Dispar Kaltim Susun Skema Pelatihan Baru

July 31, 2026 by  
Filed under Wisata

Share this news

SAMARINDA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur menyiapkan strategi baru untuk menjaga keberlanjutan program pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Pelatihan yang selama ini banyak dilakukan secara tatap muka akan mulai dialihkan ke format daring dengan menghadirkan narasumber berkompetensi tinggi agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia mengatakan, pihaknya tetap berkomitmen melaksanakan program peningkatan kapasitas meski harus menyesuaikan pola pelaksanaan akibat keterbatasan anggaran.

Kepala Bidang Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Kaltim, Dahlia

Menurutnya, saat ini Dispar Kaltim masih menyusun formula yang paling tepat agar kegiatan berbasis daring tetap efektif, menarik minat peserta, serta mampu memberikan manfaat yang optimal.

“Kami tetap berupaya mencari inovasi dalam pelaksanaan kegiatan. Salah satunya dengan memanfaatkan pola daring, namun saat ini kami masih menyusun formula yang paling sesuai agar pelaksanaannya berjalan efektif,” katanya, Jumat (31/7/26).

Ia menjelaskan, perubahan metode pelaksanaan bukan berarti mengurangi kualitas program. Justru, Dispar Kaltim berencana meningkatkan mutu kegiatan melalui pemilihan narasumber yang memiliki kapasitas dan reputasi yang baik di bidang pariwisata maupun ekonomi kreatif.

Dengan menghadirkan pembicara berkualitas, diharapkan peserta lebih tertarik mengikuti pelatihan meskipun dilaksanakan secara virtual.

“Kalau kegiatannya dilakukan secara daring, kami akan memilih narasumber yang benar-benar berkualitas dan mengangkat tema yang menarik. Harapannya peserta tetap antusias mengikuti pelatihan karena substansi yang diberikan tetap relevan dengan pengembangan kapasitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Selain materi yang lebih berkualitas, Dispar Kaltim juga akan tetap memberikan sertifikat elektronik (e-sertifikat) kepada peserta sebagai bentuk pengakuan atas keikutsertaan dalam kegiatan.

Ia mengatakan e-sertifikat tersebut akan dilengkapi informasi mengenai materi pelatihan, jumlah jam pelajaran (JP), hingga identitas narasumber sehingga memiliki nilai yang lebih baik dibanding pelaksanaan sebelumnya.

“Materi, jumlah jam pelajaran, hingga narasumber akan dicantumkan dalam sertifikat sehingga kualitasnya juga meningkat. Kami ingin peserta tetap memperoleh manfaat meskipun pelatihan dilakukan secara daring,” katanya.

 

Meski demikian, dirinya mengakui tidak seluruh program pengembangan SDM dapat dialihkan ke sistem online. Beberapa kegiatan di sektor ekonomi kreatif masih membutuhkan praktik secara langsung sehingga kemungkinan tetap akan dilaksanakan secara tatap muka dalam skala terbatas.

“Untuk sektor pariwisata relatif lebih memungkinkan dilaksanakan secara daring. Namun, pada ekonomi kreatif ada beberapa kegiatan yang membutuhkan praktik sehingga masih berpeluang dilakukan secara luring, meskipun dengan jumlah peserta yang terbatas,” jelasnya.

Ia menambahkan, efisiensi anggaran turut berdampak pada sejumlah komponen pendukung kegiatan, seperti penghapusan biaya perjalanan dinas, konsumsi peserta, hingga uang saku yang selama ini menjadi bagian dari penyelenggaraan pelatihan.

Kondisi tersebut membuat Dispar Kaltim harus menyusun strategi baru agar kegiatan tetap berjalan tanpa mengurangi tujuan utama, yakni meningkatkan kualitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur.

“Kami sedang mematangkan konsep pelaksanaannya agar tetap efektif dan efisien. Nantinya seluruh rencana tersebut juga akan dikonsultasikan dan menunggu persetujuan Kepala Dinas sebelum diterapkan,” pungkasnya. (yud)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb