.

“Proses asesmen sudah selesai. Selanjutnya peserta akan mengikuti presentasi dan wawancara akhir setelah hasil penilaian dari Yogyakarta kami terima,” ujar Muhammad Said, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, minat aparatur sipil negara mengikuti seleksi cukup tinggi. Lebih dari 30 pelamar ikut bersaing memperebutkan lima posisi kepala OPD yang saat ini kosong.

Meski demikian, proses seleksi membutuhkan waktu lebih panjang karena harus mengikuti ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN), termasuk keterlibatan unsur Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam panitia seleksi.

Muhammad Said menegaskan seluruh tahapan dilakukan secara terbuka dan mengacu pada regulasi yang berlaku. Pemerintah Kabupaten Berau, kata dia, terus berkoordinasi dengan BKN agar setiap proses berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi.

“Seluruh mekanisme kami jalankan sesuai aturan dan berada dalam pengawasan BKN. Yang menjadi pertimbangan utama adalah kompetensi peserta, bukan kepentingan lain,” katanya.

Di sisi lain, kebutuhan pengisian jabatan dipastikan terus bertambah. Per 1 Juli 2026, dua kepala OPD telah memasuki masa purnatugas, yakni Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Perpustakaan.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dijadwalkan pensiun dalam waktu dekat, disusul Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata pada akhir tahun.

Dengan kondisi tersebut, jumlah kursi JPTP yang harus diisi sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sembilan jabatan.

Pemerintah Kabupaten Berau pun menyiapkan mekanisme seleksi maupun manajemen talenta untuk memastikan kekosongan tersebut tidak mengganggu jalannya pelayanan kepada masyarakat. (Dy/Ok/Adv)

Pertamina EP Tarakan Field Bawa Batik Kubedistik karya penyandang disabilitas di Forum Nasional

July 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

MAKASSAR – Komitmen PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field dalam membangun ekonomi masyarakat yang inklusif kembali mendapat panggung nasional. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan memperkenalkan Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) pada rangkaian kegiatan Road to Hari Ulang Tahun Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).

Partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan penyandang disabilitas tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi mampu melahirkan produk unggulan daerah yang memiliki kualitas, nilai budaya, sekaligus daya saing untuk menembus pasar nasional.

Kubedistik merupakan kelompok usaha penyandang disabilitas asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang sejak 2019 menjadi mitra binaan CSR PEP Tarakan Field. Selama pendampingan berlangsung, kelompok ini berhasil mengembangkan batik bermotif khas Kalimantan Utara dengan proses produksi yang semakin ramah lingkungan serta bernilai ekonomi tinggi.

Forum nasional bertema “Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas” itu diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama Dekranas.

Dalam kegiatan tersebut, Batik Kubedistik dipamerkan di hadapan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra, jajaran pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan di sektor energi.

Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, mengatakan keikutsertaan Kubedistik di forum nasional merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan program pemberdayaan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional,” ujarnya.

Menurut Elis, perusahaan berharap eksistensi Batik Kubedistik semakin dikenal masyarakat luas sehingga membuka peluang kerja sama, memperluas akses pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para penyandang disabilitas yang tergabung dalam kelompok tersebut.

Selain mengikuti pameran, anggota Kubedistik juga memperoleh kesempatan mengikuti coaching clinic dan seminar bersama praktisi industri kreatif nasional. Program peningkatan kapasitas tersebut menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat strategi pemasaran.

Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan PEP Tarakan Field selama beberapa tahun terakhir terbukti mampu meningkatkan keterampilan anggota kelompok, memperkuat identitas budaya Kalimantan Utara, hingga membuka peluang ekonomi baru bagi penyandang disabilitas.

Local Hero Kubedistik, Sony Lolong, mengaku bangga karena hasil karya kelompoknya kini mampu tampil di forum nasional bersama berbagai produk unggulan dari seluruh Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada PEP Tarakan Field yang selama ini mendampingi kami, mulai dari pengembangan keterampilan hingga membuka kesempatan mengikuti berbagai pameran. Pengalaman ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Sementara itu, Manager Communication Relations & CID Dony Indrawan menegaskan bahwa Pertamina EP akan terus memperkuat program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) sebagai bagian dari implementasi tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurutnya, program CSR harus mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga warisan budaya daerah, sekaligus memperkuat ekonomi lokal yang inklusif.

“Kami berkomitmen terus mendorong lahirnya inovasi dan produk unggulan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Dony. (*)

Astra Agro Dorong Pendidikan Inklusif melalui Pelatihan 120 Guru di Kalimantan Tengah

July 13, 2026 by  
Filed under Nusantara

Lamandau – Sebanyak 120 guru jenjang TK, SD, dan SMP di bawah naungan Yayasan Astra Agro Lestari mengikuti pelatihan bertema “Sekolah Ramah Anak dan Setara bagi Semua” di Aula PT Nirmala Agro Lestari. PT Nirmala Agro Lestari merupakan salah satu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk yang beroperasi di wilayah Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Astra Agro Lestari Area Kalimantan Tengah ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas dari kekerasan, serta menghargai kebutuhan dan keberagaman setiap peserta didik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamandau, Teguh Ciptadi mengapresiasi pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, sekolah ramah anak merupakan isu strategis yang perlu diterapkan secara nyata karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kemampuan sekolah dalam memberikan rasa aman dan kesempatan belajar yang setara.

