Sumber Sari Cup III Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT– Sebanyak 45 tim dari berbagai daerah Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Sumber Sari ke-62 dibuka di Lapangan Bola Voli Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok,  Selasa (7/7/2026) sore

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat, Suwito menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari. Semoga di usia yang ke-62 ini Kampung Sumber Sari semakin maju, mandiri, sejahtera, dan terus berkembang,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Bupati menegaskan, Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, penguatan sportivitas, serta mempererat persaudaraan antarwarga dan antarkampung. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, penyelenggaraan turnamen juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan ramainya kegiatan.

“Saya berharap turnamen ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda olahraga tahunan di Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta saling menghormati selama pertandingan berlangsung.

“Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persatuan dan silaturahmi, karena kemenangan sejati adalah kebersamaan yang tetap terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III memiliki tujuan yang sama dengan pelaksanaan turnamen pada tahun-tahun sebelumnya, yakni memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, khususnya bola voli.

Menurutnya, turnamen ini juga menjadi salah satu upaya mengajak anak-anak dan remaja agar lebih aktif berolahraga serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

“Kami ingin memfasilitasi anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang bola voli. Dengan adanya kegiatan ini mereka memiliki wadah untuk berlatih, berkompetisi, menjaga kesehatan, sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas yang kurang produktif seperti terlalu banyak bermain handphone,” ujar Paino.

Ia menambahkan, olahraga juga dapat menjadi peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk bagi mereka yang putus sekolah namun memiliki kemampuan di bidang olahraga.

“Tidak menutup kemungkinan, jika mereka terus berlatih dan berprestasi, olahraga bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Banyak atlet profesional yang mampu mengharumkan daerah sekaligus memperoleh penghasilan dari prestasi yang diraih,” katanya.

Sebanyak 45 tim ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026 yang akan berlangsung selama beberapa pekan. Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kutai Barat di berbagai kejuaraan, sekaligus memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pembangunan masyarakat melalui olahraga.(Ars/Adv-DiskominfoKubar)

DPRD Samarinda Siapkan Pengawasan Ketat terhadap Program Infrastruktur

July 10, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempertahankan seluruh usulan program pembangunan Tahun Anggaran 2027 sesuai data yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Langkah tersebut dinilai penting agar pembahasan anggaran tidak diwarnai perubahan terhadap program yang telah direncanakan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya telah mengingatkan jajaran Dinas PUPR agar tetap berpegang pada daftar usulan yang telah dimasukkan ke SIPD saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami sudah mengingatkan Plt Kepala Dinas PUPR agar seluruh program yang telah diusulkan tetap menjadi dasar ketika dibahas bersama TAPD. Harapannya, tidak ada perubahan ataupun penyimpangan dari daftar kegiatan yang sudah tercatat di SIPD,” kata Deni, Kamis (9/7/26).

Menurutnya, SIPD menjadi instrumen penting agar memastikan setiap program pembangunan memiliki dasar perencanaan yang jelas sebelum masuk ke tahap penyusunan anggaran.

Ia menjelaskan, seluruh usulan yang telah terdokumentasi pada sistem tersebut akan memudahkan proses pengawasan sekaligus menyelaraskan pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Data yang sudah masuk ke SIPD harus menjadi acuan. Dengan begitu, semua usulan terdokumentasi dengan baik sehingga proses pengawasan maupun sinkronisasi antara DPRD dan pemerintah daerah bisa berjalan lebih mudah,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan SIPD juga berperan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan perubahan program yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pembangunan.

“Ketika nantinya anggaran tersedia, program-program prioritas diharapkan tetap sesuai dengan usulan awal. Dari situ kita dapat menilai seberapa efektif proses perencanaan anggaran Tahun 2027,” tegasnya.

Dirinya memastikan akan terus mengawal proses penyusunan APBD 2027, khususnya terhadap program pembangunan infrastruktur yang diusulkan Dinas PUPR. Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat serta tetap mengacu pada dokumen perencanaan yang telah disepakati. (yud/adv)

BAZNAS Diminta Perkuat Tata Kelola Zakat di Kubar

July 9, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Pemkab Kutai Barat (Kubar) menegaskan zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengelolaan zakat harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel serta sesuai dengan syariat Islam dan ketentuan perundang-undangan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar Frederick Edwin melalui Asisten 2 Sekkab Ali Sadikin, pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat oleh BAZNAS Kaltim, di Ruang Rapat Diklat Lantai 3, Kantor Bupati Kubar, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan itu dihadiri, Kepala Dinsosl Adolfus Edhardus Pontus, Kabag Kesrasos Suwila Erpina, perwakilan Bappedalitbang, Wakil Ketua 1 BAZNAS Kaltim Miswan Thahadi, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kaltim Abdurrahman AR, serta jajaran BAZNAS Kubar yakni Wakil Ketua 1 Syaprudin Kusasih, Wakil Ketua 2 Amirin dan Wakil Ketua 3 Sukawi.

Ali Sadikin mengatakan, Pemkab Kubar menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut karena bukan sekadar bentuk pengawasan, melainkan menjadi ruang pembinaan, pembelajaran, sekaligus evaluasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja BAZNAS.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat tata kelola zakat sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Pemkab juga meminta BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam mengoptimalkan penghimpunan zakat, infak dan sedekah (ZIS), baik dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), sektor swasta, maupun masyarakat umum. Di sisi lain, penyaluran dana tersebut harus tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan para penerima manfaat.

Selain itu, Ali menekankan pentingnya penerapan prinsip good governance melalui perbaikan administrasi, pelaporan keuangan, dan peningkatan efisiensi program kerja.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan aset terbesar yang harus dijaga BAZNAS.

Ia juga mengingatkan agar seluruh program BAZNAS berjalan seiring dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam memperkuat jaring pengaman sosial, menekan angka kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Kubar mengikuti proses evaluasi ini secara terbuka. Sampaikan seluruh data dan kendala yang dihadapi agar menjadi bahan perbaikan ke depan, khususnya dalam penyusunan laporan tahun 2026,”katanya.

Ali turut menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pendampingan yang selama ini diberikan kepada Kabupaten Kubar. Ia berharap sinergi tersebut semakin memperkuat tata kelola zakat di daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua 2 BAZNAS Kaltim Abdurrahman AR menegaskan bahwa BAZNAS tidak hanya menjalankan fungsi penghimpunan zakat sebagai kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, dana zakat diperuntukkan bagi mustahik sesuai ketentuan syariat. Sedangkan dana infak, sedekah, dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), hingga dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga non-Muslim.

Ia mencontohkan pelaksanaan khitanan massal di Kubar yang diikuti sekitar 100 anak, di mana sekitar 10 peserta berasal dari kalangan non-Muslim. Program tersebut menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan dan semangat persaudaraan tetap menjadi landasan dalam berbagai kegiatan sosial BAZNAS.

Abdurrahman juga mendorong penguatan koordinasi antara BAZNAS dan pemerintah daerah, terutama dalam mengoptimalkan potensi dana CSR perusahaan. Menurutnya, Kubar memiliki banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan yang berpotensi besar mendukung berbagai program sosial.

Karena itu, BAZNAS berharap Pemkab Kubar dapat memfasilitasi komunikasi dengan dunia usaha melalui forum CSR maupun pertemuan bersama perusahaan sehingga penghimpunan dana sosial dapat semakin optimal.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peningkatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai indikator untuk mengukur kinerja BAZNAS di setiap daerah, mulai dari aspek tata kelola, penghimpunan, pendistribusian hingga pendayagunaan dana zakat.

“Dana yang dihimpun BAZNAS tidak boleh mengendap. Dana tersebut harus segera disalurkan kepada masyarakat yang berhak melalui berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi,”tegasnya.

Abdurrahman mengajak seluruh pengurus BAZNAS Kutai Barat untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan dunia usaha agar potensi zakat, infak, sedekah serta CSR dapat dimanfaatkan secara maksimal guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kubar. (yan/adv/diskominfo)

Pengelolaan Sampah Jadi Perhatian Pemkab Berau 

July 9, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Persoalan sampah di Kabupaten Berau kini menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Berau. Tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang buruk juga dinilai berpengaruh terhadap kualitas kesehatan masyarakat, termasuk meningkatkan risiko stunting pada anak.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menegaskan, masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran dalam mengelola sampah dengan baik. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan rendahnya perhatian terhadap sanitasi dinilai menjadi tantangan yang harus segera dibenahi.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Menurutnya, lingkungan yang kotor dapat menjadi sumber berbagai penyakit yang berdampak pada tumbuh kembang anak. Karena itu, upaya memperbaiki sistem pengelolaan sampah harus berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Selama ini masyarakat lebih banyak mengaitkan stunting dengan persoalan gizi. Padahal, lingkungan yang bersih dan sanitasi yang baik juga memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anak,” ujarnya. Rabu (08/07/2026)

Muhammad Said mengatakan edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis masyarakat perlu diperkuat hingga ke tingkat kecamatan dan kampung. Warga didorong membiasakan diri memilah, mengelola, dan membuang sampah pada tempatnya agar tercipta lingkungan yang lebih sehat.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah tidak bekerja secara sektoral, tetapi berkolaborasi membangun budaya peduli lingkungan. Pemerintah kampung diharapkan menjadi ujung tombak dalam menggerakkan masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya akan menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kalau lingkungan semakin bersih dan sanitasi semakin baik, kualitas kesehatan masyarakat juga akan meningkat. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang lebih sehat,” tutupnya. (Dy/Ok/Adv)

Berau Matangkan Geosite Jelang Verifikasi Nasional

July 9, 2026 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb – Kabupaten Berau memasuki tahapan penting dalam perjuangan Geopark Sangkulirang- Mangkalihat meraih status Geopark Nasional. Mulai 8 Juli 2026, tim asesor dan observer akan melakukan verifikasi lapangan terhadap sejumlah geosite unggulan yang tersebar di wilayah Berau.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, mengatakan seluruh persiapan telah dimatangkan untuk menyambut kedatangan tim penilai. Visitasi ini menjadi kesempatan menunjukkan kesiapan daerah dalam mengelola kawasan yang memiliki nilai geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

“Seluruh unsur yang terlibat sudah berkoordinasi. Kami ingin memastikan setiap lokasi yang dikunjungi mampu menggambarkan potensi sekaligus komitmen daerah dalam menjaga kawasan geopark,” ujarnya kepada media ini pada Selasa (07/07/2026)

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Selama berada di Berau, tim dijadwalkan mengunjungi sejumlah kawasan di Kecamatan Talisayan, Batu Putih, Biduk-Biduk hingga Biatan. Selain menyaksikan bentang alam, tim juga akan menilai keterlibatan masyarakat serta tata kelola kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Said mengungkapkan, Berau memegang peran strategis dalam kawasan geopark tersebut. Dari total 26 geosite yang diusulkan, sebanyak 15 berada di Kabupaten Berau. Kondisi itu menjadi modal kuat untuk mendukung peningkatan status Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menjadi Geopark Nasional.

Menurutnya, geosite di Berau tidak hanya menyuguhkan kawasan karst dan gua-gua purba, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas daerah. Keraton Sambaliung dan Museum Gunung Tabur turut masuk dalam rangkaian penilaian karena dinilai memiliki keterkaitan dengan sejarah serta perkembangan kawasan.

“Yang dinilai bukan sekadar keindahan alamnya, tetapi bagaimana nilai geologi, budaya, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat berjalan beriringan. Itu yang terus kami siapkan bersama seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

Dia berharap proses verifikasi berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Pengakuan sebagai Geopark Nasional akan menjadi peluang besar untuk memperkuat pelestarian kawasan sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau. (Dy/Ok/Adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb