Belantara Foundation Serahkan Bantuan Alat dan Modal Usaha Tani Bagi Lima Desa di Indragiri Hilir Riau

July 11, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Riau — Belantara Foundation menyelenggarakan acara serah terima bantuan berupa alat dan modal usaha bagi Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) pada lima desa, yaitu Desa Sungai Bela, Desa Concong Dalam, Desa Concong Tengah, Desa Kampung Baru, dan Desa Panglima Raja, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau pada 6-7 Juli 2026.

Bantuan yang diberikan kepada masing-masing desa, didasarkan atas hasil asesmen potensi aktivitas ekonomi kelompok masyarakatnya, yang dilakukan oleh Belantara Foundation sebelumnya, di desa-desa yang kawasannya didominasi ekosistem mangrove tersebut.

Belantara Foundation memberikan bantuan berupa alat dan modal usaha untuk pengembangan usaha kerupuk udang kepada KUPS Pakan Makmur di Desa Sungai Bela. Sedangkan untuk KUPS Bina Keluarga, di Desa Panglima Raja untuk pengembangan usaha kerupuk amplang.

Selain itu, Belantara Foundation juga memberikan bantuan alat dan modal usaha kepada KUPS Kepiting Alam Berkah, di Desa Concong Dalam dan KUPS Kepiting Lestari, di Desa Concong Tengah, masing-masing untuk pengembangan usaha budi daya kepiting (ketam), sedangkan KUPS Nipah Pesisir, Desa Kampung Baru untuk pengembangan usaha pucuk dan lidi nipah.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, saat memberikan sambutan pada acara serah terima bantuan secara simbolis mengatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu pemberdayaan masyarakat agar pada satu saat akan mampu mengelola hutan desa secara berkelanjutan, sekaligus mengurangi laju deforestasi, memulihkan kawasan hutan yang terdegradasi, meningkatkan manfaat jasa ekosistem, serta memperkuat mata pencaharian masyarakat.

Program ini juga mendorong upaya perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan beserta biodiversitas, yang merupakan fondasi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam upaya mendukung FOLU Net Sink 2030, serta tujuan pembanguan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Sejak 2023, Belantara telah menjalankan program pengelolaan hutan desa berkelanjutan, yang merupakan wujud komitmen Belantara dalam mendukung target Perhutanan Sosial pemerintah melalui penguatan tata kelola hutan berbasis masyarakat, khususnya pada enam hutan desa di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Dalam implementasi kegiatan yang telah berjalan sekitar 3 tahun ini, Belantara berhasil memfasilitasi pengusulan hingga mendapat Surat Keputusan (SK) hutan desa di enam desa di Indragiri Hilir, Riau. Enam desa tersebut yaitu Desa Concong Dalam, Desa Panglima Raja, Desa Kuala Gaung, Desa Kampung Baru, Desa Concong Tengah, dan Desa Sungai Bela dengan total kawasan seluas 10.087 hektar. Saat ini, Belantara juga masih membantu memfasilitasi pengusulan hutan desa baru di Desa Sungai Bela.

Lebih dari itu, Belantara telah memfasilitasi berbagai kegiatan, mulai dari pembentukan enam pengelola hutan desa dengan melibatkan 124 anggota masyarakat, menyusun rencana pengelolaannya, memberikan peningkatan kapasitas pengelola hutan desa, hingga pembentukan enam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan melibatkan 74 anggota masyarakat.

“Saat ini, program pengelolaan hutan desa berkelanjutan berfokus untuk mendukung target SDGs ke 13 yaitu mengambil tindakan cepat untuk mengatasi perubahan iklim dan dampaknya,” jelas Dolly.

Target SDGs ke 15 yaitu melindungi, memulihkan, dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem, serta target SDGs ke 17 yaitu menguatkan sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.

Pada waktu yang sama, Penyuluh Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) Mandah, Bapak Syamsi Mahdi mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi program yang dijalankan Belantara dan para mitra dalam upaya memperkuat program perhutanan sosial yang telah dijalankan pemerintah, khususnya dalam pengelolaan hutan desa berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong sinergi antara pelestarian kawasan hutan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan”, ujar Bapak Syamsi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Concong Tengah, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Bapak M. Asikin, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas dukungan Belantara dalam memperkuat pengelolaan desa berkelanjutan di wilayah nya.

Pendampingan ini menjadi peluang yang sangat baik bagi desa untuk meningkatkan kapasitas dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan Bapak M. Asikin, S.Sos., Kepala Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Bapak Erwandi, S.H., mengatakan sebagai desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar, pihaknya menyadari bahwa pengelolaannya harus dilakukan secara berkelanjutan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis lingkungan.

Kepala Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Bapak H. Haliar, mengucapkan terima kasih atas hadirnya Belantara Foundation yang memberikan pendampingan pada LPHD dan KUPS di desanya. Ia juga berharap potensi wisata mangrove di desanya dapat dibantu untuk dikembangkan.

Ketua KUPS Bina Keluarga, Desa Panglima Raja, Ibu Yusnizar mengungkapkan melalui dukungan Belantara, kami berharap dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan juga para anggota KUPS.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua KUPS Nipah Pesisir, Ibu Zuraida mengatakan pendampingan dari Belantara bukan hanya memberikan penguatan kelompok ibu-ibu, tetapi juga membuka peluang untuk mengembangkan usaha yang lestari.(vb/rls/adv)

 

 

 

 

 

60 Atlet Berlaga di Kejurwil Kurash Se-Kalimantan

July 11, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) Kalimantan Open Tournament Kurash Cadet dan Junior Tahun 2026 digelar di Gedung Behempas, Kompleks Stadion Segiri Samarinda, 9 hingga 11 Juli 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Kaltim ini juga dirangkai dengan pelatihan wasit dan pelatih Kurash Level C Nasional.

Ketua Panitia Pelaksana, Suryadi Gunawan mengatakan, kejuaraan ini mempertandingkan sebanyak 15 kelas dari kategori Cadet dan Junior dengan total peserta sekitar 60 atlet. Para peserta berasal dari delapan kabupaten/kota di Kalimantan Timur serta perwakilan dari Kalimantan Utara.

Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan atlet usia dini sekaligus mencari bibit-bibit potensial yang dapat dipersiapkan menghadapi berbagai kompetisi.

Bahkan, atlet yang menunjukkan kemampuan terbaik berpeluang dipersiapkan menuju kejuaraan internasional kategori Cadet dan Junior di Thailand pada Desember mendatang.

Selain pembinaan atlet, kegiatan ini juga difokuskan pada peningkatan kualitas wasit dan pelatih melalui sertifikasi Level C Nasional. Sertifikat tersebut nantinya menjadi salah satu syarat bagi wasit maupun pelatih yang akan terlibat dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser pada November 2026.

Sementara itu, Wakil Ketua I KONI Kalimantan Timur, Hendra RA yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, penggabungan antara kejuaraan atlet muda dengan penataran wasit dan pelatih menjadi langkah strategis dalam memperkuat perkembangan olahraga Kurash di Kaltim.

“KONI Kalimantan Timur sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Pengprov Kurash. Kami berharap ke depannya Kurash bisa memberikan prestasi terbaik untuk Bumi Etam,” ungkap Hendra.

Ia menambahkan, Kurash menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Kaltim yang diharapkan mampu terus bersaing di berbagai ajang, mulai dari PON Bela Diri, Porprov, Babak Kualifikasi PON hingga kejuaraan berskala internasional. (*)

Jasa Raharja Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Kantor Desa Batuah

July 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat terhadap penanganan korban kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang dilaksanakan di Kantor Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini dipandu Petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, dan diikuti perangkat desa serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai langkah-langkah penanganan pertama pada korban kecelakaan, mulai dari cara menghubungi layanan darurat, penanganan korban yang tidak sadar, hingga tindakan sederhana yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Kakanwil Kalimantan Timur, Gentur A. Wasesomelalui Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa menyampaikan pemahaman mengenai pertolongan pertama sangat penting dimiliki oleh masyarakat, mengingat kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

“Melalui kegiatan PPGD ini, kami berharap masyarakat dapat memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan secara tepat dan aman, sehingga dapat meminimalisir risiko cedera yang lebih parah sebelum mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif PT Jasa Raharja dalam mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

PT Jasa Raharja terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program keselamatan lalu lintas dan edukasi guna mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka fatalitas akibat kecelakaan di wilayah Kalimantan Timur khususnya di Lingkungan Desa Batuah Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)

PHI Jadikan GEMAS DNA Baru Pelestarian Lingkungan

July 11, 2026 by  
Filed under Nusantara

Balikpapan – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama anak perusahaan dan afiliasinya di lingkungan Zona 9 kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui peluncuran GEMAS (Gerakan Eliminasi Plastik Sekali Pakai, Mulai Pilah Sampah, Aplikasi Prinsip 4R, dan Semua Beraksi). Gerakan ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam menekan polusi plastik sekaligus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di wilayah operasi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Peluncuran GEMAS dilakukan oleh General Manager Zona 9, Dadang Soewargono, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026. Menurutnya, perubahan besar dalam menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana setiap individu.

“Komitmen untuk mengurangi sampah plastik harus kita mulai dari diri sendiri dengan meniadakan botol plastik sekali pakai di kantor. Kita bersama dengan kesadaran penuh membawa tumbler untuk minum setiap hari sebagai langkah nyata menjaga lingkungan,” ujar Dadang.

Ia menegaskan, GEMAS bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan yang diharapkan menjadi budaya kerja seluruh insan perusahaan.

“Gerakan ini harus mampu bertransformasi menjadi DNA perusahaan sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Edukasi Lingkungan Menjangkau Kampus dan Sekolah

Sebagai bagian dari implementasi GEMAS, berbagai kegiatan edukasi digelar di sejumlah daerah operasi perusahaan. PEP Sangatta Field mengadakan kuliah umum bertema perubahan iklim di Universitas Mulawarman yang diikuti lebih dari 187 mahasiswa. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur dan akademisi Teknik Lingkungan Universitas Mulawarman.

Sementara itu, di Balikpapan, Head Office Zona 9 memberikan edukasi pemilahan sampah kepada siswa SD Negeri 009 Balikpapan Timur, sedangkan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menggelar kegiatan serupa di SD Negeri 020 Anggana bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

Perkuat Infrastruktur Pengelolaan Sampah

Komitmen perusahaan juga diwujudkan melalui penyediaan sarana pendukung pengelolaan sampah. Melalui program Green and Healthy School, PEP Sangasanga Field menyalurkan tempat sampah terpilah dan fasilitas komposter kepada sejumlah sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara, antara lain MTs Negeri 4 Kutai Kartanegara, SMP Negeri 1 Samboja, dan SMK Al-Jabar Nur Samboja.

Selain itu, PHSS menggelar aksi jalan sehat sambil memungut sampah bersama masyarakat Desa Sindang Jaya dan pelajar SMA Negeri 1 Muara Jawa sebagai bentuk kolaborasi menjaga kebersihan lingkungan.

Untuk menjaga keberlanjutan program, PEP Sangasanga Field juga menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Samboja guna mengampanyekan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang utama mikroplastik.

Dorong Ekonomi Sirkular melalui Budidaya Maggot

Inovasi pengelolaan sampah juga diterapkan oleh PEP Tanjung Field melalui metode Black Soldier Fly (BSF) atau budidaya maggot. Teknologi ini dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik di kawasan Taman 10K dan Kampung Iklim Lestari, sehingga mampu mengurangi limbah sekaligus mencegah berkembangnya bakteri penyebab penyakit.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengembangkan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah organik menjadi sumber daya yang bernilai ekonomis.

Kolaborasi Hijau Bersama Pemerintah Daerah

Sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah, PHI bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabalong menggelar Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan Ruang Terbuka Hijau Bundaran Monumen Tanjung Puri serta penyerahan fasilitas tempat sampah.

Sementara itu, PEP Sangatta Field turut melaksanakan penanaman 150 bibit mangrove di kawasan Teluk Lombok, Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi kawasan pesisir dan perlindungan ekosistem pantai.

Wujud Nyata Implementasi ESG

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, PHI melalui entitas usaha di Zona 9 menjalankan operasi hulu migas bersama SKK Migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Selain memastikan keberlanjutan operasi migas, perusahaan juga secara konsisten menjalankan berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, infrastruktur, hingga tanggap bencana guna mendukung pemberdayaan masyarakat dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui peluncuran GEMAS, PHI menegaskan bahwa keberlanjutan industri energi harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan. Gerakan ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memperkuat budaya peduli lingkungan bagi pekerja, keluarga, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi. (*)

TIDAR Kaltim Bidik Penguatan Kaderisasi

July 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalimantan Timur melalui pelaksanaan Training Kader (TUNAS) tingkat 1, 2, dan 3 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) I di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Jumat (10/7/26) malam.

Sebanyak 142 peserta dari sembilan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan kader muda yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dalam Musda itu, Khomaruzzaman dipercaya memimpin PD TIDAR Kalimantan Timur menggantikan Achmed Reza Fachlevi.

Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin muda yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“TIDAR dibangun untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami organisasi dan politik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Kami ingin kader-kader TIDAR hadir membawa solusi, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” kata Rahayu Saraswati.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus memperluas peran organisasi di seluruh daerah di Kalimantan Timur.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan, proses kaderisasi menjadi kebutuhan utama bagi setiap partai politik. Ia menyebut TIDAR telah berperan sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia politik.

“Selama tiga hari kalian telah mendapatkan pembinaan. Partai tanpa kader tidak akan mampu berkembang. Karena itu, TIDAR menjadi tempat bagi anak-anak muda untuk belajar bagaimana berorganisasi dan memahami politik yang santun,” ujarnya.

Seno mengingatkan seluruh kader agar memegang teguh pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya membangun persahabatan dalam dunia politik.

“Pak Prabowo selalu menyampaikan bahwa satu lawan terlalu banyak dan seribu kawan masih terlalu sedikit. Itu menjadi pedoman bagi seluruh kader Gerindra dalam berpolitik,” katanya.

Ia juga mengajak kader muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk menyebarkan konten-konten yang positif sekaligus menangkal penyebaran hoaks di media digital.

Menurutnya, meningkatnya dukungan masyarakat terhadap Partai Gerindra harus diiringi dengan kerja nyata para kader yang terus hadir di tengah masyarakat. Bekal yang diperoleh melalui kaderisasi diharapkan dapat menjadi modal menghadapi Pemilu 2029.

Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur terpilih, Khomaruzzaman, berkomitmen melanjutkan program-program organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.

“Terima kasih kepada Bro Achmed Reza Fachlevi yang telah memberikan teladan bagi kader-kader muda. Ke depan kami ingin menjadikan TIDAR sebagai rumah bagi lahirnya ide-ide kreatif sekaligus memperkuat solidaritas pemuda di Kalimantan Timur. Kami siap mengabdi dan bekerja untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur periode sebelumnya, Akhmed Reza Fachlevi, berharap estafet kepemimpinan mampu memperkuat peran TIDAR sebagai pintu masuk kader muda untuk mengenal organisasi dan politik.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bro Khomaruzzaman. Kepengurusan yang baru memiliki amanah besar untuk melanjutkan pembinaan kader di seluruh Kalimantan Timur. Harapan kami, TIDAR tetap menjadi rumah pertama bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, memahami kepartaian, dan menyiapkan diri menjadi calon pemimpin masa depan,” katanya.

Ia optimistis kepengurusan baru mampu memperluas basis kader, terutama di kalangan milenial dan generasi muda, sebagai bagian dari upaya memperkuat Partai Gerindra menghadapi agenda politik pada 2029. (yud)

« Previous PageNext Page »

  • vb