Ketika Anyaman dan Manik Berau Memikat Dunia

June 5, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Ada sepotong cerita menarik yang dibawa pulang seorang pelancong asal Italia saat berkunjung ke Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Matanya berbinar bukan hanya karena pesona bawah laut Derawan yang masyhur, melainkan karena jemarinya menyentuh jalinan rotan yang rapi dan jajaran manik-manik warna-warni yang dirangkai membentuk motif magis khas Dayak.

Kekaguman turis Eropa itu menjadi bukti, di tangan para perajin lokal, sebilah serat tumbuhan dan sebutir manik kecil bisa menjelma menjadi karya seni yang melintasi batas negara.

Melihat potensi besar ini, Pemerintah Kabupaten Berau kini tengah bersiap menyulap kerajinan anyaman dan manik-manik bukan lagi sekadar pajangan di lemari tetua adat, melainkan sebagai buah tangan wajib bagi setiap pelancong yang menginjakkan kaki di Bumi Batiwakkal.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas melihat ada peluang ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan di balik untaian manik dan anyaman ini. Namun, ia mengingatkan zaman telah berubah. Agar mampu bersaing di etalase toko suvenir modern, para perajin harus berani mendobrak pakem lama melalui inovasi desain.

“Produk anyaman dan manik lokal kita memiliki daya tarik yang kuat. Saya melihat sendiri bagaimana wisatawan mancanegara menyukainya. Ini membuktikan pasar itu ada,” ujar Sri Juniarsih hangat di Tanjung Redeb, Rabu (4/6/2026).

Tantangannya kini adalah bagaimana membuat kerajinan tradisional ini “nyambung” dengan selera generasi kekinian. Anyaman rotan dan bambu tidak boleh lagi hanya berbentuk bakul atau tikar konvensional. Mereka harus bertransformasi menjadi tas jinjing estetis, dekorasi rumah minimalis, hingga aksesori fesyen yang bisa dipakai bangga di ruang-ruang urban.

Meski mendorong modifikasi besar-besaran agar produk ini naik kelas, Sri Juniarsih memberikan catatan tebal, jati diri Berau tidak boleh luntur.

“Inovasi boleh dilakukan, tapi ciri khas sebagai warisan budaya Berau harus tetap dipertahankan. Nilai budaya yang melekat itu justru jadi pembeda dan nilai jual utama kita,” tegasnya.

Ambisi besar ini tentu membutuhkan bahan bakar berupa kesiapan para perajin di hilir. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau langsung tancap gas memperkuat benteng pembinaan bagi Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan bahwa mengemas aset budaya ini agar bernilai ekonomi tinggi membutuhkan sentuhan yang presisi.

“Kami ingin produk anyaman dan manik Berau bisa bersaing dengan kerajinan daerah lain. Dengan pembinaan yang tepat, kami yakin para perajin bisa naik kelas,” kata Eva penuh optimisme.

Strategi yang disiapkan Diskoperindag Berau kini mencakup tiga pilar utama. Pertama peningkatan kualitas dengan memastikan produk tahan lama dan memiliki sentuhan akhir (finishing) yang halus. Kedua, melek tren & digital, yaitu melatih perajin membaca selera pasar kekinian serta memanfaatkan platform digital untuk pemasaran. Ketiga perluasan jejaring yaitu membawa karya-karya terbaik perajin Berau ke panggung pameran tingkat provinsi hingga nasional.

Pada akhirnya, anyaman dan sebutir manik dari Berau bukan lagi sekadar oleh-oleh pemuas mata. Di dalam setiap lilitan dan jalinannya, ada keringat perajin lokal, ada cerita tentang hutan Kalimantan yang lestari, dan ada denyut nadi ekonomi masyarakat yang berputar.

Ketika pemerintah dan perajin berjalan beriringan, anyaman dan manik ini siap mengantar Berau dikenal dunia lewat jalur yang anggun. (Dy/Ok/ADV)

Yamaha Gelar Pelatihan Ekonomi Kreatif di SMAN 9 & SMAN 16 Samarinda

June 5, 2026 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA – PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) selaku Main Dealer Yamaha wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif di kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan merangkai bunga dan menghias kue yang digelar di SMAN 9 Samarinda, Jalan RA Kartini, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, dan SMAN 16 Samarinda , Jl. Perjuangan, Sempaja Sel., Kec. Samarinda Utara,Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang diikuti para siswa dan siswi sebanyak 40 masing masing sekolah, itu berlangsung meriah. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan yang tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga melatih kreativitas dan keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha di masa depan.

Asisten Manajer Promosi/Area PT Surya Timur Sakti Jatim (STSJ) Main Dealer Yamaha Kaltim, Efendy Ariadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Yamaha mendukung pengembangan potensi generasi muda melalui aktivitas yang kreatif dan edukatif.

Menurutnya, Yamaha tidak hanya ingin dikenal sebagai perusahaan otomotif, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

“Kegiatan merangkai bunga dan menghias kue ini merupakan salah satu cara kami untuk lebih dekat dengan generasi muda. Kami ingin siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan kepercayaan diri mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut dirancang agar para siswa dapat belajar sambil berkreasi dalam suasana yang menyenangkan. Antusiasme peserta selama pelaksanaan kegiatan menjadi bukti, program berbasis kreativitas mendapat sambutan positif dari kalangan pelajar.

Ia berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah di Kalimantan Timur sebagai bentuk dukungan Yamaha terhadap pengembangan potensi generasi muda.

“Harapan kami, Yamaha dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang inspiratif, edukatif, dan sesuai dengan minat anak muda saat ini,” katanya.

Salah satu peserta, Mutiara Inka Asyifa, mengaku menikmati kegiatan merangkai bunga yang diadakan Yamaha. Menurutnya, aktivitas tersebut tidak terlalu sulit sehingga mudah diikuti para peserta.

“Kegiatannya seru dan memberikan pengalaman baru. Selain itu, kegiatan seperti ini juga bisa membantu mengembangkan kreativitas siswa,” ujarnya.

Mutiara berharap Yamaha dapat terus menghadirkan program-program positif yang bermanfaat bagi pelajar dan semakin berkembang di masa mendatang.

Hal senada disampaikan Alia Hayronisa. Ia menilai kegiatan menghias kue dan merangkai bunga memberikan pengalaman berbeda yang jarang didapatkan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, jika kegiatan serupa kembali digelar, dirinya tidak akan ragu untuk ikut berpartisipasi.

“Seru sekali dan menyenangkan. Saya juga jadi tertarik mencoba menghias kue sendiri di rumah saat ada waktu luang,” katanya.

Alia juga berharap Yamaha terus meningkatkan kualitas produk dan program-programnya agar semakin bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Sementara itu, Nia Maulida Madina mengaku tantangan terbesar dalam kegiatan menghias kue adalah proses dekorasi dan penataan hiasan agar terlihat menarik.

Meski demikian, ia tidak mengalami kesulitan menentukan konsep dekorasi karena terbiasa melakukan kegiatan kreatif di rumah, termasuk memasak ketika memiliki waktu senggang.

“Yang paling sulit saat menghias dan menata dekorasinya. Tapi untuk menentukan konsep tidak terlalu sulit karena tergantung selera masing-masing,” ujarnya.

Nia berharap Yamaha dapat lebih sering mengadakan kegiatan kreatif di sekolah, termasuk aktivitas lain seperti melukis atau keterampilan seni yang dapat mengembangkan bakat siswa.

Pengalaman baru juga dirasakan Yuni Cahya Ramadani. Ia mengungkapkan, kegiatan menghias kue tersebut merupakan pengalaman pertamanya.

Menurut Yuni, tingkat kesulitan kegiatan berada pada kategori sedang, terutama saat mengatur krim agar tetap rapi dan sesuai dengan desain yang diinginkan.

“Baru pertama kali menghias kue. Yang cukup sulit itu mengatur krimnya karena mudah berantakan, tapi tetap menyenangkan,” tuturnya.

Ia berharap dapat mencoba kembali membuat dan menghias kue di rumah serta berharap Yamaha terus berkembang dan semakin maju.

Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari pihak sekolah. Guru SMAN 9 Samarinda, Anugerah Ramadani, menilai kegiatan yang dihadirkan Yamaha sangat positif karena mampu menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan ide dan kreativitas di luar kegiatan akademik.

Menurutnya, siswa cenderung lebih antusias mengikuti kegiatan yang bersifat praktik langsung dibandingkan hanya menerima materi di dalam kelas.

“Anak-anak biasanya lebih tertarik dengan kegiatan praktik seperti ini. Mereka bisa langsung mencoba, berkreasi, dan menyalurkan ide-ide mereka,” katanya.

Dirinya berharap Yamaha dapat menghadirkan lebih banyak program kreatif lainnya, seperti pembuatan kerajinan tangan maupun pelatihan keterampilan lainnya yang bermanfaat bagi pelajar.

Selain itu, ia juga berharap Yamaha terus berinovasi menghadirkan produk dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan tersebut, Yamaha tidak hanya memperkenalkan kreativitas sebagai bagian dari pengembangan diri siswa, tetapi juga membuka wawasan generasi muda terhadap berbagai peluang ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan sejak dini. Dengan antusiasme yang ditunjukkan para peserta, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kalimantan Timur.

Pembangunan Berau Bertumpu Izin Galian C

June 5, 2026 by  
Filed under Berau

TANJUNG REDEB – Deru mesin ekskavator dan hilir mudik truk pengangkut pasir kini menjadi ritme harian yang krusial bagi Kabupaten Berau. Di tengah ambisi besar menata wajah daerah dan menggenjot infrastruktur, ada sebuah ironi yang sedang bergulir di bawah tanah Bumi Batiwakkal. Pembangunan daerah ini terancam “seret” atau melambat. Penyebabnya bukan karena ketiadaan anggaran, melainkan perkara legalitas bahan baku konstruksi, Saat ini hanya ada satu tambang Galian C yang mengantongi izin resmi.

Bupati Berau Sri Juniarsih

Bayangkan sebuah wilayah seluas Berau, yang sedang giat-giatnya membangun jalan, jembatan, hingga gedung fasilitas publik, hanya bertumpu pada satu lahan legal seluas 100 hektare untuk memasok kebutuhan pasir dan batu. Lahan tunggal ini memikul beban berat sendirian demi memastikan roda pembangunan tidak mandek.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, tidak menampik kondisi ini. Namun, ia menegaskan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Di balik layar, sejumlah pelaku usaha lokal sebenarnya sedang “berperang” dengan tumpukan berkas demi melegalkan usaha mereka.

“Ada beberapa nama yang sudah masuk ke Dinas ESDM Provinsi Kaltim dan saat ini masih menunggu proses perizinan selesai,” ungkap Sri Juniarsih saat ditemui di Tanjung Redeb, Kamis (4/6/2026).

Bagi para pelaku usaha, mengurus izin Galian C kerap dirasa seperti labirin yang panjang. Sejak kewenangan ditarik ke tingkat provinsi, prosesnya memang membutuhkan ketelitian ekstra. Berkas administrasi, kajian teknis, hingga dampak lingkungan harus lolos sensor ketat.

Menurut Sri Juniarsih, jika seluruh dokumen lengkap tanpa cela, ketukan palu izin sebenarnya bisa rampung dalam waktu sekitar tiga bulan. Namun, realita di lapangan sering kali mempertemukan pengusaha dengan kendala teknis yang membuat waktu tunggu menjadi lebih panjang.

Di satu sisi, ada desakan kebutuhan material yang tinggi. Di sisi lain, ada hukum yang harus ditegakkan. Pemkab Berau begitu bersikeras agar semua Galian C harus legal. Kepastian hukum diperlukan untuk melindungi pelaku usaha dari jerat pidana penambangan liar. Selain itu, standar lingkungan juga untuk memastikan pengerukan pasir dan batu tidak merusak ekosistem sungai atau perbukitan Berau. Peluang pasar luar daerah dimiliki galian C yang legal memiliki izin resmi untuk menjual materialnya ke luar Berau, termasuk menyuplai proyek-proyek strategis di Kalimantan Timur.

Pemkab Berau mengambil peran sebagai “pemandu”. Tidak hanya mengawasi, mereka aktif melakukan pendampingan dan berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim agar proses birokrasi ini tidak mandek di tengah jalan.

Harapan kini digantungkan pada komitmen bersama antara pemangku kebijakan dan pelaku usaha. Jika keran izin dari Provinsi Kaltim segera terbuka, pasokan pasir dan batu di Berau dipastikan akan kembali stabil dan kompetitif.

“Kami terus membantu dan mendampingi pelaku usaha. Harapannya proses perizinan segera selesai sehingga kegiatan usaha berjalan sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Sri Juniarsih optimistis.

Kini, Berau sedang berkejaran dengan waktu. Menanti selesainya lembar demi lembar dokumen izin di tingkat provinsi, agar riuh pembangunan di daerah tidak perlu melambat hanya karena urusan segenggam pasir dan sebongkah batu.(Dy/Ok/ADV)

Empat Kampung di Kecamatan Bongan Nikmati Jalan Yang Layak

June 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat


SENDAWAR
– Empat kampung  yang ada di Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kampung Draya, Gerunggang, Tanjung Soke dan Lemper yang hingga awal tahun 2026 masih mendapat julukan kampung terisolir, saat ini sudah bisa tertawa lega. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat sudah mengalokasikan dana sekitar Rp. 10 milliar untuk jalan tersebut yang berbagi dengan provinsi.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang melakukan kebijakan mendukung pembangunan yang ada di Kutai Barat.

Ia menyebut, dalam hal ini rekonstruksi jalan Bongan ke Gerunggang, untuk diketahui bersama hingga tahun 2026 ini di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih ada kampung yang berstatus kampung tertinggal, kampung ini berada di Kecamatan Bongan.

“Kampung Draya, Gerunggang, Tanjung Soke, sedangkan Kampung Lemper sudah menjadi kampung berkembang sejak 2025 lalu,” kata Frederick Edwin dalam konfrensi pers di lantai tiga ruang rapat kantor Bupati Kubar, Kamis (4/6/2026).

Total panjang jalan dari jalan nasional Trans Kalimantan di Bongan menuju bukit harapan 88 km, sedangkan Lemper, Draya, Tanjung Soke dan Gerunggang 45 km. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat selama kurun waktu 2017-2025 pernah menangani rekonstruksi ruas jalan sepanjang 8.25 km, serta pembangunan jembatan Belly satu unit serta 12 titik sungai dan anak sungai dengan total anggaran sebesar Rp. 69,57 milliar.

“Pada tahun 2026 ini dianggarkan sebesar Rp. 10 milliar untuk penanganan jalan berupa beton sepanjang 2 km, dan akan disingkronkan dengan rencana penanganan jalan oleh pemerintah  provinsi Kalimantan Timur,”tandasnya.

Untuk kondisi ruas jalan saat ini menuju tiga kampung tertinggal tersebut terdiri dari aspal dan beton sepanjang 10,17 km, dan sisanya masih berupa tanah sepanjang 34,83 km,”bebernya. (adv/kominfo).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Samarinda Kunjungi Pemkab Kubar

June 4, 2026 by  
Filed under Kutai Barat

SENDAWAR – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda, Misnal Ariyanto, beserta jajaran di ruang kerja Bupati, Kamis (4/6/2026).

Kepala Kantor Imigrasi didampingi Jeacky Gerald Gerung, Prabowo Putra M, Hidayatullah Hambali, dan Ade Hermawan selama satu melakukan pertemuan dengan penuh keakraban. Ini sekaligus menjadi momentum mempererat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda.

Selain sebagai ajang perkenalan dan silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas berbagai hal terkait peningkatan pelayanan keimigrasian bagi masyarakat Kutai Barat, khususnya pelayanan pembuatan paspor bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menyampaikan harapan agar pelayanan paspor dapat lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat Kutai Barat. Selama ini, warga yang hendak mengurus paspor harus datang ke Samarinda, sehingga memerlukan waktu perjalanan yang cukup panjang serta biaya transportasi yang tidak sedikit.

Menurut Bupati, kondisi tersebut sering menjadi kendala, terutama bagi masyarakat yang akan berangkat menunaikan ibadah haji, umrah, maupun perjalanan ziarah ke Yerusalem dan negara lainnya. Selama ini masyarakat Kutai Barat yang ingin membuat paspor harus datang ke Samarinda. Tentu membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang cukup besar.

“Kami berharap ke depan ada pelayanan yang lebih dekat sehingga masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam mengurus dokumen perjalanan mereka,” ujar Bupati.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda Misnal Ariyanto menyambut baik aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Ia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk membuka peluang pelaksanaan layanan paspor secara berkala di Kutai Barat.

Misnal Ariyanto mengungkapkan, pihaknya akan mengkaji pelaksanaan layanan keimigrasian jemput bola di Kutai Barat. Ke depan, masyarakat berpeluang mendapatkan pelayanan pembuatan paspor tanpa harus datang ke Samarinda.

“Kami berupaya memberikan pelayanan yang lebih mudah dan dekat kepada masyarakat. Ke depan, kami merencanakan adanya pelayanan paspor di Kutai Barat selama dua hingga tiga hari pada waktu tertentu, sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke Samarinda untuk mengurus paspor,” jelasnya.

Program pelayanan tersebut nantinya akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, termasuk terkait lokasi pelayanan, jadwal pelaksanaan, serta jumlah pemohon yang akan dilayani.

Frederick Edwin menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, kehadiran layanan paspor di Kutai Barat akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, terutama bagi calon jamaah haji, jamaah umrah, peserta perjalanan ziarah rohani, pelaku usaha, maupun warga yang memiliki keperluan perjalanan ke luar negeri.

“Kami sangat mengapresiasi rencana dari Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Kutai Barat karena pelayanan publik semakin dekat dan mudah dijangkau.

Harapannya program ini dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat tidak lagi terbebani dengan jarak dan biaya perjalanan yang cukup jauh,” ungkap Bupati.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Kantor Imigrasi Kelas I Samarinda dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Dengan adanya rencana layanan paspor di Kutai Barat, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kemudahan dalam pengurusan dokumen perjalanan internasional, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang cepat, mudah, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (adv/kominfo).

« Previous PageNext Page »

  • vb