Peringati Haornas, PKS Kukar Gelar Senam Bersama

September 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

TENGGARONG – Partai Partai Keadilan Sejahtera Kutai Kartanegara memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) dengan menggelar senam bersama di area car free day Tenggarong di lapangan Basket Tepian Timbau, Minggu (18/09/2022).

Senam ini dihadiri ratusan peserta dan dilanjutkan membagikan doorprize kepada para peserta berupa sembako dan alat elektronik rumah tangga.

Antusiasme peserta terlihat dengan padatnya tempat acara. Bahkan sebelum acara dimulai para peserta sudah banyak yang menunggu. Anggota DPRD Kutai Kartanegara dari PKS, H. Saparuddin Pabonglean mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan nasional dengan target memecahkan rekor Muri.

“Rekornya adalah senam bersama terbanyak di Indonesia. Tentunya kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional Tahun 2022. Terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi dengan banyaknya peserta yang hadir,” ucapnya.

Para peserta menggunakan baju berwarna orange yang merupakan warna khas dari Partai Keadilan Sejahtera. Firnadi Ikhsan, Ketua PKS Kutai Kartanegara mengatakan  senam bersama ini merupakan bentuk dari pengenalan logo baru Partai Keadilan Sejahtera san program PKS menyapa. (**)

PWI Kaltim Peduli didukung Dr. Datu Iman Suramenggala, Antarkan Pasien ke Kaltara

September 18, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Dr Datu Suramanggala – Ketua Pembina Yayasan “Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB)” Kaltara

SAMARINDA – Ketua Pembina Yayasan “Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB)” Dr. Datu Iman Suramenggala memberikan dukungan kepada Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (PWI Kaltim) Peduli dalam membantu memulangkan  warga dari Tanah Lia Kabupaten Tanah Tidung Kaltara sebagai pasien rujukan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang selesai perawatan operasi amputasi kaki akibat penyumbatan di pembulu darah, sehingga menyebabkan pembusukan di kaki sebelah kanan.

Achmad Shahab, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Kaltim yang membawahi PWI Kaltim Peduli mengatakan, berterima kasih atas dukungan dari Dr. Datu Iman Suramenggala Ketua Pembina Yayasan Forum Komunikasi Ane’ Belungon (YFKAB) di Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara.

Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Datu Iskandar Zulkarnaen, wartawan senior di Kaltara yang memfasilitasi hingga PWI Kaltim Peduli mendapatkan dukungan untuk membantu biaya operasional transportasi pemulangan warga Kaltara, paska rawat inap yang kesulitan biaya pulang ke kampung halamannya.

“Kami mendapat permintaan melalui telepon dari keluarga pasien  untuk diantar menggunakan ambulan karena pasien harus posisi tidur hingga pelabuhan Speedboad besar di Tanjung Selor, karena kehabisan bekal dan harus kembali ke kampung halaman di Tanah Lia Kabupaten Tanah Tidung,” ucap Shahab.

Terus terang, jelas Shahab, untuk operasional pengantaran jauh belum ada anggarannya. Ini bisa dilakukan jika ada yang mensupport PWI Kaltim Peduli.

Dijelaskan seputaran dalam kota Samarinda, Ambulan PWI Kaltim Peduli masih bisa melayani pengantaran gratis, namun jika harus keluar kota ini yg perlu dicarikan solusi.

“Alhamdulillah disambut dengan baik Pak Doktor Datu Iman Suramenggala. Operasional perjalanan dari Samarinda hingga Tanjung Selor lebih kurang habis sekitar Rp 6 juta. Kemudian dilanjut perjalanan menggunakan speedboat, carter sekitar Rp 3 jutaan, jadi perkiraan biaya yang harus kita carikan solusi lebih kurang Rp 9 jutaan,” terang Shahab.

Achmad Shahab menyampaikan, upaya memulangkan pasien ke Tanah Lia bisa terealisasi, karena masih banyak orang dan pihak yang perduli dengan sesama. “Semoga pihak yang membantu baik perorangan maupun secara lembaga mendapatkan ganjaran pahala. Kami dari PWI Kaltim Peduli hanya bisa membantu sebatas penyiapan unit ambulans, semoga perjalanannya nanti dilancarkan,” ujar wartawan Samarinda Pos ini.

Sementara itu, Usamah BS, relawan Unit Ambulan PWI Kaltim Peduli menambahkan, rencana perjalanan memulangkan pasien dan keluarga ke Tanah Lia selesai perawatan lebih satu bulan di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda merupakan rujukan dari RSUD dr. Jusuf SK Tarakan akan dilaksanakan Rabu, 21 September mendatang.

“Penjelasan dari keluarga pasien menunggu kontrol pertama dulu di sini, habis itu boleh kembali ke kampung halaman, untuk kontrol selanjutnya di rumah sakit setempat dimana pasien domisili. Jika sudah beres semua baru kami antarkan,” jelas Usamah.(mun)

Warga Kubar Berharap Jalan Poros Terwujud

September 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR– Warga Kutai Barat (Kubar) sangat berharap pembangunan jalan poros tengah yang menghubungkan  daerah ini ke Kota Samarinda dapat segera terwujud.  Jalan poros ini nantinya dapat membuka isolasi perkampungan dan kecamatan yang berada di pesisir Sungai Mahakam. Selain itu jarak tempuh ke Samarinda akan lebih dekat daripada jalan trans Kalimantan saat ini.

“Akses poros tengah ini dalam wilayah Kubar, koneksi dari Kecamatan Melak-Muara Pahu-Penyinggahan. Kemudian dua kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar) yakni Muara Wis, Muara Muntai dan Kota Bangunm ” kata Rudi, Kepala Kampung Muara Beloan, Jumat (16/9/2022)

Disampaikan Rudi, dari akses ini, yang belum terbuka adalah ruas jalan dari Kampung Muara Beloan-Kampung Tanjung Laong, Kecamatan Muara Pahu. Ia bersama lima kepala kampung di ibukota Kecamatan Muara Pahu menyatakan dukungannya agar jalur tersebut segera dibangun.

Lima kepala kampung yang menyatakan dukungan itu adalah Kampung Tanjung Laong, Muara Baroh, Teluk Tempudau, Tepian Ulaq, dan Sebelang. Keterangan Kepala Kampung Tanjung Laong Dedi Setiawan, jika dilakukan pembukaan jalan baru akses jalan Tanjung Laong ke Muara Beloan diperkirakan sepanjang sekitar 20 kilometer.

“Kita siap merintis jalan baru itu agar bisa lebih cepat dibangun,” kata Dedi.

Dikatakan Rudi, warga kelima kampung tersebut selama ini harus menempuh jalur darat yang sangat jauh jika ingin ke ibukota Kabupaten. Mereka harus ke melintasi jalan trans Kalimantan di Kampung Muara Tae, Kecamatan Jempang kemudian melintasi sejumlah kampung di Kecamatan Siluq Ngurai, Damai dan Barong Tongkok. Jalan ini memerlukan waktu tempuh 2,5 sampai 3,5 jam perjalanan. Demikian jika jalur Sungai Mahakam juga sangat jauh. Memakan waktu sekitar 3,5 sampai 4 jam menggunakan perahu ketinting.

“Lebih lama lagi jika menumpang taksi kapal motor. Kondisi yang lebih jauh lagi bagi sejumlah kampung di Kecamatan Penyinggahan,” kata Rudi.

Jika musim kemarau, warga terpaksa menggunakan jalur pendekat dengan memakai perahu ketinting ke Kampung Tanjung Pagar, Kecamatan Muara Pahu. Dilanjutkan menggunakan sepeda motor ke ibukota kabupaten melintasi Kampung Muara Beloan-Muara Bunyut Kecamatan Melak. Lebih dekat sekitar 1,5 jam.

“Tapi jika jalan ini mulus sekitar 1 jam sudah sampai ke ibukota kabupaten. Lebih dekat lagi jika ada jalan Tanjung Laong ke Muara Beloan,” terangnya.

Pentingnya jalan poros tengah juga, tambah dia, jika benar-benar dibangun maka warga Kubar dan Kabupaten Mahakam Ulu lebih dekat. Lantas jika warga ingin ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan di pertigaan jalan trans Kalimantan di Kecamatan Muara Lawa. Sudah  terkoneksi dari Melak atau Muara Pahu ke jalan hauling PT Teguh Sinar Abadi dan PT Trubaindo Coal Mining.

“Koneksinya di jembatan tambang yang menyerangi jalan trans Kalimantan dekat Kajuk, Kampung Benggeris, Kecamatan Muara Lawa,” terangnya.

Untuk membuka akses Muara Beloan-Tanjung Laong, berharap agar pemerintah provinsi bisa membuka jalannya sekitar 20 kilometer. Kemudian bisa juga sharring dana Pemkab Kubar perintisan dan perencanaannya. Sehingga tahun anggaran 2023 bisa terbangun.

Sementara itu, Irhamsyah Kepala Bidang Bina Marga DPPUR dan Pera Kaltim, menyebutkan, usulan pembukaan jalan poros tengah terutama koneksi dari Kampung Muara Beloan-Tanjung Laong akan menjadi perhatian.

“Kalau tahun ini (2022) tidak bisa. Insya allah anggaran tahun depan (2023) akan kita coba usulkan,” katanya. (*)

Menteri Pertanian Harapkan Rembug KTNA Hasilkan Rekomendasi Terbaik

September 17, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo mengharapkan  Rembug Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA) di Batu Jawa Timur  mampu menghasilkan rekomendasi yang terbaik untuk keberlangsungan pertanian di Indonesia.

Harapan Menteri Pertanian, disampaikan dalam rembug KTNA yang berlangsung 15 – 18 September 2022 di  Graha Pancasila Pemkot Kota Batu, Jum’at ( 16/9/2022).

Disebutkan Rembug KTNA utama merupakan forum pengambilan kebijakan KTNA yang tentu saja bersifat Nasional dan lebih penting. Peringatan dari Presiden Jokowi, bahwa pangan harus menjadi sesuatu yang selalu kuat bagi negeri ini. Oleh karena itu ketersediaan yang ada sekarang harus ditingkatkan.

“Saya berharap rembug ini akan menghasilkan langkah-langkah tehnis yang lebih diandalkan dengan mencoba mengkolaborasi kerjasama dengan semua pemerintahan mulai KTNA yang ada di desa, kecamatan dan di Kabupaten serta Provinsi yang bersatu dengan jajaran Kementan, “ ungkap Syahrul Limpo Yasin.

Dalam Rembug KTNA di Batu JawaTimur, Menteri Pertanian mendapat penghargaan dari Ketua KTNA  berupa PIN Emas Lencana Bhakti Tani dan sertifikat

Menurut Ketua KTNA  Yadi Sofyan Nor, pemberian PIN Emas Lencana Bhakti Tani dan sertifikat yang ditandatangi seluruh ketua KTNA Nasional baru pertama kalinya dikeluarkan, khusus mereka yang benar- benar mampu memberikan manfaat bagi KTNA.

“Pak Syahrul Limpo Yasin merupakan sosok yang mampu menghasilkan swasembada beras 2021-2022.  Juga atas dukungan sarana dan prasarana yang mendukung keberhasilan KTNA. Sehingga layak dan tepat menerima  PIN emas 25  gram dan sertifikat, karena prestasinya tersebut, “ ujar  Yadi.

Pertemuan Rembug KTNA diikuti 2000 peserta dari KTNA Provinsi di Indonesia, selain mengadakan pertemuan dan diskusi  juga menggelar Pameran produk KTNA.

“Kegiatan yang digelar selama empat hari, mulai 5-18 September 2022 ini melibatkan 2.000 petani dan nelayan seluruh Indonesia. Selain rembug, kegiatan ini juga diisi dengan Agro Expo yang menampilkan 54 booth produk pertanian dan perikanan dari berbagai kota/kabupaten,” papar Yadi Sofyan Nor.

Menteri Pertanian Syahrul Limpo Yasin sangat mengapresi penghargaan yang diterimana dari KTNA, dia  sangat terharu dengan  penghargaan itu. Bahkan hal itu menjadi beban luar biasanya

“Apa yang harus  aku bisa perbuat untuk KTNA, Saya merasakan hari ini ada  sesuatu yang bisa menentukan  Negara besok  dalam menghadapi kehidupan yang  tidak pernah ada kepastian. 274 juta warga KTNA merupakan potensi. Oleh karena itu  jangan   ragu bangsa  kekurangan pangan, karena sudah ada yang back up Indonesia dari segi makanan yakni KTNA,“ tegas Yasin langsung disambut tepuk tangan peserta rembug KTNA.

 

Syahrul menambahkan, permasalahan pangan dunia harus menjadi perhatian bersama. Tingginya inflasi dan adanya konflik geopolitik menjadikan situasi dunia tidak menentu. Indonesia harus tetap waspada menghadapi segala kemungkinan.

“Inflasi di Indonesia saat ini diangka 4,9%, per Juli 2022, sementara tertinggi Negera  Venezuale 137,30 %.  kita tidak boleh goyah. Kita kurangi impor, Indonesia sudah bisa swasembada beras, tahun depan kita targetkan swasembada Jagung. Saya yakin bersama KTNA kita bisa mewujudkan itu semua,” imbuh Syahrul.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, dalam sambutan penerimaan mengungkapkan terimakasihnya atas kedatangan Menteri Pertanian untuk kesekian kalinya ke kota Batu. Hal ini sebagai bukti rasa sayangnya terhadap perkembangan pertanian di Kota kecil Batu.

“Saya berharap untuk pameran anggrek terbesar se Asia, minggu depan Pak Menteri bisa juga hadir, bila perlu saya yang menjemput di Jakarta atau di Makassar,“ pinta Dewanti.

Hadir dalam rembug KTNA, anggota Komis IV DPR RI Hanan Abdul Rosyad dan Para Kepala Daerah se Indonesia, diantaranya Wakil Walikota Samarinda Rusmadi serta Forkominda Kota Batu. (Buang Supeno)

Tinjau Lahan Apel Kota Batu, Komisi IV DPR RI Serap Aspirasi Petani     

September 16, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Kota Batu, meninjau permasalahan produksi komoditas pertanian di Provinsi Jawa Timur,  rombongan meninjau secara langsung kebun apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu Kamis (15/09).

Penyuluh pertanian Kecamatan Bumiaji, Dul Komar didalam anggota Komisi IV DPR RI mengungkapkan Kota Batu dikenal dengan komoditas pertaniannya, salah satunya sebagai penghasil apel. Namun, beberapa tahun terakhir, produksi apel mengalami penurunan. Tahun 2020 tercatat lahan apel di Kota Batu seluas 1.200, namun di tahun 2.022 hanya tersisa 1.092 hektar.

Disebutkan kondisi Apel di Kota Batu mengalami kendala, selain  biaya produksinya yang tinggi, tingkat produktivitas apel menurun dikarenakan kualitas tanah yang juga memburuk akibat pemakaian pupuk kimia secara berkepanjangan. Rata-rata, pohon apel di Kota Batu saat ini sudah berusia 40-50 tahun lebih.

“Banyak apel di Kota Batu yang sudah kritis, perlu dilakukan perbaikan unsur hara yang bisa digenjot dengan pupuk organik, tapi saat ini kami petani masih kesulitan untuk mencukupi kebutuhan pupuk organik,” kata Dul Komar.

Selain itu, Dul Komar mengungkapkan Varietas apel di Kota Batu masih sangat terbatas. Empat varietas yang ada antara lain Apel Ana, Rome Beauty, Manalagi dan Wanglin. Oleh karena itu Dul Komar berharap adanya penelitian yang bisa memunculkan varietas-varietas apel Kota Batu yang baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ketua Komisi IV DPR RI,  Anggia Erma Rini mengatakan, komoditas apel di Kota Batu menjadi salah satu perhatian khusus. Restorasi dan perbaikan harus segera dilakukan agar keberadaan apel tidak punah.

“Kita hadir disini untuk memperbaiki masalah yang terjadi. Jangan sampai apel ini punah, karena saat ini kita ketahui apel mengalami penurunan yang luar biasa,” kata Anggia.

Wakil Walikota Batu,  Punjul Santoso, memberikan apresiasi dengan adanya kunjungan Komisi IV DPR RI. Harapannya, kehadiran Komisi IV DPR RI di Kota Batu bisa membangkitkan kembali Apel Batu sebagai komoditas utama Kota Batu.

“Apel ini menjadi salah satu komoditas utama yang ada di Kota Batu. Kami dari Pemerintah Kota Batu berupaya bagaimana apel ini dapat dikenal lebih banyak orang, salah satunya dengan menjadikan apel sebagai suguhan wajib di hotel Kota Batu,” katanya.

Dengan adanya kunjungan ini, Komisi IV DPR RI bersama Pemerintah Kota Batu berkomitmen untuk bersama-sama mengatasi permasalahan produksi, mulai dari penyediaan sarana untuk pupuk organik, penelitian pengembangan varietas apel, mengatasi permasalahan subsidi pupuk dan restorasi tanah untuk mengembalikan unsur hara. (Buang Supeno)

« Previous PageNext Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1600930
    Users Today : 550
    Users Yesterday : 7365
    This Year : 537440
    Total Users : 1600930
    Total views : 13768465
    Who's Online : 86
    Your IP Address : 216.73.216.54
    Server Time : 2026-04-05