Jasa Raharja Gelar Pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) di Kantor Desa Batuah

July 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – PT Jasa Raharja Cabang Samarinda kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat terhadap penanganan korban kecelakaan lalu lintas melalui kegiatan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) yang dilaksanakan di Kantor Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan ini dipandu Petugas Jasa Raharja, Ikhsan Nur Abadi, dan diikuti perangkat desa serta masyarakat setempat. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai langkah-langkah penanganan pertama pada korban kecelakaan, mulai dari cara menghubungi layanan darurat, penanganan korban yang tidak sadar, hingga tindakan sederhana yang dapat dilakukan sebelum korban mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut.

Kakanwil Kalimantan Timur, Gentur A. Wasesomelalui Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda, Patria Adiwibawa menyampaikan pemahaman mengenai pertolongan pertama sangat penting dimiliki oleh masyarakat, mengingat kecelakaan lalu lintas dapat terjadi kapan saja dan di mana saja.

“Melalui kegiatan PPGD ini, kami berharap masyarakat dapat memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan dalam memberikan pertolongan pertama kepada korban kecelakaan secara tepat dan aman, sehingga dapat meminimalisir risiko cedera yang lebih parah sebelum mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif PT Jasa Raharja dalam mendukung terciptanya keselamatan berlalu lintas serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya respons cepat dalam situasi darurat.

PT Jasa Raharja terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program keselamatan lalu lintas dan edukasi guna mewujudkan budaya tertib berlalu lintas dan menekan angka fatalitas akibat kecelakaan di wilayah Kalimantan Timur khususnya di Lingkungan Desa Batuah Kabupaten Kutai Kartanegara. (*)

TIDAR Kaltim Bidik Penguatan Kaderisasi

July 11, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Penguatan kaderisasi menjadi fokus utama Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Kalimantan Timur melalui pelaksanaan Training Kader (TUNAS) tingkat 1, 2, dan 3 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Daerah (Musda) I di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Jumat (10/7/26) malam.

Sebanyak 142 peserta dari sembilan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembentukan kader muda yang diharapkan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional. Dalam Musda itu, Khomaruzzaman dipercaya memimpin PD TIDAR Kalimantan Timur menggantikan Achmed Reza Fachlevi.

Ketua Umum PP TIDAR, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, mengatakan kaderisasi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak pemimpin muda yang memiliki kemampuan, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“TIDAR dibangun untuk mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami organisasi dan politik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. Kami ingin kader-kader TIDAR hadir membawa solusi, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjadi bagian dari kemajuan Indonesia,” kata Rahayu Saraswati.

Menurutnya, kepengurusan baru memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesinambungan kaderisasi sekaligus memperluas peran organisasi di seluruh daerah di Kalimantan Timur.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan, proses kaderisasi menjadi kebutuhan utama bagi setiap partai politik. Ia menyebut TIDAR telah berperan sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda sebelum terjun ke dunia politik.

“Selama tiga hari kalian telah mendapatkan pembinaan. Partai tanpa kader tidak akan mampu berkembang. Karena itu, TIDAR menjadi tempat bagi anak-anak muda untuk belajar bagaimana berorganisasi dan memahami politik yang santun,” ujarnya.

Seno mengingatkan seluruh kader agar memegang teguh pesan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengenai pentingnya membangun persahabatan dalam dunia politik.

“Pak Prabowo selalu menyampaikan bahwa satu lawan terlalu banyak dan seribu kawan masih terlalu sedikit. Itu menjadi pedoman bagi seluruh kader Gerindra dalam berpolitik,” katanya.

Ia juga mengajak kader muda memanfaatkan perkembangan teknologi informasi untuk menyebarkan konten-konten yang positif sekaligus menangkal penyebaran hoaks di media digital.

Menurutnya, meningkatnya dukungan masyarakat terhadap Partai Gerindra harus diiringi dengan kerja nyata para kader yang terus hadir di tengah masyarakat. Bekal yang diperoleh melalui kaderisasi diharapkan dapat menjadi modal menghadapi Pemilu 2029.

Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur terpilih, Khomaruzzaman, berkomitmen melanjutkan program-program organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.

“Terima kasih kepada Bro Achmed Reza Fachlevi yang telah memberikan teladan bagi kader-kader muda. Ke depan kami ingin menjadikan TIDAR sebagai rumah bagi lahirnya ide-ide kreatif sekaligus memperkuat solidaritas pemuda di Kalimantan Timur. Kami siap mengabdi dan bekerja untuk kemajuan organisasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur periode sebelumnya, Akhmed Reza Fachlevi, berharap estafet kepemimpinan mampu memperkuat peran TIDAR sebagai pintu masuk kader muda untuk mengenal organisasi dan politik.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bro Khomaruzzaman. Kepengurusan yang baru memiliki amanah besar untuk melanjutkan pembinaan kader di seluruh Kalimantan Timur. Harapan kami, TIDAR tetap menjadi rumah pertama bagi generasi muda untuk belajar berorganisasi, memahami kepartaian, dan menyiapkan diri menjadi calon pemimpin masa depan,” katanya.

Ia optimistis kepengurusan baru mampu memperluas basis kader, terutama di kalangan milenial dan generasi muda, sebagai bagian dari upaya memperkuat Partai Gerindra menghadapi agenda politik pada 2029. (yud)

Pelajar Samarinda Jadi Satu-satunya Wakil Asia Tenggara pada Final Hippo English Olympiad 2026 di Italia

July 9, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Pelajar asal Samarinda, Daevin Halbert Lius, akan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional setelah menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang lolos ke Global Round Hippo English Language Olympiad 2026 di Italia.

Remaja kelahiran Samarinda, 11 September 2013, itu memastikan tiket ke babak final dunia setelah meraih juara pertama tingkat Asia Tenggara pada Hippo English Contest yang digelar di Phuket, Thailand. Sesuai ketentuan kompetisi, hanya peraih juara pertama yang berhak melaju ke babak final dunia.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian terbaru Daevin, yang hingga kini telah mengoleksi hampir 100 penghargaan dari berbagai kompetisi tingkat nasional maupun internasional di bidang matematika, bahasa Inggris, sains, jurnalistik, bahasa Mandarin, piano, hingga debat bahasa Inggris.

Saat ditemui bersama kedua orang tuanya di kawasan Jalan Pelita, Samarinda, Rabu (8/7/2026), Daevin mengaku awalnya tidak pernah membayangkan bahwa kegemarannya mengikuti berbagai perlombaan akan membawanya hingga ke tingkat dunia.

“Lomba sudah menjadi hobi saya. Sekarang saya sendiri yang minta didaftarkan kalau ada lomba,” ujar murid SMP Cita Hati Christian School Samarinda ini.

Perjalanan prestasi Daevin dimulai sejak duduk di kelas IV sekolah dasar ketika mengikuti program matematika internasional yang saat itu masih dilaksanakan secara daring pada masa pandemi Covid-19.

Sejak kelas V SD, ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi atas keinginannya sendiri. Ketertarikannya pun tidak hanya pada matematika, tetapi juga berkembang ke berbagai bidang lain.

“Dulu saya lebih suka matematika, sekarang lebih suka bahasa Inggris,” katanya.

Selain akan tampil pada final dunia di Italia, Daevin juga dijadwalkan mengikuti kompetisi debat bahasa Inggris tingkat dunia di Bangkok bersama tim Indonesia yang beranggotakan tiga peserta.

Untuk mempersiapkan diri, ia rutin belajar bersama mentor matematika dan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris naik tatap muka maupun secara daring.

Sebelum menembus final dunia, Daevin telah mengikuti berbagai kompetisi internasional di sejumlah negara. Ia pernah meraih Diamond Award di Singapura sebagai salah satu peserta terbaik Asia Tenggara, mengikuti kompetisi matematika internasional di Shenzhen, Tiongkok, serta meraih prestasi pada ajang jurnalistik internasional di Bangkok.

Di balik berbagai pencapaian tersebut, kedua orang tuanya, Welly Lius dan Melinda Tandrin, menjadi sosok yang paling banyak memberikan dukungan.

Sebagian besar perjalanan kompetisi Daevin dipersiapkan secara mandiri oleh keluarga, mulai dari mencari informasi perlombaan, proses pendaftaran, mencarikan mentor, hingga mendampinginya mengikuti kompetisi di berbagai negara dengan biaya sendiri.

“Kami hanya ingin memberikan kesempatan terbaik agar potensi Daevin terus berkembang. Soal hasil, kami percaya itu akan mengikuti prosesnya,” ujar Melinda.

Menurutnya, keluarga tidak pernah membebani Daevin dengan target tertentu, termasuk soal cita-cita. Yang terpenting adalah memberikan ruang bagi putranya untuk terus belajar dan mengeksplorasi kemampuannya.

Ke depan, keluarga berharap Daevin dapat melanjutkan pendidikan di luar Kalimantan Timur, bahkan bila memungkinkan di luar negeri, agar memperoleh pengalaman dan lingkungan belajar yang lebih luas.

Meski telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat internasional, Daevin mengaku masih menikmati masa remajanya seperti anak-anak seusianya. Ia gemar bermain basket dan Minecraft ketika memiliki waktu luang.

Keberhasilan Daevin menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara pada final Hippo English Language Olympiad 2026 di Italia menjadi kebanggaan tersendiri bagi Samarinda sekaligus menunjukkan bahwa prestasi dunia dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan dukungan keluarga yang konsisten. (esf)

TIDAR Samarinda Bekali Kader Muda dengan Kepemimpinan dan Komunikasi Politik

July 9, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Samarinda memperkuat proses kaderisasi melalui penyelenggaraan TUNAS (Training Kader) 1 dan 2. Program tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi menyiapkan kader muda yang memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan berorganisasi, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Pelaksanaan hari pertama menghadirkan sejumlah pengurus Partai Gerindra dan Pengurus Pusat (PP) TIDAR sebagai narasumber. Kegiatan itu dihadiri Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda Helmi Abdullah, Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur Akhmed Reza Fachlevi, dan Ketua PC TIDAR Samarinda Ibnu Wahyudi.

Materi kaderisasi disampaikan Wakil Ketua Bidang OKK PP TIDAR Jhony Situmorang, Wakil Ketua Bidang OKK PP TIDAR Dibyo Gumelar, Ketua Bidang Kesenian dan Kebudayaan PP TIDAR Bagus Septyan Tri Pamungkas, serta Ketua Bidang PPP PP TIDAR Shalimar Anwar Sani.

Ketua PC TIDAR Samarinda, Ibnu Wahyudi, mengatakan TUNAS 1 dan 2 menjadi momentum penting agar membentuk kader yang tidak hanya memahami ideologi organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

“TUNAS ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin melahirkan kader-kader TIDAR yang memiliki karakter, disiplin, loyal terhadap organisasi, serta siap hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing,” ujar Ibnu, Kamis (9/7/26).

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar organisasi mampu melahirkan kader yang siap berkontribusi, baik di internal organisasi maupun di tengah masyarakat.

Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, menilai kaderisasi merupakan fondasi penting dalam membangun organisasi kepemudaan yang berkelanjutan. Ia berharap para peserta memanfaatkan pelatihan sebagai ruang untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi organisasi. Saya berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jaringan. Ke depan, TIDAR harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan siap mengawal perjuangan Partai Gerindra,” kata Helmi.

Hal senada disampaikan Ketua PD TIDAR Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi. Ia menegaskan kaderisasi akan terus diperkuat secara berjenjang di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur guna menciptakan organisasi yang semakin solid.

“TUNAS menjadi salah satu instrumen utama dalam mencetak kader yang berkualitas. Kami ingin kader TIDAR memiliki kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan kader yang kuat, organisasi juga akan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” ungkap Reza.

Sementara itu, Ketua Panitia, M. Fajriansyah, mengungkapkan pelaksanaan hari pertama berlangsung sesuai rencana dengan antusiasme peserta yang tinggi sejak pembukaan hingga penyampaian materi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai rencana. Antusiasme peserta sangat luar biasa, mulai dari sesi pembukaan hingga penyampaian materi. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan TUNAS 1 dan 2 dapat memberikan manfaat serta menjadi bekal bagi peserta untuk terus berkembang sebagai kader TIDAR yang aktif dan berkualitas,” tutur Fajriansyah.

Kegiatan TUNAS 1 dan 2 dijadwalkan berlangsung dalam beberapa sesi dengan materi yang mencakup penguatan organisasi, kepemimpinan, komunikasi politik, wawasan kebangsaan, serta kewirausahaan. Melalui program tersebut, PC TIDAR Samarinda menargetkan lahirnya kader muda yang siap berkontribusi bagi organisasi, masyarakat, dan pembangunan daerah. (yud)

Jaga Semangat Guru, SMPN 16 Samarinda Gelar Pelatihan ‘The Heart of Teaching’

July 7, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Menjadi guru bukan hanya soal menguasai materi pelajaran, tetapi juga menjaga semangat, empati, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Berangkat dari semangat itulah, SMP Negeri 16 Samarinda menggelar In House Training bertajuk “The Heart of Teaching” di aula sekolah, Senin (6/7/2026).

Pelatihan yang diikuti seluruh tenaga pendidik tersebut menghadirkan Endro S. Efendi yang juga Master Trainer Semesta Academy, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah membekali guru dengan wawasan baru sekaligus menyegarkan kembali motivasi dalam memberikan pembelajaran kepada peserta didik.

Kepala SMP Negeri 16 Samarinda, Nur Zachrah Sari mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini. Menurutnya, guru dituntut tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu terus memperbarui cara mengajar agar sesuai dengan karakter generasi masa kini.

“Seperti pesan Ali bin Abi Thalib, ajarlah anakmu sesuai zamannya, karena mereka hidup bukan di zamanmu. Pesan itu menjadi pengingat bahwa dunia terus berubah dan guru harus terus belajar mengikuti perubahan tersebut,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia mengakui perubahan antargenerasi berlangsung sangat cepat sehingga pendidik tidak boleh berhenti mengembangkan diri.

“In House Training ini menjadi kesempatan yang luar biasa untuk me-recharge diri, memperbarui teknik mengajar, sekaligus menyiapkan bekal menghadapi tantangan pendidikan yang semakin dinamis,” katanya.

Nur Zachrah Sari juga mengingatkan bahwa setiap guru memiliki dinamika emosi dan motivasi dalam menjalankan profesinya.

“Hati itu naik turun, begitu juga semangat mengajar. Karena itu, kegiatan seperti ini penting agar semangat kita tetap terjaga dan terus berada pada level terbaik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh guru membangun budaya komunikasi yang sehat di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap persoalan akan lebih mudah diselesaikan apabila dikomunikasikan secara terbuka.

“Kalau ada masalah, kemukakan. Pasti ada jalan keluarnya. Jangan dipendam, karena kalau dipendam bisa menjadi bisul dan uban,” ujarnya yang disambut senyum dan tawa para peserta.

Ia menutup sambutannya dengan memberikan motivasi kepada seluruh guru untuk terus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Guru muda adalah guru hebat. Mari ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar kita semakin siap memberikan pembelajaran terbaik bagi anak-anak kita.”

Dalam sesi materi, Endro S. Efendi mengajak para peserta memahami bahwa kekuatan seorang guru tidak hanya terletak pada kompetensi akademik, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan emosional yang positif dengan peserta didik. Menurutnya, proses belajar akan lebih efektif ketika siswa merasa dihargai, dipahami, dan mendapatkan ruang yang aman untuk berkembang.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memahami kondisi psikologis peserta didik, teknik membangun koneksi emosional di dalam kelas, serta strategi komunikasi persuasif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Para guru juga diajak mengenali beragam gaya belajar siswa, mengelola emosi diri saat mengajar, serta menciptakan suasana kelas yang nyaman, positif, dan menyenangkan sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Para guru aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman mereka di kelas. Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dan interaktif, bahkan waktu tiga jam yang telah dialokasikan terasa belum cukup untuk menampung seluruh diskusi. Panitia pun memperpanjang sesi tersebut agar seluruh peserta memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan narasumber.

Melalui pelatihan The Heart of Teaching, SMP Negeri 16 Samarinda berharap seluruh guru semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era modern. Tidak hanya meningkatkan kompetensi mengajar, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat, empati, dan komitmen para pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang inspiratif dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. (esf)

« Previous PageNext Page »

  • vb