Saatnya Akui Sultan Kutai

January 16, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Sultan Arifin memberi hormat ketika dicari Presiden Prabowo.

TEGURAN Presiden Prabowo Subianto soal posisi duduknya Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Adji Mohammad Arifin, SH jadi viral. Berbagai komentar ramai muncul di jagat media sosial, yang ikut membela kehormatan Sultan.

Presiden menyinggung soal Sultan Kutai itu pada saat menyampaikan pidato pada peresmian Proyek Perluasan Kilang Minyak Pertamina (RDMP) Balikpapan, Senin (12/1) lalu.

Selain mengomentari soal “kakak beradik” Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dia juga mengecek kehadiran dan posisi duduk Sultan Adji Mohammad Arifin.

“Hadir ya Yang Mulia,” tanyanya. Sultan Adji Arifin langsung berdiri memberi hormat. “Sultan kok ditaruh di belakang, taruh di depan,” kata Presiden.

Ini peristiwa kedua soal geger Sultan dalam acara kepresidenan. Pada Upacara Peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN), Sultan tak hadir karena undangannya tidak sampai. Padahal pada saat itu Presiden Jokowi yang bertindak sebagai inspektur upacara mengenakan busana Kesultanan Kutai. Tak jelas siapa yang salah.

Dari peristiwa yang sangat disayangkan itu, terutama di kilang Pertamina, ada beberapa hal yang perlu kita catat dan garis bawahi.

Pertama, muncul pertanyaan siapa yang menaruh posisi duduk Sultan yang berada di belakang barisan Gubernur. Sepengetahuan saya, soal posisi duduk dalam acara kepresidenan, maka yang bertanggung jawab atau yang sangat menentukan adalah Protokol Istana. Mereka ini yang menentukan siapa-siapa saja yang duduk di samping atau di barisan kursi Presiden. Jadi bukan pejabat atau protokol daerah. Surat dari Pemprov Kaltim juga sudah menjelaskan hal itu.

Kedua, teguran itu juga menunjukkan bahwa Presiden Prabowo sangat perhatian terhadap kedudukan Sultan. Bahkan dia menyebut “Yang Mulia.” Banyak warganet memuji sikap Presiden yang dinilai sangat beradab dan sangat menghargai kedudukan Sultan. Meski Sultan dalam sistem pemerintahan sekarang hanya dikenal sebagai pemimpin informal, pemimpin adat dan budaya saja. Kecuali Sultan Yogya, yang mempunyai keistimewaan merangkap jadi gubernur.

Surat terbuka Ustaz Pink Al Kutai, yang juga praktisi hukum menilai kasus duduk Sultan Kutai itu, bukan sekadar kekhilafan teknis, melainkan bentuk degradasi adab dan pelanggaran terhadap amanat konstitusi.

Ketiga, dengan adanya kepedulian dan atensi Presiden Prabowo, sepertinya menggugah kita semua untuk memosisikan kembali soal keberadaan Sultan Kutai dalam kegiatan pemerintahan dan masyarakat di Kaltim terutama dalam berbagai acara seremonial.

Perlu diketahui, dalam sejarah perminyakan di Kaltim, masuknya perusahaan minyak dari Belanda, Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) yang menjadi cikal bakal Pertamina tidak begitu saja. Tapi mereka dapat beroperasi berkat izin yang dikeluarkan Kesultanan Kutai.

Dalam sejarah kemerdekaan, Sultan Kutai ke-19, Sultan Aji Muhammad Parikesit dengan sukarela mengintegrasikan wilayah Kesultanan Kutai ke dalam kedaulatan Republik Indonesia pada tahun 1950.

Meskipun dalam tekanan NICA Belanda, pasca Proklamasi 1945, pihak Kesultanan Kutai dan rakyatnya tetap berperan aktif dalam mempertahankan kemerdekaan. Peristiwa 27 Januari 1947 di Sangasanga didukung secara moral oleh Kesultanan Kutai dalam melawan penjajahan Belanda.

GERAKAN KEBUDAYAAN KUTAI
Tempo hari saya pernah menulis dan mengusulkan dilakukannya Gerakan Pemasalan Kebudayaan Kutai (GPKK). Tulisan itu saya buat setelah bertemu Sultan Arifin pada saat acara beluluh di Pesta Budaya Erau di akhir September 2025. Acara itu dirangkai dengan perayaan HUT ke-234 Kota Tenggarong.

Ketika membuka Pesta Erau tersebut, Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan, Erau adalah ruang berkumpulnya budaya adat yang menyimpan sejarah Kesultanan Kutai, karena itu harus dijaga dan dirawat.

Sultan Arifin teman seangkatan saya waktu kuliah di Universitas Mulawarman (Unmul). Penampilannya sangat bersahaja. Dia ditabalkan menjadi Sultan Kutai ke-21 pada 15 Desember 2018 setelah ayahnya, Sultan Adji Muhammad Salehuddin II meninggal dunia 5 Agustus 2018.

Yang menarik, Sultan Arifin yang berusia 74 tahun itu dilahirkan tidak di kampung halaman. Tapi di kota Wassenaar, Provinsi Zuid-Holland Belanda ketika Sultan Salehuddin II dan Permaisuri Aji Ratu Aida berkunjung ke sana.

Dari Sultan Salehuddin II, saya sempat mendapat gelar Raden Nata Praja Anum. Itu waktu saya masih menjabat sebagai Wali Kota Balikpapan.

Kepada Sultan Arifin, saya mengusulkan agar dilakukan GPKK yang masif. Saya melihat Kebudayaan Kutai mulai menurun di tengah perkembangan zaman dan perkembangan berbagai budaya yang masuk ke wilayah Kaltim. Padahal budaya Kutai sangat tinggi dan membawa sejarah yang panjang dalam kebudayaan Indonesia

Saya berharap Museum Mulawarman yang dikelola Kementerian Kebudayaan dikembalikan ke daerah. Biar ditangani Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan. Sehingga aroma kesultanannya lebih terasa. Museum tidak lagi diisi dengan sejumlah koleksi yang tak ada hubungannya dengan Kesultanan Kutai.

Sekali lagi saya mengusulkan, sebaiknya Kesultanan Kutai diberikan hak pengelolaan tambang, sehingga punya dana yang memadai untuk melaksanakan berbagai aktivitas budaya. Sangat ironis, hampir semua lokasi tambang ada di wilayah Kutai, tapi secara resmi Kesultanan Kutai tak punya wilayah tambang.

Bahasa Kutai harus diajarkan lebih intensif di sekolah-sekolah. Lakukan kerjasama dengan Unmul dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjadi laboratorium Bahasa Kutai. Cetak guru-guru yang mahir mengajarkan bahasa dan budaya Kutai.

Dalam menyambut tamu-tamu penting seyogianya seni budaya Kutai lebih ditonjolkan tanpa mengesampingkan budaya lain. Kutai kaya dengan seni budaya tari, arsitektur, busana, dan kuliner serta cenderamata.

Acara tepung tawar untuk tamu kehormatan sebaiknya menggunakan adat Kesultanan Kutai sekaligus pemberian gelar kehormatan.

Makanan Kutai juga tak kalah maknyusnya. Ada nasi bakepor, gence ruan, rabo ruang, sate payau, telor ikan biawan, sambal raja sampai baung masak durian. Ada juga kue serabai, jenderal mabok, roti pisang dan putu labu.

Otorita IKN perlu memberi apresiasi khusus terhadap budaya dan adat Kesultanan Kutai. Sebagian wilayah IKN adalah wilayah Kutai. Sebaiknya nama jalan, gedung dan ornamen di IKN, ada yang bercorak Kutai. Nama “Etam” sudah sangat populer di Kaltim. Ada “Lamin Etam, Bumi Etam dan Bubuhan Etam.” Etam dalam Bahasa Kutai berarti kita.

Sultan Arifin sempat menyinggung perlunya rumah singgah di beberapa kota di Kaltim termasuk di Balikpapan. Menurut dia, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud pernah menjanjikan. Sangat baik kalau gagasan itu bisa direalisir.

Saya setuju selain di Balikpapan, ada juga rumah singgah Sultan di Samarinda dan Bontang. Rumah singgah berfungsi selain tempat singgah Sultan dan kerabatnya, juga menjadi rumah budaya Kutai yang memberikan informasi dan promosi kebudayaan Kutai.

Beberapa hari lalu saya berdiskusi dengan tokoh Kutai yang ada di perusahaan tambang PT Gunung Bayan. Dia adalah H Syahbudin Noor.

Kami sepakat menjajaki kemungkinan lokasi Rumah Budaya Kutai di Balikpapan. Apa di kompleks perumahan Pertamina depan Lapangan Merdeka atau di Km 23 berdampingan dengan lokasi enklosur Beruang Madu. Sebab di situ ada sejumlah bangunan berbahan kayu ulin, tempat pertemuan waktu digelar Jambore Pramuka di sana.

Sudah waktunya kita mengakui dan memuliakan keberadaan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Kesultanan ini bermula dari Kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang berdiri sekitar abad ke-4 Masehi di Muara Kaman. Tokoh terkenalnya Raja Mulawarman, putra Aswawarman (putra raja pertama Kudungga) yang terkenal dengan upacara sedekah emas dan 20 ribu sapi untuk para brahmana.

Kerajaan ini akhirnya ditaklukkan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara yang bercorak Islam. Lalu kedua wilayah disatukan, yang akhirnya bernama Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang berpusat di Tenggarong.(*)

“KONI Gasali” Tak Melawan Badai

January 14, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

Rusdiansyah Aras menyerahkan bendera KONI kepada Gasali seusai pelantikan

KETUA KONI Kaltim periode 2022-2026, Rusdiansyah Aras akan berakhir masa tugasnya bulan Februari nanti. Tapi demi menyelamatkan anggaran, dia memperpanjang masa baktinya 6 bulan ke depan. Apakah itu isyarat dia berminat mencalonkan diri lagi?

Tapi Rusdi belum lama ini membuat pernyataan menarik berkaitan tentang maju tidaknya dia dalam pemilihan ketua KONI Kaltim periode 2026-2030.

“Saya tidak ingin melawan badai,” begitu katanya memberikan perumpamaan.

Mantan wartawan ini tak memberikan penjelasan rinci soal narasi “tak ingin melawan badai.” Tapi orang menafsirkan dan mengait-ngaitkan statemen itu dengan sikap dan kebijakan Gubernur Kaltim Haji Rudy Mas’ud. HARUM bagian dari Bani Mas’ud yang sekarang ini menguasai pemerintahan di Kaltim.

Salah satu gaya kepemimpinan Bani Mas’ud adalah sangat mengutamakan kekerabatan. Apakah dia bagian dari keluarga, orang terdekat, tim sukses atau orang separtai, asal daerah tertentu atau orang yang dianggap berjasa. Orang-orang ini yang mendapat prioritas dalam berbagai jabatan dan kesempatan. Itu berlaku baik untuk jabatan formal di pemerintahan, di lembaga yang ada kaitannya dengan pemerintah atau di luar pemerintahan.

Kebijakan HARUM yang mencolok beberapa waktu lalu adalah penempatan dua dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Kaltim. Kedua dosen itu adalah Dr Syahrir A Pasinringi, MS (Prof Cali) dan Dr Fridawaty Rivai, SKM, M.Kes.

Penempatan kedua dosen itu sebagai Dewas ditengarai sebagai politik balas jasa. Soalnya tiga anggota keluarga Bani Mas’ud berhasil lulus sebagai magister rumah sakit (MARS) setelah mengikuti studi pasca sarjana di FKM Unhas.

Ketiga orang itu adalah suami istri dr Ifransyah Fuadi dan Hijrah serta Syarifah Zahra. Gelar MARS sangat penting terutama bagi dr Ifran karena dia ditempatkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sebagai direktur utama RSUD Beriman milik Pemkot Balikpapan. Sedang Hijrah saat ini menjadi “orang penting” yang harus kita lewati jika mau berhubungan dengan Gubernur HARUM. Sedang Zahra kabarnya ditempatkan menjadi Dewas di RS Atma Husada.

Terakhir yang sangat viral adalah keberhasilan Putri Amanda Nurrahmadani menjadi ketua KADIN Kaltim. Selain usianya masih sangat muda (23 tahun), dia juga belum memenuhi syarat karena belum pernah menjadi pengurus. Tapi berkat ‘kekuasaan’ HARUM, Putri terpilih menjadi ketua KADIN Kaltim masa bakti 2025-2030.

Putri adalah anak dari Syahariah Mas’ud, kakak kandung Gubernur HARUM yang saat ini menjadi anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar.

BESAR-BESARAN

Rusdi paham jika dia mencalonkan diri kembali sebagai ketua KONI Kaltim, maka dia harus mendapat lampu hijau dari Gubernur. Kalau tidak, sama saja dia melawan badai. Pasti terpental-pental dan tidak gampang perjuangannya. Bahkan cenderung gagal.

Ada yang menyebut-nyebut nama Andre, yang dijagokan. Tapi bukan Andrie, yang sekarang menjadi ketua KNPI Kaltim. Tapi kedua Andre itu adalah bsosok dalam lingkaran tim Bani Mas’ud.

Secara kinerja, KONI Kaltim di bawah kepemimpinan Rusdi menelurkan hasil cukup baik. Pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, kontingen Kaltim berada di urutan 8 dengan merebut 29 emas, 55 perak dan 68 perunggu.

Sementara pada SEA Games XXXIII Thailand, ada 25 atlet Kaltim ikut membela Tim Indonesia. Hasilnya, mereka memboyong 3 emas, 8 perak dan 10 perunggu. Salah satu emas dipersembahkan oleh pecatur putri asal Balikpapan, Chelsie Monica Ignesias Sihite.

Pekan lalu, Rusdi melantik dan mengukuhkan kepengurusan KONI Balikpapan 2025-2029. Di tengah adanya kebijakan efisiensi, pelantikannya dilakukan besar-besaran dan meriah di Balikpapan Sport and Convention Centre (BSCC). Gedung DOME itu berkapasitas sekitar 4.000 orang. Ini belum pernah terjadi.

Dalam kesempatan itu, ada penyerahan penghargaan terhadap atlet Balikpapan yang berprestasi internasional. Di antaranya diberikan kepada 3 atlet Hoki yaitu Nur Anisa, Alfandy Aly Surya, dan Ahmad Afrizal atas prestasi mereka di SEA Games 2025 di Thailand. Juga kepada atlet difabel Kirana Dafia Larasati yang sukses meraih 3 medali emas pada Asian Youth Para Games 2025 di Dubai.
Terpilih sebagai ketua KONI Balikpapan yang baru adalah Gasali. Dia orang kepercayaan RM yang menjadi ketua Komisi IV DPRD Balikpapan. Dia terpilih secara aklamasi karena tak ada calon lain yang berani maju. “Ngga ada artinya kita maju kalau sudah ada yang direstui,” kata seorang ketua cabor.

Sebagai Sekretaris Umum H Syarifuddin HM dan Bendahara Malvin Ardento. Sayang Ketua Harian-nya Dr Yudhi Saharuddin, yang sehari-hari adalah dirut PDAM. Pasti sibuk. Biasanya ketua harian dipilih dari orangskrngis punya banyak waktu luang untuk kepentingan organisasi.

KONI Gasali pasti berjalan lancar. Anggaran APBD pulih kembali. Tidak seperti nasib kepengurusan KONI sebelumnya yang diketuai M Ridwan Andreas. KONI Ridwan mati suri. Selain Ridwan tidak aktif, juga tidak didukung RM, sehingga anggaran pembinaan atlet seluruhnya dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

RM yang hadir dalam pelantikan Gasali memberikan dukungan penuh kepada kepengurusan KONI Balikpapan yang baru. Kurang apa, katanya. “Wali Kota-nya Golkar, ketua DPRD-nya juga Golkar ditambah lagi ketua KONI-nya juga Golkar.” Tinggal prestasi atletnya apakah mampu seperti bunga yang lagi mekar?(*)

“Jangan Antre Lagi ya Bapak Presiden”

January 13, 2026 by  
Filed under Opini

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berfoto bersama jajaran Pertamina setelah peresmian proyek RDMP Balikpapan.(Ist)

Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek perluasan kilang minyak (RDMP) Pertamina Balikpapan, Senin (12/1). Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti dan penekanan tombol sirine.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 12 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI dengan ini meresmikan proyek infrastruktur terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan,” ucap Prabowo yang disambut tepuk tangan bergemuruh dari undangan dan ribuan pekerja kilang.

Peresmian proyek ini semula dijadwalkan 17 Desember 2025, tapi mendadak ditunda. Pekerjaan dan penyelesaian proyek tersebut juga tertunda sekitar satu tahun. Harusnya selesai 2024 lalu. Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri pernah menjelaskan masalah yang dihadapi terkait dengan kontraktor.

Kontrator yang dimaksud adalah konsorsium Joint Operation (JO) yang di dalamnya terdapat perusahaan besar dari Korea Selatan, Hyundai.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengakui proyek RDMP Balikpapan banyak dramanya. Awal Mei 2024 ada bagian proyek terbakar. “Saya tidak tahu apa terbakar atau ada yang membakar,” ucapnya. Lalu diturunkan tim Irjen untuk melakukan investigasi. “Ternyata ada udang di balik batu. Ada pihak yang tidak rela kita swasembada energi. Maunya kita harus impor terus,” ungkapnya.

Bahlil memang menegaskan, tahun 2026 Indonesia tidak impor solar lagi. Karena sudah tercukupi dari kilang Balikpapan dan penerapan kebijakan biodiesel B50. “Malah kita surplus 1,4 juta kilo liter,” jelasnya.

Presiden Prabowo mengaku bangga dan bersyukur dengan selesainya proyek RDMP Balikpapan. “Saya menyambut bahagia dan merasa sangat bangga atas yang kita hasilkan. Ini momen bersejarah bagi sektor energi nasional,” katanya bersemangat.

Dengan selesainya proyek RDMP, kemampuan pengolahan kilang Balikpapan naik dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu. Itu terbesar dalam sejarah perminyakan Indonesia. Kualitas produknya juga setara dengan Euro 5 dan bakal menuju Net Zero Emission.

Proyek bernilai Rp124 triliun dengan melibatkan 24 ribu pekerja itu, membawa dampak besar dari sisi pengeluaran negara. Karena bisa menghemat devisa sekitar Rp60 triliun.

Ketika mengawali sambutan, ada narasi yang menarik dari Presiden. Ketika menyebut Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dia sempat tertegun. “Ini bersaudara ya? Kakak-adik,” tanyanya. “Ngga papa asal dipilih yang benar,” lanjutnya. Lalu dia menanyakan apakah Wagub Kaltim Seno Aji hadir? Seno langsung berdiri memberi hormat. “Soalnya dia orang Gerindra, jangan Golkar aja,” ucapnya disambut gerr undangan.

Prabowo juga sempat mengecek kehadiran Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura Sultan Adji Mohammad Arifin.  “Hadir, Yang Mulia?,” tanyanya. Sultan langsung berdiri memberi hormat. “Sultan kok ditaruh di belakang, di depan dong,” kata Presiden. Ini bisa jadi teguran kepada Protokol Istana.

Soal Sultan Kutai sempat heboh waktu peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2024 di Istana Ibu Kota Nusantara (IKN). Sultan tak hadir karena undangannya tidak sampai. Padahal saat itu Presiden Joko Widodo mengenakan busana Kesultanan Kutai. Dan sebagian kawasan IKN juga masuk wilayah Kutai Kartanegara.

Dalam peresmian kemarin, ada hal yang disorot warganet. Ketika peninjauan, Presiden mendapat penjelasan dari salah seorang tim manajemen Pertamina bahwa proyek yang dilaksanakan Pertamina ini berjalan lancar. “150 juta jam tanpa accident,” katanya dengan mantap.

Video Lambe.kaltim menyorot dengan tajam penjelasan tersebut. Teksnya bunyinya begini. “Gak takut dosa. Pertamina diduga bohongi Presiden. 150 juta jam tanpa accident. Anak buah Bahlil gak jelas.”

Berbagai komentar negatif juga muncul di media sosial.  “Kebohongan terbesar di pesta akbar bulan K3,” kata akun dayat200. “17.123 tahun jika dikonversi ke tahun, ngga masuk akal,” kata odingdd.

Dari pemberitaan selama ini banyak kejadian di proyek RDMP. Media RIAUSATU.COM misalnya mempublikasi hasil penelitian lembaga pemantau energi Center of Energy and Resources Indonesia (CERI).

CERI mengungkapkan ada eksiden yang terkesan ditutupi. Yaitu Akhmad Faroqi, pekerja di RDMP meninggal tersengat aliran listrik di area tangki P5 Kilang RDMP (RU V) Balikpapan pada 29 September 2025.

Pada Oktober 2025 juga terjadi kecelakaan kerja akibat longsor di Area Lawe-Lawe, Penajam Paser Utara (PPU), yang menewaskan tiga pekerja PT Semen Indonesia Logistik (Silog). Area Lawe-Lawe juga bagian dari proyek RDMP.

Sebelumnya 25 Mei 2025 juga terjadi kebakaran saat tahap pre star-up yang mengakibatkan kemiringan kolom fractionator. Ini berpotensi mengganggu kemampuan CDU IV mencapai kapasitas maksimal setelah revamp.

Sementara itu, masyarakat Kaltim terutama warga Balikpapan menyambut gembira diresmikannya proyek RDMP.  Mereka berharap, setelah peresmian, tak ada lagi pemandangan antre minyak di SPBU di kota ini. “Apa artinya kita punya kilang terbesar di Indonesia, kalau masih antre. Itu sama saja seperti tikus mati di tangki minyak, eh di lumbung padi,” kata Musro, seorang sopir truk yang sudah merasakan antre minyak berhari-hari.

“Jangan antre LPG juga ya Bapak Presiden, capek kita tiap hari berburu elpiji 3 kilo ,” kata Ibu Siti Berkah di Gunung Pipa.

Antrean minyak di Balikpapan terakhir terjadi bulan Mei 2025. Di mana-mana SPBU kehabisan stok. Anggota DPRD sempat marah-marah. “Memalukan Balikpapan yang disebut Kota Minyak berubah menjadi Kota Antre Minyak,” kata mereka.

Ratusan pedagang makanan kaki lima di sekitar proyek RDMP juga mengaku waswas. Dengan rampungnya proyek RDMP, maka ribuan tenaga kerja di sana secara bertahap akan berkurang. Itu pasti berdampak dengan omset mereka. Hal yang sama juga dikhawatirkan oleh ratusan ojek dan pemilik kos-kosan.

SENJA MENDARAT DI IKN

Selesai acara di RDMP, Prabowo langsung terbang ke IKN menggunakan pesawat helikopter keprersidenan, AgustaWestland 189.

Menjelang senja dia mendarat persis di depan Istana Garuda. Pemandangannya jadi sangat menarik dengan lampu warna-warni yang menghiasi Istana. Prabowo sempat berkomentar rumput yang diinjaknya. “Ini rumput beneran atau apa? Bagus sekali,” katanya saat disambut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Prabowo turun dari heli didampingi Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono dan Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan Angga Raka Prabowo. Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya yang sudah tiba lebih dulu, turut menyambut kedatangan bosnya.

Basuki tampaknya bahagia sekali. Dia mencium tangan Presiden. Karena ini kunjungan yang sangat penting dan strategis mengingat Prabowo baru pertama kali menginjakkan kakinya di IKN sejak dia dilantik jadi Presiden, 20 Oktober 2025.

Beda dengan wakilnya, Gibran Rakabuming Raka. Putra sulung Presiden Jokowi itu sudah dua kali ke sana. Kunjungannya terakhir persis menjelang pergantian tahun kemarin. Dia memberi isyarat tahun 2026 ini akan berkantor di IKN setelah Istana Wapres selesai dibangun.

Yang menarik, Presiden langsung bermalam di Istana. Ini kali kedua Istana Garuda ditiduri seorang presiden. Sebelumnya dilakukan oleh Presiden Jokowi. Baru Selasa pagi Presiden Prabowo melakukan kunjungan ke berbagai proyek strategis IKN dan mengecak progres terakhir.

Pembangunan IKN tahun 2026 ini memasuki pembagunan fase kedua, di mana kegiatannya banyak dipusatkan untuk membangun gedung kantor lembaga legislatif dan yudikatif.

Dalam kunjungan ini, Prabowo kembali menegaskan visinya untuk menjadikan IKN sebagai “Ibu Kota Politik” pada tahun 2028. Jadi tak perlu diragukan lagi soal komitmen Presiden Prabowo terhadap IKN.(*)

Kesetiaan Aloka dan Anjing Yudhistira

January 10, 2026 by  
Filed under Opini

Oleh: Jaya Suprana

Aloka adalah nama seekor anjing yang setia mendampingi sembilan belas bhikku melakukan Jalan Kaki Untuk Perdamaian (Walk for Peace} dari Texas menuju Washington, D.C. Para bikkhu memulai perjalanan mereka dari Fort Worth, Texas, pada 26 Oktober 2025, dan diharapkan tiba di Washington, D.C. pada pertengahan Februari 2026. Mereka berjalan sekitar 20-30 mil setiap hari, dengan tujuan mempromosikan perdamaian, kasih sayang, dan welas asih di Amerika Serikat dan seluruh dunia. Aloka, anjing yang setia menemani para bikkhu, telah menjadi simbol kesetiaan dan telah memiliki lebih dari 210.000 pengikut di Facebook.

Kesetiaan Aloka mengingatkan saya kepada episod terakhir wiracarita Mahabharata di mana Pandawa Lima bersama Drupadi dan seekor anjing menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju Swargaloka. Di dalam perjalanan satu persatu anggota rombongan tewas dimulai oleh Drupadi lalu Nakula lalu Sadewa lalu Arjuna lalu Bima karena mereka masing-masing memiliki dosa. Hanya tersisa Yudhistira yang tidak berdosa karena selalu jujur, didampingi seekor anjing yang setia menemani Yudhistira sejak awal perjalanan di Hastinapura

Sesampai di Swargaloka ternyata pintu gerbang tertutup rapat. Yudhistira mengetuk pintu gerbang Swargaloka demi memungkinkan jiwa raga dirinya mukhsa masuk ke Nirwana. Tidak kurang dari Betara Wisnu membuka pintu gerbang Swargaloka. Yudhistira memohon ijin melalui pintu gerbang tersebut masuk ke Swargaloka. Betara Wisnu tegas menjawab “Silakan kamu masuk, tetapi anjingmu tidak boleh ikut masuk !”.

Setelah tahu bahwa anjing yang setia mendampingi dirinya tidak boleh ikut masuk, Yudhistira membatalkan diri untuk masuk ke Swargaloka . Batara Wisnu terheran-heran maka bertanya kenapa sang anjing harus ikut Yudhistira masuk ke Swargaloka. Yudhistira dengan tulus namun tegas menjelaskan “Anjing ini telah setia mengikuti saya sementara saudara-saudara dan isteri saya telah meninggalkan dunia fana, maka saya wajib membalas budi kesetiaan anjing ini. Jika anjing ini tidak diperkenankan masuk ke Swargaloka maka saya akan mendampingi dia di luar Swargaloka demi setia mendampingi anjing yang telah setia mendampingi saya”.

Pada saat itu juga, mendadak langit terbuka demi para bidadari menabur bunga dan sang anjing mendadak beralih rupa menjadi sosok aslinya yaitu tidak kurang dari Batara Dharma sendiri ! Maka kedua dewa utama itu dengan penuh rasa hormat mempersilakan Yudhistira masuk ke Swargaloka.

Kisah happy ending tentang kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira dan sebaliknya kesetiaan Yudhistira kepada sang anjing, bagi saya merupakan puncak tertinggi dari sukma terluhur wiracarita Mahabharata. Sementara kisah kesetiaan sang anjing kepada Yudhistira analog kesetiaan Aloka — yang “ajaib” memiliki bulu putih berbentuk heart sebagai lambang kasih-sayang pada kepalanya yang berwarna coklat muda — kepada sembilan belas Bhikku yang menempuh perjalanan Walk for Peace dari Fort Worth, Texas menuju Washington, D.C.

Kapan Gibran Ngantor di IKN?

January 7, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

SUDAH satu minggu kita berada di tahun 2026. Ini tahun penting bagi Ibu Kota Nusantara (IKN) di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Kalau tidak ada perubahan, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan segera berkantor di sana.

Kapan tepatnya? Masih kita tunggu konfirmasi resmi. Kemungkinan pada kuartal pertama persis pada saat pembangunan Istana Wapres rampung luar dalam. Yang pasti Gibran sendiri di penghujung tahun 2025 datang kembali ke IKN. Dia sempat bermalam di sana bersama anak istrinya.

Wapres dan istri, Selvi Ananda dikerubuti pengunjung IKN yang ingin bersalaman

Apakah dia menginap di Istana Wapres? Sepertinya belum. Memang pembangunan Istana Wapres sudah mencapai di atas 90 persen, tapi belum bisa dihuni. Kabarnya Gibran menginap di kompleks rumah menteri yang sudah lama rampung. Di situ juga tinggal Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.

Basuki sebelumnya pada pertengahan Desember 2025 mengatakan, Istana Wapres  tinggal mengisi furniture-nya saja. Setelah itu sudah siap ditempati. “Wapres punya keinginan segera berkantor di IKN tahun 2026,” katanya menjelaskan.

Saya tidak mendengar pernyataan terakhir Gibran ketika berkunjung ke IKN, apakah rencananya berkantor di IKN tidak berubah?

Tentu ada beberapa hal menarik jika Gibran benar-benar jadi berkantor di IKN.

Pertama: Suasana IKN jadi hidup. Warga yang mau berkunjung ke IKN pasti lebih ramai lagi. Sepertinya banyak yang ingin bertemu langsung dengan putra pertama mantan presiden Jokowi itu. Kehadiran Wapres juga akan memompa semangat pembangunan IKN fase kedua, yang dipusatkan untuk pembangunan gedung legislatif dan yudikatif. Soalnya tahun 2028 IKN harus sudah siap dideklarasikan sebagai Ibu Kota Politik. Jadi infrastruktur dan ekosistem pemerintahan baik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus benar-benar sudah siap.

Kedua: Ngantornya Wapres di IKN akan mempercepat pemindahan ribuan ASN dari Jakarta. Selama ini rencana pemindahaan ASN berkali-kali tertunda.  Termasuk juga pemindahan sejumlah kementerian dan lembaga lainnya. Sementara gedung kantor Menko di antaranya sudah lama rampung. Kalau tidak cepat ditempati bakal diisi oleh rayap. Sedang biaya pemeliharaannya jalan terus dan mahal. Saat ini sudah ada seribuan ASN dan PPPK di IKN, tapi semuanya staf Pak Basuki di Otorita.

Ketiga: Kalau Wapres resmi bercokol di IKN, maka kegiatan pengawasan dan penindakan aksi penambangan liar terutama tambang batu bara baik di kawasan IKN maupun di Kaltim dan bagian Kalimantan lainnya bisa lebih tajam dan intensif. Selama ini kegiatan tambang liar sangat marak terjadi di wilayah Kalimantan termasuk di kawasan IKN. Kalau Wapres menetap di IKN, maka mata dan hidungnya bisa lebih tajam lagi mengawasi berbagai aksi penambangan liar tersebut. Banyak yang memperkirakan bencana alam yang dahsyat seperti di Sumatera tinggal menunggu waktu juga terjadi di Kalimantan terutama Kaltim dan Kalsel. Karena itu jika efektif, Wapres bisa jadi dewa penyelamat.

Keempat: Hijrahnya Wapres ke IKN bisa memperkecil arus bully yang sering berseliweran di jagat media sosial. Sekaligus Wapres bisa lepas dari hiruk pikuk Jakarta yang menyesakkan dada dan rasa. Karena itu Wapres bisa lebih fokus dalam menjalankan tugas dan amanah yang diembannya. Dia tidak pusing dengan serangan dalam berbagai bentuk dan narasi, yang datang dari tujuh penjuru angin. Di IKN, Wapres bisa menikmati udara segar, sambil mancing di embung MBH dan menanam pohon Meranti atau ulin untuk mewujudkan IKN sebagai forest city.

JALAN TOL SANGAT SESAK

Menjelang tahun baru 2026 kemarin, Otorita IKN mengambil kebijakan yang menarik. Membuka pintu tol IKN secara gratis. Meski belum rampung sepenuhnya, jalur tol IKN sudah bisa dilewati. Kontan ribuan kendaraan yang mengangkut puluhan ribu penumpang melintas di sana.

Keindahan IKN di waktu malam

Sebagian besar warga Kaltim. Tapi banyak juga yang datang dari luar daerah. Buktinya tingkat hunian sejumlah hotel di Balikpapan melonjak.

Ada pemandangan menarik di jalur tol IKN. Kendaraan merayap seperti tol Jakarta-Bandung atau Puncak Bogor. Ini belum pernah terjadi di Kalimantan. Sebelum ada tol IKN, satu-satunya jalan tol di Kalimantan yaitu jalan tol Balikpapan-Samarinda. Sampai sekarang masih sepi. Pasti pengelolanya, PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda (JBS) banyak nombok. Apalagi ruas jalannya sering anjlok dan perlu terus perbaikan.

Pintu tol IKN dibuka sejak 20 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026.  Pintu masuknya hanya boleh lewat Batakan, Balikpapan Timur. Akibatnya, kemacetan sudah terjadi di Jalan Mulawarman menuju mulut pintu tol.

Sebagian kendaraan yang melintas di jalur tol IKN tidak semuanya bertujuan untuk jalan-jalan ke IKN. Banyak juga yang mau menuju Kalsel. Maklum di sana lagi berlangsung hajatan besar, haul Guru Ijai atau Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan jamaah termasuk dari Kaltim.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Permukiman IKN 2, Arvin Jiri mengungkapkan ada 90 ribu kendaraan yang melintas di tol IKN selama 16 hari. “Rata-rata 4 ribu sampai 5 ribu kendaraan melintas di tol IKN setiap hari,” jelasnya.

Suasana di IKN sendiri luar biasa ramainya. Apalagi  Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono (BH), mantan menteri PU era Jokowi bersedia bersilaturahmi dengan warga yang datang. Jadi mereka ramai berebut foto bareng di depan Istana Garuda. Para pengunjung juga sempat ramai-ramai bersalaman dengan Wapres dan istrinya, Selvi Ananda Gibran.

Menurut Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, jumlah pengunjung IKN dari 25 Desember 2025 sampai 4 Januari 2026 mencapai 270 ribu orang. “Pada hari terakhir tol dibuka, Minggu (4/1) jumlah pengunjung tembus di atas 37 ribu,” tambahnya.

Cucu saya Jena dan Aby sempat tidur di IKN. Ibunya, Aisyah Febria yang bertugas di Otorita  sangat sibuk. Maklum dia bertugas di bidang keprotokolan. Kedua anak itu mengaku siap menjadi “anak IKN.” Sekolah dan berkarya full di IKN. Jadi siapa bilang IKN mandek?(*)

« Previous PageNext Page »

  • vb