Film “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” Angkat Kisah Nyata Perjuangan Dyslexia Kenneth Trevi

April 16, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Vivaborneo.com, Bandung — Kisah inspiratif kembali hadir melalui YouTube series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” yang mengangkat perjalanan hidup Kenneth Trevi sebagai anak dengan dyslexia. Kenneth dikenal sebagai penyanyi dan aktor yang berasal dari Kota Bandung.

Kenneth Trevi kepada awak media pada Senin (13/4/2026) mengatakan, series tersebut menghadirkan cerita yang jujur, emosional, sekaligus penuh harapan melalui pendekatan sinematik yang hangat dan dekat dengan realitas. Proyek tersebut menjadi ruang refleksi bagi penonton untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup memiliki ritme dan makna tersendiri.

Dalam proses produksi, Kenneth menghadapi tantangan emosional yang tidak ringan, terutama saat harus menyampaikan dialog panjang di depan kamera. Ia mengaku kesulitan merangkai kata menjadi kalimat utuh, sering terbalik dalam menyusun struktur, hingga kehilangan makna dari dialog yang diucapkan. Dengan dukungan sang ibu, dialog dipecah menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipahami, sehingga perlahan Kenneth mampu membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan perannya.

Selain tantangan teknis, tekanan emosional muncul saat Kenneth harus beradu akting dengan ibunya sendiri, Yuly (Li Ling). Ia merasakan kesedihan dan rasa bersalah ketika melihat ibunya menangis dalam adegan, meskipun telah memahami bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari akting. Kondisi tersebut menjadi ujian emosional yang memperkaya pengalaman personal sekaligus performanya sebagai pemeran utama.

Kolaborasi antara Kenneth dan Yuly menghadirkan dinamika yang kuat di layar. Kenneth merasakan kenyamanan, keamanan, dan kebahagiaan saat bekerja bersama ibunya, yang juga berperan sebagai pembimbing dalam proses pendalaman karakter.

Yuly membantu Kenneth memahami emosi melalui pengalaman nyata, mengingat keterbatasannya dalam memahami konsep abstrak, sekaligus mendorongnya untuk tetap menjadi diri sendiri dalam setiap adegan.

Melalui series tersebut, Kenneth menyampaikan pesan kuat kepada anak-anak dengan dyslexia bahwa perbedaan bukanlah kekurangan. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki cara belajar dan berkembang yang unik, serta perjalanan yang tidak harus terburu-buru. Dengan penuh keyakinan, ia mengajak penonton untuk terus melangkah tanpa menyerah, karena setiap proses membawa mereka lebih dekat menuju “suatu hari” yang diimpikan.

Sebagai pemeran yang menghidupkan kisahnya sendiri, Kenneth menjaga kejujuran cerita dengan berakting secara natural berdasarkan pengalaman pribadi. Ia mengakui tantangan terbesar terletak pada menghidupkan kembali emosi negatif di saat kondisi emosional sedang stabil. Meski demikian, ia berkomitmen untuk menyampaikan cerita secara autentik tanpa mengubah esensi perjalanan hidupnya.

Dari sisi Yuly, proses menghidupkan kembali perjalanan membesarkan Kenneth menghadirkan gelombang emosi yang kompleks. Ia kembali mengingat fase kebingungan, kelelahan, hingga ketidakpastian dalam memahami kondisi anaknya. Namun, pengalaman tersebut juga membuka ruang syukur karena perjalanan panjang yang telah dilalui bersama ternyata membuahkan pertumbuhan dan kekuatan yang luar biasa.

Dalam proses produksi, Yuly melihat perkembangan Kenneth bukan hanya secara kemampuan, tetapi juga dari sisi kepercayaan diri dan pemahaman diri. Ia menekankan pentingnya menjaga proses agar tetap aman, nyaman, dan membahagiakan, sehingga pertumbuhan terjadi secara alami. Pengalaman tersebut memperlihatkan perubahan yang terasa, di mana Kenneth mulai menemukan potensi baru dalam dirinya sebagai kreator.

Sebagai produser, Rulli Aryanto memiliki visi untuk menghadirkan cerita yang autentik sekaligus berdampak luas. Ia melibatkan Yuly dalam penulisan naskah serta orang-orang yang memiliki peran dalam kehidupan Kenneth, termasuk guru musiknya sejak kecil. Proses produksi juga dilakukan di lokasi yang memiliki nilai historis dalam perjalanan Kenneth, seperti tempat terapi sejak usia dini.

Pendekatan sinematik series tersebut diperkaya dengan pengambilan gambar di Bandung dan Cirebon, serta menghadirkan unsur edukasi melalui berbagai lokasi budaya dan kuliner. Dengan sentuhan penyutradaraan dari Bayu Lesmana, cerita disajikan secara emosional sekaligus informatif, sehingga mampu menjangkau penonton dari berbagai latar belakang.

Untuk pengembangan jangka panjang, Rulli merancang “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” sebagai series berkelanjutan yang akan dirilis dua sesi setiap tahun. Setiap sesi akan terdiri dari tiga episode yang mengangkat kisah perjuangan anak-anak berkebutuhan khusus di bawah naungan TemanHebat Records dan SENADA Digital Records, dengan Kenneth sebagai pusat cerita.

Produksi “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” didukung oleh TemanHebat Records dan Senada Digital Records sebagai eksekutif produser yang mengawal keseluruhan proses. Peran produser dijalankan oleh Rulli Aryanto bersama Yuly (Li Ling) yang turut menghadirkan sentuhan personal dalam cerita.

Naskah ditulis oleh Rulli Aryanto bersama Tety Widiasuti, sementara penyutradaraan dipercayakan kepada Bayu Lesmana. Di depan layar, Kenneth Trevi tampil bersama Yuly, Prilia Susy Agusty, dan Om Bagus sebagai pemeran utama.

Series “Aku Kamu dan Suatu Hari Kita” bisa langsung kita tonton di sini: https://youtube.com/playlist?list=PLoajZXAvFJHolsh3WUYTT70baKntYuWQS&si=OSI9nKih11q9hl0o

 

Urgensi Literasi Digital dan Kritik Konstruktif

April 15, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

Ali Kusno

SAMARINDA – Menanggapi dinamika informasi di ruang publik belakangan ini, salah satu ahli bahasa Kalimantan Timur, Ali Kusno, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat etika berkomunikasi dan literasi media. Penggunaan bahasa yang bijak dan berbasis data dinilai menjadi kunci utama agar ruang diskusi tetap sehat serta melindungi warga dari potensi pelanggaran hukum di tengah pesatnya arus informasi digital.

Ali Kusno menekankan, menjaga ketenangan situasi publik bukan berarti membatasi ruang demokrasi atau daya kritis masyarakat. Sebaliknya, hal ini merupakan upaya edukasi agar warga tetap aman dan produktif dalam menyampaikan setiap masukan maupun koreksi demi perbaikan kinerja pemerintah daerah.

“Saat ini publik Kaltim sudah makin kritis. Itu sangat bagus dalam ruang demokrasi. Tinggal bagaimana kita membangun ruang kritis yang sehat dan bertanggung jawab,” kata Ali Kusno saat memberikan keterangan di Samarinda, Selasa (14/4).

Menurut Ali Kusno, keberadaan Ibu Kota Nusantara di Kaltim harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Ini saatnya menggunakan paradigma warga Ibu Kota Nusantara yang cerdas, melek informasi, dan kritis kepada setiap kebijakan pemerintah.

Sebagai pakar yang mendalami linguistik forensik, Ali Kusno menggarisbawahi beberapa poin krusial sebagai panduan dasar bagi publik Kaltim dalam berinteraksi di ruang siber.

Ia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilah dan memilih sumber informasi agar tidak terjebak dalam ruang gema (echo chamber) yang provokatif. Ali menyarankan agar publik secara sadar mengalihkan fokus dari konsumsi konten media sosial yang spekulatif ke arah sumber informasi yang dapat dipercaya, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun jurnalistik. Dengan memperbaiki algoritma asupan informasi secara mandiri, masyarakat akan memiliki sudut pandang yang lebih jernih dan tidak mudah terprovokasi.

Kedua, mewaspadai arus propaganda dan amplifikasi kesesatan informasi. Masyarakat diingatkan untuk ekstra waspada terhadap dugaan propaganda yang sengaja dirancang untuk menggiring opini publik. Ali menjelaskan, sebuah ketidakbenaran yang diresonansi, ditebalkan, dan diulang-ulang secara masif akan menciptakan ‘ilusi kebenaran’. Amplifikasi informasi yang sesat berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan. Publik diharapkan tidak terjebak pada narasi yang mengandalkan sentimen emosional tanpa landasan fakta yang kuat.

Ketiga, Ketelitian dalam Memilah Informasi dan Budaya ‘Saring Sebelum Sharing

Verifikasi terhadap sumber informasi sangat diperlukan guna menghindari intervensi opini yang dapat memecah belah kerukunan warga. Budaya saring sebelum sharing harus menjadi kebiasaan baru. Sebelum membagikan sebuah informasi, warga diharapkan memastikan terlebih dahulu kebenaran materi serta manfaatnya agar tidak menjadi jembatan bagi penyebaran hoaks. Ingat, penyebar konten melanggar hukum, juga dapat turut diduga terlibat menyebarluaskan.

Keempat, Kritik Berbasis Data dan Solusi

Dukungan penuh diberikan terhadap semangat masyarakat dalam memberikan koreksi demi perbaikan kinerja pemerintah. Namun, Ali mengingatkan agar kritik disampaikan dengan cara yang tepat. “Kritik dan masukan adalah motor penggerak perbaikan kinerja pemerintah. Mari kita sampaikan koreksi tersebut dengan bahasa yang bermartabat dan berbasis data. Akan lebih bagus berikanlah opsi solusi,” tuturnya.

Kelima, Mewaspadai Potensi Delik Hukum

Masyarakat diingatkan untuk tidak terjerat masalah hukum akibat emosi sesaat. Hindari tuduhan tanpa fakta yang berpotensi menjadi fitnah. Hindari melabeli seseorang dengan diksi kasar dapat dikategorikan sebagai penghinaan. Hindari diksi dan narasi merendahkan martabat seseorang di media sosial yang berpotensi pencemaran nama baik. “Hindari diksi yang bermuatan pengancaman. Sebuah ancaman bernada candaan, tetaplah sebuah ancaman dan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Ali Kusno memberikan penekanan, “Jangan sekali-kali menggunakan diksi dan narasi menyerang dan menimbulkan kebencian terhadap Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Itu sangat berbahaya. Sudah cukup catatan konflik SARA di Kalimantan. Jangan pernah membuka luka lama. Jangan coba-coba bermain api dengan SARA.”

Keenam, Kesadaran akan Jejak Digital yang Permanen

Ali Kusno mengingatkan masyarakat untuk ekstra hati-hati dalam menggunakan bahasa di media sosial karena sifat jejak digital yang permanen. “Setiap kata, kalimat, titik, koma, dan unggahan dalam bentuk apa pun akan terekam selamanya. Menghapus komentar tidak berarti menghilangkan jejak digital. Apa yang kita tulis hari ini bisa menjadi beban hukum dan sosial di masa depan,” tegasnya.

Ali Kusno mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada semangat persaudaraan sebagai satu keluarga besar Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada kepentingan lain yang menunggangi selain kepentingan untuk menjaga Kaltim yang cerdas,  sejahtera, dan berkeadilan.

Ali Kusno menyampaikan harapan, “Kunci ketaatan publik kepada ketentuan hukum ada pada penegakan. Penegakan hukum bagi siapa pun, pemroduksi maupun penyebar, yang melakukan tindak kejahatan berbahasa menjadi kunci bagi tindak bahasa yang bertanggung jawab.”

“Tetaplah kritis dan harus lebih kritis. Kebebasan berpendapat hak setiap orang. Kritislah berpendapat dengan bahasa yang baik, benar, dan aman,” pungkas Ali Kusno. (*)

Kesiapan Jaringan Terdepan untuk Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel  Pamasuka Jaga Konektivitas Pelanggan Selama Ramadan-Idulfitri 2026

April 15, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Kalimantan– Pada periode Ramadan dan Idul Fitri 1447 H (RAFI 2026), mobilitas masyarakat meningkat pesat beriringan dengan lonjakan aktivitas digital di berbagai wilayah. Berbekal kesiapan jaringan terdepan dan terluasnya sebagai wujud komitmen Melayani Sepenuh Hati, Telkomsel berhasil menjaga kualitas konektivitas pelanggan agar tetap aman, nyaman, dan andal tanpa gangguan berarti.

Sebelumnya, Telkomsel telah bersiap siaga sejak awal Ramadan melalui penguatan dan optimalisasi jaringan di titik-titik prioritas, melakukan pemantauan kualitas layanan berbasis AI secara end-to-end, serta memperkuat kesiapan tim lapangan untuk mendukung pelanggan agar dapat menjalani ibadah, perjalanan mudik, hingga momen Lebaran dengan sepenuh hati.

Berdasarkan data internal Telkomsel Pamasuka, selama periode RAFI 2026 puncak pergerakan pelanggan antarwilayah mencapai 807 ribu pelanggan pada H+2 Idulfitri. Arus pergerakan pelanggan terbesar mengarah ke Sulawesi (390 ribu), Kalimantan (284 ribu), dan Papua (132 ribu).

Seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi dan hiburan digital, Telkomsel Pamasuka  mencatat payload puncak trafik data mencapai 17,4 PetaByte – meningkat 10,4% dibanding hari normal

Dari sisi wilayah, pertumbuhan trafik data tertinggi tercatat di:

  • Sulawesi : +12,9%
  • Maluku Papua: +10,9%
  • Kalimantan : +7.8%

Secara Area Pamasuka , aktivitas digital pelanggan berdasarkan volume payload tertinggi didominasi oleh penggunaan WhatsApp ,TikTok, Facebook, Instagram , YouTube, dan Instagram. Di antara aplikasi tersebut, WhatsApp mencatat pertumbuhan payload tertinggi, meningkat 38,13% dibanding hari biasa, mencerminkan semakin kuatnya peran layanan pesan dan panggilan suara maupun video sebagai sarana utama silaturahmi digital.

Sementara itu, dari sisi kategori layanan digital, Layanan Komunikasi menjadi kontributor pertumbuhan payload terbesar, tumbuh 37.32% dibanding hari biasa, didorong oleh popularitas aplikasi pesan instan seperti Whatsapp, Telegram, dan Facebook messenger. Kategori Media Sosial seperti Instagram, Facebook, dan aplikasi media sosial lain juga meningkat signifikan hingga 34,61%, diikuti oleh aplikasi E-Commerce seperti TiktokShop, Shopee dan Tokopedia (+29,7%).

Memastikan pelanggan tetap terhubung di momen penting kebersamaan merupakan inti dari semangat Melayani Sepenuh Hati. Untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama RAFI 2026, Telkomsel memperkuat 71 titik prioritas yang mencakup jalur mudik, simpul transportasi, kawasan wisata, area permukiman, hingga titik-titik keramaian lainnya.

Penentuan titik prioritas dilakukan berbasis analitik dan pemodelan Machine Learning (ML), serta diperkuat pemanfaatan AI melalui Autonomous Network untuk menjaga stabilitas layanan secara end-to-end. Selama periode RAFI 2026, hampir seluruh gangguan jaringan di titik prioritas berhasil diselesaikan tepat waktu (97,2%), dengan ketersediaan layanan mencapai 99,5%.

Hasilnya, meskipun terjadi lonjakan trafik di kota-kota tujuan mudik seperti : Jeneponto-Sulawesi ( +82,7%), Hulu Sungai Utara-Kalimantan (+72,6%), Hulu Sungai Tengah-Kalimantan (+68.5%), kualitas layanan Telkomsel tetap terjaga. Hal serupa juga terlihat di sejumlah lokasi wisata favorit, termasuk Kawasan Wisata Tanjung Bira Kab. Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang mencatatkan payload tertinggi 2,9 TB, kemudian  Pantai Liang, Kab Maluku Tengah, yang mencatatkan payload sebesar 2.2 TB.

VP Area Network Operations Telkomsel Pamasuka, Anky Arief Priyagung, menyatakan, Ramadan dan Idulfitri adalah momen yang sangat personal bagi banyak orang, mulai dari momen untuk beribadah, mudik, hingga menjaga kedekatan dengan keluarga dan kerabat. Karena itu, Telkomsel telah berupaya menyiapkan jaringan sebaik mungkin sebagai bagian dari komitmen Melayani Sepenuh Hati, agar pelanggan bisa menjalani rangkaian Ramadan hingga Lebaran dengan sepenuh hati.

“Kami terus memantau performa layanan dan melakukan penguatan di titik-titik prioritas, supaya koneksi tetap stabil ketika dibutuhkan, baik untuk silaturahmi, perjalanan, maupun aktivitas digital sehari-hari,” tutupnya. (*)

Yamaha Luncurkan Aplikasi “YAMAHA MOTOR ON”, Digital Hub yang Berikan Pengalaman Berkendara Lebih Menyenangkan Kepada Konsumen

April 15, 2026 by  
Filed under Gaya Hidup

Jakarta – Ditengah perubahan teknologi dan gaya hidup yang terus berkembang cepat, Yamaha senantiasa melakukan gebrakan inovasi yang berfokus pada peningkatan pelayanan dan pengalaman berkendara kepada konsumen. Tidak hanya sebatas peluncuran produk-produk anyar, aksi inovasi yang dilakukan Yamaha juga dilakukan melalui penetrasi digital dengan meluncurkan aplikasi baru bernama YAMAHA MOTOR ON (Y-ON), yang telah resmi tersedia pada bulan April tahun ini.

Aplikasi Y-ON sendiri merupakan “Digital Hub” yang dirancang untuk menggabungkan fungsi berbagai aplikasi Yamaha yang telah eksis sebelumnya, yaitu Y-Connect dan My Yamaha Motor, sehingga menjadi “One Stop Info” yang semakin mempermudah konsumen mendapatkan informasi, layanan dan pengalaman baru bersama Yamaha.

“Yamaha secara konsisten menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan konsumen, baik melalui produk maupun layanan. Kehadiran aplikasi Y-ON sebagai Digital Hub merupakan langkah strategis kami dalam mengintegrasikan berbagai layanan digital Yamaha menjadi satu ekosistem terpadu yang praktis dan terpersonalisasi, sehingga konsumen dapat menikmati kemudahan akses serta mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan bersama Brand Yamaha.” Ungkap Adita, Manager Digital Customer eXperience, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Pada tahap awal, Y-ON akan mengintegrasikan aplikasi Y-Connect terlebih dahulu ke dalam platform digital-nya secara bertahap yang diikuti dengan pembaruan tampilan serta fitur. Karena proses integrasi yang masih berjalan ini, untuk beberapa waktu ke depan aplikasi Y-Connect masih tetap bisa diakses oleh user hingga seluruh proses integrasi selesai.

Secara update tampilan, Y-ON kini mengelompokan fitur-fitur kedalam 4 kategori yang meliputi Home, Ride, Memories, dan Account. Pengategorian ini dilakukan dengan mempertimbangkan skenario penggunaan user agar mempermudah pemahanan dan pengalaman mereka.

Bagian Home juga ditingkatkan secara signifikan guna memberikan akses yang lebih cepat ke fitur utama atau favorit melalui fungsi Widget, Recently Used Features dan Global Navgation yang terdapat di bagian bawah.Sementara dari sisi fitur, jika sebelumnya Y-Connect memiliki 9 fungsi fitur, pada Y-ON bertambah menjadi 12 dengan tambahan Multi Kendaraan, Perawatan, dan Statistik Pengguna. Adapun detail rinciannya sebagai berikut :

 

No. Nama Fitur Status
Y-ON Y-Connect
1 Multi Kendaraan (Baru)
2 Perawatan / Maintenance (Baru)
3 Statistik Pengguna (Baru)
4 Kondisi Oli & Baterai
5 Riwayat Konsumsi BBM
6 Lokasi Parkir Terakhir Saat Terhubung
7 Ranking Berkendara
8 Riding Log
9 Notifikasi
10 Revs Dashboard
11 Navigasi
12 Pom Bensin Terdekat

Penjelasan Fitur Baru

Salah satu fitur baru yang tersedia pada Y-ON adalah Multi Kendaraan yang membuat pengguna bisa mendaftarkan lebih dari 1 motor pada aplikasi. Selain itu melakukan peralihan ke sepeda motor lain kini juga bisa dilakukan tanpa harus pairing ulang terlebih dahulu sehingga lebih mudah dan praktis.

Sementara terkait fitur Perawatan atau Maintenance, memungkinkan pengguna mendapatkan notifikasi pengingat servis, dalam hal pengecekan atau penggantian part berdasarkan jarak tempuh maupun periode waktu yang diatur secara mandiri (kustomisasi). Jika telah melakukan perawatan di bengkel resmi, service record pun juga akan tersimpan di dalam aplikasi.

 

Lalu untuk Statistik Pengguna, menyajikan ringkasan informasi perihal jarak tempuh perjalanan, rata-rata efisiensi bahan bakar, waktu perjalanan, dan konsumsi bahan bakar secara total. Seluruh data-data tersebut akan diakumulasi dan ditampilkan dalam bentuk visual grafik serta tabel, bahkan rentang waktunya-pun bisa diatur berdasarkan bulan atau tahun.

 

Pengembangan Berkelanjutan

Sebagai Digital Hub, aplikasi Y-ON akan terus diintegrasikan dengan berbagai aplikasi Yamaha lainnya secara bertahap dan mendapat sentuhan pembaruan agar terus dapat menjawab kebutuhan berkendara konsumen dari waktu ke waktu. Berikut adalah link untuk mengunduh aplikasi Y-ON :

PlayStore : Yamaha Motor On – Apps on Google Play

AppStore : ‎Yamaha Motor On App – App Store

PWI Kaltim Buka Ruang Diskusi bagi Tokoh Politik dan Masyarakat

April 13, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan sikap keterbukaan mereka terhadap seluruh elemen masyarakat. PWI Kaltim kini membuka ruang seluas-luasnya bagi para pimpinan daerah, tokoh politik, hingga tokoh masyarakat untuk bertandang dan berdiskusi mengenai isu apa pun di markas mereka.

​Pada rapat internal yang digelar di Sekretariat PWI Kaltim, Jalan Biola No. 8, Samarinda, Ketua PWI Kaltim Abdurachman Amin menegaskan, meskipun pintu diskusi terbuka lebar, organisasi profesi tertua di Indonesia ini tetap teguh menjaga independensi.

​”Silakan saja (datang dan berdiskusi), tetapi PWI tetap berdiri di garis netral,” tegas sosok yang akrab disapa Rachman tersebut.

​​Rapat internal tersebut secara khusus membahas persiapan menyikapi rencana kunjungan Gubernur Kaltim ke Gedung PWI Kaltim. Duito Susanto, pengurus PWI Kaltim yang juga Wakil Pemimpin Redaksi SKH Kaltim Post, mengundang seluruh anggota dan wartawan senior (legend) untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

​”Kita membolehkan apa saja, namun poin pentingnya adalah tidak menggiring PWI, apalagi mencoba mengkondisikan PWI Kaltim dalam kepentingan tertentu,” ujar Duito.

​Rachman menambahkan, dalam momentum tersebut, pihaknya juga berencana merangkul seluruh ekosistem media di Benua Etam. “Kami akan mengundang semua asosiasi pers yang ada di Kalimantan Timur,” imbuhnya.

​​​Menutup diskusi, Sekretaris Umum PWI Kaltim, Achmad Shahab, menegaskan kembali posisi organisasi yang inklusif.

​”Pokoknya kita tidak menolak siapapun yang ingin bertandang ke PWI. Kita terbuka untuk komunikasi dengan siapa saja,” pungkasnya. (rd)

« Previous PageNext Page »

  • vb