Desa Sejahtera Astra Kemiren Menjaga Budaya Osing, Untuk Menggerakkan Kesejahteraan Desa

July 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

Penggerak Desa Sejahtera Astra Kemiren Mohammad Edy Saputro (tengah) bersama warga setempat yang menjadi pelaku usaha lokal di bidang membatik.

Banyuwangi –  Suara kayu lesung yang berpadu, mengiringi suasana pagi di halaman rumah berarsitektur khas Osing. Irama yang dimainkan masyarakat setempat itu menjadi sambutan hangat untuk wisatawan yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur yang dibina oleh PT Astra International Tbk (Astra). Kehidupan seperti inilah yang masih dapat dijumpai di desa tempat masyarakat Osing, sebagai suku asli Banyuwangi, menjaga tradisi dan kearifan lokal bersama masyarakat setempat sebagai kekuatan penggerak kesejahteraan desanya secara turun-temurun.

Masyarakat di Desa Sejahtera Astra Kemiren secara konsisten melestarikan budaya Osing melalui berbagai tradisi seperti upacara adat Barong Ider Bumi, dan Tumpeng Sewu, tarian adat Tari Gandrung, kuliner lokal, musik tradisional, hingga arsitektur khas Osing yang menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi yang menggerakkan kehidupan desa. Potensi tersebut kemudian diperkuat Astra sejak 2024 melalui program Desa Sejahtera Astra. Bersama masyarakat dan penggerak lokal, Astra mengembangkan empat bidang yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pengembangan tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran mereka sebagai pelaku utama desa wisata. Saat ini, terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar, 40 pelaku usaha lokal di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Pokdarwis yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata dan pelestarian budaya Osing. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis juga meningkat sebesar 33%, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Perkembangan ini menunjukkan bahwa budaya yang terus dijaga masyarakat dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat desa.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Penguatan Desa Sejahtera Astra Kemiren dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pada bidang kesehatan, Astra berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan terhadap kesehatan ibu dan anak, serta penyelenggaraan edukasi kesehatan bagi masyarakat.

Pada bidang pendidikan, Astra memperkuat PAUD melalui penyediaan sarana belajar dan alat permainan edukatif, dukungan kegiatan pembelajaran, serta pengenalan budaya lokal kepada generasi muda yang diharapkan dapat menjaga keberlanjutan budaya Osing dengan melibatkan generasi penerus sejak usia dini.

Seiring berkembangnya aktivitas wisata, pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan desa. Masyarakat didampingi dalam pengelolaan sampah organik dan non-organik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.

Di bidang kewirausahaan, Astra mendukung pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren dilakukan melalui penguatan sarana penunjang wisata, pemberdayaan UMKM lokal, peningkatan kapasitas kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pengembangan homestay dan usaha masyarakat, serta promosi wisata budaya Osing sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Konsistensi masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi desanya turut mendapatkan apresiasi di tingkat nasional maupun internasional. Sejak 2019, desa ini telah menerima berbagai penghargaan, termasuk Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), dan ASEAN Tourism Award 2025. Pada tingkat internasional, Desa Sejahtera Astra Kemiren juga terpilih sebagai bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025 yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Selain melalui program Desa Sejahtera Astra, Astra melalui Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra melakukan pembinaan kelompok tani Buah Naga binaan di wilayah Desa Sejahtera Astra Banyuwangi, tepatnya di Desa Sumbermulyo. Pendampingan ini dilakukan untuk kelompok tani buah naga bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU) yang mencakup penguatan mentalitas dan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen sesuai standar offtaker, serta fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan. Hasilnya, para petani berhasil mengantongi sertifikasi Budidaya Organik, dengan total panen meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025, sementara omzet kelompok tani naik dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama. Produk segar maupun olahan dari kelompok tani ini, telah menembus pasar yang lebih luas baik di dalam negeri maupun pasar ekspor ke Singapura dan Hong Kong. Buah naga tidak hanya dijual dalam bentuk buah segar, namun juga menjadi produk olahan seperti Sale Buah Naga dan buah naga dehydrated. (*)

 

Perkuat Desa Sejahtera Astra Desa Les melalui Pelestarian Alam, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat

July 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

Petani garam di Desa Sejahtera Astra Desa Les mempertahankan metode produksi garam tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Pengembangan komoditas unggulan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

BALI: Pembangunan sering kali dihadapkan pada pilihan antara mengejar pertumbuhan atau menjaga kelestarian alam dan budaya. Namun, Desa Sejahtera Astra Desa Les di Kabupaten Buleleng, Bali, menunjukkan keduanya dapat tumbuh beriringan. Berbekal potensi alam, tradisi, dan semangat gotong royong masyarakat, desa ini berkembang menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan dan budaya mampu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Terletak di pesisir utara Pulau Bali, Desa Sejahtera Astra Desa Les memiliki keindahan alam yang membentang dari kawasan perbukitan hingga garis pantai. Kekayaan alam tersebut selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan masyarakat melalui sektor pertanian, perikanan, serta produksi garam tradisional yang masih dipertahankan hingga kini. Di sisi lain, kehidupan masyarakat yang masih lekat dengan budaya lokal juga berkembang menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat yang memberikan pengalaman autentik bagi para wisatawan.

Sejak bergabung dalam program Desa Sejahtera Astra pada tahun 2024, PT Astra International Tbk (Astra) bersama masyarakat terus mengembangkan potensi tersebut melalui berbagai program yang tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjaga keberlanjutan alam dan budaya desa. Berbagai inisiatif tersebut telah menjangkau lebih dari 800 masyarakat, mendorong peningkatan pendapatan masyarakat sebesar 25%, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperluas akses pasar bagi produk lokal hingga terserap seluruhnya.

“Melalui Desa Sejahtera Astra, kami percaya bahwa pembangunan desa tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan antara kemajuan, kelestarian lingkungan, serta identitas budaya yang dimiliki masyarakat. Astra berharap kolaborasi yang dijalankan melalui Desa Sejahtera Astra tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan, pelestarian lingkungan, dan identitas budaya desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Pengembangan Desa Sejahtera Astra Desa Les dilakukan secara menyeluruh melalui empat bidang kontribusi sosial Astra. Pada bidang kesehatan, Astra bersama masyarakat memperkuat layanan kesehatan dasar melalui Posyandu, edukasi kesehatan ibu dan anak, serta pemberian makanan tambahan bagi anak stunting dan gizi buruk. Sementara itu, di bidang pendidikan, generasi muda didorong mengenali sekaligus mengembangkan potensi desanya melalui kelas bahasa Inggris dan penguatan kapasitas pariwisata untuk mempersiapkan local guide bagi wisatawan mancanegara.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui berbagai upaya pelestarian lingkungan. Masyarakat Desa Sejahtera Astra Desa Les aktif melakukan konservasi dan transplantasi terumbu karang, mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Les Grow, serta mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang dimanfaatkan untuk kebun terpadu milik Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Inisiatif tersebut tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat.

Pelestarian budaya juga berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Tradisi pembuatan garam secara alami yang diwariskan secara turun-temurun tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas Desa Sejahtera Astra Desa Les. Saat ini masyarakat mampu menghasilkan sekitar dua hingga tiga ton garam setiap musim panen yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan potensi tersebut semakin diperkuat melalui kolaborasi dengan BUMDes Giri Segara dalam pemasaran produk unggulan desa dan pengembangan UMKM lokal, termasuk kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali yang membuka peluang pemasaran garam hingga sekitar satu ton per bulan atau setara kurang lebih Rp25 juta per bulan.

Pendekatan pembangunan yang bertumpu pada pelestarian alam, budaya, dan pemberdayaan masyarakat tersebut turut mengantarkan Desa Sejahtera Astra Desa Les meraih Juara Umum Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa potensi lokal yang dikelola secara berkelanjutan mampu memberikan manfaat sosial, ekonomi, maupun lingkungan bagi masyarakat desa.

Semangat Astra untuk terus berkolaborasi dengan masyarakat seperti di Desa Sejahtera Astra Desa Les sejalan dengan cita-cita Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. (*)

DPRD Samarinda Bahas Raperda Lingkungan

July 3, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Upaya memperkuat penanganan berbagai persoalan lingkungan, mulai dari banjir, kebakaran hingga perlindungan kawasan sungai, mulai dibahas DPRD Kota Samarinda melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH), Kamis (2/7/2026).

Rapat dipimpin Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda dan dihadiri sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Ketua Bapemperda DPRD Kota Samarinda, Kamaruddin Ibrahim, mengatakan pembahasan tersebut merupakan tahap awal terhadap raperda yang diusulkan Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup.

“Hari ini merupakan rapat perdana. Seluruh OPD yang kami undang telah memberikan berbagai masukan terhadap isi raperda, mulai dari pembahasan bab hingga pasal-pasal. Selanjutnya akan dilakukan penyempurnaan, kemudian pengintegrasian dan harmonisasi,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyusunan raperda harus selaras dengan regulasi yang lebih tinggi, seperti undang-undang, peraturan pemerintah, hingga peraturan presiden, sehingga tidak terjadi tumpang tindih aturan.

“Semua pasal yang disusun memiliki dasar hukum dan dokumen pendukung. Aturan daerah tidak boleh bertentangan dengan aturan di atasnya,” katanya.

Menurutnya, raperda tersebut juga mengakomodasi berbagai persoalan lingkungan yang selama ini terjadi di Samarinda, seperti banjir, kebakaran, hingga gangguan lingkungan lainnya, termasuk fenomena ulat bulu yang sempat meresahkan masyarakat.

Ia menjelaskan, sejumlah ketentuan yang belum diatur secara rinci dalam regulasi nasional akan disesuaikan melalui muatan lokal sesuai kebutuhan Kota Samarinda.

“Di dalamnya juga ada kearifan lokal yang kita masukkan. Raperda ini menjadi pelengkap dari aturan yang sudah ada, bukan bertentangan,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, pembahasan persoalan lingkungan juga mencakup dampak aktivitas yang berpotensi menimbulkan bencana. Namun, ia menegaskan raperda tersebut tidak secara khusus berkaitan dengan perusahaan yang sebelumnya mendapat perhatian dari pemerintah pusat terkait pengelolaan lingkungan.

Meski demikian, menurutnya regulasi ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penanganan berbagai persoalan lingkungan yang berdampak terhadap masyarakat.

Ia optimistis pembahasan raperda dapat diselesaikan pada tahun ini karena telah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) prioritas 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan DLH Kota Samarinda, Basuni mengatakan, Kota Samarinda termasuk daerah yang bergerak cepat dalam menyusun RPPLH setelah Peraturan Pemerintah yang menjadi dasar penyusunannya diterbitkan pada 2025.

Menurutnya, substansi raperda mengatur berbagai aspek pengelolaan lingkungan hidup, mulai dari pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam, pencadangan sumber daya alam, hingga sistem evaluasi dan pemantauan jangka panjang terhadap kondisi lingkungan.

“Raperda ini juga mengatur pengelolaan kawasan sungai karena sungai merupakan bagian penting dari sumber daya alam yang harus dikelola secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara substansi dokumen RPPLH Kota Samarinda telah melalui proses verifikasi pemerintah pusat sehingga dapat dilanjutkan ke tahapan pembahasan bersama DPRD.

Meski demikian, pihaknya masih akan menampung berbagai masukan dari OPD maupun anggota dewan untuk penyempurnaan materi sebelum masuk ke pembahasan berikutnya.

Dirinya menjelaskan RPPLH nantinya akan menjadi acuan penting dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).

Dokumen tersebut akan memetakan berbagai jasa ekosistem, seperti ketersediaan air, ketahanan pangan, pengendalian banjir, hingga perubahan iklim. Dari pemetaan tersebut akan ditentukan kawasan yang harus diprioritaskan untuk perlindungan maupun pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“RPPLH akan menjadi pedoman pembangunan daerah agar setiap kebijakan tetap memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kota Samarinda,” pungkasnya. (yud)

Laut Menyumbang Oksigen dan Sumber Ekonomi

July 2, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – Laut, sebagai anugerah bagi kehidupan manusia dan makhluk Tuhan lainnya, tidak hanya memiliki nilai ekonomi. Laut juga berperan sebagai sumber oksigen yang kita hirup setiap detik.

Penghasil oksigen terbanyak di Bumi justru berasal dari laut, yang dihasilkan oleh mikroorganisme kecil bernama fitoplankton. Mengutip akun resmi media sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), fitoplankton disebutkan menyumbang sekitar 85 persen oksigen yang ada di Bumi.

Laut Indonesia memiliki sekitar 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 jenis biota yang hidup di terumbu karang.

“Sebenarnya kita bisa bernapas berkat keberadaan laut. Laut tidak hanya memanjakan mata dengan keindahannya, tetapi juga memberi oksigen untuk kehidupan. Oksigen yang kita hirup setiap hari sebagian besar berasal dari laut,” ujar Mansur, Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas/Pokmaswas) Bina Lestari Pangempang Desa Tanjung  Limau seraya memandang hamparan laut yang terbentang luas di hadapannya, Minggu (30/6/2026)

Bagi Mansur, memancing di lepas pantai Pangempang, Tanjung Limau, Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur sangat menyenangkan.  Setidaknya ada tujuh potensi yang dapat menjadi sumber pendapatan dari kekayaan laut Indonesia, khususnya dari keanekaragaman hayatinya. Potensi tersebut yaitu perikanan tangkap, bioteknologi dan biofarmakologi, pemanfaatan garam, sumber daya mineral dan pertambangan, energi kelautan, jasa pariwisata serta jasa transportasi

Bagi penghobi memancing, sebenarnya telah memanfaatkan tiga dari potensi ekonomi tersebut, yaitu penangkapan ikan, jasa transportasi, dan jasa pariwisata. Sebagian besar penghobi memancing merasa sangat senang, bangga, dan puas ketika berhasil mendapatkan ikan. Rasa bahagia itu mampu menutupi rasa lelah dan biaya yang telah dikeluarkan untuk melakukan perjalanan memancing tersebut. (misman)

CIMB Niaga Perkuat Peran OCTO Dampingi Keluarga Indonesia di Setiap Fase Kehidupan

July 2, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – Sejalan dengan semangat Hari Keluarga Nasional yang diperingati 29 Juni lalu, PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) terus berinovasi menghadirkan solusi finansial untuk mendampingi keluarga Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasinya. Terbaru, CIMB Niaga memperkuat peran aplikasi OCTO untuk segmen keluarga dengan memperkenalkan kampanye bertajuk “OCTO untuk Keluarga Indonesia”.

“Melalui OCTO untuk Keluarga Indonesia, kami ingin menghadirkan OCTO tidak hanya sebagai aplikasi digital banking, tetapi juga sebagai pendamping yang relevan bagi keluarga Indonesia dalam merencanakan, bertumbuh, dan mewujudkan berbagai aspirasinya. Hal ini selaras dengan purpose Perseroan Advancing Customers and Society,” ujar Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir Widjaya dalam Media Gathering OCTO untuk Keluarga Indonesia di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Untuk mendukung hal tersebut, CIMB Niaga mengembangkan pendekatan pengelolaan keuangan yang mudah diadopsi keluarga, yaitu melalui empat jurus O-C-T-O. Pendekatan ini mencakup Olah Dana untuk membantu pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, Capai Mimpi untuk mendukung pencapaian tujuan finansial secara bertahap, Tangkis Risiko untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga, serta Optimalkan Keseruan agar keluarga tetap dapat menikmati momen kebersamaan dengan lebih optimal. Semua kebutuhan tersebut dapat difasilitasi melalui aplikasi OCTO.

Pada kesempatan yang sama, Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh menyampaikan, pendekatan OCTO semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan layanan digital banking dalam aktivitas finansial nasabah. Untuk itu, CIMB Niaga terus mengembangkan OCTO agar dapat menghadirkan solusi yang praktis dan mudah diakses bagi seluruh keluarga.

“Aplikasi OCTO dirancang untuk memudahkan nasabah memenuhi berbagai kebutuhan finansial dalam satu platform terintegrasi. Mulai dari transaksi harian, pembukaan tabungan, berinvestasi, hingga mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan. Dengan kemudahan ini, pengelolaan keuangan menjadi lebih praktis, efisien, dan relevan dengan kebutuhan keluarga saat ini,” ujar Lusi.

Melengkapi pengalaman tersebut, CIMB Niaga terus berinovasi menghadirkan berbagai fitur dalam aplikasi OCTO, di antaranya Ask OCTO dan WhatsApp Call, layanan Contact Center berbasis digital yang dapat diakses melalui aplikasi OCTO dan WhatsApp resmi CIMB Niaga. Layanan tersebut menggantikan layanan Contact Center sebelumnya yaitu 14041.

Melalui Ask OCTO dan WhatsApp Call, nasabah dapat terhubung dengan CIMB Niaga kapan pun selama 24 jam melalui chat maupun panggilan (call) tanpa biaya pulsa, dari mana saja, termasuk saat berada di luar negeri. Inovasi tersebut mengantarkan CIMB Niaga sebagai bank pertama di Indonesia yang menghadirkan WhatsApp Call sebagai channel resmi Contact Center, sehingga layanan menjadi lebih mudah diakses dan sesuai dengan kebiasaan komunikasi nasabah saat ini.

Sebagai representasi dari keseharian keluarga Indonesia masa kini, dalam kampanye OCTO untuk Keluarga Indonesia ini, CIMB Niaga menggandeng figur publik Asri Welas. Ia dipilih karena dalam berbagai perannya sebagai ibu, pekerja, dan entrepreneur, Asri menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan dalam keluarga. Asri juga menunjukkan bahwa di setiap keluarga selalu ada sosok “Panglima Mimpi Keluarga” yang berupaya memastikan keluarga dapat terus melangkah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb