Jamaah Haji Kubar Tuntaskan Rangkaian Armuzna

May 31, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Empat jamaah haji (Jamhaj) asal Kutai Barat (Kubar) telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Saat ini, para jamaah menunggu keberangkatan menggunakan bus menuju Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah berikutnya, yakni melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kubar melalui Kasubbag TU, Muhammad Rafik, saat dikonfirmasi terkait kondisi Jamhaj Kubar, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Rafik, seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan dapat mengikuti seluruh tahapan ibadah di Armuzna dengan baik.
Setelah menyelesaikan lontar jumrah di Mina, jamaah kini bersiap kembali ke Makkah untuk menunaikan Tawaf Ifadah dan Sai yang merupakan bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.

“Alhamdulillah, jamaah haji asal Kubar telah menyelesaikan rangkaian ibadah di Armuzna dengan lancar. Saat ini mereka masih menunggu jadwal bus menuju Makkah untuk melaksanakan Tawaf Ifadah dan Sai,”ujarnya.

Ia berharap seluruh jamaah tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat aktivitas ibadah yang cukup padat dan cuaca di Arab Saudi yang cukup panas. Dengan kondisi yang prima, jamaah diharapkan dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji hingga kembali ke tanah air.

Pemkab Kubar bersama Kemenhaj Kubar terus memantau perkembangan dan kondisi jamaah selama berada di Tanah Suci. Keluarga jamaah di Kubar juga diharapkan tidak khawatir karena hingga saat ini seluruh jamaah dalam keadaan baik dan tetap mendapatkan pendampingan dari petugas haji.

Setelah menyelesaikan Tawaf Ifadah dan Sai, jamaah akan melanjutkan ibadah serta menunggu jadwal kepulangan sesuai dengan kloter masing-masing. Pemerintah dan masyarakat Kubar turut mendoakan agar seluruh jamaah memperoleh haji yang mabrur dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat serta selamat. (adv/kominfo)

Bupati dan Forkopimda Sambut Kedatangan Tim BNPB Pusat

May 31, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menyambut kedatangan rombongan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Bandara Melalan, Sendawar, Sabtu (30/5) siang jam 14.00 Wita.

Kedatangan tim BNPB tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk meninjau secara langsung kondisi banjir yang hingga saat ini masih menggenangi sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat, khususnya Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu.

Rombongan BNPB yang datang ke Kutai Barat terdiri dari Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB Brigjen TNI Djohan, Analis Kebencanaan Ahli Madya Erlangga, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Amansyah, serta Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama Martautan.

Bupati Frederick Edwin mengatakan, kunjungan tim BNPB pusat merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi masyarakat yang terdampak banjir di Kutai Barat. Melalui kunjungan ini, BNPB dapat melihat secara langsung situasi di lapangan sekaligus melakukan koordinasi terkait langkah-langkah penanganan yang diperlukan.

“Tujuan kedatangan rombongan BNPB ke Kutai Barat adalah untuk melihat kondisi terkini banjir yang masih menggenangi sejumlah wilayah, khususnya di Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu,” ujar Bupati.

Penyambutan berlangsung di Bandara Melalan dengan suasana hangat dan penuh keakraban. Turut hadir mendampingi Bupati dalam penyambutan tersebut Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani, Penjabat Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Kapolres Kutai Barat AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912/KBR Letkol Inf Doni Fransisco, Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat Yudianto Rihartono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

Setelah tiba di Bandara Melalan, rombongan BNPB bersama Bupati dan Forkopimda beristirahat sejenak di ruang VIP bandara sambil menikmati kopi dan makanan ringan.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melakukan koordinasi awal terkait agenda peninjauan lapangan.
Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara Pahu, guna melihat secara langsung dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat. Peninjauan ini diharapkan dapat menjad dasar dalam menentukan langkah-langkah penanganan, bantuan, dan upaya percepatan pemulihan bagi warga terdampak.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai pihak terkait dalam upaya penanggulangan bencana banjir dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
(adv/kominfo)

BNPB Pusat Tinjau Lokasi Banjir di Muara Beloan

May 31, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menerima kunjungan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat dalam rangka meninjau langsung kondisi banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Barat, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Djohan, yang bersama rombongan meninjau dampak banjir sekaligus menyerahkan bantuan bagi masyarakat terdampak.

Djohan mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi banjir yang telah berlangsung hampir sepekan di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Selain melakukan pemantauan lapangan, BNPB juga membawa bantuan logistik dari pemerintah pusat yang akan diserahkan secara simbolis di Kantor Bupati Kutai Barat.

“Kami datang untuk mengecek sejauh mana kondisi bencana banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kutai Barat. Kejadian ini sudah berlangsung hampir satu minggu. Kami juga membawa bantuan dari pemerintah pusat berupa sembako dan selimut yang nantinya diserahkan secara simbolis di Kantor Bupati,” ujar Djohan.

Ia menambahkan, apabila kebutuhan bantuan di lapangan masih memerlukan penambahan, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dapat segera menyampaikan usulan kepada BNPB untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, kondisi air di sejumlah lokasi terdampak mulai menunjukkan penurunan, namun masyarakat tetap diminta waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

“Alhamdulillah, air sudah mulai surut. Hasil kunjungan ini akan kami laporkan kepada pimpinan di pusat. Cuaca yang berubah-ubah harus terus diwaspadai karena berpotensi menyebabkan kenaikan debit air kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB serta Pemerintah Pusat atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak banjir di Kutai Barat. Selain bantuan logistik, Bupati juga berharap adanya dukungan sarana penanggulangan bencana berupa perahu yang dapat digunakan masyarakat saat terjadi banjir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian dari BNPB. Ke depan kami berharap ada bantuan perahu untuk masyarakat, khususnya wilayah-wilayah yang kerap mengalami banjir dan membutuhkan akses transportasi saat kondisi darurat,” ungkap Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Muara Pahu Maulidin Said menjelaskan bahwa ketinggian air saat puncak banjir mencapai sekitar satu meter di atas jalan semenisasi. Sementara jika diukur dari permukaan sungai, tinggim muka air mencapai tiga hingga empat meter.

“Ketinggian banjir saat puncaknya sekitar satu meter dari jalan semenisasi, sedangkan dari permukaan sungai mencapai tiga sampai empat meter,” jelasnya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Muara Beloan, Rudy Suhartono, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan masyarakat. Menurutnya, Kampung Muara Beloan merupakan wilayah yang berada di antara dua aliran sungai sehingga hampir setiap tahun menghadapi ancaman banjir.

Ia berharap adanya pembangunan lahan atau kawasan yang lebih tinggi untuk kebutuhan pemakaman warga. Selama ini, kondisi banjir sering menyulitkan proses pemakaman ketika ada warga yang meninggal dunia.

Selain itu, masyarakat juga membutuhkan tenda pengungsian yang memadai untuk menghadapi bencana serupa di masa mendatang.

“Kampung Muara Beloan diapit oleh dua sungai sehingga sangat rentan terhadap banjir. Kami berharap ada pembangunan lahan yang lebih tinggi untuk lokasi pemakaman karena ketika banjir terjadi sering mengalami kesulitan. Kami juga berharap adanya bantuan tenda untuk pengungsian masyarakat,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, hingga Sabtu (30/5/2026), banjir masih merendam pemukiman warga di Kampung Muara Beloan. Sebanyak 114 rumah masih terdampak genangan air. Selain itu, terdapat 22 rumah yang dihuni oleh 31 kepala keluarga atau sekitar 75 jiwa yang menjadi korban terdampak langsung akibat banjir yang masih menggenangi lantai dasar rumah mereka.

Kondisi tersebut memaksa sebagian warga membuat lantai panggung sementara di dalam rumah untuk tetap dapat beraktivitas. Aktivitas masyarakat pun masih lumpuh total karena akses jalan utama menuju kampung masih terendam dengan ketinggian air berkisar antara dua hingga tiga meter.

Meski tinggi muka air mulai menunjukkan penurunan sekitar 45 sentimeter, ancaman banjir masih membayangi warga. Curah hujan yang masih sering terjadi berpotensi meningkatkan kembali volume air. Selain itu, kondisi dua danau besar serta lima danau kecil di kawasan tersebut yang telah penuh air menyebabkan genangan sulit surut dengan cepat.

Letak pemukiman warga yang berada di kawasan cekungan semakin memperbesar risiko banjir bertahan lebih lama. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat bersama BNPB dan pihak terkait terus melakukan pemantauan serta menyiapkan langkah-langkah penanganan guna memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.(adv/Diskominfo)

Kampus PSDKU Unmul Segera Hadir di Paser

May 29, 2026 by  
Filed under Paser

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser bergerak cepat memperluas akses pendidikan tinggi demi melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul hingga ke pelosok desa.

Langkah nyata dilakukan lewat pertemuan intensif dengan Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul), guna mewujudkan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Paser.

Pertemuan antara Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari dengan Rektor Unmul Abdunnur, berlangsung di ruang rektorat Kampus Unmul, Selasa (26/05/2026).

Sebagai persiapan matang, Pemkab Paser telah menyiapkan lahan seluas 8 hektar di kilometer 12 Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, lengkap dengan gedung bertingkat tiga yang siap pakai.

“Kehadiran kampus ini menjadi pilar penting kesuksesan program Satu Desa Satu Sarjana. Agar peningkatan mutu pendidikan di Paser segera terwujud,” kata Ikhwan.

Abdunnur mengungkapkan, Paser memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor pendidikan guna meningkatkan kualitas SDM. Sebab berdekatan dengan Ibukota Nusantara (IKN).

“Ummul siap mendukung keinginan Pemkab Paser untuk mewujudkan PSDKU,” ucap Abdunnur.

Selanjutnya, tinggal menyelesaikan hal teknis agar bisa beroperasi tahun depan. Langkah utamanya, berupa penyerahan hibah lahan dan bangunan dari Pemkab Paser ke Unmul.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Paser Romif Erwinadi menuturkan, pemilihan jurusan akan disesuaikan dengan minat siswa dan kebutuhan nyata daerah.

Bidang studi yang berpotensi besar dibuka antara lain perikanan dan kelautan, pendidikan, kehutanan, serta jurusan kesehatan seperti keperawatan dan kebidanan.

Meski demikian, Pemkab Paser tidak membatasi peluang pemuda-pemudi Paser untuk kuliah di luar daerah. Bahkan, dukungan dan motivasi tetap diberikan bagi mereka yang memilih merantau.

“Kami motivasi generasi muda untuk berkuliah di luar daerah. Agar bisa memperluas wawasan, jejaring, dan pengalaman hidup. Menjadi bekal berharga saat pulang membangun kampung halaman,” imbuhnya.

Saat ini, Pemkab Paser menyediakan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa yang kuliah di luar daerah. Bantuan ini diprioritaskan bagi keluarga yang masuk kategori desil satu dan dua, atau kelompok masyarakat kurang mampu.

Melalui sinergi antara kehadiran PSDKU Unmul, program Satu Desa Satu Sarjana, serta bantuan biaya yang tepat sasaran, Pemkab Paser optimis generasi muda untuk meraih gelar sarjana dan membangun desanya masing-masing. (adv)

Lapas Bontang Panen Melon Honeydew

May 26, 2026 by  
Filed under Bontang

Bontang — Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bontang mengelar panen melon honeydew hasil budidaya hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Selasa (26/5/2026).

Dalam capaian hasil itu, Lapas Bontang berhasil memanen 120 kilogram melon honeydew yang dibudidayakan di dalam greenhouse menggunakan sistem hidroponik modern. Hasil ini, merupakan program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus dukungan terhadap program ketahanan pangan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bontang, Suranto, menyampaikan budidaya melon hidroponik menjadi salah satu inovasi pembinaan yang terus dikembangkan guna memberikan keterampilan produktif kepada warga binaan.

“Melalui program ini, warga binaan diberikan pembinaan dan keterampilan di bidang pertanian modern yang diharapkan dapat menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat,” ujar Suranto.

Selain sebagai sarana pembinaan kemandirian, budidaya melon hidroponik juga menjadi media edukasi pertanian modern yang efektif dan produktif di lingkungan pemasyarakatan.

“Lapas Bontang akan terus melakukan pengembangan dan evaluasi guna meningkatkan hasil produksi serta memperkuat program pembinaan berbasis kemandirian dan ketahanan pangan,” ujarnya.

« Previous PageNext Page »

  • vb