ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kasad Wisuda 59 Bintara Mahasiswa Diploma 4 Angkatan IV Poltekad

May 4, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

BATU– Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menghadiri kegiatan Wisuda Bintara Mahasiswa Diploma 4 Angkatan IV Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklatad di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (3/5/2023).

Komandan Poltekad Kodiklatad Brigjen TNI Dodo Irmanto SIP.MSI menjelaskan jumlah wisudawan  Poltekad tahun 2019 – 2023 sebanyak 59 lulusan bintara mahasiswa dengan rincian 19 lulusan dari Prodi tehnik elektronika sistem senjata, 20 prodi tehnik  telekomunikasi militer dan 20 dari Prodi Tehnik otomotif kendaraan tempur.

“ Wisudawan terbaik yang mampu meraih penghargaan Poltekad “ Wikan Cakti Pratama  “ yakni  Sertu I Made Tulus Adi dengan IPK 3,99  dengan predikat pujian dari Prodi tehnik elektronika sistem senjata, “ jelas Brigjen TNI Dodo Irmanto.

Sertu I Made Tulus Adi, meraih penghargaan Wikan Cakti Pratama karena mampu sebagai juara dua  lomba Karya Ilmiah Tingkat Nasional 2022 di Universitas Brawijaya Malang, Juara dua lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dan tes Poste spermartematik student Club tahun 2022 di Universitas Jember dan Juara tiga lomba Esai tingkat Nasional eventy Easy Competetion 2022.

Dalam sambutannya, Jenderal TNI Dudung Abdurahman mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan 59 sarjana tehnik dan nantinya mereka menjadi tenaga baru dalam jajaran TNI AD.

Dikatakan, dengan bekal pengetahuan yang  diperoleh prajurit lulusan dari Poltekad akan mampu mengaplikasikan pengetahuan yang dimilikinya dengan baik sehingga dapat mengikuti perkembangan alutista yang kini berkembang cukup pesat. Mereka  mempunyai talenta tinggi yang dapat dikembangkan kemampuannya dalam pengembangan satuan kerja masing- masing sekaligus tambahan sarjana tehnik terapan.

“Kita akan berdayakan mereka dengan posisi sesuai ilmunya. Agar mereka bisa mengoptimalkan pengetahuan dalam tugas dan pengabdian kepada Negara Nusa dan bangsa,” lanjutnya.

Bahkan Kasad menyebutkan telah membuka Prodi baru terutama jurusan yang saat ini sangat diperlukan dalam dunia militer. Jurusan yang dimaksud yakni Prodi  rekayasa keamanan cyber dan prodi tehnik rekyasa persenjataan militer.

Tahun ini sudah ada mahasiswa prodi rekayasa keamanan cyber sebanyak 28 orang dan prodi tehnik rekayasa persenjataan militer ada 18 mahasiswa.

“Saya sudah berjanji untuk lulusan Poltekad  semasa Kasadnya saya dapat prioritas bisa langsung mengikuti tes melanjutkan pendidikan ke Sekolah Calon Perwira (Secapa) Angkatan Darat.kepada para wisudawan khusus berumur 27 tahun lebih cepat daripada yang reguler umumnya para bintara dapat melanjutkan pendidikan untuk menjadi perwira ketika berusia 35 hingga 50 tahun,” tandas Kasad.

Jenderal Dudung mengatakan, kesempatan itu diberikan karena para prajurit itu dinilai telah berdedikasi. Kemampuan para wisudawan itu juga harus seimbang dengan pangkat mereka.

“Bintara-bintara ini kita rekrut dari berbagai kesatuan semua kecabangan dan melaksanakan pendidikan selama empat tahun, mereka akan menjadi tenaga ahli di berbagai kesatuan sebagai unsur pendukung, mereka ini berdedikasi sehingga ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan untuk menjadi perwira,” jelas Dudung saat konferensi pers di Kodiklatad.

Jenderal Dudung juga menyampaikan peran prajurit TNI yang memiliki kemampuan di bidang teknologi sangat penting. Khususnya dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Wisudawan yang telah dibekali kemampuan dan kedisiplinan ilmu sebagai bintara teknik akan mengoptimalkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki guna mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Darat,” ungkapnya.

Sebelum mewisuda bintara Mahasiswa Poltekad, Jendral Dudung memberikan tali asih dan bantuan kepada keluarga Poltekad dan Panti Asuhan serta yatim piatu. (Buang Supeno)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.