PKK Berau Dinilai Tim Panji Pembangunan

November 25, 2020 by  
Filed under Berau

TERBAIK: Tim Penilai Bidang PKK, melakukan kunjungan ke Berau.

TANJUNG REDEB – Meski dalam kondisi Pandemi Covid19, tak menyurutkan semangat PKK Berau untuk berbuat. Apa yang telah dilakukan PKK Berau pun kini sedang dilakukan penilaian oleh Tim Penilai Panji Keberhasilan Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur bidang PKK. Penilaian dilakukan seluruh kelompok kerja TP PKK Kaltim, Selasa (24/11) di Sekretariat TP PKK Kampung Labanan Makmur.

Pjs Ketua TP PKK Berau, Ratna Nugrarini Ramadhan memberikan apresiasi atas segala masukan yang diberikan TP PKK Kaltim. Penilaian menjadi ajang berbenah untuk memperbaiki kinerja yang sudah dilakukan selama ini. “Dari hasil penilaian nantinya akan digunakan sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.

Ratna mengatakan, ada beberapa catatan penting. Seperti data pengisian administrasi di setiap Pokja, harus diperbaiki. Kemudian laporan agar dipenuhi dan dilengkapi sesuai prosedur.

“Yang perlu dibenahi, manajemen administrasi kegiatan. Setiap kegiatan harus lengkap administrasinya. Mulai dari kabupaten hingga kampung. Sehingga ada kesamaan data di lapangan,” katanya.

Untuk diketahui, Tim Penilai Panji Keberhasilan Pembangunan ingin melakukan verifikasi lapangan terkait berkas penilaian yang telah dikirimkan oleh PKK Berau. Dari hasil verifikasi administrasi, ada tiga kabupaten lolos seleksi yaitu Berau, PPU dan Kukar.

Hal inilah yang ingin diperiksa lebih lanjut, untuk melihat apakah ada kekurangan. Kalau ada,

akan dipenuhi kembali. Setelah lengkap akan diperiksa lagi kemudian dilanjutkan ke Pemerintah Provinsi Kaltim.

Dalam penilaian itu, Ketua TP PKK Kaltim, Norbaiti Isran Noor menyampaikan, penilaian ini ingin mengetahui hubungan antara TP PKK kabupaten dengan TP PKK kecamatan dan kampung. Jika hubungan harmonis dan kompak antara kabupaten dengan kecamatan ataupun kampung, tentunya program kerja berjalan maksimal. Seperti data di sekretariat kabupaten harus sama dengan kecamatan dan kampung. Jika tidak sama komunikasi pun tidak jalan.

“Dari penyampaian tadi, terjalin hubungan harmonis dan saling mendukung antara TP PKK kampung dengan pemerintah kampung. Dengan melengkapi berbagai fasilitas yang ada mulai dari sosial hingga kesehatan,” katanya. (vb1)

Berau, Paling Siap Dukung Ibu Kota Negara

November 24, 2020 by  
Filed under Berau

DUA BANDARA: Berau menjadi satu-satunya kabupaten di Kaltim yang memiliki dua bandara.

TANJUNG REDEB – Jika rencana ibu kota negara benar-benar direalisasikan untuk pindah ke Kaltim, maka Berau akan menjadi salah satu daerah yang sangat siap memberikan dukungan. Hal tersebut dilihat dari sisi dukungan infrastruktur yang ada di Berau.

Kepala Dinas Perhubungan Berau, Abdurahman mengatakan, Berau saat ini menjadi satu-satunya kabupaten yang memiliki dua bandara. “Bandara Kalimarau dan Bandara Maratua, menjadi potensi unggulan yang dimiliki Berau, guna mendukung mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata,” katanya (23/11).

Di sektor perhubungan laut, Berau juga memiliki pelabuhan memadai, termasuk rencana pemanfaatan Pelabuhan Tanjung Batu serta pembangunan Pelabuhan Mantaritip yang tentunya akan terus dilanjutkan. Ada pula Pelabuhan Maratua dan Pelabuhan Biduk-biduk yang sedang ditingkatkan kapasitasnya, sehingga bisa disandari kapal lebih besar.

Dukungan sektor perhubungan yang memadai ini tentu akan membantu perkembangan perekonomian di Berau yang memiliki potensi pertambangan batu bara, kelapa sawit, selain pariwisata yang juga dijadikan andalan penting.

“Ketika ibu kota negara pindah ke Kaltim, Berau akan menjadi daerah tujuan wisata utama di negara ini. Warga ibu kota akan mudah mengakses lokasi wisata di Derawan dan sekitarnya. Apalagi di Maratua sudah ada bandara,” ujarnya.

Bukan tidak mungkin, nantinya akan ada penerbangan reguler harian dari Balikpapan atau Samarinda, menuju Pulau Maratua. Sebab yang ada saat ini masih penerbangan perintis. Atas alasan itu pula, landasan pacu Bandara Pulau Maratua juga akan direncanakan untuk diperpanjang. Harapannya, pesawat berbadan lebar bisa mendarat di pulau ini.

Untuk transportasi darat, saat ini juga sudah tersedia angkutan terjadwal Samarinda – Berau yakni dari Bus Damri. Jika mobilitas sudah semakin meningkat, frekuensi keberangkatan akan menyesuaikan. Saat ini, baru berangkat dua kali dalam seminggu. (vb1)

Agar Lebih Cerdas, Kaum Milenial Didorong Konsumsi Ikan

November 24, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

LOMBA IKAN: M Ramadhan serahkan hadiah pada pemenang lomba.

TANJUNG REDEB – Bertepatan dengan peringatan Hari Ikan Nasional ke-7 tahun 2020, Dinas Perikanan Kabupaten Berau menggelar berbagai lomba. Beberapa perlombaan yang dilaksanakan yaitu memasak fish burger dan siomay, penyuluhan tingkat SMA/sederajat, penyuluhan TP-PKK Kabupaten Berau dan desain kostum gemarikan. Melalui lomba ini, ditargetkan menjadi bagian sosialisasi kampanye program gemarikan kepada masyarakat.

Hasil dari lomba tersebut, hadiahnya diserahkan Pjs Bupati Berau, M Ramadhan, Senin (23/11) di ruang Rapat Sangalaki Kantor Bupati Berau.

Pjs Bupati Berau, M Ramadhan mengatakan, potensi perikanan di Berau sangat besar. Sehingga harus dimaksimalkan dalam mendukung program gemar makan ikan. Negara lain yang konsumsi ikannya tinggi, menghasilkan SDM unggul.

“Sebagai daerah pesisir kita harus memaksimalkan makan ikan ini. Targetnya tentu generasi yang cerdas dan antisipasi stunting,” katanya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada pemenang. Harapannya menjadi motivasi untuk mengenalkan gemar makan ikan. “Kita juga harus bersama-sama menjaga potensi yang sangat besar ini. Sehingga bisa dinikmati generasi selanjutnya,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan Berau, Tentram Rahayu menyampaikan, gerakan makan ikan ini merupakan gerakan nasional yang telah ditetapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Melalui peringatan Hari Ikan Nasional ini diharapkan mendorong peningkatan konsumsi ikan. Yang dampaknya terjadinya peningkatan produksi dan budidaya perikanan.

“Dengan gemar makan ikan diharapkan bisa menghasilkan sumber daya manusia unggul. Kandungan gizi sangat tinggi dari ikan ini menjadikan masyarakat semakin cerdas, sehat dan kuat,” ujarnya.

Sasaran perlombaan sebagian besar para pelajar, diharapkan bisa memberikan informasi dan pemahaman atas kandungan gizi yang ada dalam ikan. Sehingga kecintaan terhadap produk perikanan ini semakin digemari.

“Anak milenial saat ini kebanyakan memilih makanan cepat saji. Jadi kita kenalkan produk perikanan yang dikemas seperti makanan saat ini. Jadi kandungan gizinya lebih terjamin dan menghasilkan generasi yang cerdas,” tegasnya. (vb1)

APBD Berkurang Rp 400 Miliar

November 24, 2020 by  
Filed under Berau, Berita

TURUN: APBD Berau 2021 mengalami penurunan Rp 400 miliar.

TANJUNG REDEB – Pandemi Covid 19 ditambah kondisi ekonomi yang belum membaik, membuat kondisi 2021 mendatang tidak mudah bagi Berau. Tak heran jika kemudian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Berau 2021 berkurang Rp 400 miliar dibandingkan APBD 2020.

Pjs Bupati Berau, M Ramadhan menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD 2021 ke DPRD Berau, Senin (23/11). Dalam rancangan itu, meskipun pendapatan transfer mengalami penurunan namun komponen pendapatan asli daerah (PAD) mengalami kenaikan khususnya dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta dari lain-lain pendapatan daerah yang sah.

APBD 2021 direncanakan Rp 1,8 miliar, bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 202 miliar. Setidaknya ada empat komponen penerimaan PAD, masing-masing pajak daerah Rp 65 miliar, retribusi daerah Rp 8 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp 14 miliar dan lain-lain Rp 114 miliar.

Sementara pendapatan transfer direncanakan Rp 1,5 triliun, terdiri pendapatan transfer pemerintah pusat Rp 1,5 triliun, pendapatan transfer antar daerah Rp 94 miliar. Kemudian pendapatan daerah yang sah lainnya direncanakan Rp 37 miliar, dari hibah dana bantuan operasional sekolah (BOS) pemerintah pusat.

Sedangkan belanja daerah terdiri belanja operasional Rp 1,1 triliun, terdiri belanja pegawai, barang dan jasa, hibah dan belanja bantuan sosial. Kemudian belanja modal Rp 444 miliar, belanja tidak terduga Rp 23 miliar dan belanja transfer Rp 248 miliar.

Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan 2021 direncanakan Rp 0, dan pengeluaran pembiayaan direncanakan Rp 0. “Komponen pembiayaan tidak dialokasikan baik sektor penerimaan pengeluaran pembiayaan maupun penerimaan pembiayaan,” katanya.

Sementara itu, penganggaran untuk dana sisa (SiLPA) 2020 belum dapat dialokasikan, menunggu hasil pemeriksaan BPK-RI terhadap laporan keuangan Pemkab Berau 2020. (vb1)

Manfaatkan Limbah, Warga Payung-Payung Olah Batok Kelapa

November 23, 2020 by  
Filed under Berau, Serba-Serbi

MARATUA – Melihat banyaknya limbah batok kelapa di Pulau Maratua, dua warga Kampung Payung-Payung, Kecamatan Pulau Maratua ini tergerak untuk memanfaatkannya secara ekonomis. Iswin dan Toyan, dua warga ini masing-masing berprofesi sebagai pembuat perahu dan nelayan.

“Kalau ikan lagi kosong di laut, bisa membuat kerajinan batok kelapa ini,” sebut Toyan, ketika dijumpai media ini, (19/11/2020). Dikatakan Toyan, sebelumnya pernah mendapat pelatihan membuat kerajinan batok kelapa yang digelar Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemkab Berau. Namun, tidak banyak yang benar-benar menerapkan hasil dari pelatihan itu.

Melihat potensi yang besar, disertai dorongan ingin mengembangkan kemampuan, Toyan beserta rekannya Iswin ini akhirnya benar-benar mencoba kerajinan tersebut. “Mudah-mudahan ada kemajuan untuk kehidupan kami. Ketika tidak bisa melaut karena cuaca kurang bagus, kami bisa membuat kerajinan batok kelapa ini,” bebernya.

Kalau pun tetap bisa melaut, menurut Toyan, malam hari bisa tetap dimanfaatkan membuat kerajinan ini. Sehingga waktu yang dimiliki benar-benar produktif.

Limbah batok kelapa itu dibuat jadi mangkok untuk tempat rujak, tempat sabun, hiasan lampu, tempat lilin, asbak

Iswin, rekan Toyan mengakui, sudah ada yang siap menampung hasil kerajinannya. Limbah batok kelapa itu dibuat jadi mangkok untuk tempat rujak, tempat sabun, hiasan lampu, tempat lilin, asbak, dan banyak lagi.

“Ini contohnya, kalau sudah jadi bagus kok,” kata Iswin sembari menunjukkan foto-foto hasil kerajinan melalui telepon miliknya.

Kedua perajin batok kelapa ini belum berani pasang target produksi. “Yang penting kami buat dulu. Kalau nanti memang sukses, berhasil, pasti banyak warga yang akan mengikuti,” kata Iswin.

Sementara itu, Ketua Kelompok Maratua Peduli Lingkungan, Riko yang membantu menyalurkan hasil produksi perajin ini menyampaikan, hasil produksi batok kelapa ini akan dilempar ke Bandung. “Di sana sudah ada yang siap menampung,” ujarnya.

Untuk sementara, Riko mengaku belum memasang target khusus. “Yang penting berapa pun yang ada nanti kita salurkan. Mudah-mudahan bisa menambah penghasilan warga,” pungkasnya. (vb1)

« Previous PageNext Page »

  • vb