ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Bupati Kubar Resmikan Jalan Umum Melintasi Lokasi Tambang

January 23, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SENDAWAR – Masyarakat yang tinggal di Kampung Muara Bunyut, Jerang Dayak, Jerang Melayu, Mendung dan Dasak kini lebih mudah menjangkau ibukota kabupaten.

Pemotongon pita oleh Bupati Kutai Barat FX. Yapan

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat beberapa waktu lalu telah menyepakati pembangunan infrastruktur jalan umum Luuq Karana yang melintas di lokasi tambang PT Teguh Sinar Abadi (TSA) di Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak dan dibangun oleh perusahaan kelapa sawit PT. Mahakarya Bersama (MKB).

Peresmian penggunaan jalan sepanjang 1,7 kilometer tersebut dilakukan Bupati Kutai Barat (Kubar) FX. Yapan Tumenggung Singa Praja, Rabu (22/1/2020).

Dikatakan Yapan, selama empat tahun kepemimpinanya bersama H. Edyanto Arkan telah memberlakukan ragam perbaikan bangunan dan disegala lini bidang kehidupan dengan salah satunya ketersediaan infrastruktur jalan yang memadahi mulai dari kampung hingga kecamatan.

Pemkab Kutai Barat juga ingin meminta lagi bantuan perusahaan membangunkan jalan warga Kampung Dasak dan juga Kampung Mendung sepanjang tiga kilometer menuju akses ke kabupaten, karena kampung itu masih di wilayah kerja PT. MKB

Yapan menceritakan, ada warganya yang kesulitan membawa keluarga saat melahirkan ke rumah sakit umum daerah, Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS). Perjalanan dari kampung menuju rumah sakit memerlukan waktu karena akses jalan yang rusak.

Jalan tersebut saat ini sangat susah untuk dilewati oleh kendaraan. Dinas Perkim dan PT. MKB diminta segera turun ke lapangan dan melihat langsung kondisi jalan tersebut serta secepatnya diperbaiki.

“Saya minta tolong sekali lagi kepada PT.MKB,” harap Yapan seraya ditandai dengan pemotongan pita tanda diresmikannya akses jalan umum tersebut.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan), Stepanus menyampaikan akses jalan masyarakat yang akan diresmikan ini atas kerjasama antara pemerintah daerah dengan PT. TSA dan PT. MKB.

“ PT MKB sepakat untuk membangun jalan tersebut, karena kendaraannya melewati jalan itu juga, dan PT. TSA sepakat pinjam pakai lokasi jalan umum untuk masyarakat,” kata Stepanus.

Jalan umum tersebut berada di lokasi PT. TSA, sedangkan yang membangun dan merawat jalan tersebut diserahkan ke PT. MKB, dan ini semua sudah ada kesepatan antara pemerintah daerah dan kedua perusahaan tersebut.

Manajeman PT. TSA, Kepala Tehnik Tambang (KTT) Firdaus menyampaikan, dari kilometer 6 akses jalan umum untuk masyarakat sudah dibebaskan oleh PT. TSA bekerja sama dengan pemkab untuk pinjam pakai, karena tanah tersebut sifatnya masih aset dari PT. TSA dan prosesnya panjang.

“Kita sepakat untuk pinjam pakai lahan ini ke pemkab guna dibangun jalan umum,” kata Firdaus.

Dikatakan Firdaus, PT TSA memberikan lahan untuk pinjam pakai ke pemkab guna dibangun jalan umum dimaksudkan agar masyarakat yang melintas menuju empat kampung yang ada di dalam tidak melewati jalan hauling. Karena resikonya sangat tinggi sekali, dan pasti rawan kecelakaan.

“Kami serahkan sepenuhnya ke Pemkab untuk pinjam pakai lokasi pembangunan jalan tesebut,” kata Firdaus.

Kepala wilayah PT. MKB, Ali Hanafiah mengatakan, awal mula pembangunan jalan umum tersebut atas inisiatif PT TSA dan PT MKB agar masyarakat tidak melintasi jalan jalan hauling yang resikonya sangat tinggi.

“Awalnya kami berdua tidak bisa membangun jalan umum tersebut karena prosedur hukumnya sangat ribet. Akhirnya PT TSA datang ke Pemkab untuk pinjam pakai pembangunan jalan umum itu,” kata Ali Nafiah.

Pemka Kubar akhirnya menunjuk PT MKB untuk membangun akses jalan umum tersebut yang menghubungkan empat kampung yang ada di dalam, dan pembangunan jalan tersebut biayanya sepenuhnya di tanggung PT MKB. (arf)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.