ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Ramai Berita di Medsos, Pemkab Kubar Beri Jawaban Pembangunan Jembatan ATJ

November 20, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Share this news

SENDAWAR – Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kubar Siradjudin didampingi Sekdakab Kubar Ayonius dan Kepala Bapeda H.Akhmad Sopyan menjawab berita yang berkembang di masyarakat melalui media sosial mengenai kelanjutan pembangunan Jembatan Aji Tullur Jejangkat (ATJ) yang berada di Kampung Melak Ilir, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar).

Dikatakan Siradjudin proses pengerjaan jenbatan tersebut sampai dengan penyelesaian proyek harus selesai pada masa pemerintahan Bupati Kutai Barat periode 2011 – 2016, sesuai dengan perencanaan awal dan kontrak nomor: 602.1/002/BM-A.04/TJ/DPU-KB/XI/2012 tanggal 21 November 2012.

“Nilai kontraknya Rp341 miliar lebih dengan jangka waktu pelaksanaan tanggal 21 November 2012 sampai dengan tanggal 20 November 2015,”tandasnya.

Ia membeberkan, jembatan ATJ merupakan kebutuhan masyarakat Kubar, terutama sebagai akses penghubung masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Mook Manor Bulatn, dengan demikian pemerintah Kubar berkomitmen untuk menyelesaikan setiap pembangunan infrastruktur yang belum selesai, yang merupakan kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kubar.

“Salah satunya jembatan ATJ ini,”ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (16/11/2020)..

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ATJ tetap berpegang pada prinsip atau azas umum pemerintahan yang baik, terutama azas kecermatan dan azas kepastian hukumnya, hal ini dilakukan agar setiap pemenuhan prosedur administrasi terkait pelaksanaanya terpenuhi, dan tidak menimbulkan persoalan baru dikemudian hari, sesuai dengan ketentuan dan perundang undangan yang berlaku.

Sementara itu, H. Ahmad Sopyan menambahkan, pada masa akhir jabatan kepala daerah tanggal 18 April 2015, namun melebihi Mou multiyears dengan DPRD pada 20 November 2015, kemudian perpanjangan kontrak yang terakhir adendum melebihi masa akhir jabatan tanggal 18 April 2015 menjadi 30 November 2016.

“Saat itu nilai terakhir Rp. 286, 8 miliar dan kontrak telah terjadi pemotongan sesuai dengan nilai fisik yang terealisasi di lapangan,”ujarya.

Dijelaskannya, pada tanggal 7 Oktober 2016 surat nomor 050/1437/BAPPTU/X-2016 perihal penundaan kegiatan multiyers tahun 2016, dengan menunda pelaksanaan multiyers sebagai solusi untuk mengurangi defisit APBD Kubar 2016.

Pemotongan kegiatan multiyears yang belum selesai dialihkan setatusnya menjadi single years dan dibahas lebih lanjut. Kemudian terjadi penurunan pendapatan, pertama perpres 66 tahun 2016 tentang rincian APBN 2016 terdapat penurunan target pendapatan secara besar besaran, berimplikasi pada penurunan pertimbangan bagi daerah termasuk Kubar, penurunan DBH atau dana bagi hasil dari Rp 1,4 triliun menjadi Rp501 miliar.

Selanjutnya, berdasarkan UU nomor 2 tahun 2013 mewajibkan kepada Pemkab Kubar untuk memberi hibah sebesar Rp. 80 milyar kepada Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai kewajiban, sehingga terjadi penurunan pendapatan dan penundaan kegiatan multiyears termasuk jembatan ATJ.

Pada tanggal 20 Oktober 2016 Pemkab Kubar sangat serius untuk melanjutkan dan mencari sumber dana serta melakukan prosentase ke Kementrian PUPR Dirjen Bina Marga tentang penyelesaian pembangunan jembatan ATJ untuk bisa diusulkan melalui APBN supaya mendapat bantuan DAK.

“Tetapi status tersebut diluar kewenangan,”bebernya. (arf).


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.