Pemkab Kubar Sambut Program Pendidikan Pilot untuk Generasi Muda

June 10, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menyambut baik tawaran kerja sama pendidikan pilot yang diajukan PT Proflight Indonesia. Program tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi generasi muda daerah untuk mengembangkan karier di bidang penerbangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Tawaran itu disampaikan pada kunjungan kerja perwakilan PT Proflight Indonesia yang dipimpin Capt. Juliawan K. kepada Bupati Kubar Frederick Edwin, di ruang kerja, Kamis (21/5/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kubar Rita Nursandy dan Kepala Kantor UPBU Kelas III Melalan, Melak, Bernard R. Purba beserta jajaran.

Pihak perusahaan memaparkan, pendidikan dasar pilot berlangsung selama 18 bulan. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, peserta akan mendapatkan pendampingan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya hingga memenuhi kualifikasi sebagai pilot maskapai penerbangan nasional.

Selain membuka peluang menjadi pilot komersial, lulusan program dasar juga dapat mengoperasikan pesawat ringan yang digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti pemantauan sungai, patroli hutan, hingga kegiatan operasional lainnya.

Bupati Kubar Frederick Edwin menyatakan program tersebut merupakan kesempatan yang baik bagi putra-putri Kutai Barat yang memiliki minat di dunia penerbangan. Menurutnya, kehadiran tenaga pilot asal daerah dapat menjadi aset penting bagi pengembangan sektor transportasi udara di Kutai Barat pada masa mendatang.

“Harapannya memang ada satu atau dua putra daerah yang bisa mengikuti pendidikan ini. Tentu tetap ada standar yang harus dipenuhi, baik dari sisi kemampuan maupun kondisi fisik, karena profesi pilot memiliki persyaratan khusus,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Kubar Rita Nursandy mengatakan pemerintah daerah akan membahas lebih lanjut peluang kerja sama tersebut, termasuk dukungan pendanaan yang diperlukan. Pembahasan akan dilakukan bersama tim anggaran agar program dapat dikaji secara menyeluruh.

Pemkab Kubar juga membuka peluang pengembangan pendidikan penerbangan di daerah pada masa mendatang. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan rute penerbangan yang telah tersedia, seperti Balikpapan–Samarinda–Melak, untuk mendukung kegiatan praktik penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas udara di wilayah Kutai Barat.

Program ini ditujukan bagi lulusan SMA yang memenuhi persyaratan pendidikan pilot dan diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak tenaga penerbangan asal Kutai Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional. (yan/adv/kominfo)

Antusiasme Tinggi Warnai Debut Yamaha CLASSY Modifest 2026

June 10, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

SURABAYA – Setelah membuka rangkaian perdananya di Bali (30&31/5), Yamaha CLASSY Modifest 2026 kembali hadir dan sukses digelar di Surabaya pada 1–7 Juni 2026. Untuk pertama kalinya hadir di Kota Pahlawan, ajang modifikasi khusus lini Yamaha Classy ini disambut antusias oleh pengguna Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid, serta komunitas pecinta modifikasi roda dua.

Tingginya partisipasi terlihat dari beragam karya modifikasi yang ditampilkan dengan konsep yang sangat variatif. Mulai dari retro klasik, adventure fungsional untuk mobilitas harian, sporty, hingga pop culture dan anime style, seluruh peserta berhasil menunjukkan kreativitas dalam memodifikasi skutik Classy Yamaha sesuai karakter masing-masing.

“Surabaya benar-benar menghadirkan warna baru bagi Yamaha CLASSY Modifest. Ini merupakan yang pertama kali ajang modifikasi lini Yamaha Classy diselenggarakan di kota ini, kami melihat kreativitas yang sangat hidup dan terasa kuat dari para peserta. Menariknya, Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid tidak sekadar hanya dimodifikasi, tetapi benar-benar diinterpretasikan ulang sesuai gaya hidup dan karakter masing-masing pemiliknya.” ujar Tintan Gunawan, Chief Yamaha Area Terr. IV.

Dari rangkaian Yamaha CLASSY Modifest 2026 di Surabaya, kreativitas peserta pada lini Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid kembali menunjukkan karakter yang kuat dan beragam, di mana kedua skutik ini menjadi medium utama untuk mengekspresikan ide modifikasi yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga tetap mengutamakan fungsi dan kenyamanan penggunaan harian. Sejalan dengan itu, tingginya partisipasi peserta terlihat dari puluhan karya yang masuk tahap kurasi juri, sekaligus menegaskan bahwa lini Classy Yamaha merupakan medium yang fleksibel bagi para modifikator untuk mengeksplorasi ide dan karakter masing-masing penggunanya.

Dari puluhan total partisipan yang turut berpartisipasi dalam kontes modifikasi ini, sebanyak 20 karya terbaik dari masing-masing kategori Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid berhasil melaju ke tahap penilaian akhir hingga akhirnya melahirkan para pemenang di tiap kategori.

Pada kategori Yamaha Fazzio Hybrid, gelar Best of The Best diraih oleh Adrian Setiadi melalui konsep “Titanium” yang menghadirkan kombinasi warna unik dengan tampilan yang stand out tanpa mengesampingkan aspek fungsionalitas. Penggunaan gradasi warna pelangi yang diaplikasikan secara layouting pada seluruh sisi bodi, ditambah sentuhan grafis api yang tidak terlalu mencolok, memberikan kesan unfinished look namun tetap estetis, minimalis, dan menarik secara visual.

“Yamaha Fazzio Hybrid ini seperti kanvas yang memungkinkan saya bereksperimen dengan ide dan karakter pribadi. Saya ingin tampil beda, tapi tetap memastikan motor ini nyaman dan aman dipakai setiap hari,” ujar Adrian Setiadi.

Sementara itu, semangat eksplorasi yang sama juga tercermin pada kategori Yamaha Grand Filano Hybrid, yang menghadirkan karya-karya dengan karakter lebih beragam, mulai dari pendekatan elegan hingga interpretasi gaya hidup yang lebih ekspresif dan berani. Hal ini menunjukkan bagaimana Grand Filano tetap mampu menjadi ruang personalisasi yang kuat bagi penggunanya.

Pada kategori ini, penghargaan Best of The Best Grand Filano Hybrid diraih oleh Christian Bobby Chandra asal Malang dengan konsep “Punk”. Terinspirasi dari sosok Sid Vicious, bassist legendaris dari band punk rock asal Inggris, yang dikenal sebagai salah satu ikon budaya punk dunia, karya ini tampil berani dengan dominasi warna hitam, efek karat, serta detail kaligrafi yang digambar secara manual ala studio tattoo, namun tetap berpadu harmonis dengan karakter elegan khas Yamaha Grand Filano.

“Yamaha Grand Filano saya ingin tetap terlihat elegan, tapi punya sisi ekspresi yang kuat. Tema punk ini saya pilih karena menggambarkan keberanian untuk tampil berbeda,” ujar Christian Bobby Chandra.

Gelaran Yamaha CLASSY Modifest 2026 di Bali dan Surabaya menampilkan kekayaan konsep modifikasi yang beragam dan kuat secara karakter. Di Bali, peserta menghadirkan dua pendekatan utama, yakni Balinese Style yang mengangkat identitas budaya lokal melalui sentuhan visual artistik, serta Classic Sporty Racing yang memadukan elegansi Yamaha Grand Filano Hybrid dengan nuansa sporty modern. Sementara di Surabaya, kreativitas peserta semakin berkembang dengan berbagai tema seperti retro, adventure, sport, hingga anime yang mencerminkan gaya hidup urban yang ekspresif. Keseluruhan rangkaian ini menegaskan bahwa Yamaha Classy menjadi medium fleksibel bagi pengguna Yamaha Fazzio Hybrid dan Grand Filano Hybrid untuk mengekspresikan budaya, karakter, dan gaya hidup secara kreatif dan fungsional.

Rangkaian Yamaha CLASSY Modifest 2026 akan berlanjut ke kota berikutnya, yaitu Bandung dan Makassar pada 13–14 Juni 2026. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi @classy.yamaha serta masing-masing akun resmi Yamaha Area. (*)

 

Festival Lou Bentian Akan Dimasukkan Kalender Wisata Kubar

June 10, 2026 by  
Filed under Wisata

SENDAWAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Barat (Kubar), akan memasukkan Festival Lou Bentian ke Calender Of Event (CoE) Kutai Barat, dan juga bisa berlanjut masuk di Calender Even Nasional (CeN).

Kepala Dinas Pariwisata Kubar, Sumardi menyampaikan Festival Lou Bentian ini akan di masukkan di Calender of Even (CoE) Kabupaten Kutai Barat tahun 2027.

“Dinas Pariwisata Kubar akan memberikan masukan dan juga saran agar lebih meningkatkan seni dan budaya dari sembilan kampung yang ada di wilayah Kecamatan Bentian,” ujarnya.

Diharapkan even ini bisa bersaing, karena di ibukota ada juga Sempekat Harmoni Budaya, ada Lou Bentian, dan Dahau, serta festival lain di 16 kecamatan se- Kutai Barat.

“Mudah mudahan kita bisa masuk ke Calender Even Nasional (CeN),”harapnya.

Sebelumnya Bupati Kutai Barat melalui Sekda Kamius menyampaikan kepada masyarakat Bentian Besar, festival seperti harus di tingkatkan menjadi sebuah ekonomi kerakyatan, dan juga dari dinas Pariwisata nanti di dorong agar budaya lokal terangkat sesuai fisi misi Bupati Kutai Barat.

“Kita bersama sama dengan masyarakat adat mendukung pengembangan budaya, terlebih lagi kalau kita yang melaksanakannya,”ungkapnya.

Ia menyebut ini langkah awal dan harus ada keberlanjutan nya yang dikolaborasi dengan dinas pendidikan dan pariwisata dan terlebih lagi ada perusahaan yang menjadi sponsor serta menginisiasi festival ini. (arf)

Angkatan Pertama PNS Otorita IKN Resmi Dilantik

June 10, 2026 by  
Filed under Nusantara

Vivaborneo.com, NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menekankan empat karakter utama yang harus dimiliki setiap insan Otorita IKN, yakni kuat karena kompeten, berani karena berintegritas, loyal pada profesi, serta inovatif dalam bekerja.

Pesan tersebut disampaikan saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pegawai Negeri Sipil serta Pengangkatan pada Jabatan Fungsional di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (08/06/2026).

Menurut Kepala Otorita IKN, karakter pertama yang harus dimiliki adalah kuat, bukan dalam arti fisik, melainkan kuat karena memiliki kompetensi yang memadai di bidang masing-masing.

 

“Sebagai orang Otorita, yang pertama, dia harus kuat. Bukan ototnya yang kuat, tetapi kompetensinya yang kuat, karena dia harus kompeten di bidangnya masing-masing. Kalau tidak kompeten, dia tidak akan kuat. Ke depan, membangun IKN tidak gampang. Pasti banyak tantangannya. Tidak hanya membangun gedung-gedung, tetapi juga membangun kehidupan kemasyarakatan yang pasti memiliki tantangan-tantangan yang tidak ringan,” kata Basuki.

Karakter kedua adalah berani, yang lahir dari integritas. Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan yang diucapkan para PNS merupakan komitmen moral dan spiritual yang harus dijaga sepanjang pengabdian.

Karakter ketiga adalah memiliki loyalitas profesional. Basuki menekankan bahwa loyalitas seorang ASN harus diberikan kepada profesi, tugas, dan amanah yang diemban, bukan kepada individu tertentu.

“Bukan loyal pada individu atau pimpinan, tetapi loyal pada profesinya masing-masing secara profesional. Jadi, professional loyalty. Anda harus mempunyai professional loyalty,” ujar Basuki.

Sementara itu, karakter keempat adalah kemampuan berimprovisasi dan berinovasi. Menurut Basuki, pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu melahirkan gagasan-gagasan baru dan tidak terjebak pada cara kerja yang rutin.

“Saudara harus memiliki jiwa seni. Kembangkan jiwa seni saudara. Tidak hanya bernyanyi, tidak hanya berolahraga, tetapi jiwa seni itu akan membawa karakter kita menjadi berani untuk berimprovisasi dan berinovasi,” ujar Basuki.

Dalam kesempatan tersebut Basuki mengingatkan bahwa menjadi ASN bukan sekadar profesi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia meminta para pegawai yang baru dilantik menjadikan setiap tugas dan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian dan ibadah.

Ia menegaskan bahwa sumpah yang telah diucapkan para ASN bukan hanya menjadi komitmen pribadi atau disaksikan oleh para hadirin yang hadir dalam pelantikan, tetapi juga merupakan pertanggungjawaban moral dan spiritual di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

“Jadi jangan main-main dengan sumpah itu. Sumpah saudara tidak hanya untuk saudara sendiri, tidak hanya didengarkan oleh para hadirin yang hadir pada hari ini, tetapi juga didengarkan oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, termasuk para malaikat-Nya,” tegas Basuki.(hms-oikn)

Senny Marbun Terpilih sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation 2026–2030

June 10, 2026 by  
Filed under Olahraga

Vivaborneo.com, Solo —  Tokoh olahraga disabilitas Indonesia, Senny Marbun, resmi terpilih sebagai Presiden ASEAN Para Sports Federation (APSF) periode 2026–2030. Keputusan ini melalui proses pemungutan suara yang melibatkan perwakilan dari sebelas negara anggota APSF dalam Sidang Umum APSF yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Alila Solo, Sabtu (6/6/26).

