Selama Sepekan, Festival Lou Bentian Meriah

June 9, 2026 by  
Filed under Wisata

Share this news

SENDAWAR – Kegiatan Festival Lou Bentian yang digelar selama sepekan, sejak tanggal 2-8 Juni 2026 berakhir. Serangkaian kegiatan lomba olahraga tradisional dan tarian dan menyanyi khas Bentian Besar ikut memeriahkan festival. Pejabat (PJ) Sekretaris Daerah Kutai Barat Kamius Junaidi menutup di Lamin Lou Bentian, Jalan Trans Kaltim, Senin (8/6/2026).

Bupati Kutai Barat (Kubar), Frederick Edwin, melalui sambutan tertulis yang dibaca Sekda mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat adat Bentian Besar. Para pelaku UMKM, kelompok Pokdarwis, para sponsor dan semua pihak yang sudah mensukseskan kegiatan ini Festival Lou Bentian tahun 2026 ini.

“Festival yang kita tutup hari ini adalah penanda yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan Lou Bentian sebagai pusat aktivitas budaya, adat istiadat, pariwisata dan ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap pelestarian budaya dan tradisi masyarakat Bentian Besar. Sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan UMKM dan sektor pariwisata yang melibatkan seluruh masyarakat Sembilan kampung yang ada di Kecamatan Bentian Besar, sebagai pusat aktivitas dan kegiatan bersama.

Diharapkan Lou Bentian ini bukan hanya menjadi kegiatan budaya semata, tetapi juga menjadi wadah berbagai aktivitas kebudayaan. Selain itu juga menjadi etalase kebudayaan yang menampilkan kekayaan budaya, adat istiadat, kekayaan alam serta seluruh potensi unggulan yang dimiliki.

Ia menyebut, pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan menjadikan Lou Bentian agenda tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan daerah. Sehingga keberadaan nya terus berkelanjutan dan menjadi salah satu daya tarik budaya dan pariwisata unggulan Kabupaten Kutai Barat.

“Pada kesempatan ini saya mengucapkan apresiasi kepada ITM group, melalui TCM, BEK dan TIS yang telah berperan sebagai inisiator dan pendukung kegiatan,”tandasnya.

Sementara Kepala Tekhnik Tambang (KTT) PT BEK Iman Mandiri mengucapkan, atas nama manajemen ITM group, menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara ini. Mulai dari pemerintah, tokoh adat, panitia pelaksana, pelaku seni, serta UMKM lokal, sehingga seluruh masyarakat yang telah hadir serta berpartisipasi aktif.

Ia menyebut, Festival Lou Bentian bukan hanya rangkaian budaya semata, melainkan wujud nyata semangat bersama menjaga identitas, mempererat persatuan, membangun masa depan masyarakat dan menjaga kearifan lokal. Berbagai pertunjukan seni permainan tradisional, kuliner khas Bentian Besar, Kutai Barat, sehingga keterlibatan UMKM lokal yang telah menunjukkan bahwa budaya hanya sebagian warisan yang harus dijaga, tetapi juga memiliki potensi yang dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap keberadaan festival Lou Bentian ini terus menjadi sarana bagi masyarakat untuk pelestarian budaya Bentian, ruang pembelajaran bagi generasi muda sekaligus menjadi pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis budaya lokal,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Indo Tambang Megah (ITM) group, yang di wakili Trubanido Coal Mining (TCM), Bharinto Ekatama (BEK) dan Tepian Indah Sukses (TIS), berkomitmen dan tumbuh bersama masyarakat melalui berbagai inisiatif yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Kami menyakini berkolaborasi bersama masyarakat, pemerintah dan semua pihak menjadi pondasi penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik untuk kita semua,”bebernya.

Sementara ketua panitia Suryadarma melalui ketua Pokdarwis Lorensius Ballak menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam mensukseskan Festival Lou Bentian, sehingga berjalan dengan lancar dan sukses.

Kehadiran semua pihak adalah bukti kecintaan kepada  pelestarian budaya dan adat istiadat leluhur.

Ia menyebut, Festival ini menjadi wadah pelestarian budaya masyarakat Bentian, mulai dari seni tari, musik tradisional dan juga olahraga tradisional, kerajinan tangan, dan makanan tradisional atau kuliner, sebagai nilai kearifan lokal, yang menjadi identitas kebanggan bersama.

“Kami dari panitia menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan, diantaranya tari tarian lokal atau berijok, olahraga tradisional, begasing, belogo, menyumpit, dan behempas kosong tidak ada yang mendaftar,”ungkapnya.(arf/adv diskominfo).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb