Wabup Berau Bidik Potensi Baru di Gusung Senggalau

July 11, 2026 by  
Filed under Berau

‎‎Tanjung Redeb – Wisata Gusung Senggalau di Pulau Derawan dinilai memiliki potensi baru untuk dikembangkan sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Berau. ‎Selama ini kawasan tersebut dikenal dengan hamparan pasir putih yang menjadi favorit wisatawan untuk menikmati panorama laut dan berswafoto.

‎‎Namun, aktivitas penangkapan ikan bersama nelayan setempat kini dinilai dapat menjadi atraksi wisata baru yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung.

‎‎Ide tersebut muncul setelah Wakil Bupati Berau, Gamalis menyaksikan aktivitas nelayan saat berada di Gusung Senggalau. Di waktu yang sama, sejumlah wisatawan yang tengah berkunjung justru antusias menyaksikan hingga ikut membantu proses penangkapan ikan menggunakan jala.

‎‎Menurutnya, respons wisatawan menunjukkan bahwa pengalaman berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat pesisir memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, wisatawan dari luar daerah rela menunggu momen penangkapan ikan untuk ikut merasakan pengalaman tersebut.

‎‎“Kemarin ada wisatawan dari Jakarta dan Surabaya yang ikut menangkap ikan bersama nelayan. Mereka ternyata memang menunggu kegiatan itu. Artinya ini bisa menjadi atraksi wisata baru yang menarik,” ujar Gamalis. Minggu (05/07/2026)

‎‎Ia mengungkapkan, pengembangan wisata di Gusung Senggalau tidak harus dilakukan dengan membangun berbagai fasilitas permanen. Justru keaslian hamparan pasir putih dan panorama laut yang menjadi ciri khas kawasan itu harus tetap dipertahankan.

‎‎Menurutnya, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah dukungan terhadap masyarakat nelayan agar aktivitas tersebut dapat berlangsung lebih baik. Salah satunya melalui penyediaan perlengkapan seperti jala, pelampung, dan pemberat yang masih menjadi kebutuhan nelayan setempat.

‎‎Dengan dukungan tersebut, aktivitas menangkap ikan tidak hanya menjadi mata pencaharian masyarakat, tetapi juga dapat dikemas sebagai pengalaman wisata yang memberikan nilai ekonomi tambahan bagi warga sekitar.

‎‎“Kalau bisa tetap dijaga seperti sekarang, tanpa banyak bangunan. Wisatawan datang untuk menikmati alamnya sekaligus merasakan pengalaman menangkap ikan bersama nelayan. Itu justru menjadi nilai jualnya,” katanya.

‎‎Gamalis optimistis konsep wisata berbasis pengalaman atau experience tourism tersebut dapat menjadi pelengkap destinasi unggulan di Pulau Derawan.

‎‎Selain menawarkan keindahan alam, Gusung Senggalau juga dinilai mampu menghadirkan pengalaman autentik yang sulit ditemukan di destinasi wisata lain, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat pesisir. (Adv)

Realisasi Anggaran Dishub Samarinda Masih Rendah

July 11, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti masih rendahnya realisasi anggaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda pada pertengahan Tahun Anggaran 2026. Hingga akhir semester pertama, serapan anggaran maupun pelaksanaan fisik program baru berada di kisaran 30 persen dari total pagu yang telah dialokasikan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan Berdasarkan pemaparan Dishub, total anggaran yang dikelola pada 2026 mencapai lebih dari Rp79 miliar. Namun hingga pertengahan tahun, realisasi keuangan maupun fisik masih berada di kisaran sepertiga dari total anggaran tersebut.

Deni Hakim Anwar

“Dari anggaran sekitar Rp79 miliar, realisasi fisik dan keuangan saat ini baru berada di kisaran 30 persen,” katanya, Jumat (10/7/26).

Ia memperkirakan nilai anggaran yang telah terserap hingga saat ini sekitar Rp29 miliar. Menurutnya, rendahnya realisasi tersebut disebabkan sebagian besar anggaran yang telah digunakan masih didominasi belanja rutin operasional.

“Jika dihitung dari persentasenya, anggaran yang sudah terserap kurang lebih sekitar Rp29 miliar. Sebagian besar penggunaannya masih untuk kegiatan operasional yang bersifat rutin,” jelasnya.

Sejumlah proyek fisik di sektor perhubungan belum dapat berjalan sesuai jadwal karena masih terkendala penyesuaian administrasi, khususnya perubahan lokasi pekerjaan.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyesuaian titik pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang berasal dari usulan Bantuan Keuangan (Bankeu) maupun Pokok Pikiran (Pokir) DPRD.

“Program fisik diperkirakan baru mulai berjalan pada bulan depan karena ada penyesuaian titik lokasi, termasuk untuk pemasangan LPJU yang mengalami perubahan berdasarkan usulan Bankeu maupun Pokir,” ungkapnya.

Akibat proses penyesuaian tersebut, sejumlah pekerjaan fisik belum dapat dilaksanakan hingga akhir Juni 2026. Meski demikian, ia berharap pelaksanaan proyek dapat dipercepat sehingga realisasi anggaran meningkat pada semester kedua.

Dirinya juga menegaskan akan terus mengawasi pelaksanaan program Dishub agar seluruh kegiatan yang telah dianggarkan dapat direalisasikan sesuai target serta memberikan manfaat bagi masyarakat. (yud/adv)

Komisi III DPRD Samarinda Sarankan Jangan Hanya Fokus Parkir Berlangganan

July 11, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak hanya berfokus pada penerapan program parkir berlangganan, tetapi juga mempercepat penyediaan transportasi massal sebagai solusi jangka panjang agar mengatasi kepadatan kendaraan di ibu kota Kalimantan Timur tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan penerapan parkir berlangganan harus didukung kesiapan sistem dan infrastruktur agar tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat.

“Kami mengingatkan Dishub agar seluruh komponen pendukung program parkir berlangganan benar-benar dipersiapkan. Jangan sampai ada bagian yang belum siap sehingga justru memunculkan kebingungan atau keresahan di tengah masyarakat,” ujarnya, Jumat (10/7/26).

Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan secara jelas ruas jalan yang masuk pada skema parkir berlangganan. Selain itu, petugas parkir juga harus dibekali aturan kerja yang jelas agar pelaksanaan di lapangan berjalan seragam.

“Wilayah yang termasuk dalam layanan parkir berlangganan harus dipastikan dengan jelas. Begitu juga dengan petugas parkir, mulai dari tugas, mekanisme kerja hingga standar operasionalnya harus dipahami dan diterapkan secara sama,” katanya.

Ia mengusulkan agar program tersebut diterapkan melalui proyek percontohan sebelum diberlakukan secara luas. Dirinya juga meminta sistem pembayaran dirancang lebih fleksibel sehingga tidak membebani masyarakat.

“Kami berharap ada skema pembayaran yang lebih ringan bagi masyarakat. Jangan langsung menerapkan mekanisme yang terlalu kaku, misalnya mewajibkan pembayaran di awal. Perlu ada formula yang memberi ruang atau relaksasi,” jelasnya.

Selain membahas parkir berlangganan, DPRD turut menyoroti tingginya pertumbuhan kendaraan bermotor di Samarinda. Ia menyebut jumlah kendaraan roda dua dan roda empat saat ini hampir menyamai, bahkan mendekati jumlah penduduk kota.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa kapasitas jalan yang ada tidak lagi mampu mengimbangi pertumbuhan kendaraan pribadi.

“Data yang kami lihat menunjukkan jumlah kendaraan di Samarinda hampir menyamai jumlah penduduk. Kalau semuanya digunakan dalam waktu yang bersamaan, tentu akan muncul persoalan besar, termasuk kebutuhan ruang parkir dan kemacetan,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, ia mendorong Pemkot Samarinda mulai menghadirkan moda transportasi massal pada tahun depan sebagai alternatif bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran angkutan umum yang memadai akan mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi sekaligus menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan lalu lintas.

“Karena itu kami mendorong agar transportasi massal mulai disiapkan tahun depan. Dengan begitu masyarakat memiliki pilihan selain menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyediaan transportasi publik merupakan bagian dari pelayanan dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

“Pemerintah kota memiliki kewajiban menyediakan layanan dasar kepada masyarakat, termasuk transportasi publik yang layak. Apalagi kondisi jalan tidak bertambah secara signifikan, sehingga perlu solusi lain untuk mengurangi beban lalu lintas,” tegasnya. (yud/adv)

Sumber Sari Cup III Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda

July 11, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

KUTAI BARAT– Sebanyak 45 tim dari berbagai daerah Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026. Kegiatan yang merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kampung Sumber Sari ke-62 dibuka di Lapangan Bola Voli Kampung Sumber Sari, Kecamatan Barong Tongkok,  Selasa (7/7/2026) sore

Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin melalui sambutan yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kutai Barat, Suwito menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada seluruh masyarakat Kampung Sumber Sari. Semoga di usia yang ke-62 ini Kampung Sumber Sari semakin maju, mandiri, sejahtera, dan terus berkembang,” demikian disampaikan dalam sambutan Bupati.

Bupati menegaskan, Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan atlet, penguatan sportivitas, serta mempererat persaudaraan antarwarga dan antarkampung. Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berprestasi.

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul.

Selain itu, penyelenggaraan turnamen juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang memanfaatkan ramainya kegiatan.

“Saya berharap turnamen ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu agenda olahraga tahunan di Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya.

Kepada seluruh peserta, Bupati berpesan agar menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, serta saling menghormati selama pertandingan berlangsung.

“Jadikan turnamen ini sebagai ajang mempererat persatuan dan silaturahmi, karena kemenangan sejati adalah kebersamaan yang tetap terjaga,” pesannya.

Sementara itu, Petinggi Kampung Sumber Sari, Paino Wibowo, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III memiliki tujuan yang sama dengan pelaksanaan turnamen pada tahun-tahun sebelumnya, yakni memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga, khususnya bola voli.

Menurutnya, turnamen ini juga menjadi salah satu upaya mengajak anak-anak dan remaja agar lebih aktif berolahraga serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan gawai.

“Kami ingin memfasilitasi anak-anak muda yang memiliki bakat di bidang bola voli. Dengan adanya kegiatan ini mereka memiliki wadah untuk berlatih, berkompetisi, menjaga kesehatan, sekaligus menjauhkan diri dari aktivitas yang kurang produktif seperti terlalu banyak bermain handphone,” ujar Paino.

Ia menambahkan, olahraga juga dapat menjadi peluang masa depan bagi generasi muda, termasuk bagi mereka yang putus sekolah namun memiliki kemampuan di bidang olahraga.

“Tidak menutup kemungkinan, jika mereka terus berlatih dan berprestasi, olahraga bisa menjadi jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Banyak atlet profesional yang mampu mengharumkan daerah sekaligus memperoleh penghasilan dari prestasi yang diraih,” katanya.

Sebanyak 45 tim ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Sumber Sari Cup III Tahun 2026 yang akan berlangsung selama beberapa pekan. Kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Kutai Barat di berbagai kejuaraan, sekaligus memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan pembangunan masyarakat melalui olahraga.(Ars/Adv-DiskominfoKubar)

DPRD Samarinda Siapkan Pengawasan Ketat terhadap Program Infrastruktur

July 10, 2026 by  
Filed under DPRD Samarinda

SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mempertahankan seluruh usulan program pembangunan Tahun Anggaran 2027 sesuai data yang telah tercantum dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD). Langkah tersebut dinilai penting agar pembahasan anggaran tidak diwarnai perubahan terhadap program yang telah direncanakan.

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar

Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengatakan pihaknya telah mengingatkan jajaran Dinas PUPR agar tetap berpegang pada daftar usulan yang telah dimasukkan ke SIPD saat pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

“Kami sudah mengingatkan Plt Kepala Dinas PUPR agar seluruh program yang telah diusulkan tetap menjadi dasar ketika dibahas bersama TAPD. Harapannya, tidak ada perubahan ataupun penyimpangan dari daftar kegiatan yang sudah tercatat di SIPD,” kata Deni, Kamis (9/7/26).

Menurutnya, SIPD menjadi instrumen penting agar memastikan setiap program pembangunan memiliki dasar perencanaan yang jelas sebelum masuk ke tahap penyusunan anggaran.

Ia menjelaskan, seluruh usulan yang telah terdokumentasi pada sistem tersebut akan memudahkan proses pengawasan sekaligus menyelaraskan pembahasan antara pemerintah daerah dan DPRD.

“Data yang sudah masuk ke SIPD harus menjadi acuan. Dengan begitu, semua usulan terdokumentasi dengan baik sehingga proses pengawasan maupun sinkronisasi antara DPRD dan pemerintah daerah bisa berjalan lebih mudah,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan SIPD juga berperan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain itu, sistem tersebut diharapkan mampu meminimalkan perubahan program yang berpotensi mengganggu pelaksanaan pembangunan.

“Ketika nantinya anggaran tersedia, program-program prioritas diharapkan tetap sesuai dengan usulan awal. Dari situ kita dapat menilai seberapa efektif proses perencanaan anggaran Tahun 2027,” tegasnya.

Dirinya memastikan akan terus mengawal proses penyusunan APBD 2027, khususnya terhadap program pembangunan infrastruktur yang diusulkan Dinas PUPR. Pengawasan tersebut dilakukan agar seluruh program yang telah direncanakan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan masyarakat serta tetap mengacu pada dokumen perencanaan yang telah disepakati. (yud/adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb