ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kaltim Miliki Pabrik Pengolahan Karet Pertama

July 20, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

Share this news

VIVABORNEO.COM, SAMARINDA. Pabrik pengolahan karet pertama di Kalimantan Timur milik PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) memberikan warna baru bagi pembangunan perkebunan di Kaltim.

Selama ini, karet-karet alam hasil perkebunana di Kaltim dikirim ke berbagai daerah khususnya Kalimantan Selatan untuk menjalani proses lanjutan barang setengah jadi untuk di ekspor ke luar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perkebunan Kaltim yang diwakili Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil,  Yus Alwi Rahman, Rabu (12/07) pekan lalu.

Yus Alwi bersama rombongan berjumlah 9 orang sengaja berkunjung ke PT MKC di Kecamatan Palaran, Samarinda Seberang. Kunjungan ini  terkait dengan pembangunan pabrik pengolahan karet pertama di Kaltim yang diharapkan dapat mengangkat harga karet rakyat..

“Dengan adanya pabrik karet sendiri, petani di Kaltim tidak perlu menjual karet mentah ke luar daerah, yang selama ini dijual ke wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Yus Alwi.

Pabrik karet di Kaltim memang sangat dibutuhkan, karena saat ini produksi karet semakin meningkat setiap tahunnya. Tercatat, tahun 2016 luas tanaman karet di Kaltim mencapai 116.869 Ha dengan produksi karet mencapai 62.106 ton. Sedangkan produktivitasnya cukup tinggi yaitu mencapai 1.259 kilogram per hectare.

Selain membantu petani, lanjutnya, diharapkan keberadaan pabrik pengolahan karet juga akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

“Jadi, selain mensejahterakan petani karet, pabrik itu juga ikut mendukung menggerakkan perekonomian daerah, ditambah lagi banyak tenaga kerja yang terserap,” katanya lagi. (VB/rey/disbun)

 


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.