Tiga Tahun Terakhir, Kaltim Berhasil Raih 90 Prestasi Nasional dan Internasional

June 21, 2026 by  
Filed under Kalimantan Timur

Sri Wahyuni

SAMARINDA – Capaian hasil pembinaan yang dilakukan Pemprov Kaltim melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim sejak 2024 hingga 2026 menunjukkan hasil membanggakan.

“Alhamdulillah kita berhasil menghantarkan anak-anak binaan LPTQ mengharumkan nama Bumi Etam dikancah nasional dan internasional. Sepanjang tiga tahun terakhir kita sudah berhasil meraih sebanyak 90 prestasi tingkat Nasional dan Internasional,” sebut Ketua LPTQ Kaltim Sri Wahyuni, di Samarinda, Minggu (21/6/2026).

Rinciannya, di tingkat Nasional berhasil meraih sebayak 71 prestasi yang terdiri dari 51 prestasi pada perhelatan MTQN XXX Kaltim pada 2024 dan 20 prestasi pada perhelatan STQHN 2025.

Prestasi yang diraih berhasil menghantarkan Kaltim sebagai juara umum pada kedua ajang permusabaqohan tingkat Nasional tersebut dua tahun berturut-turut.

Kemudian tingkat Internasional sebanyak 19 prestasi yang terdiri dari 4 prestasi pada 2024, 11 prestasi pada 2025, 4 prestasi hingga Juni 2026.

Pencapaian prestasi nasional dan internasional ini bahkan disebut melampaui prestasi 25 tahun terakhir sejak 1976.

“Jika melihat data dan angka perolehan gelar juara nasional 2024 dan 2025 mencapai 71 prestasi. Sementara sebelumnya selama 25 tahun hanya 45 prestasi,” urainya.

Lebih lanjut, Kaltim dalam 25 tahun hanya berhasil meraih 15 prestasi internasional, sementara tiga tahun terakhir sudah ada 19 prestasi internasional.

“Ini hingga Juni 2026. Yakin akan terus bertambah seiring keikutsertaan anak-anak kita di MTQ Internasional mewakili Indonesia,” yakinnya.

Keberhasilan meraih prestasi tersebut diakui tidak lepas hasil pembinaan yang masif, terstruktur, dan berkesinambungan yang dilakukan LPTQ Kaltim kepada kafilah.

“Semoga dengan pola pembinaan baik, kerjasama baik, dukungan pembiayaan baik Kaltim bisa terus bersinar di tingkat Nasional dan Internasional,” pungkasnya. (AM)

Disambut Adat Mopotilolo oleh Bupati Gorontalo, Wakil Bupati Kutai Barat Apresiasi Keramahan Tuan Rumah PENAS KTNA XVII

June 20, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

GORONTALO– Di sela rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo, Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani bersama istri, Hj. Dewi Hairiah, mendapat kehormatan khusus dari Bupati Gorontalo Sopyan Puhi melalui prosesi adat penyambutan tamu kehormatan yang dikenal dengan Mopotilolo, Jumat (19/6/2026) malam.

Prosesi adat yang berlangsung pada acara welcome party atau jamuan makan malam di Rumah Jabatan Bupati Gorontalo tersebut merupakan tradisi sakral masyarakat Gorontalo dalam menyambut pejabat negara maupun tamu agung yang untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di tanah Gorontalo.

Bupati Gorontalo Sopyan Puhi menjelaskan, Mopotilolo merupakan bagian dari warisan budaya yang sarat makna penghormatan, penghargaan dan doa keselamatan bagi tamu yang datang.

“Prosesi adat Mopotilolo adalah bentuk penghormatan yang sakral dan menjadi tradisi masyarakat Gorontalo dalam menerima tamu-tamu kehormatan yang pertama kali datang ke daerah ini,” ujar Sopyan Puhi di hadapan para tamu undangan.

Selain menghadiri jamuan makan malam, Wakil Bupati Kutai Barat bersama rombongan juga diajak berkeliling menikmati keindahan kawasan Taman Limboto yang berada di sekitar rumah jabatan Bupati Gorontalo. Suasana yang asri dan penataan kawasan yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu dari berbagai daerah.

Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya atas sambutan hangat yang diberikan Pemerintah Kabupaten Gorontalo kepada para peserta dan tamu yang hadir dalam PENAS KTNA XVII.

Menurutnya, keramahan masyarakat Gorontalo serta perhatian yang diberikan pemerintah daerah setempat mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan yang kuat dalam menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

“Kami sangat menghargai dan berterima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kehormatan melalui prosesi adat Mopotilolo ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi kami. Kabupaten Gorontalo telah menunjukkan keramahan luar biasa dalam menerima tamu dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ungkap Nanang Adriani.

Ia juga memuji semarak penyelenggaraan PENAS KTNA XVII yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para petani dan nelayan Indonesia, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi daerah Gorontalo kepada para peserta dari seluruh Nusantara.

“Suasana yang ramai, tertib dan penuh keakraban menunjukkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut ribuan peserta. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri dan semoga pelaksanaan PENAS KTNA XVII berjalan sukses serta memberikan manfaat bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Indonesia,” tambahnya.

Penyelenggaraan PENAS KTNA XVII di Gorontalo menjadi momentum penting mempererat hubungan antardaerah sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan ketahanan pangan nasional. Sambutan adat Mopotilolo yang diterima Wakil Bupati Kutai Barat beserta istri menjadi simbol eratnya persaudaraan dan penghormatan budaya yang terus dijaga oleh masyarakat Gorontalo. (Ars/Adv Diskominfo Kubar)

Wakil Bupati Kutai Barat Tinjau Pemondokan Kontingen PENAS

June 20, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

GORONTALO– Wakil Bupati Kutai Barat H. Nanang Adriani meninjau kondisi pemondokan Kontingen Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII asal Kabupaten Kutai Barat yang berada di Lingkungan II, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (19/6/2026)

Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh peserta mendapatkan tempat tinggal yang layak dan dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan baik.

Pada kunjungan tersebut, Wakil Bupati didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Kutai Barat Dewi Hairiah serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat Stepanus A. Samson. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh para peserta kontingen yang telah tiba lebih dahulu di lokasi pelaksanaan kegiatan nasional tersebut.

Sebanyak empat rumah disiapkan sebagai tempat pemondokan bagi kontingen Kutai Barat selama mengikuti PENAS Petani Nelayan XVII. Dari hasil peninjauan, kondisi rumah dinilai cukup baik dan mampu memberikan kenyamanan bagi para peserta.

Selain itu, pelayanan dari masyarakat setempat juga dinilai sangat ramah dan mendukung kebutuhan para tamu yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Nanang Adriani mengatakan, secara umum persiapan kontingen Kutai Barat sudah berjalan dengan baik. Mulai dari kedatangan peserta, tempat pemondokan hingga koordinasi dengan panitia pelaksana di daerah tuan rumah berlangsung lancar.

“Sejauh ini persiapan kontingen dari Kutai Barat sudah cukup baik. Empat rumah yang menjadi tempat pemondokan juga dalam kondisi baik, pelayanannya bagus dan masyarakatnya sangat ramah. Kita bersyukur seluruh peserta dapat beristirahat dengan nyaman selama mengikuti kegiatan ini,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Nanang Adriani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, para pendamping serta kelompok tani yang telah mempersiapkan segala sesuatunya sehingga kontingen Kutai Barat dapat berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut.

Menurutnya, keikutsertaan dalam Pekan Nasional Petani Nelayan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah serta menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Kutai Barat di tingkat nasional.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pertanian dan seluruh kelompok tani yang sudah membawa nama baik Kutai Barat dalam kegiatan PENAS ini. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, bertukar pengalaman serta membangun jaringan dengan petani dan nelayan dari berbagai daerah,” katanya.

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh anggota kontingen agar senantiasa menjaga kesehatan mengingat padatnya agenda kegiatan yang akan diikuti selama pelaksanaan PENAS XVII.

Ia meminta seluruh peserta tetap menjaga pola makan, waktu istirahat dan saling memperhatikan satu sama lain agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Selain itu, Nanang Adriani menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan komunikasi yang baik di antara seluruh anggota kontingen.

Menurutnya, kebersamaan merupakan modal utama agar seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan setiap persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan.

“Yang paling penting adalah tetap kompak. Kalau ada kendala atau sesuatu yang perlu disampaikan, segera dikomunikasikan. Dari awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan ini saya berharap seluruh kontingen tetap menjaga kekompakan dan kebersamaan,” pesannya.

Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII sendiri menjadi ajang pertemuan akbar bagi para petani dan nelayan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memperkuat kemitraan serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian dan perikanan.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, diharapkan kontingen PENAS XVII asal Kutai Barat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, memperoleh berbagai pengalaman dan ilmu yang bermanfaat, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Kutai Barat di tingkat nasional.(Ars/Adv-Diskominfo Kubar)

Kantor Presidium Dewan Adat Kutai Barat Jadi Rumah Bersama

June 19, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Upaya memperkuat kelembagaan adat sebagai mitra strategis pemerintah daerah terus dilakukan di Kabupaten Kutai Barat. Salah satunya melalui peresmian Kantor Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat yang berlokasi di Jalan Sendawar Raya, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Jumat (19/6/2026).

Kehadiran kantor tersebut diharapkan menjadi pusat koordinasi, pelayanan organisasi, pelestarian adat istiadat, penyelesaian persoalan adat, serta pengembangan budaya daerah yang berkelanjutan di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.

Peresmian dilakukan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kutai Barat, Ketua DPRD Kutai Barat, jajaran TNI dan Polri, perwakilan Kejaksaan Negeri Kutai Barat, para camat, pimpinan perusahaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.

Bupati Frederick Edwin menegaskan, keberadaan kantor Presidium Dewan Adat merupakan bentuk komitmen bersama untuk memperkuat eksistensi dan peran lembaga adat dalam menjaga nilai-nilai budaya, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kutai Barat.

Menurutnya, lembaga adat memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat perlu terus diperkuat melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memandang lembaga adat sebagai mitra penting dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Melalui sekretariat ini, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat diharapkan semakin baik dalam mendukung berbagai program pembangunan,” ujarnya.

Ia mengatakan, di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus globalisasi, pelestarian budaya menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Kehadiran sekretariat Presidium Dewan Adat diharapkan menjadi pusat kegiatan pelestarian adat, pengembangan seni budaya daerah, serta pembinaan generasi muda agar tetap mencintai dan menjaga warisan leluhur.

Selain itu, keberadaan kantor tersebut juga diharapkan mampu mendukung penyelesaian berbagai persoalan sosial kemasyarakatan melalui pendekatan musyawarah yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Frederick juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Menurutnya, nilai-nilai adat yang mengajarkan hubungan harmonis antara manusia dan alam perlu terus dipertahankan sebagai bagian dari arah pembangunan Kutai Barat ke depan.

Sementara itu, Ketua Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat, Yurang, menyampaikan rasa syukur atas hadirnya kantor yang selama ini menjadi harapan bersama masyarakat adat dan jajaran pengurus lembaga adat.

Ia menyebut peresmian kantor tersebut bukan sekadar hadirnya sebuah bangunan, melainkan lahirnya rumah bersama bagi masyarakat adat Kutai Barat.

“Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi kami. Bukan karena bangunannya yang megah, tetapi karena hari ini kami memiliki sebuah rumah bersama. Rumah tempat kami bermusyawarah, menjaga adat, melayani masyarakat, dan merawat warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ungkapnya.

Yurang mengatakan, keberadaan kantor tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, Presidium Dewan Adat berkomitmen menjadikan kantor tersebut sebagai rumah pelayanan, rumah persaudaraan, dan rumah kebudayaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Barat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat atas dukungan terhadap keberadaan lembaga adat. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada perusahaan, badan usaha, para donatur, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi hingga kantor tersebut dapat ditempati.

Menurut Yurang, adat dan pemerintah merupakan dua unsur yang saling melengkapi dalam pembangunan daerah. Ketika keduanya berjalan beriringan, pembangunan akan memiliki arah yang jelas dan masyarakat memiliki pegangan dalam menjaga identitas serta nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Kehadiran Kantor Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat peran lembaga adat sebagai penjaga budaya dan kearifan lokal. Dengan semakin kuatnya kelembagaan adat, persatuan masyarakat dapat terus terjaga, budaya daerah semakin lestari, serta kontribusi masyarakat adat dalam mendukung pembangunan daerah dapat semakin optimal.(sugih/adv/DiskominfoKubar)

Berau Andalkan UMKM dan IKM Sebagai Penopang IKN

June 19, 2026 by  
Filed under Berau

‎‎Tanjung Redeb  – Pemerintah Kabupaten Berau menempatkan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai salah satu strategi utama dalam memperkuat perekonomian daerah.

‎‎Langkah ini dinilai penting agar masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan sektor pariwisata dan posisi Berau sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

‎‎Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus memperluas ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang melalui berbagai program pembinaan, penguatan kapasitas, hingga penyediaan fasilitas pendukung usaha.

‎‎Menurutnya, pengembangan UMKM dan IKM tidak hanya berbicara soal peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan ekonomi masyarakat yang lebih kuat dan berkelanjutan.

‎‎“Pemerintah terus mendorong berbagai langkah untuk memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha yang lebih luas bagi masyarakat Berau,” terangnya. Jumat (19/5/2026).

‎‎Muhammad Said menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan kawasan UMKM terpadu, pusat seni dan budaya, serta ruang kreativitas yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, akses terhadap pelatihan dan pembiayaan usaha juga terus diperkuat.

‎‎Ia menilai keberadaan UMKM dan IKM memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah, Dekranasda, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam mendorong produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

‎‎“Produk-produk lokal Berau harus menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Kami ingin masyarakat bangga membeli dan mengonsumsi produk asli Bumi Batiwakkal,” jelasnya

‎‎Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau juga terus membuka peluang bagi kelompok usaha yang ingin memperoleh bantuan dan pembinaan. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan seluruh kelompok IKM memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan dukungan pemerintah selama memenuhi persyaratan yang berlaku.

‎‎Ia menjelaskan, setiap kelompok usaha dapat mengajukan proposal kepada Diskoperindag untuk kemudian diverifikasi melalui peninjauan lapangan. Proses tersebut dilakukan guna memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi usaha yang dimiliki.

‎‎“Kelompok usaha yang aktif dapat mengajukan proposal. Setelah itu tim akan melakukan verifikasi dan melihat langsung kondisi di lapangan sebelum bantuan diberikan,” ujarnya

‎‎Eva menambahkan, bantuan yang disalurkan tidak berhenti pada tahap penyerahan saja. Diskoperindag juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan bantuan mampu meningkatkan produktivitas usaha penerima manfaat.

‎‎Evaluasi dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan setelah bantuan diterima. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menentukan efektivitas program sekaligus menyusun kebijakan lanjutan untuk pengembangan UMKM dan IKM di Kabupaten Berau.

‎‎Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Berau berharap sektor UMKM dan IKM dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja baru, serta menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat. (Dy/Ok/Adv)

« Previous PageNext Page »

  • vb