Samsiyah Pasien Tidak Mampu di Long Ikis, Perlu Bantuan Pengobatan Lanjutan ke Balikpapan

March 22, 2023 by  
Filed under Daerah, Paser

LONG IKIS – Kondisi kesehatan Samsiyah (52) warga RT.04 Desa Bukit Seloka Kkecamatan Long Ikis Kabupaten Paser sudah semakin membaik, walaupun masih harus rutin menjalani cuci darah seminggu dua kali.

Jamrun, penggerak sosial di Kecamatan Long Ikis menyampaikan kondisi kesehatan Samsiyah yang selama beberapa minggu ini dibantu oleh para relawan yang ada di Kecamatan Long Ikis agar dapat rutin cuci darah ke RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot sudah mulai bisa berjalan melangkahkan kakinya. Namun masih perlu uluran tangan para dermawan untuk membantu pengobatan lanjutan.

“Alhamdulillah perkembangan kesehatan ibu Samsiyah warga Desa Bukit Seloka sudah mulai membaik, Sejak laporan masuk ke RENTAN Kabupaten Paser, sampai saat ini kami dari organisasi terus lakukan monitoring atas kesehatan dan kendala dari keluarga bpk Rochmad,” jelas Jamrun, Selasa (21/03/2023).

Keluarga Rochmad memang perlu pendampingan relawan sosial dalam menjalani pengobatan istrinya. Dari sisi ekonomi memang dibawa rata-rata serta tidak adanya keluarga di Kaltim, maka dari itu Relawan RENTAN Paser memberi bantuan bagi keluarga Rochmad, untuk menambah semangat dan motifasi buat Samsiyah agar kembali pulih dari penyakit yang ia derita selama bertahun-tahun.

Menurut Jamrun, relawan tidak mengenal lelah untuk terus membantu, dan tidak ketinggalan ikut menumbuhkan rasa kepedulian dari masyarakat luas terhadap sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Paser.

“Semoga dengan apa yang kami lakukan ini bisa menumbuhkan rasa kepedulian di masyarakat di sekitar kami terhadap sesame,” harap Jamrun.

Pengurus DPC RENTAN Kabupaten Paser berharap ada pihak-pihak yang dapat membantu keluarga Rochmad untuk membantu meringankan beban keluarga Rochmad terutama soal biaya perlajanan jika nanti harus menjalani pengobatan lanjutan sang Istri ke RSUD. Kanudjoso Balikpapan.(mun)

Banjir di Kabupaten Paser Rendam 22 Sekolah

March 21, 2023 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Banjir di wilayah Kabupaten Paser hingga saat terus meluas. Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendali Operasi Pusdalop BPBD Kabupaten Paser, selain merendam wilayah Kecamatan Longkali dan Muara Komam. Banjir juga mulai merendam Kecamatan Long iikis, Kecamatan Paser Belengkong dan Kecamatan Tanah Grogot.

Banjir juga mulai merendam 22 sekolah antara lain Taman Kanak-Kanak sebanyak 4 sekolah, 13 Sekolah Dasar dan 5 sekolah  tingkat SMP .

Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Paser Yunus Syam menyampaikan. Pihaknya telah menerbitkan surat instruksi Belajar Dari Rumah (BDR).

“Apapun yang terjadi proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan, saat ini bisa memanfaatkan perkembangan tekhnologi,” ucap Agus Wintoro. Senin (20/3/2023).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser sudah menerbitkan instruksi terkait pelaksanaan proses pembelajaran selama banjir melanda. Ia menilai, selama pandemi Covid-19, pelaksanaan belajar mengajar sudah terbiasa dilaksanakan secara online. Saat ini pola tersebut bisa dilaksanakan kembali khususnya bagi sekolah yang terendam banjir,.

“Kami rasa tidak akan menjadi kendala, karena selama Pandemi di tahun 2020 hingga 2021 proses pembelajaran juga dilaksanakan secara online,” jelasnya.

Untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran BDR, setiap Kepala Sekolah harus melaporkan kondisi sekolah saat terendam banjir disertai dengan kerusakan yang ditimbulkan akibat banjir.

“Harus melaporkan berkaitan dengan kondisi sekolah secara berkala, jika banjir sudah surut maka proses pembelajaran dilaksanakan secara nirmal kembali,” pungkasnya. (yun)

PAMA KIDE Gelar Lomba Inovasi Olahan Bahan Baku Lokal Bagi UMKM Binaan

March 18, 2023 by  
Filed under Paser

TANA PASER – PT. Pamapersada Nusantara distrik Kideco (PAMA KIDE) bersama Lembaga Pengembangan Bisnis PAMA DAYA TAKA (LPB PDT) melangsungkan kegiatan lomba inovasi olahan kuliner berbahan baku lokal yang melibatkan pelaku UMKM binaan. Sebanyak 17 olahan kuliner lolos ke tahap penjurian akhir dan berhasil menjawab tantangan akan pengembangan produk lokal khas daerah, khususnya Kecamatan Batu Sopang dan Muara Komam yang berada  di sekitar operasional PAMA KIDE, Sabtu (18/02/2023).

CSR Section Head PAMA KIDE Bayu Handoko S menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tidak terlepas dari adanya tantangan yang diberikan kepada UMKM binaan PAMA KIDE pada kegiatan pelatihan sebelumnya. Beberapan tahun  belakangan pembinaan sudah dilakukan secara intensif ke UMKM. Variasi produk yang dihasilkan masih terbilang sedikit yang dapat dijadikan sebagai olahan kuliner dan oleh-oleh yang dapat menjadi ciri khas daerah yang berada di sekitar area operasional perusahaan.

Program pengembangan UMKM ini tidak akan berhasil tanpa adanya kolaborasi dan sinergitas antar semua pihak. Sistem pendampingan UMKM secara intensif yang dilakukan oleh PAMA KIDE merupakan salah satu kunci dalam menjaga semangat para pelaku UMKM binaan agar terus dapat berinovasi dalam pengembangan usahanya.

Selain untuk mendapatkan variasi produk UMKM yang dapat menjadi ciri khas, dengan pemanfaatan bahan baku lokal yang tersedia di daerah sendiri. Dengan melakukan inovasi pengolahan produk, secara langsung akan semakin menekan biaya produksi dan berdampak pada penentuan Harga Penjualan Produk (HPP) yang akan berkaitan dengan daya saing pemasaran produk UMKM.

Bayu juga memberikan apresiasi bagi para pelaku UMKM binaan yang sudah menjawab tantangan ini serta seluruh pihak yang sudah bersinergi dan berkolaborasi dengan baik dari Pemerintah Daerah Paser melalui dinas terkait.

“Pemerintah Kecamatan Batu Sopang dan Muara Samu serta pihak-pihak lain yang selama ini secara intensif mendukung program pelatihan dan pendampingan UMKM, yang dilakukan melalui CSR PT. Pamapersada Nusantara dan LPB Pama Daya Taka,” lanjutnya.

Sekretaris Camat Batu Sopang, Wijanarko saat membuka penjurian lomba inovasi olahan kuliner di aula Kecamatan Batu Sopang, menyampaikan jika kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat diperlukan oleh pelaku UMKM.  Ini sangat diperlukan menghadapi perubahan era dan tantangan pasar yang terjadi saat ini  Inovasi adalah salah satu kunci untuk bertahan dan berkembangnya UMKM

Wijanrko juga memaparkan adanya peluang-peluang bagi UMKM untuk semakin aktif dan berperan dalam program-program daerah dan pemerintah, berkaitan dengan kebijakan pemanfaatan produk lokal sebagai penopang kebutuhan di daerah. Sebagai pihak yang selalu terlibat dalam program pembinaan UMKM,  juga mengapresiasi keseriusan dan konsistensi PAMA KIDE yang selama ini sudah secara intensif melakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan UMKM di Kecamatan Batu Sopang melalui program CSR dan Lembaga Pengembangan Bisnis PAMA DAYA TAKA.

“Branding PAMA dalam pengembangan UMKM sudah sangat melekat, produk-produk UMKM yang dihasilkanpun sudah dipropomosikan dan mendapat fasilitasi pasar dengan baik. Dengan semangat berinovasi yang secara terus menerus, diharapkan akan semakin meningkatkan peluang produk-produk UMKM untuk terus naik kelas yang secara langsung akan berdampak pada peningkatan perekonimian pelaku UMKM,”pungkas Wijanarko.

Selain melibatkan pihak PAMA, LPB dan Kecamatan dan PKK, dalam lomba inovasi ini juga turut diundang pimpinan usaha jasa catering sebagai salah satu Juri dalam menilai hasil olahan kuliner berbahan baku lokal yang dibuat UMKM Binaan PAMA KIDE. Dari hasil penjurian, beberapa bahan baku lokal yang dimanfaatkan diantaranya adalah buah labu, kulit cempedak (mandai), daun pakis, singkong dan kulit pisang yang diolah dengan berbagai variasi tekhnik olahan serta dapat memenuhi ekspektasi tim juri melalui inovasi-inovasi olahan UMKM. Adapun inovasi produk olahan berbahan baku lokal yang menjadi favorit dalam lomba ini adalah rendang manday, cookies labu, sambal manday dan dodol kulit pisang. (*)

Banjir di Longkali Berdampak Hasil Pertanian

March 17, 2023 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Sudah sepekan sebagian wilayah Kabupaten Paser saat ini masih terendam banjir. Bahkan ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan warga juga tak terlepas dari genangan air. Musibah tersebut, tentunya  berdampak pada hasil pertanian dan perkebunan warga.

Salah satu warga Kelurahan Longkali yang rumahnya terendam banjir Sudirman(62) mengatakan, banjir tersebut merupakan musibah rutin yang dirasakan masyarakat. Namun setiap tahun ketinggian air tidak sama.

“Sudah empat tahun belakangan ini, kami selalu menjadi langganan banjir, hanya saja banjir besar terjadi di tahun 2021, di tahun 2022 juga terjadi banjir tapi tidak setinggi ini,” ucap Sudirman. Kamis (16/3/23).

Akibat banjir juga berdampak pada usaha pertanian dan perkebunan masyarakat. Ia mengaku lebih dari 2.000 hektar sawah petani dan kebun masyarakat terendam. Hal tersebut tentu berpotensi pada gagal panen masyarakat.

“Sepanjangan sungai telake ini, ada sekitar dua ribu hektar lebih lahan pertanian dan perkebunan masyarakat, kalau sudah banjir seperti ini sudah pasti gagal panen,” jelasnya.

Sudirman berharap bantuan tidak hanya dibutuhkan pada saat musibah banjir saja. Namun bantuan juga sangat dibutuhkan pasca musibah banjir selesai. Terutama bagi masyarakat petani dan pekebun.

“Petani dan pekebun pasti membutuhkan bantuan pasca banjir, apa lagi bagi petani dan pekebun, setidaknya kami juga membutuhkan bibit dan pupuk,” pungkasnya. (yun/adv)

Anggota DPRD Kaltim Kritisi Infrastruktur Jalan Penghubung Kecamatan Batu Engau-Tanjung Harapan

March 15, 2023 by  
Filed under Paser

TANA PASER – nggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Yenni Eviliana, mengkritisi kondisi infrastruktur jalan penghubung antara Kecamatan Batu Engau dan Tanjung Harapan. Meskipun masih dapat dilalui oleh masyarakat, jalan tersebut dalam kondisi buruk dan banyak yang berlumpur.

Yenni mengetahui masalah ini setelah bergabung dalam kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Paser, Polres Paser, dan Ves Community pada akhir pekan lalu.

“Luar biasa perjuangan masyarakat untuk dapat melalui jalan-jalan yang rusak parah, tentu ini sangat menghambat aktivitas dan perekonomian masyarakat,” ucap Yenni. Rabu (15/3/2023).

Yenni berharap Pemerintah Kabupaten Paser lebih memperhatikan kondisi infrastruktur, terutama jalan ke desa-desa di Kabupaten Paser, seperti jalan menuju Desa Senipah Kecamatan Tanjung Harapan. Yenni berharap jalan-jalan poros antar desa, baik jalan kabupaten maupun provinsi, dapat diperbaiki dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Yenni menyadari, menangani masalah ini tidak mudah mengingat luasnya wilayah Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur secara umum, ditambah dengan keterbatasan anggaran. Namun, dia berharap perbaikan dapat dilakukan secara bertahap, satu persatu.

Yenni mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan oleh IDI dan Polres Paser dan menilai bahwa kegiatan ini membawa dampak positif bagi masyarakat. Dia berharap kegiatan serupa dapat sering dilakukan di masa depan. (yun)

« Previous PageNext Page »

  • vb