ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Rauli Rajagukguk Nilai Media Informasi Kejaksaan Agung Sangat Profesional

May 15, 2022 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

BATU – Rauli Rajagukguk pemerhati Kejaksaan  mengatakan akhir-akhirnya  ini dirinya sedikit kepo dengan media sosial resmi Kejaksaan  mulai dari Fanpage FB, Twittee, Instagram (IG), chanel Youtube semuanya dibukanya.

“Luar biasa saya  melihat media informasi sebuah lembaga negara hukum, yang begitu profesional dan terbuka. Dan hasilnya, wow mudah banget mendapatkan  informasi tentang Kejaksaan Agung dari Sabang sampai Marauke,” ungkap Rauli.

Dia membandingkan di era sebelumnya, kira-kira 10-15 tahun lalu. Betapa sulitnya  mendapatkan informasi perkara hukum di Kejaksaan Agung RI, atau kantor kejaksaan negeri bahkan masyarakat harus beberapa kali mengunjungi kantor Kejaksaan untuk mendapatkan informasi atau penyuluhan hukum dari para Jaksa.

“Saya coba memaklumi hal itu terjadi karena, ruang terbuka informasi tidak seperti sekarang dengan  akses internet tidak ada dan saat itu media sosial pun belum ada,” ungkapnya.

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi juga semakin maju, mau tidak mau semua manusia harus merubah gaya hidupnya ke media internet. Bahkan, saat ini internet menjadi gaya hidup ditengah masyarakat.

Perubahan inilah yang menjadi dasar beberapa lembaga negara merubah sistem informasi dari gaya manual menjadi gaya milenial, salah satunya adalah Kejaksaan Agung RI yang diikuti hingga ke tingkat Provinsi dan Kota Kabupaten se Indonesia.

Sistem informasi yang dimiliki Kejaksaan Agung RI sangat menarik, mulai dari design grafis dan konten yang dimiliki Kejaksaan Agung RI sangat menarik dan milenial banget. Tampilan gambar pada konten-konten di Twitter, Fanpage FB dan Instagram Kejaksan Agung dikemas dengan baik dan mengikuti gaya anak zaman now.

“Bukan hanya itu saja, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi langsung perkara hukum yang sedang ditangani pihak Kejaksaan Agung RI. Keren banget, ” lanjutnya

Bagaimana dengan chanel Youtube Kejaksaan Agung RI? Ini yang sangat menarik perhatian saya, yang membuat saya tercengang karena konten² Youtube Kejaksaan Agung RI sangat berbeda dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

Yang menarik dari chanel Youtube Kejaksaan Agung RI, adanya acara podcast yang dibawakan oleh DUO’DM. Pada podcast ini terlihat bagaimana sebenarnya Kejaksaan Agung RI ingin mendengar langsung dari masyarakat tentang persoalan² hukum yang terjadi dan, apa yang diharapkan masyarakat dari Kejaksaan Agung RI dalam penanganan permasalahan hukum di republik ini.

Berbagai kalangan masyarakat bisa menjadi bintang tamu di chanel Youtube Kejaksaan RI. Mulai dari Artis, Politisi, Seniman bisa menyampaikan pandangannya tentang KejaksaanRI, bahkan informasi-informasi melalui tayangan video pendek dikemas dengan sederhana  namun memiliki kualitas penyampaian yang mudah dimengerti masyarakat umum.

Tentu hal ini memiliki maksud dan tujuan agar kedepan Kejaksaan Agung RI lebih profesional dan dapat menjaga integritasnya sebagai lembaga negara yang dicintai oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Saat ini era-nya transpormasi digital semua serba digitalisasi berbasis Imformasi Tehnologi ketika kita tidak bisa mengikutinya  maka kita akan jadi lembaga yg stagnan dan tertinggal,” tambahnya.

Rauli Rajagukguk sependapat dengan perubahan kejaksaan agung dan jajarannya memanfaatkan tehnologi informasi. Suka tidak suka  harus bisa beradaptasi karena itu suatu keharusan, bahkan dunia media itu yg dituntut kreativitas, inovasi dan adaptasi serta kolaborasi untuk tetap eksis dalam di masyarakat.

Kejaksaan sebagai Aparat Penegak Hukum tidak bisa ditampilkan dengan kesan kaku, serem, monoton tetapi harus fleksibel  , humanis dan ada untuk masyarakat. (Buang Supeno)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.