Bangun Budaya Sehat, Pekerja PT KED Dukung Ketersediaan Darah

April 30, 2026 by  
Filed under Kesehatan

Kutai Timur – Pekerja PT Karyanusa Ekadaya (KED) bersama Palang Merah Indonesia menggelar kegiatan donor darah guna mendukung ketersediaan darah bagi fasilitas kesehatan di sekitar area operasional.

PMI Kutai Timur (Kutim) memproduksi sekitar 500-600 kantong darah per bulan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di wilayah tersebut. Oleh sebab itu, PT KED berupaya ikut berkontribusi untuk menjaga ketersediaan darah. Upaya tersebut penting agar rumah sakit di tingkat kabupaten maupun kecamatan tetap dapat mengakses darah sesuai kebutuhan pasien.

Kegiatan donor darah dilaksanakan dengan melibatkan tenaga medis profesional dari PMI. Setiap peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan awal guna memastikan kelayakan donor sebelum proses donor darah dilakukan sesuai standar medis.

Pada pelaksanaan kegiatan, Manajemen PT KED, M. Satria Abdi Catur P, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, donor darah bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian sosial yang tumbuh dari semangat kebersamaan para pekerja.

“Kegiatan donor darah yang diinisiasi Polibun PT KED merupakan kontribusi nyata dari nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang dijunjung tinggi perusahaan. Kami percaya bahwa setetes darah yang diberikan bukan sekadar bantuan kesehatan, melainkan bukti solidaritas karyawan terhadap sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Tim PMI Kutai Timur, Andi Nur Suci, menilai partisipasi dunia usaha memiliki arti penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Ia menegaskan kebutuhan darah di fasilitas kesehatan terus ada, sehingga dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kepedulian karyawan dan perusahaan terhadap keselamatan nyawa sesama, mengingat kebutuhan darah di rumah sakit terus meningkat,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, seluruh kantong darah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut diserahkan kepada PMI untuk didistribusikan ke rumah sakit dan pasien yang membutuhkan. Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan di lingkungan perusahaan, tetapi juga menjangkau masyarakat luas.

Selain membantu pemenuhan kebutuhan darah, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi pendonor melalui proses skrining kesehatan awal sebelum donor dilakukan.

Di sisi lain, PT KED juga secara konsisten menjalankan berbagai inisiatif kesehatan melalui kolaborasi dengan tenaga medis dan fasilitas kesehatan setempat. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya bagi pekerja tetapi juga masyarakat sekitar, sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia. (*)

Sri Wahyuni Kembali Pimpin Korpri Kaltim

April 30, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Musyawarah Daerah (Musda) X Dewan Pengurus Korp Pegawai Republik Indonesia (DP KORPRI) Provinsi Kalimantan Timur, secara aklamasi memilih dan meminta kesediaan Sri Wahyuni, Sekda Provinsi Kalimantan Timur, untuk memimpin kembali sebagai Ketua DP KORPRI Provinsi Kaltim, periode 2026-2031.

Permintaan tersebut disampaikan Rozani Erawadi, mewakili peserta Musda sekaligus Pimpinan Sidang Musda X DP KORPRI Provinsi Kaltim, yang dilakukan secara daring, Rabu (29/4/2026) kepada Ketua DP KORPRI  Prov Kaltim Pengganti Antar Waktu (PAW) sisa periode 2020-2025, Sri Wahyuni.

Setelah bersedia untuk dipilih, barulah Rapat Pleno memilih Sri Wayuni secara aklamasi. Sebelumnya di luar nama Sri Wahyuni, muncul nama Rozani Erawadi dan Fitriansyah, keduanya sebagai pimpinan sidang. Namun keduanya menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

 

Musda X diikuti oleh para Pengurus DP KORPRI Prov. Kaltim, Pengurus DP. KORPRI Kabupaten/Kota, Ketua DP KORPRI Unit Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan DP. KORPRI Instansi Vertikal Tingkat Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan Musda X secara daring. Sedangkan panitia Musda, termasuk host dan beberapa peserta hadir bersama di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Timur. Acara dibuka oleh Wakil Ketua I DP KORPRI Prov. Kaltim, Jauhar Efendi, mewakili Ketua, Sri Wahyuni, karena ada kegiatan lain yang bersamaan waktunya, dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur.

Jauhar Efendi ketika membacakan sambutan Ketua menyampaikan, KORPRI memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan bangsa serta menjadi wadah perekat dan pemersatu ASN di Indonesia.

“Melalui KORPRI, mari kita senantiasa meningkatkan kinerja, berkolaborasi dan bersinergi, serta menumbuhkan energi positif dalam setiap pelaksanaan tugas, kewajiban dan tanggungjawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jauhar menyampaikan empat program utama KORPRI ke depan. Pertama, peningkatan kualitas pelayanan publik dan digitalisasi birokrasi. Kedua, penguatan ideologi serta karakter Aparatur Sipil Negara. Ketiga, perlindungan karier dan bantuan hukum bagi ASN, dan keempat, peningkatan kesejahteraan anggota.

“Dengan kepengurusan baru yang terpilih nanti, organisasi ini diharapkan mampu berkiprah secara maksimal dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab serta menjalankan program kerja untuk kesejahteraan anggota,”,pungkasnya.

Usai dibuka, acara dilanjutkan dengan Rapat Pleno I, dengan dua agenda, yaitu Pembahasan dan Pengesahan Acara dan Tata Tertib Musayawarah, serta Pembentukan Pimpinan Sidang Musyawarah KORPRI X. Rapat Pleno II, dengan dua agenda, yaitu Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Provinsi Kaltim, dan Tanggapan serta Jawaban Peserta Musyawarah.

“Laporan Pertanggungjawaban Ketua DP. KORPRI Prov. Kaltim, disampaikan oleh Jauhar Efendi, selaku Wakil Ketua I. Alhamdulillah Laporan Pertanggungjawaban diterima oleh seluruh peserta musyawarah tanpa catatan,” ujar Rozani Erawadi, selaku pimpinan sidang.

Selanjutnya Rapat Pleno III tentang Pengarahan Stering Committee dan Pembentukan Komisi A (Penyusunan Persyaratan Ketua, dan Pengurus KORPRI Provinsi Kalimantan Timur Masa Bakti 2026-2031); Komisi B (Penyusunan Program Kerja DP. KORPRI Prov. Kaltim Tahun 2026-2031);  dan Komisi C (Penyusunan Rekomendasi Musyawarah KORPRI Provinsi Kalimantan Timur).

Kegiatan berikutnya,  Rapat Komisi A, dipimpin Andi Muhammad Ishak (Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra,  Rapat Komisi B dipimpin Nina Dewi (Kepala BPSDM Kaltim), dan Rapat Komisi C dipimpin Suparmi (Kepala Biro Hukum) dan Inni Indarpuri (Biro Administrasi Pimpinan). Rapat masing-masing komisi dialokasikan waktu selama 60 menit.

“Rapat Pleno IV tentang Laporan masing-masing Ketua Komisi dan perumusan hasil musyawarah berjalan sesuai dengan rencana. Demikian juga Rapat Pleno V tentang Persiapan dan Pemilihan Ketua DP KORPRI Prov. Kaltim juga berjalan lancar,” ungkap Ketua Sidang, Rozani Erawadi, didampingi Fitriansyah.

Musda X ditutup oleh Ketua DP. KORPRI Kaltim terpilih, Sri Wahyuni. menyampaikan ucapan terima kasih atas amanah yang diberikan, dan menegaskan akan merealisasikan amanah yang disampaikan oleh peserta Musda, antara lain terkait dengan harapan untuk peningkatan kesejahteraan anggota KORPRI beserta keluarganya. Termasuk masalah beasiswa pendidikan.  (*)

CIMB Niaga Pertahankan Kinerja Positif Pada Kuartal Pertama 2026

April 30, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

JAKARTA – PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga” atau “Bank”; IDX: BNGA) hari ini mengumumkan perolehan kinerja keuangan konsolidasi (unaudited) untuk kuartal pertama tahun 2026 (“1Q26”), dengan laba sebelum pajak sebesar Rp2,3 triliun dan menghasilkan earnings per share Rp70,20.

Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga Lani Darmawan bersyukur dapat memulai tahun 2026 dengan fondasi yang kuat, didorong oleh kinerja pendapatan yang baik, pertumbuhan fee-based income yang solid, dan fundamental bisnis yang sehat. Pertumbuhan pendapatan tetap terjaga stabil, didukung oleh strategi serta dedikasi seluruh karyawan dalam memberikan layanan optimal kepada seluruh nasabah dan stakeholders. Adapun perolehan positif ini didorong oleh pengelolaan biaya yang disiplin, serta pertumbuhan kredit yang selektif dengan dukungan pendanaan current account savings account (“CASA”) yang kuat dan mencapai rasio CASA tertinggi sebesar 73,9%, sehingga memperkuat kemampuan kami dalam menjaga margin.

Dikatakan Lani, kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/“NPL”) di bawah rata-rata industri, dan biaya kredit (cost of credit/“CoC”) yang tetap terjaga di bawah 1%. Selain itu, bisnis wealth management kami dalam melayani nasabah Preferred dan Private Wealth juga terus menunjukkan kinerja yang baik, tercermin dari rata-rata assets under management per nasabah yang terus meningkat, sekaligus memperkuat basis pendapatan kami yang semakin terdiversifikasi.”

“Ke depan, dengan kinerja imbal hasil yang tetap terjaga dan permodalan yang kuat untuk mendukung pertumbuhan di masa mendatang, kami akan terus memprioritaskan pertumbuhan fee-based income untuk memperkuat pendapatan inti, sekaligus menjaga margin yang baik melalui penguatan basis CASA dan pendanaan yang disiplin,” kata Lani.

Lani juga menyampaikan pertumbuhan kredit akan dilakukan secara pruden, dengan tetap menempatkan kualitas aset dan ketahanan portofolio sebagai fokus utama. Seluruh langkah ini selaras dengan strategi Forward30 serta purpose, yaitu Advancing Customers and Society, untuk terus mendukung nasabah dan masyarakat Indonesia dalam mewujudkan mimpi dan aspirasi mereka.

“Hasil yang baik pada kuartal ini semakin memperkuat keyakinan kami untuk mempercepat berbagai inisiatif strategis, menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan, serta berkontribusi nyata terhadap ketahanan ekonomi Indonesia,” tambah Lani.

CIMB Niaga senantiasa menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang baik dengan capital adequacy ratio (“CAR”) dan loan to deposit ratio (“LDR”) masing-masing sebesar 25,3% dan 89,2%.

Total aset konsolidasian adalah sebesar Rp368,2 triliun per 31 Maret 2026, yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.

Total dana pihak ketiga (“DPK”) meningkat menjadi Rp260,1 triliun (+2,3% Y-o-Y), didorong oleh pertumbuhan CASA sebesar 12,2% Y-o-Y menjadi Rp192,3 triliun, sehingga rasio CASA naik menjadi 73,9%. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan CIMB Niaga dalam mempererat hubungan dengan nasabah serta meningkatkan pengalaman perbankan digital.

Sementara itu, total kredit/pembiayaan tumbuh 2,2% Y-o-Y menjadi Rp235,1 triliun, dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Corporate Banking sebesar 4,8% Y-o-Y, diikuti segmen Usaha Kecil Menengah (“UKM”) sebesar 1,2% Y-o-Y, serta Consumer Banking sebesar 0,2% Y-o-Y. Pertumbuhan kredit/pembiayaan ritel terutama didorong oleh pertumbuhan Kredit Pemilikan Mobil (“KPM”) yang meningkat 4,0% Y-o-Y.

Di perbankan Syariah, Unit Usaha Syariah (“UUS”) CIMB Niaga (“CIMB Niaga Syariah”) berhasil mempertahankan posisinya sebagai UUS terbesar di Indonesia, dengan total pembiayaan sebesar Rp52,9 triliun dan DPK sebesar Rp45,0 triliun per 31 Maret 2026. CIMB Niaga Syariah juga terus memperkuat struktur pendanaannya dengan meningkatkan dana murah melalui jaringan komunitas serta kemitraan strategis syariah, guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional.

Dari sisi keberlanjutan, CIMB Niaga menjalankan berbagai inisiatif terintegrasi untuk mendukung nasabah dan masyarakat, baik dari aspek lingkungan maupun sosial. Pada 1Q26, Bank mencatat pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp60,2 triliun atau hampir 26% dari total outstanding pembiayaan. Capaian ini mencerminkan ekspansi yang berkelanjutan pada sektor-sektor prioritas, termasuk energi terbarukan dan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (“UMKM”), serta pertumbuhan portofolio sustainability-linked loans. Hingga Maret 2026, pembiayaan UMKM mencapai Rp25,7 triliun atau sekitar 43% dari total portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank, menegaskan fokus kuat CIMB Niaga terhadap pembiayaan yang inklusif dan berdampak sosial.

“Perkembangan kami dalam pembiayaan berkelanjutan, dekarbonisasi, dan berbagai inisiatif sosial menunjukkan tekad CIMB Niaga untuk tumbuh secara bertanggung jawab sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Kami akan terus konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis, agar pertumbuhan yang kami capai dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan memperkuat ketahanan ekonomi jangka panjang Indonesia,” ujar Lani.

Perkuat Ekosistem Keuangan Digital yang Terintegrasi

Inovasi dan fokus pada kebutuhan nasabah (customer centricity) tetap menjadi landasan pengembangan digital CIMB Niaga, sejalan dengan komitmen Bank untuk menghadirkan layanan terintegrasi yang simpler, better, faster. Pada kuartal pertama 2026, sebanyak 90,6% transaksi keuangan nasabah dilakukan melalui kanal branchless banking, meliputi OCTO (aplikasi dan website), OCTOBIZ (aplikasi dan website), Automated Teller Machines (“ATM”), serta OCTO Pay (uang elektronik).

Seiring meningkatnya adopsi layanan digital, CIMB Niaga terus mengintegrasikan kanal fisik dan digital melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Kantor cabang ini memadukan kapabilitas layanan mandiri digital dengan tetap mempertahankan sentuhan layanan personal yang ramah khas CIMB Niaga, sehingga nasabah dapat menyelesaikan layanan seperti pembukaan rekening, pencetakan kartu debit, dan pembaruan Customer Information File (“CIF”) dalam waktu sekitar lima menit. Hingga 31 Maret 2026, CIMB Niaga mengoperasikan 35 Digital Branch dan 38 Digital Hub di berbagai wilayah Indonesia, guna menghadirkan pengalaman perbankan terbaik kepada seluruh nasabah.

Di samping itu, OCTO kini hadir sebagai ekosistem digital banking yang menghubungkan aplikasi dan website dalam satu pengalaman layanan terpadu. Nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan perbankan harian dengan lebih praktis, mulai dari transaksi seperti transfer BI-FAST, QRIS, dan pembayaran tagihan, hingga mengakses produk serta layanan yang lebih kompleks seperti pengajuan pinjaman personal, kartu kredit, maupun informasi dan polis asuransi, semuanya dalam satu alur layanan yang mudah diakses.

Melalui #GetWealthSoon, OCTO juga mendukung nasabah dalam membangun dan mengembangkan aset keuangan dengan akses ke berbagai instrumen investasi, seperti reksa dana, SBN Ritel, obligasi sekunder (ritel dan korporasi), serta fitur jual beli emas. Layanan ini turut dilengkapi dengan pemantauan portofolio dan insight terintegrasi, termasuk kinerja investasi dan arus kas (cash flow).

Selain itu, OCTO memudahkan nasabah membuka rekening valuta asing (FX) dengan dukungan hingga 15 mata uang. Nasabah juga dapat menikmati kurs kompetitif pada hari kerja pukul 09.00-15.00 WIB/GMT +7 serta menghubungkan kartu debit ke rekening FX, sehingga transaksi di luar negeri dapat dilakukan langsung menggunakan saldo valuta asing yang dimiliki.

CIMB Niaga juga terus melakukan penyempurnaan pada OCTO, antara lain dengan menambah pilihan biller dan voucher, serta meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Untuk semakin meningkatkan kenyamanan nasabah, CIMB Niaga memperkuat layanan Contact Center melalui ASK OCTO, yang dapat diakses melalui aplikasi OCTO maupun WhatsApp Call di nomor +62811-9781-4041 atau +62811-1500-800 (Nasabah Preferred & Private Wealth). Dalam aplikasi OCTO, nasabah dapat memilih berbagai kanal layanan, yaitu Call Via OCTO (panggilan berbasis data), WhatsApp, atau OCTO Chat (chat langsung di aplikasi). Seluruh layanan ini tersedia 24 jam sehari, 7 hari seminggu, sehingga nasabah dapat menghubungi Bank kapan saja dan dari mana saja tanpa biaya pulsa telepon. CIMB Niaga juga menjadi bank pertama di Indonesia yang menghadirkan layanan WhatsApp Call sebagai bagian dari inovasi layanan nasabah.

Sebagai hasilnya, transaksi keuangan melalui aplikasi OCTO meningkat 29% pada 1Q26, mencerminkan semakin tingginya pemanfaatan layanan digital CIMB Niaga oleh nasabah. Melalui inovasi yang berkelanjutan, Bank terus berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang lebih optimal serta relevan dengan kebutuhan finansial nasabah.

Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, CIMB Niaga terus meningkatkan customer experience dengan menghadirkan berbagai produk dan layanan yang komprehensif melalui 386 cabang dan jaringan (termasuk 28 Digital Lounge). Per 31 Maret 2026, jaringan Bank secara nasional didukung oleh 2.402 ATM (termasuk CRM dan MDM), serta 517.492 EDC, QR dan e-Commerce.

Perkenalkan OCTOBIZ, Platform Digital Terintegrasi untuk Permudah Pengelolaan Transaksi Bisnis

Seiring dengan terus berkembangnya kebutuhan bisnis, CIMB Niaga meluncurkan OCTOBIZ, solusi perbankan digital terintegrasi yang dirancang untuk membantu nasabah non-retail dalam mengelola transaksi domestik maupun internasional dengan lebih mudah, efisien, aman, dan terintegrasi. Platform ini semakin memperkuat kapabilitas digital Bank dalam mendukung aspirasi nasabah bisnis dan korporasi, sejalan dengan purpose Perseroan Advancing Customers and Society.

OCTOBIZ merupakan evolusi terbaru dari BizChannel@CIMB, layanan digital terpercaya CIMB Niaga untuk bisnis dari berbagai skala, termasuk kecil, menengah, maupun besar. Lebih dari sekadar perubahan nama, transformasi ini menghadirkan beragam fitur inovatif dan antarmuka (interface) pengguna yang intuitif, menjadikan OCTOBIZ semakin praktis digunakan baik melalui aplikasi web maupun mobile.

“Digitalisasi pengelolaan keuangan bisnis adalah langkah penting bagi pelaku bisnis untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Dengan tagline Pintar Atur Bisnis Pakai OCTOBIZ, kami menghadirkan platform ini sebagai mitra terpercaya dan solusi komprehensif bagi nasabah bisnis untuk mengelola seluruh kebutuhan perbankan mereka secara lebih cerdas dan produktif. OCTOBIZ dapat diandalkan sebagai solusi perbankan yang memberdayakan para pelaku bisnis untuk memperluas bisnis sekaligus mewujudkan mimpi dan aspirasinya,” ujar Lani.

Sejak soft launch pada Februari 2026, OCTOBIZ telah diadopsi oleh lebih dari 20.000 perusahaan. Hal ini mencerminkan tingginya permintaan dari dunia usaha terhadap solusi digital yang mempermudah dan mengintegrasikan pengelolaan transaksi domestik maupun internasional, sehingga operasional menjadi lebih efisien dan lancar.

 

Penghargaan

 

Pada periode yang berakhir 31 Maret 2026, CIMB Niaga menerima sejumlah penghargaan termasuk:

  1. The 9th Infobank Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) Awards 2026 sebagai The 2nd Most Satisfying KBMI 3 Bank in Mobile Banking; The 3rd Best KBMI 3 Bank in Satisfaction; The 3rd Best KBMI 3 Bank in Net Promoter Score; The 3rd Best KBMI 3 Bank in Customer Centricity; The 3rd Best KBMI 3 Bank in Customer Experience; The 3rd Most Satisfying KBMI 3 Bank in Teller Service; The 3rd Most Satisfying KBMI 3 Bank in ATM Service dan The 3rd Most Satisfying KBMI 3 Bank In Service & Process dari Infobank.
  2. Best Stock Awards 2026 sebagai The Best Stock Awards 2026 for Big Cap – Financial Sector Category dari Investortrust.
  3. Indonesia Public Relations Awards 2026 (IPRA) sebagai The Best Public Relations 2026 in Managing Institutional Transformation while Advancing Inclusive Banking Communication dari Warta Ekonomi.
  4. The 13th Indonesia Top Digital PR Award 2026 sebagai Top Digital PR Award 2026 for Corporate Category dengan skor 98.30% dari Infobrand dan TrasnCo.
  5. The Most Trusted Financial Brand Awards 2026 dengan kategori: Wealth Management Category – CIMB Niaga Preferred; Conventional Bank Account Category – CIMB Niaga Savings; dan Hajj & Umroh Savings Category – CIMB Niaga Syariah Tabungan IB Rencana Haji dari Investortrust.
  6. Best SME Bank Indonesia 2026 dari World Economic Magazine.
  7. Best SME Bank Indonesia 2026 dari Global Business & Finance Magazine.
  8. The Asset Triple A Treasurise Awards 2026 sebagai Best Service Provider Cash Management – Indonesia and Best Supply Chain Solution – Indonesia dari The Asset.

Kontribusi Besar Alih Daya PDC dalam Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Energi Bagi Negeri

April 30, 2026 by  
Filed under Nusantara

Tingkat kebutuhan tenaga kerja di industri minyak dan gas (migas) Indonesia sangat tinggi, sehingga diperlukan dukungan tenaga kerja alih daya (manpower outsourcing) untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Sistem ini bukan sekedar posisi sementara, melainkan jembatan strategis yang menopang operasional hulu dan hilir migas.

Di industri migas Indonesia, PT Patra Drilling Contractor (PDC) masuk ke dalam jajaran perusahaan penyedia layanan Outsourcing Management terpercaya karena kiprah dan kontribusinya yang berkesinambungan.

Manager Outsourcing Management PDC Rahmat Wijaya mengungkapkan, layanan PDC mampu meningkatkan efisiensi operasional pelanggan secara signifikan, memangkas biaya rekrutmen dan pelatihan tenaga kerja, serta memberikan akses ke talenta global yang terspesialisasi.

Dalam layanan ini PDC mengoptimalkan jaringan sumber daya, baik yang tanpa keahlian (non-skill) maupun yang ahli (skill), termasuk tenaga kerja spesialis, mulai dari tenaga kerja operasional, administratif, teknis, sampai dengan pendukung (support services).

“Layanan Outsourcing Management ini bersifat end-to-end yang mencakup seluruh siklus pengelolaan tenaga kerja,” jelas Rahmat.

Mulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, proses rekrutmen dan pelatihan, penempatan tenaga kerja, hingga pengelolaan penggajian dan administrasi, serta monitoring dan evaluasi kinerja, kepatuhan pekerja terhadap standar operasional dan aspek-aspek K3L atau HSSE.

Rahmat menjelaskan, keunggulan layanan PDC terletak pada pengalaman yang luas di industri energi, penerapan standar HSSE yang tinggi dan terintegrasi, pemahaman mendalam terhadap sistem dan budaya kerja Pertamina, kemampuan menyediakan layanan end-to-end.

Selain itu, kredibilitas PDC sebagai bagian dari grup Pertamina juga menjamin keandalan dan keberlanjutan layanan.

Dijalani sejak 2014 unit bisnis andalan PDC ini banyak mendukung industri migas Indonesia dengan lingkup layanan operation support manpower, fuel handling support, terminal operation support, HSSE support, logistics support, dan maintenance support.

Area operasi layanan PDC meluas dari rig pengeboran, kantor – baik area dan pusat, terminal BBM, depot, kilang, dan juga field terminal.

Adapun wilayah operasi Outsourcing Management PDC saat ini meliputi DKI Jakarta, Area Sumatera I: Palembang, Jambi, NAD Aceh; Sumatera II: Duri, Pekanbaru, Dumai; Area Jawa: Indramayu , Cirebon, Bojonegoro; Area Kalimantan: Balikpapan, Samarinda, Bunyu, Tarakan, Lawe Lawe, Sorong – Papua.

Hingga Maret 2026, PDC sedangmengerjakan 48 kontrak dari beberapa perusahaan berbeda dengan jumlah tenaga kerja alih daya mencapai hampir 7.000 orang.

Ditegaskan Rahmat, dalam operasinya, pengelolaan tenaga kerja PDC lakukan dengan menerapkan standar dan sistem manajemen yang terintegrasi.

Ini meliputi sistem manajemen mutu ISO 9001, keselamatan dan kesehatan kerja, serta sistem operasional berbasis digital (databased), recruitment system, performance management system, dan payroll system.

“Seluruh proses tersebut dijalankan berdasarkan SOP dan SLA yang terukur serta diawasi melalui mekanisme monitoring dan audit berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan kualitas layanan kepada klien,” imbuhnya.

Rahmat menyakinkan PDC menjadi mitra strategis yang penting dalam pertumbuhan bisnis pelanggan karena kombinasi kemampuan operasional yang efisien, fokus pada kualitas SDM, dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan klien.*

Pengurus Cabang Olahraga di Kutai Barat Ajukan Mosi Tidak Percaya

April 30, 2026 by  
Filed under Olahraga

SENDAWAR –  Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan, dari total 31 cabor aktif, sebanyak 27 di antaranya telah menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat (Kubar), Agus Hermawan saat ini.

Bupati menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan olahraga di daerah. Ia mengapresiasi karena ini sejalan dengan keinginan bersama agar olahraga di Kutai Barat, khususnya menghadapi Porprov, bisa berjalan lancar.

“Secara pribadi, dengan segala kerendahan hati, saya meminta Ketua KONI saat ini untuk mengundurkan diri demi perkembangan olahraga,” ujar Bupati usai rapat dengan para pengurus cabor di kediamannya, Rabu (29/4/2026).

Bupati berharap polemik ini segera diselesaikan agar tidak mengganggu persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Ke depan, baik pelaksana tugas (Plt) maupun ketua definitif diharapkan mampu mengayomi seluruh cabor.

“Harapan saya masalah ini cepat selesai, atlet bisa fokus bertanding, dan kepengurusan KONI ke depan mampu merangkul semua cabor,” ucap orang nomor satu di Kubar ini.

Sementara itu, perwakilan cabor melalui Alsiyus mengungkapkan sejumlah persoalan mendasar yang memicu mosi tidak percaya tersebut. Ia menyebut kepemimpinan KONI dinilai gagal menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari pembagian anggaran hingga pembinaan atlet.

“Pembagian dana tidak proporsional dan tidak sesuai ketentuan. Pembinaan atlet juga kurang, bahkan persoalan bonus atlet tidak pernah disampaikan ke pemerintah untuk ditingkatkan,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut memicu kekecewaan atlet. Bahkan, sejumlah atlet berprestasi disebut hampir meninggalkan daerah karena merasa tidak diperhatikan.

“Tidak mungkin kita menuntut prestasi jika kesejahteraan atlet diabaikan. Ada atlet peraih emas yang ingin keluar karena merasa tidak nyaman,” katanya.

Ia juga menyoroti minimnya koordinasi antara Ketua KONI dan pemerintah daerah. Padahal, anggaran yang dialokasikan cukup besar.

“Tahun ini anggaran bisa mencapai Rp10 miliar. Itu angka besar, sehingga harus dikelola oleh orang yang punya kapasitas dan integritas agar benar-benar sampai ke atlet,” ucapnya.

Alsius merinci, pada 2025 lalu KONI menerima anggaran sekitar Rp6 miliar, terdiri dari Rp2 miliar APBD murni dan Rp4 miliar APBD Perubahan. Dana tersebut seharusnya cukup jika dibagi secara proporsional.

“Karena tulang punggung prestasi itu adalah atlet. Jadi dana itu betul-betul harus sampai ke mereka, nutrisi dan sebagainya semuanya harus sampai,” ujar Alsiyus.

Senada diungkapkan Pengurus Persatuan Tennis Seluruh Indonesia (PELTI) Kutai Barat, Miranda. Dia mengaku keterbatasan anggaran yang diterima cabor membuat dirinya harus merogok kocek pribadi demi atlet bisa bertanding dalam TC di Samarinda.

Saat itu mereka hanya memperoleh Rp20 juta dari usulan Rp75 juta. Padahal mereka meraih 1 perak dan 5 perunggu.

“Dana itu untuk 11 orang, atlet dan ofisial, jadi sangat tidak cukup. Kami bahkan harus menutup kekurangan dengan biaya pribadi,” katanya.

Meski demikian, dengan dukungan pemerintah daerah ia tetap optimistis menghadapi Porprov mendatang.

“Kami tetap semangat. Dengan dukungan Bupati, kami yakin ke depan bisa berprestasi lebih baik,” ucapnya.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua KONI Kutai Barat, Agus Hermawan, menyebut dinamika yang terjadi merupakan hal wajar dalam organisasi dan justru menjadi bahan evaluasi.

“Dinamika seperti ini bagus, suatu hal yang positif dan ini juga memacu kami untuk lebih baik lagi,” ujar Agus usai rapat kerja (Raker) Keolahragaan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Barat, Selasa 29 April 2026.

Ia memastikan KONI akan segera melakukan pembenahan melalui rapat koordinasi internal serta membuka ruang komunikasi lebih luas dengan seluruh cabor.

“Saya akan mengedepankan pendekatan persuasif, komunikasi yang baik, dan semua hasil pembahasan akan dituangkan dalam notulen sebagai bentuk transparansi,” katanya.

Agus juga menegaskan pihaknya terbuka terhadap evaluasi, termasuk terkait kepengurusan, demi kemajuan olahraga di Kutai Barat.

“Ini bukan soal siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KONI bisa merangkul semua cabor untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah,” ucapnya. (*)

« Previous PageNext Page »

  • vb