ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

DLH Tidak Tahu Pasti Penyebab Tercemarnya Sungai Kedang Pahu

August 4, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SENDAWAR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Barat hingga saat ini belum tahu penyebab tercemarnya Sungai Kedang Pahu beberapa waktu lalu.

Dari hasil penelusuran tim yang beranggotakan Camat Damai anggota DPRD, petinggi Kampung Muara Nyahing tidak mendapatkan hasil yang memuaskan atas pencemaran limbah yang terjadi di sungai Kedang Pahu seminggu yang lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Ali Sadikin yang disampaikan oleh salah satu Kabagnya Markulau mengatakan, tim yang melakukan pengecekan ke lapangan bersama staf dari kecamatan dan petinggi Kampung Muara Nyahing tidak menemukan titik terang asal datangnya limbah tersebut.

“Saya dan tim sudah masuk tapi air sungai yang di dalam sudah mulai jernih, jadi kami sulit untuk menganalisanya,”kata Markulau (4/8/2021) saat dikonfirmasi melalui telepon seluler oleh media ini.

Menurutnya, ia belum bisa berkomentar banyak terkait pencemaran limbah di Sungai Kedang Pahu. Iia akan melaporkan hasil temuannya dulu ke bupati, karena menurutnya ia belum bisa menjelaskan ke media sebelum melaporkan temuannya ke pimpinannya dan bupati.

“Nanti biar bupati saja yang menyampaikan ke media,”ujar Markulau.

Sementara itu Camat Damai Fransisko mengatakan, terjadinya pencemaran limbah di Sungai Kedang Pahu memang di wilayah Kecamatan Damai. Pihak pemerintah kecamatan sudah melapor ke dinas LH, dan semuanya keputusan sudah diserahkan ke DLH. Menurutnya pihak kecamatan tidak mempunyai kewenangan untuk memvonis terhadap si pembuat pecemaran.

“Kami dari pemerintah kecamatan sudah melaporkan ini ke DLH untuk menangani sepenuhnya pencemaran limbah yang terjadi di Sungai Kedang Pahu ini,” kata Fransisko saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya kepada media ini.

Menurut Fransisko, setelah melakukan penelusuran ia dan tim melakukan pertemuan di perusahaan PT. Gunung Bara Utama (GBU). Perusahaan siap menerima arahan maupun petunjuk dari dinas terkait, baik dari DLH maupun kecamatan.

Dikatakan Fransisko, ia percaya kejadian ini tidak mungkin unsur kesengajaan. Akan tetapi itu masuk unsur kelalaian atau human error. Pihak kecamatan juga membuat permohonan untuk menyuplai air bersih kepada masyarakat yang terdampak. PT.GBU akhirnya menyuplai sekitar sepulur ribu liter untuk di Damai Kota, dan itu sangat tidak cukup sekali.

“Saya akan membuat permohonan kepada PT.GBU untuk membuatkan sumur bor, untuk empat RT yang ada di Damai Kota dan juga kampung yang lainnya yang terdampak akan dimohonkan juga,”harapnya.

Petinggi Kampung Muara Nyahing Tarsisius saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya juga mengatakan, ia dan tim nya tidak sampai ke ujung. Selain sungai yang sangat kecil dan perahupun sambil ditarik.

“Cuma yang jelas ada aja bekas aliran lumpur di pinggir sungai itu yang kita pantau sepanjang perjalanan di dalam Sungai Nyahing. Saat itu sudah kering dan air sungai masih keruh sampai di dalam sana,”kata Tarsisius yang akrab di panggil Ajiz di kampungnya.

Ia menuturkan, di aliran sungai itu masuk dalam konsesi PT. GBU dan MBL. Ia memastikan itu dari perusahaan tambang batu bara, karena di seputaran sungai itu hanya konsesi GBU dan MBL yang menambang.

“Intinya saya tidak bisa menuduh dari perusahaan mana, hanya sekedar menduga saja lumpur tersebut berasal dari tambang,” jelasnya.

Sementara itu Anggota DPR Noratim dari partai Demokrat yang tergabung di dalam tim penelusuran pencemaran Sungai Kedang Pahu saat di konfirmasi melalui telepon seluler beberapa kali ia tidak mengangkat teleponnya. Pesan yang dikirim melalui whatsapp hanya di buka saja tidak di balas.

Begitu juga dengan CSR PT. GBU Denis saat dihubungi melalui telepon selulernya juga tidak diangkat. Ketika dikirim pesan melalui whatsapp ia mengatakan akan menunggu hasil dari DLH tanggal 6 Agustus baru bisa memberi keterangan dari manajeman.

“Saya masih menunggu arahan dari manajeman dan belum bisa memberi keterangan saat ini,” jawabnya.(arf).


Share this news

Respon Pembaca

2 Komentar untuk "DLH Tidak Tahu Pasti Penyebab Tercemarnya Sungai Kedang Pahu"

  1. Firmantus on Wed, 4th Aug 2021 4:54 pm 

    DLH tidak tau penyebab tercemar air sungau kedang pahu, benar-benar bullshit, dasar pemalas atau karena sudah kekenyangan disumpal sama pelaku pencemaran, jelas2 didaerah aliran sungai nyahing itu ada beberapa perusahaan yang beroperasi, ada perusahaan perkebunan kelapa sawit, ada juga perusahaan tammbang, tinggal ditelusuri saja dan dilakukan investigasi ke lapangan pasti ketahuan kok siapa pelakunya.

  2. Firmantus on Wed, 4th Aug 2021 4:58 pm 

    benar-benar sebuah berita yg sangat2 memalukan, tlg pihak vivaborneo.com menarik berita ini.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.