Kota Batu Bangun Kereta Gantung Pegunungan Pertama di Indonesia

June 2, 2022 by  
Filed under Wisata

Penandatanganan MoU Among Tani Foundation dan Dopplermayer Austria dalam proyek pembangunan Kereta gantung pegunungan

BATU – Kota Batu akan memiliki Kereta Gantung (Cable Car ) Pegunungan . Penandatanganan proyek ini dilakukan  antara Direktur Among Tani Foundation (ATF) dan Dopplermayer Austria,berlangsung di Kantor ATF Batu  Rabu(1/6/2022).

Penandatanganan dilakukan direktur ATF  DR. Nurbani Yusuf sedangkan dari Dopplermayer Austria oleh Mr. HansJones serta antara AFT dan Kepala desa Oro-oro Ombo Wiweko.

Adanya MOU tersebut sebagai bukti keseriusan pihak ATF untuk membangun Proyek Kereta gantungq Pegunungan yang cukup lama sejak 2019 digaungkan,baru sekarang mulai nampak keseriusannya.

Komisaris Utama PT. Among Tani Indonesia DR.Ir. Tomi Sugiarto mengungkapkan proyek pembangunan kereta gantung (Cable  Ca ) yang dikerjakan sekarang berbeda dengan yang pernah diajukan  Pemkot Batu.

“Proyek kereta gantung kali ini murni swasta tidak lagi mengandalkan dana APBD, sesuai dengan Perpres 80 tahun 2019, ” ungkap Tomi dihadapan undangan dan warga masyarakat yang hadir.

Hal itu disampaikan, agar tidak salah tafsir terhadap pembangunan proyek kereta gantung yang versi sekarang.

Disebutkan pada program awalnya ATF menggandeng PT. INKA Madiun, tetapi kali ini kerjasama dengan Dopplermayer Austria yang sudah lama membangun kereta gantung dan sudah berpengalaman.

Tomi menyebutkan kereta gantung yang sudah di bangun Dopplermayer seperti di PT. Freeport Papua, Taman Mini Indonesia Indah, Pulau Kumala Tenggarong Kutai Kartanegara Kaltim dan sekarang di Kota Batu.

” Dopplermayer banyak membangun kereta gantung sudah ada 3 dan di kota Batu yang keempat. Dan ini kereta gantung pertama di Indonesia yang ada di Pegunungan” lanjutnya.

Jarak tempuh kereta gantung yang dikerjakan ini mengalami perubahan drastis dari proyek awal, sebelumnya berjarak 3-4 kilometer, kini hanya 1 Kilometer. Dengan Mains Stasion (terminal)  di rest area jalibar Oro-oro Ombo menuju Coban Rais masuk kawasan PT. Perhutani.

” Kereta gantung yang kita kerjakan sekarang berjarak tempuh 1 Kilometer lebih pendek dari rencana sebelumnya yang mencapai 3-4 Kilometer demikian pula anggarannya dari Rp300 Miliar berkurang menjadi Rp1 Miliar, ” tambah Tomi.

Tomi berkeinginan kota Batu akan dijadikan the second Swiss, dengan bentangan cable car dan keincahannya.

Pembangunan kereta gantung di Kota Batu terus berproses. Progres terbaru pembangunan mega proyek tersebut rencananya bakal dimulai pada 8 Agustus 2022.

Pada tanggal tersebut, bakal ditandai dengan penancapan tiang pancang pertama sebagai titik tower utama kereta gantung milik Kota Batu.

Diawal pembangunannya, kereta gantung Kota Batu bakal mengusung konsep tourism, bukan mengusung konsep urban.

Penasehat Among Tani Foundation (ATF), Imawan Mashuri menyatakan, karena mengusung konsep tourism, maka kereta gantung itu nantinya akan melewati beberapa spot wisata. Berbeda jika mengusung konsep urban, maka kereta gantung bakal melewati perumahan warga.

“Menuju 8 Agustus berbagai persiapan akan kami lakukan. Dimulai dari penyelesaian masalah perizinan. Hingga keterlibatan masyarakat dalam kepemilikan kereta gantung harus ditata sebaik mungkin,” ujar Imawan,

Dia menegaskan, bagaimanapun caranya, pada tanggal tersebut start pembangunan tower utama harus bisa dilakukan.

“Tanggal 8 Agustus harus start pembangunan. Kalau tidak begitu bakalan mundur terus. Maka dari itu, harus benar-benar ditekati bahwa tanggal 8 Agustus pembangunan bisa dilakukan,” tutur dia.

Imawan menambahkan, pembangunan kereta gantung merupakan hajat masyarakat Kota Batu. Oleh sebab itu, masyarakat Kota Batu harus jadi pemilik. Yang dimungkinkan cara kepemilikannya melalui koperasi. Melalui koperasi itu, nantinya bakal digarap per desa. Sehingga masyarakat Kota Batu bisa menjadi owner kereta gantung tersebut.

“Masyarakat Kota Batu harus jadi pemilik, bukan penonton. Karena kita adalah tuan rumah,” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan mega proyek kereta gantung di Kota Batu merupakan suatu bentuk dari penambahan objek tourism. Diharapkan, hadirnya kereta gantung bisa menjadi sport tourism baru berkelas dunia.

“Kami sedangmembuat Kota Batu berkelas dunia , Dengan hadirnya kereta gantung, secara otomatis bakal menggairahkan tourism berkelas internasional,” kata Imawan.

Lebih lanjut, start pembangunan pertama kereta gantung sejauh 1 kilometer itu kedepannya bakal terus berkembang, sesuai dengan plan yang telah ditentukan diawal.

Berawal dari 1 kilometer nantinya dimungkinkan bakal berkembang sejauh 9,6 kilometer dan semakin hari pengembangannya bakal semakin panjang.

Perwakilan produsen cable car asal Austria Doppelmayer, Mr. Hans Jones mengatakan, karena kereta gantung di Kota Batu mengusung konsep pariwisata. Maka kabin yang cocok digunakan adalah kabin dengan kapasitas delapan orang. Tak perlu lagi menggunakan AC karena letaknya sudah berada di pegunungan yang dingin.

“Ada dua macam cable car di dunia. Yakni cable car yang melewati perkotaan sebagai sarana transportasi dan cable car dengan konsep wisata. Yang akan di gunakan disini (Kota Batu.red) sama dengan yang ada di Vietnam. Dengan mengusung konsep wisata,” katanya.

Terkait keamanan, pihaknya akan memperhatikan sebaik mungkin. Kasus Cable Car yang sempat macet yang dioperasikan di pulau Kumala Tenggarong Kabupaten Kutai  Kartanegara Kaltim menjadi pelajaran.

Pihaknya akan menyiapkan gardu listrik cadangan untuk mengcover secara otomatis jika gardu listrik utama padam. Pihaknya akan betul-betul memperhatikan hal tersebut. Lantaran jika kereta gantung berhenti selama beberapa menit saja, akan membuat penumpang panik.

Sementara itu, Kepala Desa Oro-oro Ombo  Kecamatan Kota Batu, Wiweko sebagai ketua asosiasi kepala desa dan lurah ( Apel ) se Kota Batu sangat mendukung pembangunan proyek tersebut. Dia mengibaratkan, pembangunan proyek tersebut seperti membuat gula yang nantinya akan didatangi oleh semut-semut.

“Ibaratnya seperti membuat gula yang nantinya akan didatangi banyak semut (wisatawan.red). Sebab itu pembangunan ini harus disegerakan karena ini adalah program bagus dan belum ada di Jawa Timur,” tandasnya.

Apalagi pusat kegiatan kereta Gantung berada di wilayah desa Oro-oro ombo, sehingga akan mampu.kemeningkatkan pendapatan masyarakatnya.

Senada dengan Wiweko, Amin Tohari ketua Komisi C, DPRD Kota Batu sangat mendukup percepatan pembangunan proyek kereta gantung, dengan demikian akan mempercepat kesejahteraan masyarakat.kota Batu.

Tohari mengingatkan janji warga Batu dapat pembagian saham proyek kereta gantung dari ATF sangat dinantikan.

“Semoga bukan PHP tapi bukti nyata,dengan demikian masyarakat bisa nikmati hasilnya ” tandas Amin Tohari. (Buang Supeno)

Ketua PHRI Batu Sujud Hariadi : Mudik Lebaran, Reservasi Hotel di Kota Batu Meningkat

May 27, 2022 by  
Filed under Wisata

Ketua PHRI Batu, Sujud Hariadi

BATU – Liburan panjang saat lebaran idhul fitri 1443 H, disambut suka cita bagi pelaku usaha wisata di kota Batu. Kebijakan pemerintah melepas masker di ruang terbuka, merupakan momentum yang tepat bagi para pelaku wisata khususnya wilayah Kota Batu Jawa Timur, dalam mengumpulkan rejeki.

Direktur Utama Taman Rekreasi Selecta Kota Batu yang juga sebagai ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu Sujud Hariadi mengatakan pihaknya mulai berbenah menyesuaikan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terkait penggunaan masker. Momen mudik lebaran menjadi potensi bagi pengelola hotel dan restoran untuk mendapatkan pengunjung.

“Kami menyambut positif kebijakan baru dari pemerintah tersebut dan memang pandemi covid-19 semakin mereda,” kata Sujud, di atas kolam Selecta ,Jum’at (27/5/2022).

Sujud menjelaskan, pelonggaran bagi para wisatawan untuk tidak menggunakan masker di area terbuka tersebut dilakukan selama hari-hari biasa. Sementara pada saat akhir pekan, wisatawan tetap diminta untuk menggunakan masker karena peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.

Selain itu pada hari-hari biasa Satgas Penanganan covid-19 internal yang ada di Taman Rekreasi Selecta tersebut hanya berjaga pada pos-pos yang disiapkan dan tidak berada di area taman rekreasi.

“Untuk akhir pekan, tetap harus menggunakan masker karena ditakutkan tidak bisa menjaga jarak karena jumlah pengunjung cukup tinggi,” ujarnya.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan di Taman Rekreasi Selecta Kota Batu pada hari-hari biasa tercatat antara 1.000-2.000 kunjungan per hari.

Sementara pada saat akhir pekan mencapai 5.000 kunjungan. Dia mengaku, dengan adanya pelonggaran kebijakan penggunaan masker mendapat respon baik dari wisatawan.

“Kita memperbolehkan pada hari biasa untuk tidak menggunakan masker, agar lebih menikmati udara segar di Selecta,” katanya.

Di wilayah Kota Batu, tercatat secara keseluruhan ada sebanyak 4.916 kasus konfirmasi positif covid-19. Namun, hingga saat ini tidak ada kasus aktif.  Dari total tersebut, sebanyak 4.630 orang dilaporkan sembuh dan 286 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo melonggarkan kebijakan pemakaian masker di area terbuka dengan mempertimbangkan pandemi covid-19 yang dinilai terkendali. Pelonggaran itu hanya berlaku di luar ruangan dan bukan di ruangan tertutup atau transportasi massal.

Sedangkan masyarakat yang masuk dalam kategori rentan, lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta, Presiden Joko Widodo tetap menyarankan untuk menggunakan masker pada saat melakukan aktivitas.

 

Sementara  reservasi hotel di kota Batu dalam liburan lebaran idhul fitri meningkat dengan rata-rata mencapai 30 persen dari total kamar yang ada.

Sujud Hariadi mengungkapkan hari lebaran awal kenaikan mencapai 70 persen selanjutnya 20 – 30 persen saja.

“Untuk H +1-4 ada peningkatan untuk reservasi, bahkan beberapa hotel sudah sampai mencapai 70 persen reservasi, tapi rata-rata masih 20 sampai 30 persen,” kata Sujud.

Meski begitu, untuk H+7 lebaran, okupansi atau tingkat keterisian kamar hotel di Kota Batu rata-rata masih rendah. Namun, ia optimistis dalam waktu tiga hari ke depan akan ada peningkatan secara perlahan.

“Kenaikan pelan tapi pasti kayak grafik model logo merk sepatu nike, ” lanjutnya.

Sujud yakin  kenaikan jumlah wisatawan ke Batu secara  pelan tapi pasti selalu naik, apalagi kalau liburan sekolah  bisa serentak.

“Jika semua libur, Insya Allah kami optimis dua atau tiga hari ke depan mulai ada peningkatan,” katanya

Untuk harga kamar hotel, PHRI tak bisa berbuat banyak untuk menaikkannya. Hal itu karena Sujud menilai daya beli masyarakat masih rendah.

“Kita tidak bisa berbuat banyak untuk meng-up harga, jadi harganya lebih sedikit tinggi dari normal, paling naik 25 persen, seperti Hotel Selecta Selecta normalnya Rp 500.000 permalam, kalau low season hanya Rp 375.000, tapi ketika big season paling hanya Rp 800.000, kalau enggak kuat dibalikin harga normal,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kondisi restoran tidak jauh berbeda. Menurutnya, dengan kenaikan harga elpiji, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya sangat berpengaruh.

Para pengelola restoran di Kota Batu belum berani menaikkan harga menu makanan dan minuman.

“Kita ngalah di margin keuntungan paling nggak banyak jadi 20 sampai 30 persen dari sebelumnya 40 persen, kita masih menghitung kalau mau menaikkan harga,” katanya.

Perlu diketahui, jumlah anggota PHRI Kota Batu sebanyak 88 anggota. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat 60 hotel dan 12 restoran.

Ketua PHRI Kota Batu menyebutkan saat ini jika liburan atau weekend, kemacetan lalu lintas mulai nampak disemua jalan yang menuju dan keluar kota Batu.

“Apalagi akses tol memungkin perjalanan menuju dan keluar kota Batu semakin mudah. Semoga ini akan membawa angin segar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dan pelaku wisata resto maupun perhotelan Kota Batu. (buang supeno)

Kemenpraf Masukkan Agenda Pariwisata Kaltim Dalam KEN

May 16, 2022 by  
Filed under Wisata

BALIKPAPAN –   Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Republik Indonesia menetapkan memasukkan sejumlah agenda pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dalam Karisma Event Nusantara (KEN).

Kharisma Event Nusantara (KEN) adalah agenda nasional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  RI dalam satu tahun di seluruh Indonesia. Beberapa event pariwisata Kaltim yang masuk diantaranya, Balikpapan Fest , Tenggarong International Folk Festival (TIFAF), dan Festival 3 Danau.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Pemasaran Dispar Provinsi Kalimantan Timur  Restiawan Baihaqi saat memimpin rapat koordinasi agenda pariwisata yang masuk dalam KEN Kemenparekraf RI tersebut.

“Dalam rapat koordinasi ini tim Pemasaran Dispar Provinsi siap mendukung penuh promosi event-event yang akan diselenggarakan di Kota Balikpapan dan Kabupaten Kukar,” ujarnya usai rapat yang berlangsung di Mess Kalimantan Timur kota Balikpapan,  pada Jumat (13/5/2022).

Restiawan Baihaqi turut menyampaikan ke depannya Bidang Pemasaran Dispar Provinsi akan mengadakan riset lebih awal agar promosi terkait event dan festival yang dilaksanakan dapat diunggah ke internet setahun sebelum kegiatan diselenggarakan.

“Kedepannya, kami akan mendorong agar event pariwisata yang masuk dalam KEN Kemenparekraf kami bantu untuk mempromosikan ke dunia maya, sehingga lebih dikenal baik di Indonesia maupun dunia internasional,” ujarnya.

Rapat diawali dengan pembahasan terkait Proposal KEN Kemenparekraf dan koordinasi jadwal event-event besar yang akan diselenggarakan di Kalimantan Timur. Dalam rapat tersebut Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Disporapar Kukar David Haka menyampaikan bahwa Disporapar Kukar siap mendukung  Festival 3 Danau dan Festival Titik Nol.

“Kita fokuskan untuk Festival Tiga Danau dan Titik Nol sebagai upaya kita lebih meningkatkan kunjungan wisata ekologi dan wisata seni. Kita tahu saat ini Titik Nol di IKN Nusantara telah menjadi magnet bagi siapa saja yang mengunjungi Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Sementara itu Disporapar Kota Balikpapan turut menyampaikan dukungan penuh pada event-event besar yang akan diselenggarakan di Kota Balikpapan. Seperti tahun-tahun sebelumnya Balikpapan Fest juga masuk dalam agenda nasional Kemenparekraf RI.

Merespon antusiasme Disporapar Balikpapan dan Kukar, Awang Khalik Kepala Seksi Pengembangan Ruang Kreasi Bidang pengembangan Ekraf Dispar Provinsi Kalimantan Timur mengatakan beberapa kegiatan pariwisata di Balikpapan turut dibantu dengan Event Organizer (EO). (adv/kominfo kaltim)

Libur Lebaran, Wisatawan ke Batu Naik 50 Persen

May 7, 2022 by  
Filed under Wisata

BATU –  Liburan Lebaran Idhul Fitri 1443 Hijriah, 2 hingga 6 Mei 2022 bagai hujan emas bagi pelaku wisata di Kota Batu. Betapa tidak, dibukanya kran kemudahan bagi wisatawan ke obyek wisata seakan obat dahaga setelah 2 tahun menahan diri dan sepi aktivitas karena pandemi covid-19.

Dampaknya, masyarakat langsung meluapkan kehausannya dengan menyerbu destinasi wisata kesayangannya, seperti di Kota Batu. Hal ini menyebabkan timbul kemacetan luar biasa. Apalagi  bersamaan dengan warga lokal Kota Batu yang melakukan tradisi berhalalbihalal ke rumah sanak saudaranya di waktu yang bersamaan.

Pakar Pariwisata dari Universitas Brawijaya Malang A. Faidhal Rachman menyampaikan, Kota Batu merupakan destinasi pariwisata yang selalu memikat bagi wisatawan untuk berkunjung. Sebab di Jawa Timur, hanya pariwisata Kota Batu yang sesuai dengan selera dan hasrat wisatawan nusantara.

A. Faidhal Rachman

Dikatakannya, selama libur lebaran prediksi 1 juta pengunjung yang datang ke Kota Batu sangat bisa tercapai bahkan jumlahnya bisa saja melebihi karena Kota Batu telah dikenal menjadi tujuan utama bagi pengunjung/wisatawan. Kalau di Kota Batu terjadi  kemacetan jalan raya, karena memang volume pengunjung yang datang tahun ini sangat bertambah.

“Sebab pergerakan pengunjung tidak dibatasi, ” ungkapnya yang dihubungi melalui sambungan telpon, Jumat (6/5/2022)

“Jika situasi pandemi covid-19 terus menurun, semoga tempat-tempat pariwisata akan kembali normal, karena berwisata saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan tetapi sudah menjadi sebuah gaya hidup (life style), “pungkasnya.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Republik Indonesia ( PHRI ) kota Batu Sujud Hariadi merasa senang melihat perkembangan peningkatan jumlah wisatawan ke kota Batu.

Ia bersyukur jumlah wisatawan jauh lebih baik dari tahun lalu. Pelonggaran untuk pelaku perjalanan dan tempat wisata seiring dengan semakin terkendalinya pandemi, membuat tingkat kunjungan wisatawan meningkat lebih dari 50 persen dari libur lebaran tahun lalu,

Sujud  berharap hari ini (sabtu) akan menjadi puncak liburan lebaran tahun ini dan bisa benar- benar bisa menutup perekonomian yang anjlok selama pandemi.

” Semoga hari ini, Sabtu 7 Mei ini bisa menjadi puncak libur lebaran tahun ini dan menjadi titik kunjungan tertinggi hari ini,” katanya.

Sujud menyebutkan wisatawan ke Batu tahun ini meningkat lebih dari 50 persen dibanding  tahun lalu. Sebagai gambaran jika tahun lalu tertinggi 3.900 wisatawan liburan tahun ini 2022 bisa menembus 6.500 wisatawan

“Jadi kisaran 50 persen atau lebih, ini prospek baik bagi industri kepariwisataan di Batu,” tambahnya.

Hunian hotel hasil laporan tim menyebutkan adanya peningkatan. “Tingkat okupansi rata-rata di atas 70 persen untuk hotel di kota Batu ” pungkas Sujud Hariadi yang juga direktur Taman rekreasi Selecta Batu. (buang Supeno)

Villa Bima Sakti Selecta Batu Jadi Saksi Perjuangan Bung Karno

April 30, 2022 by  
Filed under Wisata

Villa Bima Sakti lt.2 di Taman Rekreasi Selecta kamar 47 tempat Bung Karno mencari insprasi

BATU – Siapa yang tidak kenal Soekarno, tokoh nasional yang sarat dengan  ide cemerlang dalam membangun Negara Indonesia. Salah satu tempat yang sangat disenangi karena mampu mendukungnya  dalam mencari ide dan mengambil keputusan penting terbentuknya Negara ini adalah Selecta Batu.

Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno memiliki jejak sejarah panjang dalam mengkonsepkan proklamasi dan menelurkan beberapa ide brilian saat berada di Kota Batu, Jawa Timur. Salah satunya adalah wisata Selecta yang menjadi saksi bisu perjuangan  Bung Karno dalam mewujudkan  kemerdekaan Indonesia.

Di tahun 1942 silam, Bung Karno menyempatkan diri untuk menginap di sebuah vila De Brandarice atau yang sekarang dikenal dengan vila Bima Shakti yang berada dalam taman wisata Selecta Batu selama sekitar satu minggu hingga 10 hari.

Ada kenangan bung Karno sampai sekarang, menjadi saksi sejarah berupa tulisan yang terpampang dalam pigura di dalam kamar.

“Kenang-kenangan pada Selecta tetap hidup dalam ingatan saja. Bukan sadja karena tamasja jang indah, tetapi djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoangan Negara telah saja ambil,” begitu yang ditulis Bung Karno.

Rangkaian kalimat itu dituangkan dalam tulisan tangan. Di bawahnya tertera 1 Maret 1955, penanda tanggal tulisan itu dibuat. Dipajang dengan bingkai hitam dan digantung di tembok sebuah ruangan. Penulisnya adalah Presiden Republik Indonesia, Soekarno.

Beberapa potret Bung Karno turut dipajang di tembok. Proklamator Indonesia itu pernah berada di dalam ruangan tersebut, dan menginap.

Kedatangan Bung Karno yang memang dirahasiakan tersebut,  bertujuan untuk merenung dalam konteks mencari inspirasi ataupun mengambil putusan penting yang dibuat menuju Proklamasi. Kamar De Brandarice atau Bima Sakti inilah beliau mampu menelorkan ide cemerlangnya.

“Beliau mengakui seperti itu bahwa di vila Bima Shakti ini lah, beliau mendapatkan inspirasi,” ujar Marketing Selecta, Dio  kepada Vivaborneo.com, Kamis, (28/4/2022).

Bung Karno  berpesan ketika datang tidak perlu disambut berlebihan tapi seperti halnya tamu biasa dan tanpa pengawalan.

Kota Batu memang dirasa sangat nyaman dan Sukarno senang berada  dengan suasana Selecta, apalagi posisi villa yang menghadap ke alam dan terlihat beberapa rumah warga sekitar.

“Bung Karno juga meninggalkan pesan dalam tulisan yang ditinggalkan di kamar. Kertas itu bertuliskan ‘Bangunlah Selecta dengan kemampuan sendiri dan dengan hasil jeri payah sendiri. Tulisan itu masih kita simpan juga,” ungkapnya.

Vila dengan luas sekitar 20 X 12 yang dulunya hanya ada dua kamar dan satu ruang makan  kala itu di tahun 1942 memang hanya ditempati oleh Bung Karno saja, kamar 47.

Setelah Indonesia Merdeka, rupanya Bung Karno menyempatkan diri kembali  ke Selecta untuk nostalgia dengan kamar yang banyak membantunya dalam.menyusun konsep membangun  negeri di tahun 1946.

Bung Karno pun memberi nama   Villa yang membuatnya bisa menelorkan  banyak konsep itu dengan nama “Bima Shakti “.

Diperkirakan Bung Karno singgah di sini saat Sidang Pleno ke lima Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) digelar di Gedung Rakyat Kota Malang pada 1947. Meski pada akhirnya orang nomor satu di republik itu tak jadi menghadiri sidang pleno dan digantikan Bung Hatta.

Bung Karno sering menginap di tempat itu pada kurun 1952-1955, setelah kondisi negara relatif lebih aman. Sebuah vila yang semula bernama Vila De Brandarice. “Nama lama vila diganti jadi Bima Sakti sesuai usul Bung Karno,” kata Direktur Selecta, Sujud Hariadi.

Pilihan nama Bima Sakti merujuk salah satu tokoh dalam dunia pewayangan, Bima sosok berkarakter tegas, berani dan berhati lembut.

Selama menginap di vila itu, Bung Karno sering terlihat olah raga kecil di pagi hari. Setelah itu lebih banyak berada di dalam kamar. Merumuskan gagasan kebangsaan dan bernegara

Kembalinya Bung Karno ke vila Bima Shakti bersama sang Ibunda, anak pertamanya Guntur Sukarnoputra dan para pejabat pemerintahan lainnya hanya sekedar singgah dan mengunjungi warga sekitar Selecta.

“Kesini yang kedua itu bersosialisasi ke kampung-kampung. Mungkin ingin melihat kehidupan masyarakat sekitar sini. Itu pun hanya singgah dan tidak bermalam,” katanya.

Vila Bima Shakti yang dulunya hanya dua kamar, sekarang sudah bertambah menjadi 10 kamar. Bangunan hingga perabotan fasilitas yang masih tetap sama seperti Bung Karno pertama kali ke vila tersebut, hanya dilakukan perawatan saja tanpa merubahnya.

Terlihat juga beberapa foto Bung Karno dan tulisan dari Bung Karno terpajang di dalam Vila Bima Shakti. Vila yang menjadi saksi bisu dan renungan Bung Karno itu hingga saat ini masih disewakan kepada para pengunjung yang ingin menginap.

“Tetap kita sewakan. Rata-rata pengunjung itu kesini karena ingin merasakan sensasi kamar yang pernah ditempati Bung Karno dengan suasana yang masih asli” tuturnya.

Vila yang baru saja setahun lalu diresmikan sebagai Cagar Budaya, saat ini menjadi ikon bagi wisata Selecta, Kota Batu dan menjadi kebanggakan daerah. Sejarah pernah ditempati oleh Presiden RI Soekarno.

Ingin nikmati kamar Soekarno atau dikenal dengan kamar Soekarno Sweet. Dibandrol dengan harga Rp.1 juta. Sementara kamar lainnya Rp.750 ribu.

Villa Bima Sakti

Vila Bima Sakti merupakan satu dari beberapa vila di dalam Taman Wisata Selecta. Tempat wisata ini terletak di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Berada di ketinggian sekitar 1.150 meter dari permukaan laut. Taman cantik seluas 20 hektare ini dikelilingi Gunung Arjuno dan Welirang serta Gunung Panderman.

Selecta dibangun oleh seorang Belanda, De Ruyter De Wildt pada 1920-1928. Selecta dari kata Selectia yang dalam bahasa Belanda berarti Pilihan.

Lokasi ini awalnya ditujukan sebagai tempat peristirahatan pembesar Pemerintah Hindia Belanda. Tempat pelesir pilihan golongan eropa.

Saat Agresi Militer Belanda II pada 1949, Selecta sempat di bumi hanguskan oleh para pejuang Indonesia. Ini bagian dari taktik Malang Bumi Hangus, agar seluruh aset tak kembali jadi milik Belanda.

Setelah proklamasi kemerdekaan, tepatnya pada 1950 Selecta dibangun kembali oleh 47 orang pendiri. Mereka juga membentuk perseroan terbatas untuk mengelolanya. Selecta memang memiliki nilai sejarah tinggi.

Sampai sekarang, salah satu tempat wisata legendaris di Kota Batu ini tetap jadi tujuan wisata yang banyak diminati wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Ada perbaikan di dalam kawasan itu, tapi nyaris tak mengubah banyak bentuk aslinya. Termasuk bangunan Vila De Brandarice atau Vila Bima Sakti hampir tetap seperti bentuk awalnya. Kamar tempat Bung Karno menginap itu juga disewakan pada para wisatawan yang datang menginap.

“Ada sedikit pembenahan pada bagian yang rusak di ruangan itu. Tapi secara umum tetap seperti dulu,” ujar Sujur Hariadi Direktur Selecta.

Taman Wisata Selecta dilengkapi berbagai wahana, di antaranya kolam renang, taman bunga, wahana ketangkasan mancakrida seperti luncur gantung, wahana bermain anak dan lain sebagainya. Rata – rata kunjungan wisatawannya ada sebanyak 1.000 – 1.500 pengunjung di hari biasa. Saat akhir pekan bisa mencapai 3.500 – 15.000 wisatawan. Tiket masuk ke Selecta sendiri hanya sebesar Rp 40 ribu.

“Siapa saja yang ingin datang berwisata dan menginap, ya silakan saja,” tutur Sujud Hariadi yang juga ketua PHRI Batu. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb