Hempas Sampah, Pantai Corong Elok Berseri Kembali

July 9, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

PANAJAM – Pantai Corong tampak elok berseri kembali usai Kelompok Sadar Wisatawa (POKDARWIS) Sinar Bahari bersama Mahasiswa KKN 49 Universitas Mulawarman dan pegawai kelurahan menyusuri bibir pantai membersihkan Pantai Corong Kelurahan Tanjung Tengah, Panajam Paser Utara, Sabtu (8/7/2023).

Kegiatan rutin bulanan yang dilakukan Pokdarwis Sinar Bahari setiap  Jumat dengan menggerakan kesadaran warga untuk menjaga kebersihan pantai corong guna meningkatkan kenyamanan pengunjung dan ketertiban penjual di sekitar pantai corong.

Ketua Pokdarwis Sinar Bahari Wantono Mustofa mengatakan sampah yang ada di Pantai Corong berasal dari laut, penjual makanan dan pengunjung pantai yang sembarangan membuang sampah.

“Sampah di pantai ini 70 persen berasal dari laut dan 30 persen dari penjual dan pengunjung,” ucap pria yang akraab disapa Iwan.

Dirinya menambahkan titik pembersihan yang diutamakan terletak pada titik kumpul wisatawan di jalur masuk pantai corong dengan volume samapah yang beragam.

“Setiap kita melakukan pembersihan, kita  mengunpulkan sampah tiga hingga empat karung, tapi tidak menentu,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku sangat bersyukur kegiatan kali ini dapat dilakukan bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 49 Universitas Mulawarman beserta pegawai Kelurahan Tanjung Tengah.

“Kalaupun selepas KKN nanti teman-teman ini ada kesempatan datang kembali pastinya kita sangat ingin bisa bertukat pendapat untuk kedepannya pengelolaan Pantai Corong ini,” harap Iwan.

Senada dengan Iwan, Lurah Tanjung Tengah  Saiful Bahri menyambut hangat dedikasi dan partisiapan gerakan ini mendukung kegiatan lingkungan.

“Harapan kedepannya bisa dibantu support dan promosi agar pantai corong booming kedepanya, kami juga berupaya untuk meningkatkan pariwisata dengan segala Kondisi dan fasilitas yang ada,” ungkap Saiful. (aj)

Pelukis Kota Malang Protes Diusir Dari Kawasan  Kayutangan Heritage

July 7, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

Lukisan seniman di Kayutangan Heritage

MALANG  – Seniman lukis (perupa) Malang  protes atas sikap Satpol PP Kota Malang yang melakukan operasi dan penggusuran dari areal sepanjang koridor kawasan Kayutangan Heritage.Selasa ( 4/7/ 2023 ) lalu.

Sukrul Amin salah satu pelukis yang kerap mangkal di Kayutangan Heritage menyebutkan seniman lukis tidak bisa disamakan dengan Pedagang Kaki Lima (PKL). Seniman lukis, tarik suara maupun juru foto yang ada di kawasan Heritage tidak mengganggu pejalan kaki atau merusak suasana, justru ikut mendukung keberadaan kawasan heritage.

Dikatakan Sukrul Amin, ia dan rekan-rekannya merasa tersinggung saat dilakukan operasi satpol PP Selasa lalu. Menurutnya, kelompoknya bukan PKL  namun kelompok seniman yang ikut membantu mengembangkan dan mendukung kegiatan yang ada di kawasan Kayutangan Heritage.

“Walikota Setiaji sudah ngomong akan memberi tempat bagi perupah (seniman lukis), kini malah kami diusir, “ ungkap Sukrul, Jumat ( 7/7/2023 ).

Disebutkan, seniman perupa yang ada di kawasan heritage tergabung dalam komunitas namanya “ Sikil“.  Mereka tidak berjualan hanya memaperkan hasil karyanya seperti protret gedung kuno Malang, seni topeng atau bidikan obyek lainnya. Tujuan adalah memperindah dan mempercantik kayutangan heritage, tetapi jika ada yang berminat membeli atau pesan bisa dilakukan dilokasi pameran yang menempati “emper“ toko atau pesan ke pelukisnya langsung dan bisa dikirim dari rumah.

Suasana Kayutangan Heritage Kota Malang

“Kami semata-mata tidak berjualan, anggap emper toko sebagai galeri kami yang tentu sudah ada ijin pemiliknya. Kami tidak mengganggu pejalan kaki atau merusak suasana. Justru kami mempercantik dan memperindah kayutangan heritage,“ lanjutnya Sukrul yang juga pedagang kuliner ini.

Sukrul tidak menyalahkan seutuhnya kepada petugas Satpol PP yang hanya menjalankan perintah atasan, wajar kalau mereka tidak mengerti perbedaan Seniman dengan Pedagang kaki Lima.

“Seni rupa, seni musik awalnya tidak apa-apa, bahkan seniman musik mendapat fasiltas dan bantuan dana operasional dari Pemkot Malang. Seniman lukis tidak iri dan hanya minta kami seniman lukis diberi tempat dan tidak diusir dari galeri jalanan kami, sehingga wisatawan baik dalam maupun manca negara bisa menikmati keindahkan lukisan kami dan pulangnya ada oleh-oleh khas Malang,“ papar Sukrul.

Anggota komunitas lukis “ Sikil : di Kota Malang mencapai 45 -an. Namun yang sering tampil dalam galeri emper toko hanya 5 sampai 10 pelukis saja.

“Kalau kita gelar semua, mulai ujung selatan hingga utara akan penuh dengan lukisan,“ tandas Sukrul.

Sementara pelukis lainya Endik Asto menyebutkan, peminat karya lukisan komunitas “ Sikil “ malah bukan dari Malang, melainkan dari luar kota Malang bahkan ada dari Mancanegara, terutama jenis lukisan banguna kuno tinggal Belanda.

“Kami menggelar hasil karya lukisan ini, membantu Pemda untuk mengenalkan obyek kayu tangan heritage. Banyak wisatawan dalam negeri luar kota Malang bahkan manca negara yang membeli atau memesan lukisan, kebanyak tentang obyek gedung kuno peninggal Belanda yang banyak di Kota Malang. Dengan demikian, kami ini membantu Pemkot Malang dalam mempromosikan Kota Malang,“ papar Endik.

Pemkot Malang gencar menertibkan fasilitas umum yang digunakan sebagai tempat berdagang, para PKL  terutama di sepanjang koridor kawasan Kayutangan Heritage. Hal itu dilalukan merespon keluhan masyarakat terkait gangguan kenyamanan yang disebabkan banyaknya PKL yang berjualan di koridor Kayutangan Heritage. Satpol PP memasang papan larangan PKL untuk berjualan di koridor Kayutangan Heritage dengan tujuan untuk memberdayakan UMKM di dalam kampung.

Papan larangan dipasang  di 6 titik strategis di sepanjang koridor Kayutangan Heritage yakni di depan Telkom ada 2, di bagian tengah 2 papan, kemudian di depan kantor BNI juga 2 papan di sebelah kanan. Setiap hari ada petugas Satpol PP yang melakukan pengawasan secara berkeliling. (buang supeno)

Toyota Lauching Project Toyota Terrace (inTERactive gReen spACE) di Museum Angkut

July 5, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

BATU – Toyota meresmikan Toyota Terrace (inTERactive gReen spACE) dengan konsep “Fun Education and Entertainment”,di Hall Museum Angkut, Jawa Timur Park Group, Selasa ( 4/7/2023 ).

Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group, Titik S. Ariyanto dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan kerjasama antara Toyota dan Museum Angkut  terjalin sejak  tahun 2017 selalu menghadirkan sesuatu yang baru tiap tahunnya.

“Area yang diresmikan ini sudah ada sejak tahun 2018 hari baru selesai di-upgrade oleh tim Toyota untuk menjadi area yang interaktif bagi pengunjung ” Ungkap Titik.

Disebutkan  Toyota Terrace (inTERactive gReen spACE) dengan konsep “Fun Education and Entertainment”, yang terdiri dari 7 zona yaitu:

  1. Eco-Safety Driving Simulator merupakan simulasi mengendarai mobil yang ramah lingkungan, di mana pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung mengendarai mobil bertenaga bensin ataupun hybrid. Harapannya, pengunjung bisa merasakan perubahan perilaku (behavior) dan pola pikir (mindset) setelah melakukan simulasi tersebut.
  1. Eco Mobility Vision merupakan gambaran tentang perubahan iklim di dunia dan langkah kecil yang dilakukan Toyota Indonesia untuk ikut berkontribusi menyelamatkan bumi.
  2. Waste Sorting Hub, merupakan edukasi tentang cara pemilahan sampah. Harapannya pengunjung dapat mengurangi pembuangan sampah/limbah di tempat pembuangan akhir, sehingga bisa ikut berkontribusi untuk pengurangan karbon.
  3. Traffic Safety Education merupakan edukasi tentang keamanan berkendara sehingga para pengunjung dan anak-anak pada khususnya sedari dini mendapat informasi yang benar mengenai keselamatan berkendara.
  1. Drive-in Photo Box merupakan area self photo (selfie) yang mempunyai beberapa pilihan tematik tema menarik.
  2. Color Your Car merupakan dream car imagination area, para pengunjung terutama anak-anak bisa mewarnai mobil mereka sesuai apa yang mereka inginkan, dan hasilnya bisa ditampilkan di layar.
  3. Car Puzzle merupakan area fun games, di mana pengunjung bisa menyusun puzzle berbentuk mobil.

Toyota juga memperkenalkan program tempat pembuangan sampah (waste station) di Museum Angkut, Kota Batu.

” Program Waste Station Toyota terintegrasi dengan aplikasi “Rekosistem”, dengan fitur “Drop- In (Setor Sampah)” yang memudahkan dan mendorong user untuk mengumpulkan/mengirim sampah anorganik ke stasiun sampah Rekosistemterdekat ” jelas Titik.

Setiap sampah anorganik yang disetor, akan mendapatkan reward berupa koin e-wallet.  Sampah yang diterima meliputi: kertas HVS, koran, majalah, box, cardboard, minyak goreng bekas, botol PET, botol kaca, botol kaleng, alat elektronik & gadget (laptop, handphone, komputer, televisi, kulkas, AC, DVD player, kipas angin, rice cooker, radio, remote control), wajan, serta bahan-bahan metal lainnya.

“Toyota fokus pada  inklusi sosial masyarakat seperti: Eco-safety driving dan salah satu programnya melalui kehadiran booth Toyota di Museum Angkut, ” lanjutnya.

Kegiatan hari ini juga diwarnai dengan Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC) yang mengusung tema “Sustainable Mobility” atau mobilitas yang berkelanjutan dengan tampilan booth yang lebih segar, seru, interaktif, dan berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan perubahan fokus ke arah kontribusi yang bermanfaat melalui kegiatan yang berkelanjutan bagi semua orang, tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pengunjung tapi juga semua pemangku kepentingan di Museum Angkut.

Konsep booth Toyota kali ini dikembangkan baik dari sisi konten maupun teknologi digital yang digunakan. Konten-konten yang disajikan juga diselaraskan dengan upaya mendukung Pemerintah Indonesia untuk dapat mengurangi jejak emisi karbon.

Direktur Jawa Timur Park Group  Rio Imam Sendjojo berterima kasih kepada Toyota atas kerjasama yang terjalin dengan aktivasi upgrade area menjadi lebih interaktif dan adanya Toyota “Waste Station” yang sangat membantu masyarakat dalam program rekosistem.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami dari Manajemen Jawa Timur Park Group berterima kasih kepada Toyota atas kerjasama yang terjalin dengan aktivasi upgrade area menjadi lebih interaktif dan adanya Toyota “Waste Station” yang sangat membantu masyarakat dalam program rekosistem, kami juga berharap akan selalu ada kerjasama yang luar biasa seperti ini antara Jawa Timur Park Group dan Toyota kedepannya. Sukses selalu untuk Toyota dan Jawa Timur Park Group” pungkas  Rio Imam Sendjojo.

Kegiatan dihadiri  President Director PT Toyota-Astra Motor, Hiroyuki Ueda;  Rio Imam Sendjojo, Direktur Jawa Timur Park Group;  Ronny Sendjojo, Staf Ahli Jawa Timur Park Group; Staf Ahli Jawa Timur Park Group;  Ali Muhammad, Endang Shobirin, Manager operasional Museum Angkut; Titik S. Ariyanto, Manager Public Relations dan Marketing Jawa Timur Park Group; dan jajaran petinggi dari Toyota , Jawa Timur Park Group, dan nominator lomba Toyota Dream Car Art Contest (TDCAC).(Buang Supeno)

Desa Tlekung Berharap Pembangunan Drainase Depan Makam Lovina

July 5, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

Jalan raya dusun Kajang Kidul Tlekung yang akan dibuat saluran drainase

BATU – Warga desa Tlekung kecamatan Junrejo Kota Batu menyambut baik rencana pembangunan drainase di dusun Krajan Kidul oleh Dinas PUPR Batu, sehingga banjir saat hujan bisa diatasi.

Sekretaris Desa Tlekung Nuriyanto menyebutkan, proyek pembangunan drainase sudah lama diusulkan sejak 2019 melalui Musrembang namun belum teralisasi sampai saat ini. Bahkan pernah disurvei tetapi  gagal kembali.

“Kali ini ada lagi keinginan membangun drainase, semoga rencana pembangunan drainase ini bukan  PHP (pemberian harapan palsu),” ungkap Nuriyanto di ruang kerjanya, Selasa ( 4/7/2023 ).

Dikatakan, warga sudah lelah berkali-kali kami mengajukan usulan baik melalui Musrembang mulai tingkat Desa, Kecamatan hingga Kota Batu sejak 2019. Warga sempat senang karena sudah disurvei Dinas PUPR Batu waktu itu.

“Semoga program pembangunan drainase yang sekarang digemborkan benar- benar terlaksana,” katanya.

Nuriyanto mengungkapkan dikala hujan deras, air dari jalan cor yang ada di kawasan TPA Tlekung dan perbukitan yang ada di belakang bengkel mengirim air ke jalan raya. Karena drainase yang ada terlalu kecil dan dangkal. Maka praktis air berkumpul di jalan raya, maka terjadilah banjir serta depan makam lovina banyak endapan pasir kiriman yang menganggu kendaraan bermotor.

“Jika banjir banyak lumpur dan pasir di jalana raya, dampaknya mengganggu kendaraan bermotor bahkan kondisi jalan licin,“ lanjut Nuriyanto.

Kepala Dinas PUPR Batu Ir. Alfi Nurhidayat menegaskan, pembangunan drainase yang akan dikerjakan di desa Tlekung bukan pemberian harapan palsu, tetapi benar-benar kenyataan dan akan dikerjakan dalam bulan Juli 2023.

“ Ini bukan harapan Palsu, tetapi kami memang membangun drainase untuk warga desa Tlekung yang sudah lama berharap. Bulan Juli ini akan diwujudkan, “ tegas Alfi Nurhidayat.

Disebutkan, PUPR sudah lama melakukan indentifikasi terhadap desa Tlekung serta mendapat berbagai masukan dalam setiap pertemuan. Bagaimana untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan, terutama saat musim penghujan. Kesimpulannya memang desa Tlekung belum ada saluran drainasenya.

“ Kami ingin menciptakan rasa aman dan nyaman  bagi pengguna jalan  melalui jalan  kawasan desaTlekung, yang memiliki akses ke destinasi wisata. Sehingga pembangunan saluran drainase memiliki nilai strategis, “ jelas Alfi.

Sementara itu Kabid Bina Marga pada PUPR Batu Eko Setiawan mengungkapkan pembangunan saluran drainase sepanjang 150 meter dengan nilai proyek Rp.200 Juta.

Pembangunan saluran drainase nantinya akan mengantisipasi kiriman air yang berasal atas kawasan TPA Tlekung dan perbukitan sekitarnya.

“ Pembuatan saluran air mulai dari pintu masuk TPA Tlekung hingga depan belokan lovina, kita buat crossing jalan menuju sungai besar terdekat “ papar Eko Setiawan melalui sambungan telepon, Selasa (4/7/2023).

Eko berharap pekerjaan ini selesai sebelum musim penghujan, sehingga proyek bisa maksimal. (Buang Supeno)

Ketua FPMKB M. Ali Amin : Tingkatkan Anggaran Pendidikan

July 4, 2023 by  
Filed under Serba-Serbi

BALIKPAPAN –  Masih adanya permasalahan pendidikan pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Balikpapan, membuat “berang” Ketua Forum Peduli Masyarakat Kota Balikpapan (FPMKB), M. Ali Amin.

Kepada media ini Senin (7/7/2023) dirinya meminta anggota DPRD Kota Balikpapan khususnya Komisi IV turun ke lapangan melihat kondisi yang terjadi sebenarnya.

Permasalahan ini disebabkan karena jumlah lulusan SD lebih banyak dari jumlah SMP Negeri yang ada. Sehingga saya tampung di SMP tidak dapat mengakomodir lulusan SD. Solusinya adalah Pemkot Balikpapan harus membangun sekolah baru lagi.

“ Anggota legislatif yang mewakili rakyat harus ikut memikirkan permasalahan ini. “Suara legislatif berasal dari rakyat. Untuk itu harus mendahulukan kepentingan rakyat.,” katanya.

Menurut Ali, anggaran pendidikan juga harus lebih ditingkatkan. Jangan hanya anggaran infrastruktur yang diperbanyak.  “Anggaran pendidikan harus menjadi prioritas, setelah itu baru infrastruktur, “tegas Ali.

Ali juga rencana akan mengadakan silaturahmi dengan Anggota DPRD Kota Balikpapan, bersama elemen lain. Dengan maksud melakukan pembahasan terkait permasalahan yang terjadi di Kota Balikpapan. (shin)

« Previous PageNext Page »

  • vb