Belantara Foundation Gelar Training-Webinar SMART Patrol

February 25, 2023 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Bogor — Belantara Foundation menggelar Training-Webinar SMART Patrol secara hybrid (daring dan luring) pada Kamis (23/02/2023). Daring diadakan melalui zoom dan live streaming youtube Belantara, sementara luring diadakan di Auditorium Gedung Rektorat Universitas Pakuan, Bogor.

Pelatihan ini dikemas pada kegiatan bernama Belantara Learning Series Eps.6 dengan tema SMART Patrol: Menuju Perlindungan dan Pemantauan Biodiversitas yang Efektif.

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, LPPM Universitas Pakuan, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Andalas dan Forum Harimau Kita.

Direktur Eksekutif  Belantara Foundation, Dolly Priatna mengatakan bahwa pelatihan serta webinar SMART Patrol ini bertujuan untuk mengenalkan serta menunjukkan keunggulan sebuah alat atau sistem monitoring dan perlindungan biodiversitas yang efektif yang mengadopsi manajemen adaptif, kepada mahasiswa, praktisi, jurnalis, pemerintah, dan sector swasta yang berminat untuk mengaplikasikannya di lapangan.

Menurut Dokumen Rencana Aksi dan Strategi Biodiversitas Indonesia 2015-2020 keunikan geologi dan ekosistem Indonesia menyebabkan endemisitas satwa liar tinggi. Indonesia memiliki endemisitas jenis satwa liar tertinggi di dunia untuk kelas seperti burung, mamalia, reptil dan amfibi.

Satwa liar endemik Indonesia diperkirakan berjumlah masing-masing 270 jenis mamalia, 386 jenis burung, 328 jenis reptil dan 204 jenis amfibi.

Satwa liar memiliki peran ekologis penting di kawasan hutan, antara lain membantu penyebaran biji tanaman untuk regenerasi hutan, membantu proses penyerbukan bunga secara alami dan mempertahankan keseimbangan rantai makanan.

Namun, keberadaan satwa liar tersebut di ekosistem tidak luput dari ancaman kepunahan. Ancaman terbesar keberadaan satwa liar di ekosistem disebabkan oleh hilangnya habitat.

Dolly yang juga merupakan Ketua LPPM Universitas Pakuan menyebutkan bahwa diperlukan kolaborasi para pihak mulai dari sektor pemerintah, universitas/akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat dan sektor swasta, serta pemangku kepentingan lainnya, dalam upaya perlindungan dan pemantauan biodiversitas yang menjadi kekayaan bumi Indonesia.

Metode Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) hadir dan memberikan harapan baru bagi terlestarikannya keanekaragaman hayati yang ada di Negara kita.

“Belantara Foundation berharap pelatihan SMART Patrol ini dapat memberikan motivasi dan inspirasi tentang praktik terbaik dalam upaya perlindungan dan pemantauan biodiversitas yang efektif dengan SMART Patrol,” ujar Dolly yang juga pengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. mengungkapkan Balai Besar TNLL berkomitmen untuk terus melakukan penguatan dan peningkatan sumberdaya pada tingkat resort yang meliputi penguatan personil (terutama Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan) dan sarana pengelolaan.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Belantara Foundation atas terselenggaranya pelatihan SMART Patrol ini. Kami berharap pelatihan ini dapat memperkuat implementasi Resort Based Management (RBM) dalam sistem pengelolaan kawasan TNLL yang lebih efektif dan efisien melalui manajemen data kawasan dengan peranan besar pada tingkat resort/tapak serta mendukung sistem informasi berjenjang pada struktur Balai Besar TNLL,” ucap Titik.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kemitraan Universitas Pakuan, Prof. Dr. Eri Sarimanah, M.Pd. menyebutkan akademisi dan perguruan tinggi memiliki kewajiban melaksanakan “Tridarma Perguruan Tinggi”, yaitu Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat atau PKM.

Sesuai dengan tugas dan fungsinya tersebut, akademisi diharapkan dapat membantu dalam mengarusutamakan isu-isu terkait biodiversitas di Indonesia, baik dari segi keunikan, manfaat serta cara melestarikannya dengan melakukan kegiatan edukasi dan penyadartahuan kepada masyarakat luas atau “awareness”, yang salah satu langkah nyatanya dapat diselaraskan dengan kegiatan PKM, KKN, maupun program MBKM.

Sementar aitu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, Haidir, S.Hut, M.Si., mengatakan bahwa pengelolaan dan memperbarui data kondisi kawasan hutan dan biodiversitas merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan taman nasional. Dengan sistem monitoring dan basis data yang baik, dapat menjadi refleksi dan memberikan masukan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan.

“Untuk melakukan pengelolaan data khususnya data hasil berbagai kegiatan di lapangan, saat ini telah dikembangkan sistem SMART yang relatif mudah untuk dipergunakan dan direkomendasikan sebagai salah satu skema dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi,” tegas Haidir.

Ketua Forum Harimau Kita, Drh. Erni Suyanti mengatakan SMART merupakan salah satu alat yang mudah dan murah untuk digunakan sebagai alat pengumpulan, penyimpanan, dan analisa data biodiversitas. Sebagai alat yang tidak berbayar (gratis), SMART memberikan paket lengkap untuk dapat digunakan dalam memperkuat pengelolaan data biodiversitas dengan baik.

“Semoga dengan adanya pelatihan SMART Patrol ini, semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan data untuk menyusun perencanaan dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat sasaran dalam perlindungan dan pemantauan biodiversitas. Forum Harimau Kita siap berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan data yang baik, terutama data monitoring harimau dan ancamannya, agar kualitas dan pengelolaan data biodiversitas semakin maju,” tutupErni.

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman di bidang SMART Patrol yaitu Syukur Asa, Koordinator Polhut Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, Rizky Ananda Putri HT, Polhut dan Admin SMART Patrol Taman Nasional Kerinci Seblat dan Moch. Dasrial, HCV Asst. Manager Wilmar Region Kalimantan Tengah.(*/adv)

 

Edukasi Gajah – Manusia Hidup Harmonis Melalui Komik Strip

February 3, 2023 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com, Belantara Foundation melakukan edukasi dan kampanye digital mengenai gajah dan manusia hidup harmonis melalui komik strip di Instagram. Kegiatan ini berkolaborasi dengan komikus lingkungan ternama di Indonesia yaitu, Fabianus Bayu serta Iqbal Hariadi & Muhammad Akmal. 

Di Instagram, Fabianus Bayu dikenal dengan akun Instagram @shirohyde dengan jumlah followers sebanyak 29,9K sedangkan  Iqbal Hariadi & Muhammad Akmal dikenal dengan akun Instagram @biologeek dengan jumlah followers sebanyak 17,6K. Kampanye digital ini dimulai dari Januari hingga Maret 2023 mendatang.

Tujuan utama dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan gajah sumatera dan peran penting mereka bagi keseimbangan ekosistem khususnya di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. 

Lanskap tersebut merupakan salah satu dari sedikit kantong populasi gajah yang memiliki peluang hidup jangka panjang. Populasi gajah menjadi indikator lingkungan yang penting dalam pengelolaan kawasan hutan. Di beberapa kawasan hutan, gajah berperan penting sebagai penyebar biji tumbuhan.

Dalam rilis yang diterima redaksi dijelaskan, Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna mengatakan edukasi dan kampanye digital ini bertujuan untuk menguatkan program Living in Harmony: Mitigasi Konflik Manusia dan gajah yang telah Belantara lakukan sebelumnya bersama Lembaga Swadaya Masyarakat lokal, Forest Wildlife Society dan Rumah Sriksetra. 

Program konservasi yang mencoba mewujudkan harmonisasi dan koeksistensi kehidupan gajah dan manusia di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan ini juga didukung oleh APP Sinar Mas dan Keidanren Nature Conservation Fund (KNCF).

“Belantara Foundation berharap kegiatan edukasi dan kampanye digital dapat meningkatkan penyadartahuan dan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan gajah dan habitatnya, khususnya di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Selain itu, Belantara juga memberikan pelatihan kepada masyarakat mengenai mitigasi konflik gajah dan manusia,” ujar Dolly yang juga mengajar di Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Pada edukasi dan kampanye digital sebelumnya tahun 2022, dua influencers, 54 komunitas penggiat lingkungan, dan tiga universitas turut mendukung Belantara. Belantara Foundation membuat dan menyebarluaskan 14 konten kampanye digital di Instagram. Empat di antaranya dibuat oleh Fabianus Bayu tentang mitigasi konflik gajah dan manusia. 

Total jangkauan pengunjung untuk 14 postingan di Instagram sebanyak 65.333 viewers. Jangkauan tersebut mengacu pada jumlah akun yang melihat konten kampanye digital di Instagram. Total tayangan atau berapa kali konten kampanye digital ditampilkan, baik di klik maupun tidak, mencapai 85.198 kali.

Fabianus Bayu mengatakan bahwa kegiatan kolaborasi antara bidang konservasi alam dan bidang kreatif seperti ini kedepannya semakin banyak diperlukan. Mengingat tantangannya adalah disinformasi dan tren yang bertentangan dengan konservasi alam juga dilakukan oleh kreator konten melalui media sosial. 

“Semoga melalui pembuatan komik kolaborasi ini bisa ikut menyediakan media edukasi yang nantinya bisa diakses oleh siapa saja yang tertarik menyebarkan pesan konservasi alam. Atau memicu kreator lain untuk membuat versi terbaiknya lewat media dan style masing-masing” kata Fabianus.

Sementara itu, pendiri Biologeek, Iqbal Hariadi mengatakan bahwa banyak sekali generasi muda yang peduli akan pentingnya konservasi alam dan lingkungan serta satwa kunci seperti gajah sumatera, hanya saja sebagian besar belum ikut berpartisipasi. 

“Kami dari Biologeek sangat senang dan bangga dapat berkolaborasi dengan Belantara Foundation dalam kampanye digital untuk mengenalkan gajah sumatera dan habitatnya di Lanskap Padang Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan melalui komik strip. Semoga kedepannya, akan lebih banyak generasi muda yang memahami pentingnya aksi konservasi melalui cara yang menyenangkan.” tandas Iqbal.

Edukasi dan kampanye kali ini didukung oleh 6 influencers, 66 komunitas penggiat lingkungan, 3 media online berbasis lingkungan, yaitu greeners.co, trubus dan klik hijau serta 4 Universitas, yaitu Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau, Fakultas Biologi Universitas Nasional dan Pendidikan Biologi FKIP Uhamka Jakarta.

Kantong Sugihan-Simpang Heran

Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis), salah satu subspesies gajah asia yang masih bertahan di Pulau Sumatra. Dari masa purba (megalitikum) hingga hari ini, gajah memiliki hubungan istimewa dengan manusia di Pulau Sumatera. Masyarakat yang hidup berdekatan atau di sekitar habitat gajah, menghormati mamalia darat terbesar di Sumatera ini dengan menyebutnya “datuk”.

Pada saat ini, gajah sumatera semakin terancam, baik oleh perburuan (gading), dibunuh karena dianggap hama perkebunan dan pertanian, hingga hilang dan menurunnya kualitas habitat.

Populasi gajah sumatera  di alam saat ini tidak mencapai 2.000 individu. Mereka hidup dalam sejumlah kantong pada wilayah dataran tinggi hingga dataran rendah (pesisir), mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu.

Salah satu kantong gajah di Sumatra Selatan berada di Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yakni kantong Sugihan-Simpang Heran. Koridornya melalui kawasan konsesi PT. KEN Kerawang Ekawana Nugraha], PT. SBA [Sebangun Bumi Andalas], PT. BAP [Bumi Andalas Permai], hingga PT. BMH [Bumi Mekar Hijau].

Tercatat sedikitnya 48 individu gajah liar hidup di kantong Sugihan-Simpang Heran, yang terbagi bagi dalam empat kelompok (keluarga). 

Kantong gajah Sugihan-Simpang Heran bagian dari Lanskap Padang Sugihan, yang terdiri empat kantong gajah liar yakni kantong Cengal, Penyambungan, Sebokor, dan Sugihan-Simpang Heran. Luasnya mencapai 232.338,71 hektar. Sekitar 127 individu gajah liar yang hidup di Lanskap Padang Sugihan.

Kantong gajah Sugihan-Simpang Heran sangat penting bagi masa depan gajah sumatera. Sebab sejak proyek transmigran yang pemerintah lakukan di Air Sugihan pada 1982, sering kali terjadi konflik manusia dengan gajah. Hingga manusia dan gajah mengalami kerugian atau menjadi korban.(vb/adv/*)

8.000 Lebih Peserta  Sambut Antusias Gaya Hidup Berkelanjutan ala Pertamina Eco- RunFest 2022

November 28, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

JAKARTA – Sebanyak 8.000 lebih peserta sambut antusias edukasi gaya hidup berkelanjutan yang diinisiasi Pertamina dalam Pertamina Eco- RunFest 2022.

Gaya hidup berkelanjutan diterapkan Pertamina dalam Pertamina Eco-RunFest yang digelar di Istora Senayan Jakarta, Minggu 27 November 2022 ini antara lain desain material yang eco friendly, responsible waste manajement serta bebas plastik (plasticless). Semuanya benar-benar ramah lingkungan dan bebas emisi.

Pertamina juga memperkenalkan eco market yang mengangkat produk-produk yang memiliki aspek sustainability.

Pelaku UMKM yang terlibat dalam event ini dipilih untuk mendukung konsep sustainable living sehingga produk yang dipasarkan merupakan produk ramah lingkungan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan Pertamina Eco – RunFest 2022 merupakan event tahunan dalam rangka menyambut HUT ke – 65 Pertamina.

“Dua tahun kemarin kita adakan virtual karena pandemi dan sekarang kita mulai lagi tapi dengan konsep berbeda. Ada eco run dan eco fest dengan program-program edukasi untuk masyarakat dan juga melibatkan UMKM,” ujar Nicke ketika melepas peserta Pertamina Eco – RunFest 2022.

Menurut Nicke, animo masyarakat sangat besar sehingga peserta dibatasi sesuai kapasitas dan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan peserta.

Nicke menambahkan, Pertamina Eco – RunFest  merupakan bagian kampanye Pertamina  menghadapi tantangan ke depan yaitu perubahan iklim (climate change).

“Kita mengedukasi masyarakat untuk memulai dari diri sendiri untuk berkontribusi pada penurunan karbon emisi. Kita harus melakukan energi efisiensi dan melakukan konsep me-reuse, me-reduce, me-recycle sampah,” imbuh Nicke.

Dalam event ini, Pertamina pun menyediakan  tempat-tempat sampah dan meminta seluruh peserta untuk membuang sampah di tempatnya karena akan diolah kembali. Sampah basah akan diolah menjadi kompos, sampah plastik akan diolah menjadi barang-barang bernilai konomis seperti casing handphone, pegangan tumbler dan lain sebagainya.

“Jadi memang untuk mengatasi climate change harus dimulai dari diri kita sendiri. Inilah konsepnya yang kita usung hari ini,” tandas Nicke.**

Pengabdian Desa melalui Training Manajemen untuk Daya Tarik Wisata

November 16, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com,  KUKAR — Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan tata kelola potensi dan daya tarik wisata yang ada di Kawasan Bukit Mahoni. Rencananya kawasan bukit mahoni akan dikembangkan menjadi salah destinasi wisata campuran alam dan buatan yang berada di Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Daya tarik wisata yang diunggulkan yaitu hamparan kebun pohon Mahoni yang berjajar rapi, taman bunga pergola, madu kelulut, kebun buah belimbing dan jambu kristal, serta beberapa wisata buatan seperti kolam renang anak-anak, spot foto selfie, gazebo, dan wisata kuliner tradisional.

Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Mentari Bangun Rejo (MBR) memiliki kemampuan untuk menginventarisir potensi-potensi wisata di Kawasan Bukit Mahoni serta kawasan lain di Desa Bangun Rejo.

Kegiatan pengabdian desa ini dipimpin oleh Tauhid Hira,  perwakilan dosen Prodi D3 Pariwisata Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dengan anggota Eman Sukmana perwakilan dosen D4 Usaha Perjalanan Wisata Polnes.

Selain itu turut dibantu  tiga orang mahasiswa yang membantu memfasilitasi anggota Pokdarwis MBR untuk menerima materi tentang tata kelola daya tarik wisata di Kawasan Bukit Mahoni.

“Peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari anggota Pokdarwis MBR dan beberapa pemuda serta masyarakat Desa Bangun Rejo yang sedang melakukan kerja bakti di kawasan taman bunga pergola,” jelas Tauhid Hira.

Dipilihnya Desa Bangun Rejo yang diwakili oleh Pokdarwis MBR memiliki inisiatif yang tinggi untuk mengembangkan Kawasan Bukit Mahoni menjadi destinasi wisata.

Inisiatif tersebut dilakukan melalui penjaringan kerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan di Samarinda, seperti Polnes dan Unmul. Sebelumnya dan sampai saat ini Unmul masih aktif mendampingi Bangun Rejo dalam pengembangan produksi madu Kelulut.

Sedangkan Polnes diberikan arahan untuk membantu dalam pengembangan pariwisata di Kawasan Bukit Mahoni. Setelah dilakukan survey secara langsung di lokasi, tim dosen Jurusan Pariwisata Polnes melihat adanya potensi wisata yang dapat dikembangkan di Bangun Rejo khususnya di Kawasan Bukit Mahoni.

Kemudian langkah-langkah persiapan sampai pelaksanaan pengabdian desa mulai dirancang dan terlaksana pada hari Sabtu tanggal 12 November 2022. Sehingga, dapat memudahkan akademisi dalam merancang dan memperbaharui masterplan Kawasan Wisata Bukit Mahoni.

Manajemen yang didiskusikan bersama anggota Pokdarwis MBR berkaitan erat dengan fungsi utama manajemen, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.

“Saat ini, kesiapan Desa Bangun Rejo, khususnya Pokdarwis MBR dan Kelompok Madu Kelulut telah menyatakan kesiapannya menuju launching Kawasan Wisata Bukit Mahoni sebesar 70 persen,” jelas Tauhid Hira.

Sementara itu, Perwakilan Pokdarwis MBR dihadiri oleh Roesmanto selaku Wakil Ketua, Dainu F selaku sekretaris, dan Sujianto selaku anggota.

Menurut Dainu, rencana launching Kawasan Wisata Bukit Mahoni yang semula dijadwalkan bulan Desember tahun ini, mundur ke awal Januari karena ada beberapa fasilitas yang belum selesai dan diminta oleh Pemdes Bangun Rejo untuk segera diselesaikan.

Namun Dainu menyatakan bahwa Pokdarwis MBR, Kelompok Madu Kelulut, dan segenap Pemdes Bangun Rejo siap untuk melakukan rapat besar semua stakeholder yang berkaitan untuk meminta saran dan masukan sebelum Kawasan Wisata Bukit Mahoni diluncurkan.

“Oleh karena itu, Dainu menyatakan bahwa kegiatan pengabdian seperti ini sangat berguna bagi dirinya dan Pokdarwis MBR dalam mengembangkan kemampuan tata kelola daya tarik wisata Bukit Mahoni,” ucap Sekretaris Pokdarwis MBR ini.(vb/adv)

 

 

Paviliun Indonesia Hadirkan Direktur Belantara Foundation Paparkan Restorasi Gambut

November 15, 2022 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Paviliun Indonesia hadir selama dua pekan dalam acara Conference of the Parties (COP) ke-27, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mulai 6-18 November 2022 di Mesir.

Vivaborneo.com, Mesir — Paviliun Indonesia hadir selama dua pekan dalam acara Conference of  the Parties (COP)  ke-27, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mulai 6 November 2022 hingga 18 November 2022.

Dalam rilis yang diterima redaksi menyatakan,  Paviliun Indonesia mengusung tema “Stronger Climate Actions Together”  menyuarakan berbagai aksi, strategi, inovasi dan capaian sebagai wujud nyata memimpin aksi iklim mencegah kenaikan suhu global kepada dunia Internasional.

Paviliun Indonesia juga menampilkan kebijakan dan hasil nyata kerja yang telah dilakukan Indonesia, serta membuka jalan bagi ambisi iklim masa depan bersama-sama para pihak.

Pada kesempatan ini, Belantara Foundation diundang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk hadir dan memaparkan program restorasi gambut di lahan Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan pola agroforestri kepada dunia internasional.

Belantara Foundation bersama Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Wono Lestari dan pemangku kepentingan setempat yang didukung oleh KPHP Tanjung Jabung Timur Unit XIV, One Tree Planted dan APP Sinarmas mengembangkan program proteksi dan restorasi lahan gambut melalui agroforestri.

Program ini berada di wilayah perhutanan sosial yaitu hutan kemasyarakatan seluas 93 ha di Desa Jati Mulyo, Provinsi Jambi. Wilayah ini juga berdampingan dan berdekatan dengan Hutan Lindung Gambut Londrang yang merupakan bagian dari salah satu kawasan hidrologi gambut penting di Provinsi Jambi.

Pada tahun 2018, Gapoktanhut Wono Lestari di Desa Jati Mulyo, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi telah memperoleh izin pengelolaan Hutan Kemasyarakatan selama 30 tahun dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Hutan Kemasyarakatan adalah hutan negara yang dikelola masyarakat dengan melalui perhutanan sosial, yang pemanfaatannya ditujukan untuk pemberdayaan masyarakat lokal.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna. mengatakan melalui skema perhutanan sosial, masyarakat lokal di Indonesia dapat memiliki hak untuk mengelola dan memanfaatkan, yang secara bersamaan dapat berkontribusi dalam memulihkan kawasan hutan.

 “Skema ini menawarkan kondisi yang memungkinkan untuk restorasi lahan gambut jangka panjang, tidak hanya selaras dengan agenda global dalam mitigasi iklim tetapi juga mampu mendorong peningkatan sosial ekonomi masyarakat lokal yang berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dolly Priatna.

Dolly Priatna dalam paparannya pada sesi Talk Show & Discussion dengan tema “Mycorrhizas for Carbon Stock Improvement and Livelihood Security to Support Standardization of Sustainable Management Practices and Climate Change Issues” pada Paviliun Indonesia di venue Tonino Lamborghini, Sharm El Sheikh International Congress Center, dalam rangkaian COP 27 di Sharm El-Sheikh, Mesir, Senin (14/11/2022).

Implementasi program ini meliputi penyiapan dan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, penyiapan lebih kurang 31.000 bibit tanaman multi manfaat, nursery dan pondok kerja, lahan siap tanam, serta dukungan monitoring dan evaluasi program.

“Pada awal November 2022 ini, kami mulai penanaman dengan target seluas 30 ha. Penanaman ini dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahap pertama untuk penanaman bibit pinang (Areca catechu), nangka (Artocarpus heterophyllus) dan jengkol (Archidendron pauciflorum).

Sedangkan tahap kedua penanaman jenis kopi liberika (Coffea liberica) dan gaharu (Aquilaria malaccensis) yang akan dilakukan pada 5 bulan berikutnya.

“Ini adalah salah satu bentuk win-win solution, dimana masyarakat mendapatkan manfaat sosial-ekonomi sekaligus memperbaiki lahan gambut yang terdegradasi”, kata Dolly.(vb/*)

 

« Previous PageNext Page »

  • vb