Dalam proses pemilihan, Senny Marbun memperoleh tujuh suara dan unggul atas kandidat asal Thailand, Maitree Kongruang, yang mendapatkan empat suara. Hasil tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru APSF setelah organisasi dipimpin oleh Osoth Bhavilai dari Thailand selama satu dekade terakhir.

Senny akan memimpin federasi olahraga disabilitas Asia Tenggara bersama jajaran Komite Eksekutif APSF periode 2026–2030. Struktur kepengurusan terbaru terdiri atas Dr. Teo-Koh Sock Miang dari Singapura, H.E. Yi Veasna dari Kamboja, Michael Barredo dari Filipina, dan Dr. Than Than Htay dari Myanmar yang masing-masing menjabat sebagai wakil presiden pada bidang berbeda.

Kepengurusan tersebut juga diperkuat oleh Ali Yusri Abdul Ghafor dari Brunei Darussalam yang dipercaya sebagai bendahara. Sementara itu, posisi Sekretaris Jenderal diemban oleh Sukanti Rahardjo Bintoro dari Indonesia.

Bagi dunia olahraga disabilitas Asia Tenggara, nama Senny Marbun bukan sosok baru. Pria kelahiran Siborongborong, 9 April 1954, tersebut sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden APSF bidang Media and Communications Committee periode 2022–2026 dan dikenal sebagai salah satu tokoh sentral yang menginisiasi penyelenggaraan ASEAN Para Games Solo 2022.

Pengalaman panjang membangun National Paralympic Committee (NPC) Indonesia menjadi modal penting bagi Senny dalam mengemban amanah baru. Mantan atlet lempar para atletik tersebut berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pembinaan olahraga disabilitas di seluruh kawasan Asia Tenggara agar mampu bersaing di level internasional.

“Saya ingin prestasi negara-negara di Asia Tenggara lebih maju lagi ke depannya. Kalau melihat perkembangan Indonesia, pencapaiannya sudah sangat baik. Kita pernah menjadi juara umum tiga kali berturut-turut di ASEAN Para Games dan juga meraih hasil membanggakan di Paralimpiade. Sekarang saya ingin negara-negara Asia Tenggara mengikuti jejak tersebut agar bisa terus melangkah lebih jauh,” tegasnya.

Menurut Senny, salah satu tantangan yang masih dihadapi sejumlah negara anggota APSF adalah belum meratanya perhatian terhadap masyarakat difabel dan pengembangan olahraga disabilitas. Karena itu, APSF akan mengambil peran lebih aktif dalam mendorong peningkatan dukungan pemerintah terhadap atlet dan komunitas difabel di kawasan.

“Masih ada negara-negara yang memarjinalkan masyarakat difabel. Kita perlu membangkitkan semangat negara-negara tersebut agar mampu berkembang seperti Indonesia. Dahulu kita juga menghadapi tantangan yang sama, tetapi sekarang Indonesia mampu menunjukkan kemajuan luar biasa. Bahkan kita sudah memiliki training center seluas sepuluh hektare. Pengalaman tersebut perlu kita bagikan kepada negara-negara lain,” katanya.

 

Senny menegaskan bahwa APSF akan melakukan pendekatan langsung kepada negara-negara yang masih membutuhkan dukungan dalam pengembangan olahraga disabilitas. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan harkat dan martabat masyarakat difabel sekaligus memperluas kesempatan mereka untuk berprestasi.

Dalam waktu dekat, APSF akan memprioritaskan penyelesaian seluruh dokumen administrasi dari kepengurusan sebelumnya. Organisasi juga akan memindahkan kantor sekretariat APSF dari Thailand ke Indonesia sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan.

Selain menjalankan agenda organisasi, APSF periode 2026–2030 juga memiliki tanggung jawab mendampingi negara-negara anggota menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang berlangsung pada Oktober mendatang. Federasi juga akan mempersiapkan dukungan penuh menuju ASEAN Para Games 2027 di Malaysia yang menjadi agenda olahraga disabilitas terbesar di kawasan.

Susunan APSF Executive Committee 2026–2030

Presiden

  • Senny Marbun (Indonesia)

Wakil Presiden

  • Dr. Teo-Koh Sock Miang (Singapura) – Sports and Technical Committee
  • Michael Barredo (Filipina) – Media and Communications Committee
  • Dr. Than Than Htay (Myanmar) – Medical and Sports Science Committee
  • H.E. Yi Veasna (Kamboja) – Development and Strategic Management Committee

Sekretaris Jenderal

  • Sukanti Rahardjo Bintoro (Indonesia)

Bendahara

  • Ali Yusri Abdul Ghafor (Brunei Darussalam)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb