Sertifikasi Jadi Jalan Naik Kelas Pekerja Kuliner dan Hotel

June 20, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif, terutama di bidang kuliner dan perhotelan. Salah satu bentuk konkret dari upaya ini adalah pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Food & Beverage (Kuliner) yang digelar di Hotel Five Samarinda. Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memastikan kualitas tenaga kerja, tapi juga membuka jalan bagi mereka naik jenjang karier secara profesional. Kepala Bidang Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Dahlia, menyebut, kegiatan ini menguji tiga skema utama, yakni komisi pastry, food and beverage service, serta waiter dan waitress, yang disesuaikan dengan gender peserta.

“Kami melaksanakan Uji Sertifikasi Kompetensi di bidang Food & Beverage atau Kuliner. Skema yang diuji meliputi komisi pastry, food and beverage service, serta waiter dan waitress. Waiter untuk peserta laki-laki, sementara waitress untuk perempuan,” ungkapnya.

Peserta berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari staf hotel hingga pelaku usaha mandiri. Sekitar 50 persen dari total 40 peserta merupakan staf hotel di Samarinda, dengan posisi non-eksekutif.

“Pesertanya berasal dari berbagai latar belakang. Sekitar separuh dari total 40 peserta hari ini berasal dari hotel, dan semuanya berada di level staf, bukan eksekutif,” jelasnya.

Ia menegaskan, sertifikasi ini menjadi syarat penting bagi tenaga kerja yang ingin naik posisi, dari staf ke supervisor, hingga level eksekutif.

“Sertifikasi ini menjadi salah satu syarat. Ada jenjangnya—dari staf, supervisor, sampai eksekutif. Tahun ini kita fokus ke level staf, tapi tahun depan rencananya akan kita buka untuk level supervisor dan eksekutif,” ujarnya.

Peserta di level eksekutif, proses seleksi akan lebih ketat karena menuntut pengalaman dan kualifikasi lebih tinggi. Proses sertifikasi dilakukan melalui kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dengan tahapan meliputi seleksi administrasi, wawancara, dan praktik.

“Dalam praktik, peserta dinilai dari cara penyajian hingga presentasi. Semua indikator harus terpenuhi sebelum peserta dinyatakan kompeten,” kata Dahlia.

Salah satu syarat utama bagi peserta adalah sudah memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun di bidangnya. Untuk level lebih tinggi, peserta cukup menyerahkan portofolio dan riwayat pengalaman kerja.

Tahun ini, kegiatan difokuskan di Samarinda karena keterbatasan anggaran. Namun, ke depan akan diperluas ke daerah lain.

“Khusus tahun ini kami fokuskan penyelenggaraan di Samarinda dulu, karena keterbatasan anggaran. Nanti ke depan, rencananya akan diselenggarakan juga di daerah lain seperti Balikpapan atau Penajam Paser Utara,” jelasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

Pemprov Kaltim Pastikan Program Pendidikan Gratis Sudah Berjalan

June 18, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan, program pendidikan gratis yang menjadi bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia di daerah telah berjalan sesuai prosedur. Penegasan ini disampaikan sebagai respons atas aksi unjuk rasa mahasiswa yang mempertanyakan pelaksanaan program tersebut.

“Kemarin itu otomatis adalah kami bersama perguruan tinggi yang melakukan pembayaran langsung,” kata Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah, Selasa (17/6/2025).

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, Dasmiah

Menurutnya, seluruh mekanisme pelaksanaan program sudah berjalan sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah daerah dan pihak perguruan tinggi. Dana program pendidikan gratis ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta hasil efisiensi anggaran dari berbagai sektor.

Ia juga memberikan penjelasan, tidak semua biaya pendidikan ditanggung pemerintah. Program ini hanya mencakup biaya pendidikan pokok. Untuk kampus swasta, uang bangunan atau biaya investasi tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk transparansi dan kejelasan batas tanggung jawab antara pemerintah dan institusi pendidikan, khususnya swasta. Dirinya berharap mahasiswa dan masyarakat memahami ruang lingkup program ini agar tidak terjadi kesalah pahaman di lapangan.

Program pendidikan gratis ini merupakan bagian dari kebijakan prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses bagi seluruh masyarakat. Ia juga mengimbau agar informasi yang berkaitan dengan program ini disebarkan secara utuh dan akurat demi menghindari spekulasi yang tidak berdasar. (yud/adv diskominfo kaltim)

Kecamatan Muara Jawa Perkuat UMKM Melalui Pelatihan Digital

June 17, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI KARTANEGARA – Kecamatan Muara Jawa bersama Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung Asta Brata, Senin (16/6/2025).

Pelatihan ini dimaksudkan mendorong pelaku UMKM agar semakin siap bersaing dalam pasar digital yang terus berkembang. Melalui pelatihan praktis diharapkan dapat memacu kemampuan dan memanfaatkan teknologi untuk mendorong pertumbuhan usaha.

Peserta pelatihan berasal dari berbagai kelurahan di wilayah Muara Jawa, mayoritas merupakan pelaku usaha makanan ringan, fesyen, serta kerajinan tangan. Mereka dibekali pengetahuan seputar strategi pemasaran online, pengelolaan keuangan berbasis aplikasi, hingga penggunaan teknologi kasir modern.

“Sebelumnya saya hanya mengandalkan WhatsApp grup. Sekarang saya mulai paham cara membuat akun bisnis di media sosial dan memanfaatkan fitur promosi,” ujar Ratna, pelaku UMKM makanan ringan asal Kelurahan Muara Jawa Pesisir.

Ia mengatakan, pelatihan ini membuka wawasannya tentang pentingnya tampilan produk di dunia digital, mulai dari teknik pengambilan foto hingga penulisan deskripsi yang menarik.

 

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh praktisi dari startup lokal dan pelaku industri digital yang berpengalaman mendampingi UMKM naik kelas. Salah satu sesi yang paling diminati adalah praktik membuat akun toko online di platform e-commerce.

“Ternyata prosesnya tidak sesulit yang saya kira. Dengan bimbingan langsung, saya bisa mengunggah produk sendiri,” ujar Wahyudi, pengusaha sabun herbal yang turut mengikuti pelatihan.

Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, mengatakan, penguasaan teknologi digital menjadi modal penting agar pelaku UMKM mampu bersaing di tengah arus perubahan ekonomi.

“Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini investasi masa depan bagi pelaku UMKM. Dengan penguasaan digital, mereka bisa mempercepat pertumbuhan usaha,” jelas Ramli.

Menurutnya, pelatihan ini semakin relevan karena Muara Jawa berdekatan dengan kawasan inti Ibu Kota Nusantara (IKN), yang memiliki potensi besar sebagai daerah penyangga ekonomi.

Ramli menambahkan, pihak kecamatan berkomitmen menghadirkan pelatihan serupa secara berkelanjutan, agar semakin banyak UMKM yang bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya.

“Pelaku UMKM yang sudah mengikuti pelatihan ini juga akan kami fasilitasi agar bisa terlibat dalam berbagai program promosi, baik secara online maupun dalam event lokal,” tambahnya.

Dengan bekal keterampilan baru yang diperoleh, para pelaku UMKM Muara Jawa kini lebih siap memanfaatkan peluang di pasar digital. Pelatihan ini menjadi langkah awal penting untuk membentuk UMKM yang adaptif dan mampu bersaing di era modern. (adv diskominfo kukar)

Generasi Muda dan Komunitas Film Kaltim Angkat Budaya Lokal ke Layar Lebar

June 17, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Semangat generasi muda dan komunitas film di Kalimantan Timur dalam mengembangkan industri perfilman lokal mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi. Tak hanya menghadirkan karya-karya berkualitas, mereka juga mengangkat budaya dan kekayaan alam daerah melalui medium sinema.

Salah satu komunitas aktif yang terus memproduksi karya adalah Wisma Citra Cinema Film Kaltim. Dalam audiensi bersama Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, mereka menunjukkan geliat perfilman yang mulai hidup di daerah.

“Ternyata teman-teman sudah memiliki puluhan sineas dan semuanya juga menghasilkan film yang bagus,” ujar Seno usai pertemuan di Samarinda, Senin (16/6/25).

Dari sederet karya yang ditampilkan, film “Lamak” dan “Nyanyian Sunyi” menjadi contoh bagaimana kreativitas sineas lokal mampu menghadirkan cerita menarik dengan nuansa khas daerah. Tidak berhenti di situ, lahir pula film pendek bertema keluarga berjudul “Berlayar Bersama Bapak” yang disutradarai oleh Retno Krismayanti dan diproduseri Asep Firmansyah.

Film ini berangkat dari latar kehidupan masyarakat Pulau Miang, Kecamatan Sangkulirang, Kutai Timur, dan menyuguhkan pesona bawah laut Desa Pulau Miang yang menjadi salah satu daya tarik wisata bahari di Kaltim. Lewat film tersebut, para kreator berupaya memperkenalkan potensi Benua Etam ke tingkat nasional maupun internasional.

Seno Aji menegaskan, pemerintah daerah memiliki kewajiban mendukung pelaku ekonomi kreatif, termasuk komunitas perfilman. Ia menyadari,fasilitas seperti Taman Budaya Kaltim belum sepenuhnya optimal untuk menunjang kegiatan seni.

“Kita akan buatkan konsep yang menunjukkan bahwa Taman Budaya itu adalah tempat kesenian,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar tahun depan muncul film fenomenal dari Kaltim yang mengangkat sejarah atau legenda lokal.

“Kami meminta mereka untuk menguatkan konsep terlebih dahulu,” tambahnya.

Menurutnya, penguatan konsep film berbasis budaya lokal penting untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ia berharap tahun depan, ada satu film yang fenomenal dari Kaltim yang menceritakan tentang sejarah maupun legenda yang ada di Kaltim. (yud/adv diskominfo kaltim)

MUA Kaltim Jalani Sertifikasi Nasional di Samarinda

June 14, 2025 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA— Sebanyak 30 Make Up Artist (MUA) dari delapan kabupaten/kota di Kalimantan Timur mengikuti uji sertifikasi kompetensi berstandar nasional yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kalimantan Timur. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian pelatihan selama tiga hari yang telah dimulai sejak 11 Juni. Berlangsung di Ballroom Hotel Aston Samarinda. Jumat (13/6/2025).

Kepala Bidang Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kaltim, Dahlia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang tata rias.

“Program ini gratis, tapi peserta wajib sudah berpengalaman minimal satu tahun sebagai MUA. Kita ingin mereka yang ikut memang sudah expert, hanya belum tersertifikasi secara resmi,” ujar Dahlia.

Pelaksanaan sertifikasi ini menggandeng Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Surabaya yang telah terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan standar nasional, peserta yang lulus akan mengantongi sertifikat resmi yang bisa diakui secara luas dalam dunia kerja maupun bisnis kecantikan.

“Sertifikat ini memberi legitimasi atas keahlian mereka. Kepercayaan publik akan meningkat, dan mereka punya dasar untuk menetapkan tarif jasa yang lebih profesional,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, banyak MUA di daerah yang selama ini telah bekerja secara mandiri namun belum memiliki sertifikasi karena biaya mandiri yang relatif mahal. Melalui program ini, mereka mendapat kesempatan langka untuk meningkatkan kualitas dan daya tawar secara cuma-cuma.

“Kita harap, dengan adanya sertifikasi ini, para MUA bisa naik kelas, tidak hanya dari sisi kemampuan teknis tapi juga dari sisi profesionalisme dan pendapatan,” pungkasnya. (yud/adv diskominfo kaltim)

« Previous PageNext Page »

  • vb