Guru Harus Siap Hadapi Era Digital dan AI

June 24, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR-Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Karena itu, guru dan kepala sekolah dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wabup Kutai Barat (Kubar) Nanang Adriani saat membuka Pelatihan Sekolah Idaman Bagi Kepala Sekolah dan Guru Jenjang SD Tahun 2026, di LAN Provinsi Kaltim, Jalan H.M. Ardans, Samarinda, Senin (22/6/2026).

Menurut Nanang Adriani, pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan. Guru dan kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui pelatihan ini diharapkan lahir berbagai inovasi dan perubahan positif dalam pengelolaan sekolah sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, inovatif, dan inspiratif sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini,”ujarnya.

Nanang menegaskan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru maupun kepala sekolah harus terus dilakukan agar mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kurikulum, dan metode pembelajaran yang terus berkembang.

Selain meningkatkan kompetensi, pelatihan ini juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan para kepala sekolah dan guru. Menurutnya, seorang pendidik tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dalam lingkungan sekolah.

“Kepala sekolah dan guru harus memiliki kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta pengambilan keputusan yang baik untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini,”katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menciptakan sekolah yang inklusif, inovatif, dan inspiratif. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, menyenangkan, dan ramah bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang sosial, budaya, agama, maupun kemampuan mereka.

Menurutnya, lingkungan belajar yang positif akan membantu peserta didik berkembang secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.

Terkait perkembangan teknologi, ia mengingatkan bahwa kehadiran AI dan teknologi digital harus dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman.

 

“Pemanfaatan teknologi dan AI harus diimbangi dengan penguatan karakter, literasi digital, etika, serta kemampuan berpikir kritis peserta didik agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan,” tegasnya.

Nanang menyebut pelatihan tersebut sejalan dengan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui transformasi pendidikan yang berkualitas dan merata.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat. Menurutnya, pendidikan yang maju hanya dapat terwujud apabila para pendidiknya terus meningkatkan kapasitas diri dan terbuka terhadap berbagai inovasi pembelajaran. (yan/adv/diskominfo)

BBPJN Kaltim Uji Mutu Aspal di Ruas Gunung Tabur–Usiran Tanjung Batu

June 24, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Proses trial mix atau uji campuran aspal pada ruas Gunung Tabur–Usiran Tanjung Batu oleh BBPJN Kaltim.(FOTO: BBPJN Kaltim)

SAMARINDA – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur terus memperketat pengawasan kualitas pekerjaan jalan nasional. Salah satu langkah yang dilakukan yakni melaksanakan trial mix atau uji campuran aspal pada ruas Gunung Tabur–Usiran Tanjung Batu untuk memastikan material yang digunakan memenuhi spesifikasi teknis.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pekerjaan penghamparan dilakukan secara penuh. Melalui trial mix, komposisi campuran aspal dan agregat diuji guna menghasilkan perkerasan jalan yang memiliki daya tahan optimal terhadap beban lalu lintas maupun pengaruh cuaca.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.7 BBPJN Kalimantan Timur, Puput Setya Nugroho, mengatakan pengujian campuran aspal dilakukan sebagai bentuk pengendalian mutu agar kualitas pekerjaan sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Pelaksanaan trial mix di ruas Gunung Tabur–Usiran Tanjung Batu dilakukan untuk memastikan mutu campuran aspal yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis. Dengan demikian, kualitas hasil pekerjaan dapat terjaga dan memberikan umur layanan jalan yang lebih baik,” ujar Puput.

Dikatakan, seluruh material yang akan digunakan harus melalui tahapan pengujian terlebih dahulu, mulai dari proporsi agregat hingga kadar aspal yang tepat. Hasil dari trial mix nantinya menjadi acuan dalam proses produksi campuran aspal secara massal.

Puput menegaskan, kualitas konstruksi jalan menjadi perhatian utama Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBPJN Kaltim. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara cermat dan mengacu pada standar teknis yang berlaku.

“Kami ingin memastikan material yang dihampar benar-benar sesuai dengan desain dan spesifikasi. Pengendalian mutu dilakukan sejak proses produksi hingga pelaksanaan di lapangan agar jalan yang dibangun aman, nyaman, dan memiliki ketahanan yang optimal,” katanya.

Ruas Gunung Tabur–Usiran Tanjung Batu sendiri merupakan salah satu jalur penting yang mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Berau. Dengan pengawasan mutu yang ketat, diharapkan infrastruktur jalan yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengguna jalan dan mendukung kelancaran distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.(*)

Pemkab Berau Genjot Layanan Publik Serba Cepat

June 23, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Pola kerja lama yang membuat setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berjalan sendiri dengan sistem dan aplikasi masing-masing kini diminta untuk ditinggalkan.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said

Sebagai gantinya, seluruh perangkat daerah didorong untuk menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) secara menyeluruh guna membangun ekosistem layanan publik yang terintegrasi, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said menegaskan transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menjawab tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan cepat, mudah, dan transparan.

“Nantinya tidak boleh lagi ada perangkat daerah yang bekerja sendiri-sendiri. Semua harus terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa lebih cepat, tepat, dan efisien,” tegas Muhammad Said saat membuka Sosialisasi SPBE yang digelar Diskominfo Berau, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan digitalisasi pemerintahan tidak diukur dari banyaknya aplikasi yang dibuat oleh masing-masing instansi. Terpenting adalah terciptanya interoperabilitas, yakni kemampuan sistem dan data antar instansi untuk saling terhubung dan berbagi informasi secara efektif.

Dengan integrasi tersebut, berbagai proses birokrasi yang selama ini dianggap berbelit dapat dipangkas. Selain mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan, sistem yang terhubung juga akan membantu pemerintah daerah dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat berbasis data yang valid.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Pemerintah harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan publik semakin berkualitas,” ujarnya.

Langkah percepatan SPBE ini juga menjadi fondasi penting bagi Kabupaten Berau dalam mewujudkan konsep smart city atau kota cerdas. Melalui sistem pemerintahan yang terintegrasi, transparan, dan akuntabel, Pemkab Berau berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Transformasi digital yang kini tengah digenjot menjadi sinyal kuat bahwa Berau siap meninggalkan pola kerja sektoral menuju tata kelola pemerintahan modern yang mengedepankan kolaborasi, efisiensi, dan pelayanan prima bagi masyarakat. (Dy/Ok/Adv)

RSUD dr Abdul Rivai Kekurangan Ruang Cuci Darah

June 22, 2026 by  
Filed under Berau

RSUD dr Abdul Rivai

Tanjung Redeb – Bagi sebagian orang, rumah sakit adalah tempat paling aman untuk bersandar saat tubuh digerogoti penyakit. Namun, bagi sedikitnya 58 warga Kabupaten Berau penderita gagal ginjal, rumah sakit justru menjadi tempat yang teramat jauh. Demi menyambung nyawa, setiap minggu mereka harus mengemasi tas, pamit pada keluarga, dan menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju Tarakan, Balikpapan, atau Samarinda.

Ironisnya, kepergian mereka bukan karena Berau tidak memiliki dokter ahli, bukan pula karena daerah ini kekurangan mesin cuci darah. Mereka terpaksa harus ke kota lain hanya karena ruang pelayanan di RSUD dr Abdul Rivai tak lagi mampu menampung pasien.

Kondisi dilematis ini diakui Wakil Bupati Berau, Gamalis. Ia menyebut, lonjakan jumlah pasien gagal ginjal yang membutuhkan terapi seumur hidup kini berjalan lebih cepat ketimbang kesiapan fasilitas ruangan di rumah sakit daerah.

“Masalahnya bukan pada alat atau tenaga kesehatan. Semuanya sudah tersedia. Yang menjadi kendala adalah ruang pelayanan yang belum memadai untuk penambahan unit layanan,” ujar Gamalis dengan nada prihatin, Minggu (21/6/2026).

Saat ini, ruang hemodialisa di RSUD dr Abdul Rivai penuh sesak. Dengan hanya mengandalkan delapan tempat tidur, fasilitas tersebut harus melayani pasien rutin yang wajib melakukan cuci darah dua kali dalam seminggu. Bagi pasien baru yang terus berdatangan, pintu pelayanan hampir selalu tertutup karena jadwal yang tak pernah lengang.

Dampaknya, puluhan warga Berau harus menjalani takdir pengobatan di luar daerah. Di perantauan, mereka tidak hanya bertaruh nyawa melawan penyakit, tetapi juga harus bertahan dari himpitan ekonomi.

Biaya transportasi, sewa kamar kos di dekat rumah sakit, hingga biaya hidup sehari-hari di luar kota menjadi beban berlapis yang harus ditanggung. Saat kondisi fisik sedang lemah, mereka harus menguras batin karena  kehilangan waktu bersama keluarga di rumah.

Kepiluan ini terasa semakin menyengat ketika mengetahui di RSUD dr Abdul Rivai, sebenarnya ada lima mesin cuci darah tambahan yang siap beroperasi. Humas RSUD dr Abdul Rivai, Dani Apriat Maja, mengungkapkan, mesin-mesin tersebut kini hanya bisa terdiam di sudut ruangan.

Mesin itu belum boleh menyala karena terbentur aturan ketat BPJS Kesehatan mengenai standardisasi luas ruangan dan jarak aman antar-alat kesehatan. Sebuah aturan yang di satu sisi demi keselamatan pasien, namun di sisi lain terasa begitu menjegal di tengah situasi darurat ini.

“Kalau ruangannya memungkinkan, kapasitas layanan bisa langsung ditambah. Mesin sudah ada dan siap digunakan,” tutur Dani, menyiratkan kepasrahan sekaligus harapan.

Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah berkejaran dengan waktu untuk mencari jalan keluar. Langkah-langkah darurat mulai dikebut. Pemkab berencana mengoptimalkan Gedung Walet untuk merelokasi beberapa layanan lain, agar ruangannya bisa dialihkan untuk pasien cuci darah. Tak hanya itu, bangunan IGD lama pun kini sedang dikaji agar bisa segera disulap menjadi ruang hemodialisa tambahan.

Ikhtiar ini bukan sekadar tentang memperluas bangunan fisik, melainkan tentang menjemput kembali puluhan warga Berau yang saat ini sedang berjuang sendirian di kota orang. Pemerintah daerah menargetkan, dalam waktu dekat, tidak ada lagi warga Berau yang harus meneteskan air mata di jalanan trans-Kalimantan hanya untuk menyambung nyawa.

“Harapan kami, masyarakat yang saat ini masih cuci darah di luar daerah bisa segera kembali mendapatkan pelayanan di Berau. Lebih dekat dengan keluarga, berobat dengan tenang, dan tanpa harus menanggung beban tambahan yang menjepit hidup mereka,” pungkas Gamalis. (*)

PT PAMA Sharing Knowledge di SMKN 2  Sendawar

June 22, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Salah satu program kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pamapersada Nusantara yaitu, kegiatan karyawan mengajar yang dilaksanakan di SMKN 2 Sendawar, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kamis (11/6)/2026).

Kegiatan tersebut adalah, karyawan mengajar di SMKN 2 dengan agenda Sharing Knowledge atau berbagi pengetahuan dalam menghadapi dunia kerja. Hal ini disampaikan oleh CSR officer, Michael Elyfas Kaulengu, kepada siswa dan siswi SMKN 2 kelas XI yang diikuti 112 siswa.

Michael mengatakan, kegiatan karyawan mengajar  dalam menghadapi dunia kerja bertujuan, membekali peserta dengan wawasan, dan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.

Ia menyebut, siswa mendapatkan materi mengenai persiapan melamar kerja di era digital, membangun personal branding dalam menembus perekrutan modern, serta etika dan etos kerja. Melalui sesi interaktif yang disampaikan narasumber yang berpengalaman, para peserta diajak memahami pentingnya mempersiapkan diri sejak dini. Mulai dari penyusunan profil profesional, pemanfaatan platform digital untuk mencari peluang kerja, hingga membangun citra diri yang positif dilingkungan profesional.

Ia menuturkan, siswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya etika dan etos kerja, sebagai fondasi dalam membangun karir yang sukses. Materi ini diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan sikap profesional, disiplin, tanggungjawab serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.

“Melalui kegiatan ini kami dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan SMK, sehingga lebih siap menghadapi proses rekruitmen dan tuntutan dunia kerja dimasa mendatang,”bebernya. (arf).

« Previous PageNext Page »

  • vb