Rutan Tanah Grogot Gelar Donor Darah

July 31, 2022 by  
Filed under Paser

TANAH GROGOT  – Jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanah Grogot melaksanakan kegiatan kemanusiaan donor darah dalam rangka peringatan ke 77 hari Dharma Karya Dhika sekaligus menggelorakan semangat kemerdekaan republik Indonesia yang akan jatuh beberapa hari Lagi.

Kepala Rutan Doni Handriansyah menyampaikan Rutan Tanah Grogot bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser melaksanakan aksi kemanusiaan secara rutin untuk membantu masyarakat.

Doni Handriansyah menjadi orang merasa sangat bahagia bisa rutin melaksanakan kegiatan sosial tersebut karena dapat membantu masyarakat.

“Saya sering melakukan donor, mudah mudahan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” imbuh Doni.

Doni juga mengatakan ketersediaan stok darah yang sangat terbatas dan permintaan kantung darah terus meningkat, hal itu yang  membuat jajaran Rutan Tanah Grogot wajib ikut andil proaktif dalam mengatasi hal ini, ditambahkan Doni pemasyarakatan hadir tentunya untuk membantu masyarakat.

Dikatakan Doni, ia sering melihat informasi ketersediaan stok darah di PMI terbatas, tapi permintaan pendonor kian meningkat.

“Jjujur  hati kecil saya tidak bisa diam melihat hal ini, saya ajak teman teman untuk proaktif melaksanakan donor darah kalo perlu wajib, karena kembali lagi kita ada untuk membantu masyarakat kapanpun dibutuhkan kita siap,” kata Doni.

Berbagai tanggapan positif di sampaikan jajaran PMI kabupaten Paser, mereka menilai program dan aksi sosial yang dilakukan jajaran Rutan Tanah Grogot sangat positif dan sudah dilakukan secara berkelanjutan. PMI berharap aksi sosial seperti ini dapat di implementasikan dari organisasi lainnya untuk membantu masyarakat. (*)

Pemkab Paser Peduli Kesehatan Masyarakat

July 22, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Bentuk kepedulian Bupati Paser dr. Fahmi Fadli terhadap kesehatan masyarakat yaitu dengan program Pemerintah Kabupaten Paser meluncurkan Kampung Keluarga Berencana (KB), Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan Pojok Edukasi Masyarakat (PESAT). Rabu (20/7/2022).

Diterangkan dr. Fahmi Fadli, Kampung KB merupakan re-konseptualisasi dari Kampung Keluarga Berencana. Perubahan tersebut dilakukan untuk mempertegas Kampung KB merupakan kampung pembangunan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.

“Sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2022 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Program Kampung Keluarga Berkualitas. Kami harap ini akan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan angka kesehatan di Kabupaten Paser,” ucap dr. Fahmi Fadli.

Disampaikan, dalam Inpres tersebut memberikan amanah kepada 13 Kementerian Lembaga, Pemerintah Daerah dan seluruh stake holder untuk melaksanakan dan mengambil langkah-langkah secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk meningkatkan kualitas keluarga dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di setiap desa kelurahan.

“Segera lakukan upaya dan trobosan yang inovatif sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing. Sehingga dapat mengoptimalkan penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas di setiap desa kelurahan,” jelasnya.

Dikatakan, angka kematian ibu dan bayi masih sangat tinggi. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka kematian ibu sebanyak 305 per 100.000 kelahiran hidup dan kematian bayi sebanyak 22 bayi per 1.000 kelahiran hidup.

“Angka kematian ibu dan bayi, tentu akan mempengaruhi pengelolaan keluarga serta pola pengasuhan yang berdampak pada kualitas manusia juga tingginya prevalensi stunting anak balita,” ungkapnya.

Selanjutnya, berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 prevalensi Stunting Kabupaten Paser sebesar 23,6% diatas rata-rata Provinsi Kalimantan Timur yaitu 22,8%. Untuk itu Bupati Paser menekankan Pemerintahan Kabupaten Paser harus dapat terus menurunkan prevalensi Stunting untuk mencapai target tahun 2022 sebesar 19,58%.

“Karena masih tingginya prevalensi stunting di Kabupaten Paser maka beberapa upaya telah kita lakukan. Kemaren, selasa 19 Juli 2022 kita telah melaksanakan Rembuk Stunting yang dilaksanakan oleh Bappedalitbang, dan kegiatan yang dilaksanakan perangkat daerah lainnya,” ucapnya.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas P2KBP3A Kabupaten Paser menyediakan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) dan Pojok Edukasi Masyarakat (PESAT) di Kampung Keluarga Berkualitas.

“Program Dashat bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya pangan lokal dalam rangka upaya penurunan stunting di tingkat desa,” ungkapnya.

 

Dijelaskan, Dashat menyediakan sumber pangan sehat dan padat gizi untuk masyarakat khususnya keluarga resiko stunting, mengolah dan mendistribusikan makanan bernutrisi seimbang, memberikan pengetahuan dan keterampilan memproduksi pangan sehat dan padat gizi sesuai kearifan lokal, memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan pangan sehat bergizi berbasis sumber daya lokal, dan mendorong munculnya kelompok usaha yang berkelanjutan.

“Intervensi terhadap keluarga resiko stunting melalui kegiatan DASHAT akan difokuskan pada kelompok sasaran prioritas utama yaitu baduta, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Dashat mengedepankan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian utama dengan pendekatan kewirausahaan sosial untuk memastikan DASHAT dioperasionalkan secara mandiri dan berkelanjutan,” terangnya.

Sementara itu, dibentuk pula Pojok Edukasi Masyarakat (PESAT). Dengan tujuan agar pemerintah dapat berkomunikasi, memberikan informasi dan edukasi gizi melalui media tertentu dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Selain itu juga memberikan pembinaan Rumah Data Kependudukan seperti pelatihan kepada Keluarga resiko stunting. Adapun fungsi Rumah Data Kependudukan (RDK) sebagai pusat data dan informasi, sebagai pusat intervensi permasalahan kependudukan, KB dan pembangunan keluarga, serta sebagai pusat integrasi aktifitas Kampung KB.

“Semoga dengan hadirnya DASHAT, PESAT dan RDK di Kampung Keluarga Berkualitas dapat menjadi solusi dalam menurunkan angka stunting di seluruh wilayah Kabupaten Paser demi terwujudnya Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing sesuai dengan visi Kabupaten Paser. PASER MAS, Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera,” pungkasnya. (yun/adv)

Kelanjutan Pembangunan Bandara Paser Diharap Temukan Titik Terang

July 20, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Delapan tahun mangkrak kelanjutan pembangunan bandara Paser diharapkan segera menemukan titik terang. Tim dari Kementerian Perhubungan direncanakan akan melakukan survei pada Agustus 2022.

“Saat ini kita kembali berkirim surat ke Kementerian Perhubungan ke Kepala Badan Kebijakan Transportasinya. Mereka menyampaikan kalau tidak halangan bulan depan (Agustus) akan melakukan survei ke lokasi,” terang Bupati Paser Fahmi Fadli, Tanah Grogot, Selasa (19/7/2022)

Fahmi memastikan bandara tersebut akan  dilanjutkan pembangunannya oleh Kemenhub. Prosesnya bergantung dari kementerian sendiri, bisa dalam satu tahun anggaran atau bertahap.

“Daripada mangkrak begitu, yang jelas ada kelanjutannya,” ucap Fahmi.

Kemenhub, diungkapkan Fahmi, tidak pernah memberhentikan ataupun membatalkan pembangunan bandara ini dan akan terus dilanjutkan pembangunannya.Meskipun sebelumnya pernah terjadi kasus rasuah pada awal pembangunan, dipastikan Fahmi tak menjadi persoslan  karena sudah ada putusan incraht dari pengadilan.

Medio Juni 2022 lalu, Bupati Paser Fahmi Fadli beserta kepala SKPD hadir memenuhi undangan Kementerian Perhubungan Badan Kebijakan Transportasi. Dalam pertertemuan kepala daerah memaparkan kondisi bandara yang terletak di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot. (yun/adv)

Wakil Bupati : Keberadaan Museum Sadurengas Penting Bagi Masyarakat Paser

July 19, 2022 by  
Filed under Paser

TANA PASER– Wakil Bupati Paser Hj. Syarifah Masitah Assegaf menghadiri agenda Gebyar Museum, yang dilaksanakan di Museum Sadurengas Kecamatan Paser Belengkong. Senin (18/7/2022).

Kehadiran Wakil Bupati Paser tersebut menambah kemeriahan dan antusias peserta yang terdiri dari puluhan pelajar tersebut. Bahkan Wakil Bupati Paser dan segenap unsur Forkopimda lainnya mencoba beberapa perlombaan tradisional.

Syarifah Masitah Assegaf menyampaikan, keberadaan Museum Sadurengas menjadi penting bagi Masyarakat Kabupaten Paser untuk mengetahui sejarah dan kebudayaan Kabupaten Paser.

“Museum Sadurengas merupakan museum bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Paser. Museum ini menjadi penambah pengetahuan masyarakat untuk mengenal sejarah dan kebudayaan pada kehidupan Masyarakat Paser pada jaman dulu,” ucap Hj. Syarifah Masitah Assegaf.

Dijelaskan, bentuk bangunan museum merupakan rumah panggung yang dalam bahasa Pasernya di sebut “Kuta Imam Duyu Kina Lenja”. Menunjukkan khas kewilayahan dan budaya Kabupaten Paser.

Dijelaskan, museum ini juga merupakan rumah kediaman pemimpin yang bertingkat. Rumah ini juga merupakan bekas rumah salah satu Sultan Paser di abad ke-18, yaitu Aji Tenggara yang kemudian menjadi Istana Kesultanan oleh Sultan Ibrahim Khaliludin di awal abad ke-19.

Wakil Bupati Paser juga sangat antusias dengan masih rapinya berbagai benda peninggalan bersejarah di dalam museum. Terlebih lagi dengan keberadaan makam para raja yang berada di sekitar museum tersebut.

Berbagai koleksi benda kuno peninggalan sejarah Kesultanan Paser, seperti tempayang atau guci kuno peninggalan Dinasti Yuan, alat rumah tangga, alat kesenian, dan pakaian Kesultanan Paser.

“Di sekitar Museum juga terdapat makam para raja dari Kerajaan Sadurengas yang sering kita kunjungi dan terdapat sebuah batu yang disebut Batu Kilan yang dipercaya masyarakat sekitar untuk dapat mengetahui nasibnya,” jelasnya.

Wakil Bupati berpesan kepada masyarakat Kabupaten Paser agar serita sejarah dan budaya Paser agar tetap dilestarikan. Sebab ia menilai begeragaman tersebut menjadikan ikon history dari “Bumu Daya Tak”.

“Sejarah dari Museum Sadurengas dengan segala adat budaya yang wajib kita lestarikan dan karena keberagamannya ini pulalah yang membuat Sadurengas menjadi ikon histori dari Bumi Daya Taka yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Sementara itu, tingginya minat dan antusias pelajar di Kabupaten Paser yang menghadiri dan ikut serta dalam agenda Gebyar Museum Sadurengas Ke IV tersebut. Beberapa perlombaan yang dinilai Wakil Bupati Paser sebagai tradisi masyarakat Paser diantaranya lomba permainan tradisional begasing, belogo dan Sorong batang. Selain itu juga terdapat lomba mewarnai untuk anak Taman Kanak-Kanak, lomba cerdas cermat museum dan lomba lukis koleksi museum untuk pelajar Sekolah Menengah Pertama.

“Banyak pelajaran yang kita peroleh melalui kegiatan ini. Bukan hanya pengetahuan tentang adat istiadat, budaya dan benda bersejarah tetapi juga beragamnya permainan tradisional dari leluhur kita yang sarat makna dan harus kita lestarikan. Misalnya Permainan begasing mengajarkan ketangkasan, kekuatan, dan ketelitian. Permainan Belogo dan Sorong Batang menanamkan nilai-nilai kejujuran, ketidak-egoisan, kerja sama, dan sikap kerja keras, serta dapat mempererat silaturrahmi,” jelasnya.

Masitah mengapresiasi upaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut juga selain melestarikan budaya juga dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Semarakkan acara ini dengan mengajak anak-anak kita untuk ikut meramaikan. Mari tingkatkan perekonomian kita di sektor pariwisata melalui pelestarian adat budaya yang kita miliki sehingga perekonomian daerah yang mandiri dan berdaya saing dapat terwujud sesuai visi Kabupaten Paser MAS, Paser yang Maju, Adil dan Sejahtera,” katanya. (yun/adv)

Rutan Tanah Frogot Gelar Sholat Ied dan Potong Hewan Kurban

July 11, 2022 by  
Filed under Paser

TANAH GROGOT – Berkah hari raya Idul Adha dirasakan umat muslim di seluruh dunia, tak terkecuali pula oleh para warga binaan pemasyarakatan muslim yang berada di Rutan Tanah Grogot. Memasuki perayaan Idul Adha 1443 Hijriah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Tanah Grogot melaksanakan sholat hari raya Idul Adha 1443 H yang kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban sebanyak 8 (delapan)  ekor sapi dan 6 (enam) kambing, Minggu (10/7/2022).

Kegiatan dilaksnakan di halaman  Rutan diawali  dengan sholat Ied  dengan imam Pimpinan pondok pesantren Bina Iman Paser Belengkong, ustadz Ahmad Syairazi. Kepala Rutan Tanah Grogot Doni Handriansyah serta jajaran dan para warga binaan pemasyarakatan Rutan Tanah Grogot dengan khusyuk mengikuti pelaksanaan sholat idul Adha.

Dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban, Rutan Tanah Grogot menggandeng Dinas Perkebunan dan Peternakan untuk memeriksa kondisi kesehatan hewan sehingga dapat dipastikan layak konsumsi dan terbebas dari penyakit mulut kuku (PMK).

Kepala Rutan Tanah Grogot Doni hHndriansyah menyampaikan pada Idul Adha tahun ini, pihaknya melaksanakan pemotongan hewan kurban dilaksanakan secara bertahap.

“Hari raya Idul Adha tahun ini kita masih bisa melaksanakan ibadah kurban. Daging akan langsung didistribusikan kepada masyarakat agar mereka dapat merasakan juga,” kata Doni.

Ia menambahkan pihaknya sangat berterimakasih atas kesediaan dari jajaran dinas perkebunan dan peternakan dalam pemeriksaan lapangan kesetiap titik pelaksanaan Kurban. Doni menilai pemeriksaan ini penting mengingat dalam beberapa waktu terakhir isu PMK mulai merebak.

Rutan Tanah Grogot berkesempatan melakukan pemotongan hewan kurban yang berasal dari para pegawai dan juga bantuan mitra kerja Rutan Tanah Grogot, Doni berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat menjadikan ladang pahala. (*/yun)

« Previous PageNext Page »

  • vb