“Pelatihan seperti ini sangat penting untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bebas dari kekerasan, serta menghargai keberagaman peserta didik,” ujarnya.

Ia berharap sekolah-sekolah di bawah naungan Yayasan Astra Agro dapat menjadi contoh praktik baik bagi sekolah lain di Kabupaten Lamandau dan wilayah sekitarnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, pelatihan menghadirkan dua narasumber dengan materi yang saling melengkapi. Konselor UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Lamandau, Intan Sona membahas pentingnya kesehatan psikologis guru dan siswa sebagai fondasi terciptanya proses pembelajaran yang positif.

Sementara itu, Kepala Sekolah SKHN I Nanga Bulik, Ismawati menyampaikan strategi praktis pendidikan inklusif. Para guru diajak memahami cara membangun kelas yang mampu mengakomodasi perbedaan latar belakang, kemampuan, kondisi, dan kebutuhan belajar setiap anak.

Materi tersebut kemudian diperdalam melalui diskusi dan berbagi pengalaman. Para peserta aktif membahas berbagai tantangan yang mereka hadapi sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Disaat yang sama, Perwakilan Manajemen PT Nirmala Agro Lestari, Ahmad Hidayat, berharap pelatihan tersebut tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.

“Harapannya, seluruh guru dapat mengambil manfaat dan ilmu sebanyak-banyaknya dari pelatihan ini sebagai bekal positif dalam mendidik dan membimbing peserta didik di sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, MKKS Astra Agro Lestari Area Kalimantan Tengah bersama PT Nirmala Agro Lestari mendorong para guru menjadi penggerak terciptanya budaya sekolah yang menghargai hak anak, menjunjung kesetaraan, dan memberikan ruang bagi setiap peserta didik untuk tumbuh secara optimal. Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Astra Agro dalam mendukung pendidikan berkualitas dan berkelanjutan di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Terintegrasi Disdukcapil, Manipulasi Data Atlet di Porprov Paser Sulit Dilakukan

July 13, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur memastikan proses verifikasi keabsahan atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim di Kabupaten Paser akan diperketat melalui sistem yang terintegrasi dengan data kependudukan.

Langkah tersebut dibahas dalam audiensi Tim Keabsahan KONI Kaltim bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Samarinda serta tim Information Technology (IT) di Ruang Rapat KONI Kaltim, Senin (13/7/2026).

Dalam pertemuan itu, tim IT yang diwakili Wijaya memaparkan sistem verifikasi atlet yang terkoneksi langsung dengan basis data kependudukan Disdukcapil. Melalui sistem tersebut, identitas dan asal daerah atlet dapat diverifikasi secara digital sehingga potensi manipulasi data, termasuk perpindahan atlet yang tidak sesuai ketentuan, dapat diminimalkan.

“Melalui program ini kami dapat mendeteksi asal-usul atlet yang akan bertanding di Porprov. Dengan sistem yang terintegrasi, penyelewengan data akan jauh lebih sulit dilakukan,” ujar Wijaya.

Ketua Tim Keabsahan KONI Kaltim, Dandri Dauri, mengapresiasi pengembangan sistem tersebut. Menurutnya, inovasi ini menjadi langkah penting untuk menjaga kredibilitas dan sportivitas pelaksanaan Porprov.

Dandri mengatakan, kerja sama dengan Disdukcapil merupakan salah satu upaya yang diinisiasinya agar persoalan terkait keabsahan atlet yang kerap muncul pada pelaksanaan Porprov sebelumnya tidak kembali terulang.

“Ini merupakan langkah awal Tim Keabsahan. Kami ingin memastikan pelaksanaan Porprov berjalan lebih tertib dan transparan. Kami tidak ingin lagi ada persoalan terkait dugaan pemalsuan asal atlet maupun administrasi kependudukan,” kata Dandri.

Ia menegaskan, apabila nantinya muncul sengketa terkait status atlet, penyelesaiannya tetap menjadi kewenangan KONI kabupaten/kota bersama pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov Cabor). Namun, untuk aspek administrasi kependudukan dan mutasi atlet, sistem verifikasi yang digunakan diyakini akan memperkecil peluang terjadinya pelanggaran.

“Dengan sistem ini, proses mutasi atlet akan lebih mudah diverifikasi sehingga persoalan seperti yang pernah terjadi pada Porprov sebelumnya diharapkan tidak terulang,” ujarnya.

Dandri menambahkan, hasil pemaparan sistem tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur sebagai bahan koordinasi.

Ia juga berharap Panitia Besar (PB) Porprov segera melakukan persiapan teknis, termasuk menyusun mekanisme verifikasi keabsahan atlet dan regulasi pendukung lainnya agar seluruh tahapan pelaksanaan Porprov dapat berjalan sesuai ketentuan. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb