Pemilukada Kubar Masuki Tahap Pleno Kecamatan

December 11, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kutai Barat (Kubar) hingga usai pencoblosan berjalan aman dan kondusif.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kubar Arkadius Hanye kepada awak media di ruangannya, Kamis (10/12/2020).

Dkatakan Hanye, selama tahapan pemilu mulai dari kampanye hingga hari H berjalan dengan aman dan lancar, hal ini dibuktikan dengan hasil pencoblosan sampai perhitungan surat suara di TPS – TPS berjalan dengan aman dan kondusif.

Ketua KPU Kubar, Arkadius Hanye

“Saat ini KPU masih menunggu hasil pleno dari kecamatan,”ujar Hanye.

Ia menuturkan, untuk tahapan pleno di kecamatan mulai 11 – 13 Desember 2020. Jadi hanya tiga hari waktunya untuk diplenokan di enam belas kecamatan se-Kubar, selanjutnya diserahkan ke KPU kabupaten.

“Untuk tahapan pleno di KPU kabupaten akan kita laksanakan dari tanggal 15 hingga 17 Desember 2020 tidak boleh lebih, kemungkinan besar tanggal 16 itu sudah selesai semua,”ungkapnya.

Dijelaskan Hanye, pada pemilu 2015 lalu masih ada atau diperbolehkan KPU memakai hitungan cepat atau quick count. Sedangkan saat ini tidak diperbolehkan sama sekali. Diharapkan kepada kedua paslon peserta pemilu untuk bersabar menunggu hasil pleno nanti.

“Jadi sekarang kita semuanya memakai perhitungan manual,”jelasnya.

Ia berharap, pleno di kecamatan berjalan dengan baik dan lancar. Secara umum perolehan surat suara tidak ada perubahan. Surat suara yang dari TPS itu sudah valid, tetapi akan ada perubahan di jumlah pemilih.

“Itu tidak ada pengaruhnya terhadap hasil secara administrasi,”tandasnya.

Ia membeberkan, saat ini yang menjadi kendala adalah jaringan dan server, akan tetapi jika nanti jaringan dan server mendukung semuanya bisa berjalan dengan lancar. Sejauh ini dari saksi tidak ada masalah dilapangan, dan pengawas ada di tiap TPS semuanya berjalan dengan baik.

“Untuk penetapan hasil prolehan suara kita umumkan setelah pleno,”ujarnya.

Lanjutnya, akan tetapi untuk penetapan calon terpilih menunggu sekitar kurang lebih lima hari setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan bahwa Kubar tidak ada masuk dalam catatan register MK, dan itu bisa langsung ditetapkan. Aan tetapi kalau masuk dalam register MK harus menunggu lima hari setelah keputusan MK.

“Kalau dulu hanya tiga hari sekarang lima hari setelah putusan MK,”jelasnya.

Hanye berpesan kepada kedua paslon peserta pilkada bahwa sekarang masyarakat sudah memilih berdasarkan hati nuraninya masing – masing bebas dan rahasia, jadi apapun yang menjadi pilihan rakyat harus dihargai.

Ia berharap kepada kedua paslon untuk bersabar menunggu hasil perhitungan resminya, dan bisa menghargai keputusan rakyat yang sudah menentukan pilihannya masing – masing.

“Saya sangat megapresiasi kedua tim selama kampanye paslon sangat koperatif,”tutupnya. (arf).

Mengingatkan Kematian Sebuah Nasehat

December 11, 2020 by  
Filed under Opini

DIRIWAYATKAN oleh Muslim bahwa Abu Hurairah berkata, “Nabi berziarah ke kubur ibunya. Beliau menangis, dan orang-orang di sekitar beliau juga ikut menangis. Beliau bersabda, Aku minta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan baginya, tetapi Dia tidak mengizinkan aku. Lalu, aku minta izin kepada-Nya untuk berziarah ke kubur ibuku dan Dia memberikan izin kepadaku. Oleh sebab itu, berziarahlah ke kubur, karena ia dapat mengingatkan kematian.”

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (sebuah hadits dhaif) dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah bersabda, “Aku pernah melarang kalian dari ziarah kubur. Maka, berziarah kuburlah kalian, karena hal itu dapat membuat kamu zuhud terhadap dunia dan mengingat akhirat.

Berdasarkan kesepakatan para ulama, ziarah kubur bagi kaum laki-laki itu hukumnya boleh. Tetapi, mereka berbeda pendapat tentang masalah ini bagi kaum wanita. Bahkan, bagi kaum wanita yang masih muda, hukumnya haram.

Ada juga yang berpendapat boleh hukumnya ziarah kubur bagi semua kaum wanita, asalkan mereka tidak berbaur dengan kaum laki-laki. Menurut pendapat ini, sabda Nabi, “Berziarah kuburlah kalian”, adalah bersifat umum. Mengenai ziarah kubur pada waktu atau di tempat yang bisa menimbulkan fitnah akibat berbaurnya kaum laki-laki dan wanita, hal itu tidak diperbolehkan dan tidak halal. Tetapi, misalkan ada seorang laki-laki sedang ziarah kubur, dengan tujuan mendapatkan pelajaran dari padanya, lalu secara tidak sengaja pandangan matanya tertumbuk pada seorang wanita sehingga menimbulkan fitnah atau sebaliknya, maka masing-masing jelas berdosa sekaligus mendapatkan pahala.

Menurut sebagian ulama, kutukan Nabi saw. terhadap wanita-wanita yang berziarah kubur itu berlaku sebelum beliau memberikan kemurahan kepada umatnya untuk berziarah kubur. Setelah kemurahan beliau berikan, hal itu mencakup kaum laki-laki dan kaum wanita. Jadi, pendapat pertama yang telah disampaikan itulah yang paling sahih.

Diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalib r.a. bahwa sesungguhnya ia pergi ke suatu kuburan. Setibanya di sana, ia berkata, “Wahai para penghuni kubur, kabarkan kepada kami tentang kalian, atau kami yang akan mengabarkan kepada kalian. Kalau kabar dari kami ialah, harta kalian sudah dibagikan, istri-istri kalian sudah menikah lagi, dan orang-orang miskin sudah diberi tempat tinggal oleh kaum selain kalian.”Demi Allah, seandainya mereka bisa menjawab, mereka akan mengatakan, “Bagi kami, bekal yang paling baik hanyalah takwa.”

Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Abul Atahiyah, “Heran aku kepada manusia Seandainya mereka mau introspeksi diri, melihat, dan melewatkan dunia pada yang lain, mereka akan tahu bahwa dunia itu hanyalah sebuah jembatan Tidak ada kebanggaan sejati kecuali kebanggaan orang-orang yang bertakwa Kelak ketika Allah mengumpulkan semua mahluk di padang mahsyar mereka akan tahu bahwa bertakwa dan berbakti adalah simpanan yang terbaik. Aku heran pada orang yang begitu sombong padahal besok ia akan dikubur tanpa punya kuasa untuk menyegerakan yang diharapkan dan menangguhkan yang ditakuti semua yang ia usahakan berpindah pada orang lain.”

Menurut para ulama, hati tidak dapat mengambil manfaat dari ziarah kubur, apalagi hati yang keras. Karenanya, bagi yang memiliki hati seperti itu sebaiknya ia mengatasinya dengan empat hal :

Pertama, rajin mengaji di majelis-majelis taklim untuk mendengarkan nasihat, pelajaran, peringatan, cerita orang-orang saleh, dan lain sebagainya. Hal itu bisa melunakkan hati.

Kedua, mengingat kematian sebagai suatu peristiwa yang pasti akan melenyapkan semua kenikmatan, memisahkan dari keluarga serta handai taulan, dan membuat anak-anak menjadi yatim.

Suatu hari ada seorang wanita mengadu kepada Aisyah r.a. tentang hatinya yang keras. Aisyah memberinya saran, “Sering-seringlah mengingat kematian, niscaya hatimu akan lunak.” Setelah menuruti saran tersebut, hati wanita itu menjadi lunak. Beberapa hari kemudian ia kembali menemui Aisyah untuk menyampaikan rasa terima kasihnya.

Menurut para ulama, mengingat kematian itu dapat mencegah dari maksiat, membuat hati yang keras menjadi lunak, menghilangkan rasa gembira terhadap dunia, dan menganggap remeh semua musibah yang terjadi di dunia.

Ketiga, menunggui orang yang sedang dalam keadaan kritis. Dengan menyaksikan keadaan orang yang sedang mengalami sakaratul maut, lalu membayangkan apa yang nanti akan terjadi setelah ia mati dan bagaimana nasibnya, hal itu akan membuat jiwa orang tidak tertarik pada kenikmatan dunia, membuat hati menjadi selalu gelisah memikirkannya, membuat mata enggan tidur, membuat enggan memanjakan tubuh, membangkitkan etos beramal saleh, dan menambah semangat untuk lebih tekun beribadah kendatipun harus bersusah payah.

Dalam kitab Zawaid az-Zuhdi karya Abdullah bin Ahmad bin Hanbal hal. 330, diceritakan bahwa pada suatu hari Hasan al-Bashri menjenguk orang sakit yang sedang mengalami sakaratul maut. Setelah memperhatikan bagaimana susah payahnya orang itu saat nyawanya hendak dicabut, ia pulang ke rumah dengan wajah pucat pasi, bukan dengan wajah yang berseri-seri saat ia berpamitan hendak berangkat. Bahkan, ketika disuguhi makan, ia menolak dengan alasan sama sekali tidak sedang berselera. Ketika ditanya alasannya, ia mengatakan, “Demi Allah, aku baru saja melihat sebuah peristiwa kematian. Aku berjanji akan selalu melakukan amal untuk menghadapinya sampai aku bertemu Allah nanti.”

Ketiga hal tersebut patut diperhatikan sekaligus dipraktekkan oleh orang yang hatinya keras. Untuk menghilangkan dosa, ia harus meminta pertolongan berupa obat yang cocok dengan penyakitnya, dan yang sekaligus dapat mengatasi fitnah-fitnah setan yang kerjanya memang ingin menyesatkan manusia. Jika mujarab, itulah yang diharapkan. Tetapi, jika tidak mujarab bahkan semakin menjadi-jadi, maka terapi terakhir (keempat) harus diterapkan.

Keempat, ikut menyaksikan pemakaman jenazah di kubur. Hal ini merupakan cara yang lebih efektif daripada cara yang pertama dan kedua tadi. Oleh karena itulah, Rasulullah bersabda, “Berziarah kuburlah, karena hal itu dapat mengingatkan kematian dan akhirat, serta dapat membuat kamu zuhud pada dunia.” Dengan ikut menyaksikan acara pemakaman jenazah, pertama ia akan mendengar suara azan. Kedua, memberitahukan kepada hatinya ke mana nanti tempat kembali yang abadi. Hal itu diharapkan dapat menimbulkan rasa takut seperti ketika sedang menyaksikan orang yang dalam keadaan kritis, dan berziarah ke kubur orang muslim. Sebab, dengan menyaksikan secara langsung, hal itu akan lebih terkesan.

Dalam hadits riwayat Ahmad, Thabrani, dan Hakim, Nabi saw. bersabda, “Berita itu tidak seperti melihat dengan mata kepala sendiri.” Hadits ini hanya diriwayatkan dari Ibnu Abbas saja. Harus diakui bahwa seseorang tidak di sembarang tempat bisa menyaksikan orang yang sedang dalam keadaan kritis, lagi pula terkadang hal itu tidak sesuai dengan kondisi mental orang yang ingin mengobati hatinya setiap saat. Berbeda dengan ziarah kubur yang lebih gampang dan hasilnya pun lebih efektif.

Oleh karena itu, bagi orang yang berziarah kubur, ia harus memperhatikan adab-adabnya. Antara lain yang paling utama ialah niat dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar berkeliling kubur saja, karena hal itu adalah kelakuan binatang. Kita mohon perlindungan Allah daripadanya. Tujuan berziarah kubur ialah mencari keridhaan Allah, memperbaiki hati yang sedang rusak, dan memberikan manfaat kepada si mayat dengan membacakan ayat-ayat Al-Qur’an seperti yang insya Allah akan diterangkan dalam pembicaraan nanti. Dilarang berjalan-jalan di kubur atau duduk di atasnya,.harus melepaskan alas kaki seperti yang diterang kan dalam beberapa hadits. Begitu hendak masuk, harus mengucapkan salam terlebih dahulu kemudian mengucapkan, “Salam sejahtera bagian kalian semua para penghuni komplek kaum yang beriman, seperti yang pernah diucapkan oleh Nabi. Dan, ketika sampai di dekat kubur yang dituju, ia pun mengucapkan salam, “Alaikas salam.” diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dalam kitabnya Jami’ at-Tirmidzi, bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki datang menemui Nabi saw. dan berkata, “Alaikas salam.” Mendengar itu Nabi menegurnya, “Jangan mengucapkan salam seperti itu, karena hal itu adalah salam hormat kepada mayat.”

Termasuk adab berziarah kubur ialah mengucapkan salam dengan posisi menghadap, seperti layaknya kalau sedang berbicara dengan orang yang masih hidup. Selanjutnya ialah berkonsentrasi penuh untuk mengambil pelajaran dari penghuni kubur yang tengah ia ziarahi. Cobalah direnungkan, bagaimana kawan-kawannya yang telah mendahuluinya menghadap Allah. Setelah berhasil mencapai harapan dan mengumpulkan harta, tiba-tiba mereka terputus dari harapannya dan tidak dapat menikmati harta yang telah dikumpulkannya dengan susah payah. Tubuh mereka yang tampan ditimbuni tanah, anggota-anggota tubuh mereka terpisah di dalam kubur, istri-istri yang mereka tinggalkan menjanda, anak-anak mereka menjadi yatim, bahkan mungkin negeri mereka dijajah oleh orang lain.

Renungkan bagaimana nasib orang di dalam kubur yang sedang diziarahinya. Sepasang kakinya rusak. Sambil menangis, ia melihat sekitarnya. la ingin menjerit keras-keras. Tetapi, lidahnya sudah dimakan cacing. la ingin tertawa tetapi giginya sudah rusak dimakan tanah. Yakinlah bahwa kelak keadaannya pasti akan seperti itu. Dengan merenungkan dan mengambil pelajaran darinya, ia akan melepaskan kerakusan-kerakusan keduniaan, lalu tekun berganti melakukan amal-amal untuk kepentingan akhirat. Dengan kata lain, ia bersikap zuhud terhadap dunia, dan konsentrasi melakukan taat kepada Allah Tuhannya dengan hati yang lunak dan segenap anggota tubuh yang khusyu. (Dinukil dari buku Rahasia Kematian Alam Akhirat & Kiamat, karya Imam Al-Qurthubi – vb-munanto)

Laksanakan Pilkada Samarinda, KPPS Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

December 10, 2020 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA. Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Samarinda yang dilaksanakan pada Rabu, 9 Desember 2020, berlangsung aman, lancar dan sehat. Ribuan warga kota Samarinda sejak pagi hari pukul 07.00 Wita mulai menuju 1.962 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang telah disiapkan KPUD Samarinda.

Dengan berbagai tahapan protokol kesehatan, warga yang datang dengan tertib mengikuti arahan petugas Pengamanan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), agar Pilkada terlaksana dengan aman dan sehat dari ancaman penyebaran virus corona.

Dari pantauan vivaborneo.com di TPS 03 dan TPS 04 Kelurahan Sidomulyo, proses pilkada berjalan lancar, tertib, aman dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan. Ketua KPPS TPS 03 Kelurahan Sidomulyo Suyono, mengatakan pemilih yang datang ke TPS diwajibkan memakai masker jika tidak membawa masker maka KPPS telah menyediakan masker termasuk sarung tangan plastik secara gratis.

“Semua tahapan pilkada di TPS 03 berjalan lancar, tertib, aman dan sehat sesuai dengan protokol kesehatan, termasuk petugas KPPS yang selalu menyemprotkan disinfektan seusai pemilih mecoblos,” ujar Su panggilan akrab ketua KPPS 03 ini.

Selain di TPS 03, protokol kesehatan di TPS 04 pun dilaksanakan dengan disiplin ketat. Para pemilih yang datang sebelum memasuki area Tempat Pemungutan Suara (TPS) harus mencuci tangan, kemudian di cek scan suhu tubuh dengan menggunakan termo gun yang dilakukan oleh petugas pengamanan TPS.

Effendi warga Sidomulyo, yang meyalurkan hak pilihnya di TPS 04 mengatakan bahwa petugas KPPS di TPS 04 sangat baik dan ramah mengarahkan pemilih untuk mengikuti protokol dan kesehatan, “saya senang melihat dan mengikuti protokol kesehatan pada pilkada ini, saya tidak khawatir karena petugas selalu disiplin dan telah menyiapkan semua perlengkapan protokol kesehatan,”ujarnya.

Hal yang sama juga dilakukan di TPS 071 di RT 69 Jalan DI Panjaitan Kelurahan Sungai Pinang Dalam, sebelum memasuki area TPS, warga pemilih di wajibkan memakai masker, mencuci tangan, kemudian di scan suhu tubuh dengan termo gun dan diberi sarung tangan plastik.

Kemudian warga pemilih RT 69, jika sudah lengkap menggunakan masker dan sarung tangan barulah pemilih menandatangani daftar hadir dan duduk mengunggu giliran di kursi-kursi yang berjarak sekitar 1,5 meter. Kemudian jika sudah mendapat panggilan giliran mencoblos, pemilih mendapat kertas suara, selanjutnya menuju bilik suara untukmelakukan pencoblosan.

Seusai mencoblos, pemilih di wajibkan membubuhkan jari tangan ke tinta biru sebagai bukti sah telah menyalurkan suaranya pada pilkada 2020 dan kembali diwajibkan mencuci tangan dengan sabun.

Sementara itu Najib komisioner KPUD Samarinda, mengatakan kewajiban KPPS di TPS adalah memastikan tahapan pilkada di TPS berjalan lancar aman dan sehat, khususnya dalam penerapan protokol kesehatan agar bisa menekan angka penyebaran covid-19 di kota Samarinda.

“Petugas KPPS di TPS telah dibekali dengan perlengkapan protokol kesehatan, seperti masker, faceshield, sarung tangan, disinfektan, kemudian bagi pemilih yang tidak membawa masker dan sarung tangan, kami siapkan gratis,”kata Najib. (Hel)*

Inovasi Berkelanjutan, Kunci Sukses PHM Lalui 2020

December 10, 2020 by  
Filed under Berita

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan dukungan SKK Migas dan perusahaan induk PT Pertamina Hulu Indonesia, melewati tahun 2020 dengan kinerja produksi yang baik sesuai Rencana Program dan Anggaran (Work Program & Budget/WP&B) 2020. Meskipun sejak Maret dunia mengalami pandemi COVID-19, yang sangat berdampak pada aspe koperasi maupun komersial industri hulu migas, namun tantangan berat tersebut dapat dilalui dengan terus membuat berbagai inovasi dan terobosan dalam kegiatan operasi, khususnya optimasi dalam kegiatan pengeboran di Wilayah Kerja (WK) Mahakam, tanpa mengorbankan sedikit pun aspek keselamatan kerja.

Berbagai upaya ditempuh dalam kegiata noperasi, baik di area delta/rawa-rawa maupun lepas pantai, tujuannya agar mampu menahan laju penurunan produksi di lapangan-lapangan yang sudah mature dengan tetap menjaga keekonomian. Dalam kegiatan pengeboran, PHM kini menggunakan oil based mud SF-05 buatan Pertamina. General Manager PHM, Agus Amperianto, mengatakan, “Penggunaan SF-05 merupakan wujud sinergi antar anak perusahaan di lingkungan Pertamina, dan juga terbukti menghemat biaya lumpur pengeboran hingga 20% disbanding kondisi sebelumnya.” Selain itu, penerapan strategi maxi-drill di area delta terbukti mencatatkan rekor baru pengeboran sejauh 2.303 meter dalam tempo 24 jam di sumur TN-G473.

Dalam operasi pengeboran lepas pantai, PHM juga bersinergi dengan unit usaha Pertamina yang lain, yaitu PT Elnusa Tbk, untuk menerapkan optimasi operasi berupa penggunaan Hydraulic Workover Unit (HWU) yang kini telah dioperasikan secaraluas di WK Mahakam. Metode rigless ini untuk menggantikan fungsi rig dalam beberapa kebutuhan pengeboran (baik persiapan maupun setelah selesai) dan terbukti secara signifikan menekan biaya pengerjaan sumur.

Sebagai wilayah kerja yang sudah mature, penambahan sumur-sumur pengembangan adalah cara untuk menahan laju penurunan produksi. Namun, karena tak tersedia lagi slot untuk mengebor sumur-sumur baru, ditambah pembuatan anjungan untuk kepala sumur akan menghilangkan aspek keekonomian, para engineer di PHM berinovasi mengembangkan metode slot recovery. Dengan metode ini sumur-sumur yang sudah tidak berproduksi pada anjungan yang ada dimanfaatkan untuk mengebor sumur baru,”Dengan teknik pengeboran side-track menggunakan HWU pada sumur-sumurre-entry, dan memanfaatkan komponen selubung pengeboran dari sumur-sumur lama, PHM berhasil menjaga keekonomian sumur-sumur pengembangan,” kata Agus Amperianto.

Tahun 2020 PHM juga memperoleh berbagai penghargaan baik dari sejumlah kementerian yang merepresentasikan Pemerintah Pusat, juga penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Adinugraha 1 dari Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (KESDM) dan Penganugerahan Penghargaan K3 2020 Sistem Manajemen Keselamatandan Kesehatan Kerja (SMK3) Zero Accident Award dari Kementerian Ketenagakerjaan merupakan pengakuan atas kinerja Keselamatan Kerja PHM.

Penghargaan yang Diraih PHM Tahun Ini:
• Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Karya Utama dan Patra Nirbhaya Adinugraha 1 dari Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral (KESDM)
• Penyumbang Penerima Negara Bukan Pajak (PNBP) Migas terbesar ke-3 dari KESDM
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Zero Accident Award Untuk 6 Lapangan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)
• Pencegahandan Penanggulangan (P2) HIV/AIDS dari Kemenaker
• Proper Hijau untuk 5 lapangan (BSP, CPA, CPU, NPU, SPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Kandidat Proper Emas untuk Lapangan BSP
• Dukungan Penurunan Gas Rumah Kaca &“ Zero Routine Flaring 2030“ dari KESDM
• Kontraktor Kontrak KerjaS ama (KKKS) Pertama Yang Diizinkan Melaksanakan Inspeksi Secara Mandiri dari KESDM
• Praktik Baik Penerapan Manajemen Anti Suapdari Komisi Pencegahan Korupsi (KPK)
• Indonesian CSR Awards Kategori Gold untuk Program Sekolah Rawa Hutan (NPU), Program Berkah Air Dondang (BSP) dan Program Nelayanku Hebat (SPU) dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan besama Badan Standarisasi Nasional dan Corporate Forum for Community Development
• Sertifikat ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dengan Predikat Lulus Sempurna dari TUV NORD Indonesia
• IAGI Exploration Award Best People Development dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia
• The Best Career Development Monitoring dari SKK Migas
• The Best Initiative on Cost Optimization dari SKK Migas
• Kinerja Terbaik Pemeliharaan Fasilitas Produksi dari SKK Migas

***

Plt Bupati Berau Memilih di Kelurahan Gayam

December 9, 2020 by  
Filed under Berau

Tanjung Redeb -Plt Bupati Berau H.Agus Tantomo bersama Istri Fika Yuliana, Rabu (09/12/20) pagi memberikan hak suaranya pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di TPS 02 Kelurahan Gayam, Kecamatan Tanjung Redeb, dengan penerapan protokol kesehatan.

Usai melakukan pencoblosan, Plt Bupati H.Agus Tantomo dihadapan media mengatakan, secara keseluruhan pemberian hak suara yang dilaksanakan masyarakat berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala apapun.

“ Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar tanpa kendala, hanya sejak pagi tadi hujan deras sehingga masyarakat juga teratur bergantian mendatangi TPS untuk memberikan hak pilihnya,” Katanya.

Menurutnya, Pilkada tahun ini dihelat ditengah masa pandemi, sehingga TPS harus benar-benar mengedepankan protokol kesehatan, mulai dari pintu masuk, tempat mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh termasuk jaga jarak antar pemilih yang antri untuk memberikan hak pilihnya.

“ Prokesnya harus benar-benar diutamakan, petugas jangan segan untuk menegur ketika ada warga yang lalai atau tidak mengindahkan aturan ini, tentu ini semua demi menekan penyebaran Covid-19,” Jelasnya

Selain Plt Bupati H. Agus Tantomo dan keluarga, Sekda Muhammad Gazali bersama Istri juga memberikan hak suaranya di TPS 02 Kelurahan Gayam.(vbb01)

« Previous PageNext Page »

  • vb