Jurusan Administrasi Bisnis Polnes Bekali Siswa SMA Negeri 6 Samarinda Keterampilan Public Speaking

July 29, 2026 by  
Filed under Pendidikan

Vivaborneo.com, Samarinda — Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pelatihan “Elevasi Public Speaking: Pelatihan Komunikasi Fokus Verbal, Vocal, dan Visual” bagi siswa kelas X SMA Negeri 6 Samarinda pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan komunikasi yang efektif sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim pengabdian Jurusan Administrasi Bisnis Polnes yang terdiri atas Rika Ismayanti, S.Kom., M.Kom. selaku ketua, bersama Johan Lucas Away, SE., MM. dan Della Olivia Caterina Kalangit, S.S.T., MBA. sebagai anggota tim. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis sebagai pendamping selama sesi praktik.

Pelatihan menghadirkan Christie Stephanie Piar, S.IP., M.M. sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai teknik komunikasi verbal, vocal, dan visual.

Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara menyampaikan pesan secara efektif, mengatur intonasi dan artikulasi, memanfaatkan bahasa tubuh, serta membangun rasa percaya diri saat berbicara di depan audiens. Setelah penyampaian materi, siswa mengikuti praktik dan simulasi public speaking untuk mengasah kemampuan komunikasi mereka secara langsung.

Ketua tim pengabdian, Rika Ismayanti, S.Kom., M.Kom., mengatakan kemampuan public speaking merupakan salah satu soft skill yang penting dimiliki pelajar.

“Melalui pelatihan ini, siswa diharapkan mampu menyampaikan ide secara lebih terstruktur, percaya diri, dan komunikatif dalam berbagai kegiatan akademik maupun organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan SMA Negeri 6 Samarinda, Hamrin Karim, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat karena memadukan penyampaian materi dengan praktik secara langsung.

“Sehingga diharapkan siswa dapat mengembangkan kemampuan komunikasi yang akan berguna baik di lingkungan sekolah maupun di Masyarakat pada masa mendatang,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Samarinda berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan soft skill generasi muda sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.(vb/yul/adv)

Pemprov Kaltim Target Seluruh Desa Nikmati Listrik

July 28, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Harapan masyarakat di puluhan desa terpencil Kalimantan Timur untuk menikmati listrik mulai menemukan kepastian. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan seluruh 72 desa yang hingga kini belum berlistrik akan memperoleh akses energi pada 2027 melalui pembangunan jaringan PLN dan pemanfaatan energi baru terbarukan.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur, Bambang Arwanto mengatakan, percepatan elektrifikasi desa menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar meningkatkan pemerataan pembangunan sekaligus memperluas akses pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah terpencil.

“Saat ini masih ada 72 desa yang belum berlistrik di Kalimantan Timur. Sebanyak 36 desa akan kami selesaikan pada tahun 2026, kemudian 36 desa lainnya ditargetkan rampung pada tahun 2027. Dengan demikian, pada 2027 seluruh desa di Kalimantan Timur diharapkan sudah mendapatkan akses listrik,” kata Bambang, Selasa (28/7/2026).

Bambang Arwanto

Menurutnya, penyelesaian program listrik desa tidak hanya akan meningkatkan rasio elektrifikasi, tetapi juga berdampak pada perluasan jaringan listrik antardesa. Ketika program elektrifikasi desa selesai, pengembangan jaringan oleh PT PLN (Persero) juga akan semakin optimal sehingga wilayah yang selama ini belum terhubung dapat ikut terlayani.

“Kalau program listrik desa sudah selesai, maka pengembangan jaringan oleh PLN juga akan mengikuti. Artinya, konektivitas jaringan listrik antardesa secara bertahap juga akan teratasi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui tidak seluruh desa dapat dijangkau melalui pembangunan jaringan listrik konvensional. Kondisi geografis, medan yang sulit, hingga lokasi desa yang terpencil menjadi tantangan tersendiri dalam menghadirkan pasokan listrik bagi masyarakat.

Agar mengatasi kendala tersebut, pemerintah menyiapkan alternatif berupa pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), khususnya pembangkit listrik tenaga surya. Skema ini diprioritaskan bagi desa-desa yang secara teknis belum memungkinkan dilayani melalui jaringan PLN.

“Ada beberapa desa yang memang jaringan PLN tidak bisa masuk karena berbagai kendala teknis. Untuk wilayah seperti itu, penyediaan listrik akan dilakukan melalui paket energi baru terbarukan, salah satunya memanfaatkan tenaga surya,” jelasnya.

Pemanfaatan energi surya dinilai menjadi solusi yang efektif bagi desa-desa terpencil karena tidak bergantung pada pembangunan jaringan distribusi yang membutuhkan investasi besar serta waktu pengerjaan yang relatif panjang. Selain mampu menghadirkan akses listrik, penggunaan energi terbarukan juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Program elektrifikasi desa tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mulai dari mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Kehadiran listrik juga diyakini akan membuka peluang pengembangan usaha produktif masyarakat serta mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

Dinas ESDM Kaltim memastikan pelaksanaan program akan dilakukan secara bertahap sesuai target yang telah disusun. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) dan berbagai pihak terkait agar seluruh desa yang masih belum menikmati layanan listrik dapat segera memperoleh akses energi yang andal dan berkelanjutan.

Dengan target penyelesaian pada 2027, Pemprov Kaltim optimistis seluruh desa di provinsi tersebut dapat menikmati layanan listrik, baik melalui jaringan PLN maupun melalui pemanfaatan energi baru terbarukan di wilayah yang sulit dijangkau. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok daerah. (yud)

GAWIYAN Angkat Isu Identitas Dayak

July 28, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Yayasan Genta Warisan Budaya Alam Nusantara (GAWIYAN) menghadirkan pendekatan baru dalam pelestarian budaya melalui program Artist Residency “Dayak Eksodus: Jejak Tanah, Identitas, dan Perubahan” pada ajang Raya Budaya Etam 2026 yang berlangsung di Hotel Harris Samarinda.

Program tersebut menjadi salah satu rangkaian dalam festival budaya terbesar di Kalimantan Timur dengan menghadirkan residensi seni yang melibatkan tiga pelukis untuk tinggal, melakukan riset lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, serta menghasilkan karya yang berangkat dari dinamika kehidupan masyarakat Dayak di tengah perubahan sosial, budaya, dan lingkungan.

Producer Program GAWIYAN, Fatqurozi, mengatakan konsep “Dayak Eksodus” lahir dari keinginan menghadirkan karya seni yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi dokumentasi budaya yang lahir dari pengalaman langsung para seniman di lapangan.

“Kami ingin para seniman tidak sekadar datang untuk melukis, tetapi hidup bersama masyarakat, mendengar cerita mereka, memahami perubahan yang terjadi, lalu menerjemahkan seluruh pengalaman itu menjadi karya seni. Dengan cara itu, karya yang lahir bukan hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga menjadi media edukasi dan ruang refleksi bagi publik,” ujarnya, Jumat (24/7).

Menurut Fatqurozi, istilah “eksodus” dalam program tersebut tidak dimaknai sebagai perpindahan atau meninggalkan kampung halaman, melainkan perjalanan untuk menemukan kembali jejak identitas, memaknai hubungan masyarakat Dayak dengan tanah leluhur, serta membaca perubahan yang sedang berlangsung di Kalimantan.

Selama residensi berlangsung, para seniman akan melakukan riset bersama tokoh adat, budayawan, akademisi, komunitas lokal, hingga masyarakat. Seluruh proses kreatif itu nantinya dipresentasikan kepada publik melalui pameran karya, workshop budaya, dialog publik, serta sesi interaksi terbuka bersama para seniman.

Sementara itu, Pembina Yayasan GAWIYAN, Marliana Wahyuningrum, mengatakan keikutsertaan GAWIYAN dalam Raya Budaya Etam 2026 merupakan bentuk komitmen untuk memperkuat pelestarian budaya melalui pendekatan yang kreatif, kolaboratif, dan berbasis riset.

Menurutnya, seni memiliki peran penting sebagai media untuk merekam ingatan kolektif masyarakat sekaligus membangun kesadaran generasi muda terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

“Melalui program ini kami ingin mengajak masyarakat untuk melihat bahwa budaya Dayak bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan. Kami berharap kolaborasi antara seniman, masyarakat, akademisi, dan komunitas mampu melahirkan karya-karya yang memperkuat identitas budaya Kalimantan Timur,” kata Marliana.

Selain menghadirkan karya hasil residensi, GAWIYAN juga menyelenggarakan pameran lukisan, workshop budaya, dialog publik, serta berbagai kegiatan edukatif yang memungkinkan pengunjung menyaksikan secara langsung proses kreatif para seniman selama pelaksanaan Raya Budaya Etam 2026 di Hotel Harris Samarinda.

Program ini didukung oleh Tiwi Latifffah sebagai Producer Event, Zaenal Abidin sebagai perwakilan artist sekaligus pelukis, Bisri Mustafa sebagai perwakilan pengurus yayasan, serta Mira Farenola sebagai Bendahara Yayasan.

Melalui Artist Residency “Dayak Eksodus: Jejak Tanah, Identitas, dan Perubahan”, GAWIYAN berharap seni dapat menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah, identitas, dan masa depan masyarakat Dayak, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai pusat tumbuhnya gagasan-gagasan budaya yang berakar pada kearifan lokal. (fnd)

Aklamasi, Seno Aji Terpilih Pimpin IPSI Kaltim

July 28, 2026 by  
Filed under Olahraga

Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Timur  menetapkan Seno Aji sebagai Ketua Umum IPSI Kaltim periode 2026–2030. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang Musorprov yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu (25/7).

Seno Aji menggantikan Andi Harun yang telah mengakhiri masa kepemimpinannya pada periode 2022–2026. Terpilihnya Wakil Gubernur Kalimantan Timur tersebut menjadi hasil dari mekanisme penjaringan yang berlangsung sesuai ketentuan organisasi.

Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Musorprov IPSI Kaltim, Ego Arifin, menjelaskan bahwa hingga batas akhir pendaftaran, hanya Seno Aji yang melengkapi seluruh persyaratan administrasi sebagai calon ketua umum.

Sebelumnya, terdapat tiga nama yang disebut-sebut akan maju dalam pemilihan Ketua IPSI Kaltim, yakni Andi Harun, Rendi Solihin, dan Seno Aji. Namun, Andi Harun tidak mengambil formulir pendaftaran, sementara Rendi Solihin hanya mengambil formulir tanpa mengembalikannya hingga masa pendaftaran ditutup.

“Dengan hanya satu calon yang mendaftar secara resmi, akhirnya seluruh pemegang hak suara menyepakati Pak Seno Aji sebagai Ketua Umum IPSI Kalimantan Timur periode 2026–2030 melalui mekanisme aklamasi,” ujar Ego Arifin.

Ego menegaskan, seluruh persyaratan yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) IPSI telah dipenuhi oleh Seno Aji, termasuk ketentuan yang melarang calon ketua umum merangkap jabatan sebagai pimpinan organisasi cabang olahraga bela diri lainnya.

Sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan tersebut, Seno Aji telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua FORKI Kalimantan Timur. Surat pengunduran diri itu tertanggal 24 Juli 2026 dan telah dilengkapi pernyataan resmi bahwa dirinya tidak lagi memimpin organisasi bela diri lainnya.

Selain itu, pengunduran diri tersebut juga telah memperoleh pengesahan dari Pengurus Besar FORKI melalui Surat Nomor 238/PB FORKI-Sekjen/VII/2026. Dengan demikian, seluruh persyaratan pencalonan dinyatakan telah terpenuhi sehingga tidak terdapat kendala administratif dalam proses penetapan.

Kepemimpinan baru IPSI Kaltim diharapkan mampu menjaga tren positif prestasi pencak silat Kalimantan Timur di tingkat nasional maupun internasional. Cabang olahraga pencak silat selama ini menjadi salah satu penyumbang medali bagi kontingen Benua Etam dalam berbagai ajang bergengsi.

Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumatera Utara 2024, atlet pencak silat Kalimantan Timur berhasil mempersembahkan dua medali emas. Sementara di Kejuaraan Dunia Pencak Silat 2024 yang berlangsung di Abu Dhabi, atlet Kaltim turut menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perak.

Dengan amanah sebagai Ketua Umum IPSI Kaltim periode 2026–2030, Seno Aji diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, meningkatkan kualitas kompetisi daerah, serta mempertahankan posisi Kalimantan Timur sebagai salah satu kekuatan utama pencak silat nasional.

De’Ale Billiard Dorong Prestasi PWI Kaltim Biliar Club Lewat Fasilitas Latihan Gratis

July 28, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Kolaborasi antara De’Ale Billiard dan PWI Kaltim Biliar Club menjadi langkah baru dalam pembinaan olahraga biliar di Kalimantan Timur. Melalui penyediaan fasilitas latihan gratis, para wartawan yang tergabung dalam klub tersebut kini menjalani program latihan rutin dua kali sepekan guna meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai turnamen.

Latihan rutin dijadwalkan berlangsung dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat. Seluruh fasilitas latihan disediakan secara gratis oleh manajemen De’Ale Billiard sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga biliar di kalangan insan pers Kalimantan Timur.

Program latihan ini diharapkan menjadi wadah bagi para wartawan agar menyalurkan hobi sekaligus meningkatkan kemampuan bermain biliar secara lebih terarah. Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi ruang memperkuat komunikasi dan kekompakan antaranggota PWI Kaltim di luar aktivitas jurnalistik sehari-hari.

Pemilik De’Ale Billiard, Hendra Anggara mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran PWI Kaltim Biliar Club dan siap mendukung kegiatan latihan yang dilakukan secara rutin.

“Kami merasa senang dapat menjadi bagian dari pembinaan olahraga di lingkungan PWI Kaltim. Fasilitas ini kami berikan agar teman-teman wartawan memiliki tempat yang nyaman untuk berlatih, meningkatkan kemampuan, sekaligus mempererat silaturahmi. Harapannya dari latihan yang rutin ini akan lahir atlet-atlet biliar dari kalangan wartawan yang mampu berprestasi pada berbagai ajang pertandingan,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, olahraga biliar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknik, tetapi juga membutuhkan konsentrasi, strategi, dan kedisiplinan. Karena itu, latihan yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas permainan.

Ia menambahkan, De’Ale Billiard terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai komunitas olahraga di Samarinda sebagai bagian dari upaya mengembangkan ekosistem olahraga yang positif dan produktif.

Ketua PWI Kaltim Biliar Club, Yudi Adi Prabowo, mengatakan pembentukan klub dan pelaksanaan latihan rutin merupakan langkah awal agar membangun budaya olahraga di kalangan wartawan. Selain menjaga kebugaran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet yang dapat mengharumkan nama organisasi.

“Selama ini banyak rekan-rekan wartawan yang memiliki minat terhadap olahraga biliar, namun belum memiliki wadah untuk berlatih secara teratur. Dengan adanya PWI Kaltim Biliar Club, kami ingin menyatukan teman-teman dalam sebuah komunitas yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga menjadi ruang pembinaan agar kemampuan bermain semakin meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, latihan rutin akan dipandu dengan sistem yang lebih terarah sehingga setiap anggota memiliki kesempatan mengembangkan teknik dasar hingga strategi permainan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada De’Ale Billiard yang telah memberikan dukungan penuh dengan menyediakan tempat latihan secara gratis. Dukungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk lebih serius berlatih. Ke depan, kami berharap PWI Kaltim Biliar Club tidak hanya aktif menggelar latihan rutin, tetapi juga mampu mengikuti berbagai turnamen persahabatan maupun kejuaraan resmi, sehingga membawa nama baik PWI Kalimantan Timur,” katanya.

Ia berharap semakin banyak anggota PWI Kaltim yang bergabung dalam klub tersebut sehingga semangat kebersamaan, sportivitas, dan gaya hidup sehat dapat terus tumbuh di lingkungan organisasi.

Melalui latihan rutin yang digelar setiap pekan, PWI Kaltim Biliar Club optimistis mampu membangun komunitas olahraga yang solid sekaligus menjadi wadah bagi wartawan agar mengembangkan potensi di cabang olahraga biliar. Dengan dukungan berbagai pihak, klub tersebut diharapkan dapat melahirkan prestasi sekaligus memperkuat solidaritas insan pers di Kalimantan Timur. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb