Atlet Kukar Sumbang Medali untuk Kaltim di Kejurnas Taekwondo Cadet & Junior 2026

April 27, 2026 by  
Filed under Olahraga

SAMARINDA – Atlet taekwondo Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut menyumbangkan medali bagi kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) pada ajang Kejurnas Taekwondo Cadet & Junior 2026 yang digelar 23–26 April 2026 di GOR Serbaguna Stadion Kadrie Oening, Samarinda.

Pada kejuaraan nasional tersebut, Kaltim berhasil menempati peringkat ke-4 dengan raihan total 6 medali emas, 8 perak, dan 10 perunggu. Dari jumlah tersebut, atlet Kukar menyumbang 5 medali yang terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.

Medali emas disumbangkan Meyka, medali perak diraih Yunita, sementara tiga medali perunggu masing-masing dipersembahkan oleh Naura, Marsel, dan Umi. Raihan ini menjadi bukti kontribusi nyata atlet Kukar dalam mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.

Pelatih Taekwondo Tim Kukar Kasdania, menyampaikan rasa bangga atas capaian anak didiknya. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras dan latihan yang konsisten.

“Kami sangat senang dan bangga atas raihan medali ini. Semoga ini menjadi pelecut semangat bagi para atlet dan klub taekwondo di Kukar untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

 

Kejurnas Taekwondo Cadet & Junior 2026 ini diikuti sekitar 450 atlet muda dari 31 provinsi di seluruh Indonesia. Ajang ini menjadi salah satu tolok ukur penting dalam pembinaan atlet usia dini dan junior, sekaligus sebagai sarana evaluasi serta regenerasi atlet menuju tingkat internasional.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dan dibuka langsung oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon. Selain sebagai ajang kompetisi, kejuaraan ini juga bertujuan menjaring bibit-bibit atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional di masa mendatang. (kk04)

Hajatan FIFGROUP Hadir Meriah di Bekasi, Dirangkai Peresmian Gedung Baru dan Solar Panel

April 27, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Bekasi – PT Federal International Finance (FIFGROUP), anak perusahaan Astra dan bagian dari Astra Financial, kembali menggelar Hajatan Cabang. Kali ini Hajatan Cabang hadir di Kota Bekasi pada Sabtu, 25 April hingga 26 April 2026, yang berlokasi di pelataran Kantor Cabang FIFGROUP Bekasi.

Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi hadir dengan didukung lima lini bisnis FIFGROUP, yaitu FIFASTRA, SPEKTRA, DANASTRA, FINATRA, dan AMITRA. Sepanjang 2025, gelaran Hajatan FIFGROUP ini telah menyapa masyarakat di 23 titik cabang, dan pada 2026 siap menjangkau lebih luas melalui 41 titik cabang FIFGROUP di seluruh Indonesia.

Tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi, momentum ini juga dirangkai bersamaan dengan peresmian gedung baru sekaligus pemasangan solar panel di FIFGROUP Cabang Bekasi.

 

Hadir untuk meresmikan keseluruhan rangkaian acara adalah Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati dan Julius Julianto Kusdinar yang didampingi oleh Kepala Wilayah FIFGROUP Jabar 2, Hendra Sugara Martha, beserta jajaran manajemen FIFGROUP Kantor Pusat.

Pemotongan pita menandai resmi dibukanya gelaran Hajatan Cabang, peresmian gedung, dan solar panel FIFGROUP Cabang Bekasi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng serta pemberian bantuan sosial kepada Yayasan Yatim Ar-Rahman.

Direktur FIFGROUP, Esther Sri Harjati menyampaikan, bersyukur FIFGROUP bisa sekaligus meresmikan tiga hal penting yaitu Hajatan Cabang, peresmian gedung, dan solar panel FIFGROUP Cabang Bekasi.

“Kami berharap, bahwa keseluruhan rangkaian acara hari ini bisa semakin mendekatkan diri kepada masyarakat dan pelanggan setia FIFGROUP. Ini semua merupakan upaya kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta menjadi komitmen kami dalam berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Peresmian Gedung FIFGROUP Cabang Bekasi

Rangkaian kegiatan Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi, perseroan turut meresmikan gedung barunya yang berlokasi di Villa Meutia Kirana, Jl. Cut Mutia Blok F3, RT.002/RW.001, Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Hal ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperluas jaringan, dan sebagai sarana untuk dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan menghadirkan kenyamanan bagi konsumen, serta mendukung produktivitas karyawan.

Esther juga menyampaikan bahwa kehadiran gedung baru di lokasi yang lebih strategis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar. “Kami berharap kehadiran gedung baru FIFGROUP Cabang Bekasi ini dapat membuka peluang bisnis yang lebih luas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kami juga ingin menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya,” ujarnya.

Peresmian Solar Panel FIFGROUP Bekasi

Seiring dengan peresmian gedung baru, FIFGROUP juga menegaskan komitmennya terhadap program keberlanjutan melalui peresmian pemasangan solar panel di atap Gedung FIFGROUP Cabang Bekasi.

Langkah ini menjadi wujud dukungan perusahaan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca serta peningkatan pemanfaatan energi terbarukan. Pemasangan solar panel yang memiliki kapasitas sebesar 10,8 kilowatt-peak (KWP) atau 10.800 Watt-Peak di rooftop Kantor Cabang FIFGROUP Bekasi ini merupakan titik ke-43 di seluruh Indonesia.

Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi energi, mengurangi konsumsi listrik berbasis fosil, serta mendukung tercapainya target net zero emission di masa mendatang.

Dukungan Digital dan Program FIFirstep di Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi

Di samping itu, sebagai bagian dari kampanye gaya hidup sehat, Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi juga diramaikan dengan adanya program Fun Run bersama FIFirstep, yang mengajak masyarakat dan pelanggan setia FIFGROUP untuk aktif bergerak sekaligus berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon.

Program Fun Run bersama FIFirstep rencananya akan hadir dalam rangkaian Hajatan FIFGROUP periode Mei hingga Juli 2026, di mana Bekasi menjadi titik awal pelaksanaan program.

Gelaran Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi ini semakin lengkap dengan hadirnya dukungan ekosistem digital FIFGROUP melalui aplikasi resmi besutan FIFGROUP bernama FIFGO (FIF on the Go) sebagai one-stop solution transaksi digital.

Selain itu, AstraPay yang merupakan dompet digital, juga turut hadir mendukung gelaran Hajatan FIFGROUP Cabang Bekasi, dengan menawarkan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan berbagai transaksi digital di berbagai merchant nasional hingga seluruh ekosistem Astra. (*)

Ditunggu Juga Maaf Ketua DPRD Kaltim

April 27, 2026 by  
Filed under Opini

Catatan Rizal Effendi

GUBERNUR Kaltim Rudy Mas’ud akhirnya meminta maaf. Tadi malam beredar video pernyataan permintaan maaf Rudy, yang diunggah melalui akun Instagram Pemprov Kaltim dan sudah beredar di dunia maya.

Mengenakan baju berwarna hijau dan berkopiah, Rudy berusaha tampil bersahaja. Suaranya merendah dan tidak menampilkan gestur yang membuat orang geram. Tapi ada juga yang mengkritisi, seharusnya Rudy mengenakan seragam resmi seorang kepala daerah dan duduk di ruang kerjanya. Karena ini pernyataan resmi dia sebagai seorang gubernur. Bukan pribadi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ketika menyampaikan pernyataan minta maaf, yang disiarkan sejak Minggu malam.

Rudy memulai pernyataannya dengan bahasa yang tidak biasa. “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ayahanda, ibunda dan adik-adik masyarakat Kalimantan Timur yang saya hormati,” begitu awal ucapannya.

Dia mengatakan, beberapa hari ini dia banyak merenung. Dia menyadari ada beberapa hal yang harus dia perbaiki baik dalam hal bersikap maupun dalam berkomunikasi. “Untuk itu dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dan ketidaknyamanan yang terjadi,” ucapnya sambil meletakkan tangannya ke dada.

Berkaitan dengan renovasi rumah jabatan dengan nilai cukup besar, ucapnya termasuk di dalamnya beberapa item yang menjadi sorotan soal kursi pijat dan aquarium  air laut wajar menimbulkan rasa tidak nyaman dan pertanyaan di masyarakat.

Menurut Gubernur, secara jujur bahwa perencanaan paket renovasi rumah itu sudah ada sebelum dia menjabat. Tapi menurut penjelasan Sekda Sri Wahyuni, anggaran Rp25 miliar itu terdiri Rp12,5 miliar di APBD tahun 2024 dan Rp12,5 miliar di tahun 2025, di mana dia sudah bertugas.

“Sebagai bentuk komitmen, saya akan menanggung secara pribadi item renovasi rumah dinas yang di luar fungsi kedinasan termasuk kursi pijat dan aquarium air laut,” tandasnya.

Ke depan tambahnya, dia juga akan melakukan penyesuaian agar penggunaan anggaran fasilitas pimpinan lebih sederhana dan berpihak kepada kebutuhan masyarakat.

Tidak disinggung Gubernur soal Harum Resort di Balikpapan. Ini juga menjadi sorotan masyarakat karena ada tagihan ratusan juta rupiah berkaitan jamuan makan dan pembelian cinderamata di tempat yang diduga adalah milik pribadi Gubernur.

Sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik, kata Gubernur yang akrab dipanggil HARUM, mulai esok (Senin ini) dia akan meniadakan keterlibatan keluarga dalam  peran struktural yang berhubungan langsung dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur termasuk Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim.

Gubernur tidak menyebut secara langsung nama adiknya, Hijrah Mas’ud. Tapi pernyataan itu memang berkaitan dengan peran Hijrah yang selama ini banyak cawe-cawe di lingkungan Pemprov.

“Nanti akan kita lihat di lapangan apakah Hijrah masih keluar masuk di dinas-dinas untuk menentukan berbagai kegiatan proyek atau program,” kata seorang pejabat di Pemprov Kaltim yang tak mau disebutkan namanya.

Sangat disayangkan Gubernur tidak menegaskan soal eksistensi TAGUPP. Masyarakat menuntut TAGUPP dibubarkan atau setidak-tidak direvisi jumlah orang dan anggarannya. Jumlah anggota TAGUPP sebanyak 43 orang dengan anggaran Rp10 miliar lebih dianggap berlebihan dan pemborosan.

Gubernur juga mengklarifikasi soal ucapannya yang menyamakan Hijrah dengan Hashim Djojohadikusumo, yang membuat pengurus DPD Gerinda Kaltim meradang. “Berkaitan dengan pernyataan saya sebelumnya yang dikaitkan dengan pimpinan di tingkat nasional dan menimbulkan penafsiran yang kurang tepat, saya juga mohon maaf.  Tidak ada maksud saya untuk membandingkan pihak manapun dalam konteks yang tidak semestinya,” ucapnya begitu.

Rudy Mas’ud berjanji ke depan dia akan lebih berhati-hati  dalam bertutur kata agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru. “Saya berkomitmen akan bekerja  lebih teliti, lebih peka dan lebih mendahulukan apa yang menjadi prioritas bagi masyarakat Kaltim. Mohon doa dan dukungan untuk meneruskan program-program kita dan memastikan setiap manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya mengakhiri pernyataan.

BAMBANG DAN HAMAS

Beberapa warga mengatakan menyambut baik pernyataan maaf Gubernur Kaltim. “Tapi masih kita tunggu dan lihat juga implementasinya di lapangan di hari-hari mendatang,” kata Agus, seorang warga  Balikpapan.

Agus juga menuntut permintaan maaf Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud (HAMAS), yang juga kakak kandung Gubernur. Termasuk juga dua anggota TAGUPP yaitu Bambang Widjojanto dan Sudarno, yang membuat pernyataan berlebihan dan tidak sesuai fakta di lapangan. Saat demo, massa mencari Sudarno dan membawa poster Sudarno.

HAMAS juga disorot. Saat berlangsung aksi Demo 214 dia tidak berada di tempat dengan alasan masih mengikuti retret di Magelang. Padahal saat itu acara pelatihan Ketua DPRD se Indonesia itu sudah selesai.

Sebelumnya HAMAS juga membuat pernyataan yang menantang masyarakat. Dia sempat membela soal pembelian mobil dinas gubernur yang terlalu mahal. “Kalau saya jadi gubernur, malah saya beli pesawat,” begitu katanya. Di sisi lain, HAMAS juga dilaporkan membeli mobil dinas Ketua Dewan sebesar Rp3 miliar lebih.

Sebagai Ketua Dewan, akunya, dia sudah menjalankan fungsi Dewan. Tapi rekannya, Muh Husni Fahruddin alias Ayub, Ketua Fraksi Golkar dan Sekretaris DPD Golkar Kaltim mengakui fungsi pengawasan dan budgeting Dewan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ahmad, warga di Tenggarong meminta pakta integritas yang sudah ditandatangi pimpinan Dewan dan Fraksi tetap diijalankan diantaranya melaksanakan hak angket untuk menguji berbagai kebijakan Gubernur yang dianggap tidak sesuai dengan hati nurani rakyat.

Sementara itu, Bambang Widjojanto sebagai anggota Dewan Penasihat TAGUPP sempat mengeluarkan pernyataan dan memastikan bahwa aksi demo 214 adalah residu Pilgub 2024. Tapi pelaku aksi dengan tegas menyatakan tidak ada hubungannya dengan Pilgub.

Beberapa hari lalu mantan Gubernur Isran Noor juga menyampaikan bantahannya. “Ngga ada urusan dengan gubernur sekarang. Apa perlunya saya terlibat dalam aksi tersebut,” kata Isran di depan acara halal bihalal pensiunan ASN.

Beberapa pengamat juga menilai aneh pernyataan Bambang soal dinasti politik, yang disebutkannya tidak selalu beraroma korupsi.   Padahal dia selama ini dikenal sebagai pegiat antikorupsi dan pernah duduk sebagai pimpinan KPK.

Warga juga kesal dengan peran Sudarno. Dia dinilai figur yang tidak konsisten. Sempat mengkritisi habis-habisan soal kebijakan Gubernur HARUM, tapi belakangan cuap-cuap membela Gubernur setelah masuk dalam TAGUPP.

Indra, perempuan asal Samarinda Seberang juga menuntut Gubernur agar memperbaiki sikap istrinya, Syarifah Suraidah, yang selama ini juga jadi gunjingan di mana-mana. Mulai urusan pakaiannya yang berlebihan dan menunjukkan kemewahan seperti Noni Belanda sampai ucapan terakhirnya yang tidak tepat.

Syarifah sempat mengeluarkan pernyataan di akun pribadinya agar masyarakat jangan mencampuri urusan pribadi. Kontan dijawab para netizen. Kalau tidak mau dicampuri, ya jangan jadi gubernur, jangan jadi anggota DPR. “Jadi pemimpin masyarakat atau pemimpin publik ya harus mau dikritisi masyarakat. Tahu diri dong,” kata Isna.(*)

Paman Birin Kembali Pimpin PB Lemkari 2026-2031

April 26, 2026 by  
Filed under Olahraga

BANJARMASIN – H Sahbirin Noor atau Paman Birin terpilih secara aklamasi untuk kembali memimpin Pengurus Besar Lembaga Karate-Do Indonesia (PB Lemkari) periode 2026 – 2031, Sabtu (25/4/2026).

Terpilihnya kembali Paman Birin untuk menahkodai olahraga beladiri karate merupakan hasil Kongres Nasional 2026 yang dihadiri pengurus provinsi se Indonesia sebagai pemilik suara dalam memilih Ketua Umum PB Lemkari sesuai AD/ART organisasi.

“Alhamdulillah saya masih diberikan kepercayaan dari teman-teman se Indonesia untuk menjalankan amanah sebagai Ketua Umum PB Lemkari lima tahun mendatang,” ujar Gubernur periode 2016-2021 dan 2021-2024 ini.

Menurutnya, kepengurusan ini akan bersama bergotong royong membawa Lemkari Maju menuju Indonesia emas.

Selain itu, konsolidasi organisasi juga akan menjadi skala prioritas agar legitimasi Lemkari di PB FORKI menjadi energi untuk para karateka se Indonesia dalam berprestasi.

Seusai penyampaian visi misi Ketua Umum terpilih PB Lemkari, Paman Birin menerima penghargaan satu set Tajak Laksemana, Bengkong Songket yang diberikan Ketua Pengprov Lemkari Kepulauan Riau, Herry Chandra yang juga sebagai Panglima Hulubalang masyarakat Kepulauan Riau.

Kongres Nasional 2026 yang telah menghasilkan Ketua Umum terpilih, sebelumnya didahului penyampaian laporan pertanggungjawaban periode 2021 – 2026 dan dilanjutkan sidang pleno yang berlangsung hingga malam untuk membahas penyempurnaan AD/ART 2026 serta berbagai usulan rekomendasi yang akan disampaikan ke induk organisasi olahraga beladiri karate PB FORKI.*

IPPRISIA Kaltim Tegaskan Organisasi Harus Humanis dan Berdampak Nyata bagi Masyarakat

April 26, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kalimantan Timur menggelar kegiatan Halalbihalal dan Penguatan Organisasi di Lotus Garden Samarinda, Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat nilai organisasi, soliditas pengurus, serta arah gerak organisasi agar lebih berdampak bagi masyarakat.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti Dewan Pengurus Provinsi IPPRISIA Kalimantan Timur, tetapi juga dihadiri Dewan Pengurus Cabang IPPRISIA Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Timur.

Ketua IPPRISIA Kaltim, Marliana Wahyuningrum, menyampaikan bahwa halalbihalal bukan sekadar ajang berkumpul dan bersilaturahmi, melainkan upaya meneguhkan kembali nilai, makna, dan tujuan organisasi yang dibangun bersama.

Menurutnya, IPPRISIA bukan hanya berbicara mengenai struktur dan program kerja, tetapi bagaimana organisasi mampu hadir memberi arti dan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Organisasi bukan hanya soal program kerja, tetapi bagaimana membawa dampak perubahan bagi manusia dan lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, IPPRISIA pada awalnya berfokus pada pengembangan kepribadian. Namun seiring perkembangan, organisasi bertransformasi menjadi wadah untuk menata persona setiap individu dengan mengedepankan nilai kemanusiaan dan budaya Indonesia.

“Bagaimana menciptakan nilai humanis. Kita berbicara tentang orientasi pada manusia dan empati agar orang lain bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Marliana menilai, peran pengurus provinsi maupun kabupaten/kota sangat strategis dalam menghidupkan misi organisasi melalui tindakan nyata. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota mulai menggeser pola kegiatan yang hanya bersifat formalitas tanpa dampak berkelanjutan.

“Tidak perlu banyak kegiatan, cukup satu kegiatan tetapi benar-benar berdampak. Yang kita kejar bukan kuantitas, tetapi kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan, program organisasi seharusnya tidak hanya berdasarkan keinginan ketua atau individu tertentu, melainkan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di daerah masing-masing agar dapat memberi manfaat luas dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Salah satu contoh yang disampaikan yakni menjadikan Trisari sebagai kampung percontohan untuk membangun karakter masyarakat melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, komunikasi keluarga, hingga keterampilan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang dekat dengan masyarakat dan dilakukan secara berkelanjutan akan lebih mudah diterima serta mampu menciptakan perubahan secara alami.

“Kalau masyarakat merasa dekat dan menerima keberadaan kita, maka peningkatan kualitas hidup akan berjalan otomatis. Kita harus menjadi agen perubahan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marliana juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berorganisasi. Ia menekankan bahwa pengurus harus mampu menjadi contoh sebelum memberikan arahan kepada orang lain.

“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Terang itu dari dalam, bukan dari luar. Kita harus berani berpikir, belajar, berbicara, dan selangkah lebih maju,” tuturnya.

Ia juga menyinggung pentingnya soliditas dan kepemimpinan dalam organisasi. Menurutnya, pemimpin di IPPRISIA bukan untuk dilayani, melainkan hadir untuk melayani dan memberdayakan anggota.

“Saya yakin dan percaya, ketika kita bekerja bersama dengan empati dan komitmen yang tinggi, maka manfaat yang dirasakan akan jauh lebih besar dari yang dibayangkan,” katanya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar seminar dan penguatan organisasi dengan menghadirkan trainer IPPRISIA, Endro S Efendi. Materi yang disampaikan tidak hanya dikemas secara komunikatif dan interaktif, tetapi juga diselingi berbagai permainan yang sarat makna guna memperkuat kebersamaan, kepemimpinan, empati, serta pola pikir anggota organisasi.

Melalui kegiatan itu, IPPRISIA Kaltim berharap langkah-langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat menjadi awal perubahan besar di masa mendatang serta semakin memperkuat soliditas organisasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

« Previous PageNext Page »

  • vb