Gempa Berpotensi Tsunami, Warga Talisayan Panik

June 8, 2026 by  
Filed under Berita

Share this news

TALISAYAN – Warga Berau khususnya di wilayah pesisir seperti Talisayan, Batu Putih dan Biduk-Biduk Senin (8/6/2026) pagi sempat panik. Ini setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi adanya gempa bumi dengan kekuatan 7,7 M melanda selatan Filipina jam 06.37 WIB, berpotensi tsunami.

‎Kepanikan warga Talisayan bahkan warga Kecamatan Batu Putih dan Biduk-Biduk itupun semakin menjadi,  setelah melihat kondisi air laut di pantai tidak seperti biasanya. Tiba-tiba air surut setelah itu  dengan cepat air laut mendadak pasang. ‎Bahkan beberapa warga yang rumahnya tepat di bibir pantai pun memilih mengamankan diri ke tempat lebih tinggi.

‎”Ini kali pertama terjadi, air laut cepat surut dan mendadak pasang. Warga sangat panik,” kata Fery Istiawan(38), warga Kampung Talisayan.

‎Bahkan lanjut Fery lagi, suasana pasang surut air laut masih terjadi hingga pukul 11.00 Wita siang.

‎Kendati sekitar pukul 10.15 Wita BMKG menyatakan peringatan tsunami pasca gempa bumi di Filipina telah berakhir. Seperti diketahui Senin (8/6/2016) pukul 07. 00 WIB, monitoring BMKG mencatat telah terjadi 1 aktivitas gempa bumi susulan yang cukup kuat dengan skala 6,7 magnitudo. BMKG meminta  supaya masyarakat di wilayah berstatus waspada, diimbau untuk menjauhi pantai dan tidak melakukan aktivitas apa pun di sepanjang pinggir pantai maupun tepian sungai.

‎Dampak gempa bumi juga terasa hingga ke wilayah Indonesia seperti di wilayah ‎yang masuk dalam level Status Waspada tsunami di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Kota Bontang, serta Kabupaten Berau.

‎Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan, gempa bumi ini terjadi pada koordinat 1,25° LU; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 244 km barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 47 km.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalamannya, gempa ini berjenis dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik. Gempa itu menyebabkan kerusakan hebat di kota Grand Santos Filipina. (yoi)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.

  • vb