Kaltim Siapkan Generasi Hijau dari Ruang Kelas

June 6, 2026 by  
Filed under Berita

Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Gubernur Rudy Mas’ud tanam mangrove di SMAN 8 Balikpapan

Balikpapan – Kalimantan Timur mulai menggeser cara pandang terhadap pendidikan. Di tengah ancaman perubahan iklim yang kian nyata, sekolah tidak lagi diposisikan hanya sebagai tempat mencetak lulusan berprestasi, tetapi juga sebagai garda depan membangun generasi yang mampu menghadapi krisis lingkungan.

Pesan itu menguat dalam peluncuran Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) yang dirangkai dengan penanaman mangrove pada peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di SMA Negeri 8 Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan, tantangan terbesar generasi masa depan bukan semata persaingan teknologi dan ekonomi, melainkan dampak perubahan iklim yang sudah dirasakan saat ini. Karena itu, pendidikan lingkungan harus masuk ke jantung proses pembelajaran.

“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa dibangun secara instan. Harus dimulai sejak anak-anak berada di bangku sekolah,” kata Rudy.

Menurutnya, krisis iklim tidak cukup dilawan dengan kebijakan pemerintah semata. Dibutuhkan perubahan perilaku masyarakat yang dimulai dari dunia pendidikan. Sekolah menjadi ruang strategis untuk menanamkan budaya hidup ramah lingkungan sejak dini.

Rudy menyoroti pentingnya mangrove sebagai salah satu aset ekologis terbesar yang dimiliki Kalimantan Timur. Selain melindungi kawasan pesisir dari abrasi, mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon yang sangat efektif.

Ia menyebut satu hektare mangrove mampu menyimpan hingga 1.000 ton karbon, menjadikan Kaltim memiliki posisi penting dalam pengembangan ekonomi hijau dan perdagangan karbon di tingkat global.

“Potensi itu akan sia-sia jika tidak diiringi kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Karena itu pendidikan menjadi kunci,” ujarnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa gerakan lingkungan tidak boleh berhenti pada seremoni penanaman pohon. Tantangan terbesar justru memastikan nilai-nilai kepedulian lingkungan tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, dunia saat ini sedang bergerak menuju pembangunan berkelanjutan dan energi bersih. Karena itu sekolah harus menyiapkan generasi yang memiliki kesadaran ekologis sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan. Kita sedang menghadapinya sekarang,” tegas Abdul Mu’ti.

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menambahkan pembentukan karakter peduli lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana, mulai menjaga kebersihan sekolah, mengurangi penggunaan plastik hingga menanam dan merawat pohon.

Peluncuran Gerakan Sekolah ASRI  menunjukkan bahwa agenda pendidikan dan lingkungan kini semakin sulit dipisahkan. Di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim, Kaltim memilih menyiapkan pertahanan jangka panjang melalui ruang kelas.

Jika selama ini mangrove dianggap benteng alami bagi pesisir, maka sekolah sedang dipersiapkan menjadi benteng sosial untuk melahirkan generasi yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus bersaing di era ekonomi hijau. (sam)

Kaltim Siapkan Generasi Penyangga IKN

June 6, 2026 by  
Filed under Berita

Balikpapan – Di tengah masifnya pembangunan jalan, kantor pemerintahan, dan berbagai infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), pemerintah mulai menggarap pekerjaan yang jauh lebih menentukan masa depan Kalimantan Timur: membangun manusia.

Sebanyak 102 satuan pendidikan di Balikpapan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara (PPU) yang telah direvitalisasi resmi berfungsi. Program yang menyasar PAUD hingga SMA, SMK, SLB dan SKB itu menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah yang akan menjadi pusat gravitasi baru Indonesia. Program ini dibiayai melalui APBN dan diresmikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Balikpapan, Jumat (5/6/2026).

Langkah ini dinilai penting karena tantangan terbesar Kalimantan Timur menjelang hadirnya IKN bukan hanya soal kesiapan infrastruktur, tetapi kemampuan masyarakat lokal bersaing dalam perebutan peluang ekonomi, investasi, dan lapangan kerja yang akan terus tumbuh.

Tanpa SDM yang kuat, masyarakat lokal berpotensi hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus perubahan.

“Kalian harus belajar lebih giat lagi, lebih semangat lagi,” pesan Abdul Mu’ti kepada para pelajar.

Ia menegaskan, sekolah yang lebih baik harus menghasilkan kualitas pembelajaran yang lebih baik pula. Karena itu, pemerintah tidak hanya membangun ruang kelas, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, dan nyaman.

Bagi Kalimantan Timur, revitalisasi sekolah memiliki makna lebih besar dibanding sekadar proyek pembangunan fisik. Daerah ini sedang berpacu dengan waktu untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu memenuhi kebutuhan SDM masa depan.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan pembangunan sekolah sejatinya adalah investasi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan.

“Kita tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun harapan dan ruang masa depan,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan tantangan yang masih dihadapi Kaltim. Di tengah statusnya sebagai provinsi kaya sumber daya alam, kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan agar kemajuan ekonomi dapat dinikmati lebih merata.

Karena itu, revitalisasi sekolah dipadukan dengan kebijakan lain yang menyasar akses pendidikan. Pemerintah Provinsi Kaltim kini menjalankan program pendidikan gratis hingga jenjang perguruan tinggi serta bantuan perlengkapan sekolah bagi pelajar SMA dan SMK.

Pesan yang ingin disampaikan cukup jelas: pembangunan IKN tidak boleh hanya melahirkan gedung-gedung megah, tetapi juga generasi yang siap mengisinya.

Komitmen itu terlihat dari rencana pemerintah pusat yang kembali mengalokasikan revitalisasi untuk 21 satuan pendidikan tambahan pada 2026.

Jika pembangunan fisik IKN menjadi simbol wajah baru Indonesia, maka sekolah-sekolah yang diperbaiki hari ini adalah tempat lahirnya sumber daya manusia yang akan menentukan berhasil atau tidaknya masa depan ibu kota baru tersebut. Tanpa pendidikan yang kuat, kemegahan IKN hanya akan menjadi bangunan. Dengan pendidikan yang kuat, Kalimantan Timur memiliki peluang menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri. (sam)

Kualitas Kafilah Kaltim Diminta Semakin Baik

June 3, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni meminta kualitas kafilah daerah ini harus semakin baik menjelang Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Jawa Tengah yang diselenggarakan 2-5 Juni 2026 mendatang

“Kalau bisa tidak hanya mempertahankan, tapi harus terus meningkat hingga pelaksanaan dan berprestasi di Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN)  mendatang,” kata Sri Wahyuni saat membuka Training Center Peserta Kafilah Kaltim untuk MTQN XXXI Jawa Tengah di Hotel Puri Senyiur Samarinda, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, perjuangan hingga saat ini dengan menyisihkan calon peserta lainnya sudah sangat luar biasa. Karenanya sangat disayangkan jika tidak dimanfaatkan dengan baik untuk terus meningkatkan kualitas.

“Bagi saya tidak hadir sekali saja membersamai pelaksanaan TC sudah merasa tertinggal. Pun demikian yang kemarin tersisih. Tentu mereka berharap bisa terus membersamai hingga akhir tahapan TC. Maka yang ada disini manfaatkan waktu dengan baik,” timpalannya.

Dia mengemukakan, perjuangan tidak ada yang enak. Harus melewati hal tidak mengenakan.

Dengan begitu perjuangan menjadikan kita menghargai banyak hal. Utamanya waktu yang tidak mungkin kembali. Jangan lengah harus siap dan lebih siap,”katanya.

Sri Wahyuni berpesan agar calon peserta yang mengikuti TC tidak berjuang sebatas sampai mengikuti MTQN. Kedepan jika sudah berhasil juara harus terus berjuang memperdalam ilmu yang digeluti. LPTQ, sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Al Azhar untuk memberi kesempatan para juara nasional untuk memperdalam ilmunya.

Senada dengan itu Wakil Ketua II LPTQ Provinsi Kalimantan Timur Dasmiah mengajak calon peserta untuk berlatih maksimal.

“Tinggal sedikit waktu mempersiapkan diri menjadi peserta terbaik di MTQN. Tapi kita memberikan kepercayaan penuh, karena dengan latihan rutin bisa berikan yang terbaik,” yakinnya. (AM)

Wujud Kepedulian, Gubernur Kaltim Serahkan Sapi Kurban ke PWI Kaltim

May 28, 2026 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Bentuk kepedulian terhadap insan pers kembali ditunjukkan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Melalui utusan khususnya, Gubernur menyerahkan bantuan satu ekor sapi kurban kepada Pengurus Wilayah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kaltim, Kamis (28/5/2026).

​Penyerahan hewan kurban tersebut dilakukan Ari Wibowo selaku perwakilan Gubernur, dan diterima Wiwid Marhaendra dan Bayu Surya Gandamana, pengurus PWI Kaltim, di Sekretariat PWI Kaltim, Jalan Biola No. 8, Samarinda.

​Ari Wibowo mengungkapkan, bantuan hewan kurban ini merupakan bentuk apresiasi dan perhatian mendalam dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud terhadap dedikasi para jurnalis di Benua Etam.

​”Bantuan satu ekor sapi kurban ini adalah bentuk perhatian beliau atas kerja-kerja jurnalistik dalam mendukung program pembangunan di Kaltim,” ujar Ari usai menyerahkan hewan kurban.

​​Atas nama keluarga besar PWI Kaltim, Wiwid Marhaendra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh orang nomor satu di Kaltim tersebut.

​Bantuan ini dinilai sangat berarti bagi kebersamaan para anggota PWI Kaltim di momen hari raya.

​”Kami atas nama PWI Kaltim mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan kurban dari Gubernur,” kata Wiwid.

​Ia menambahkan, pihak panitia akan bergerak cepat untuk memproses hewan kurban tersebut agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota yang berhak.

​​”Kami akan segera melakukan pemotongan hewan kurban pada pukul 11.00 WITA siang ini, dan dagingnya akan langsung kami bagikan kepada anggota PWI Kaltim yang berhak menerima,” pungkasnya. (rd)

Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Angkat Potensi Bioprospeksi untuk Pembangunan Berkelanjutan

May 22, 2026 by  
Filed under Lingkungan Hidup

Vivaborneo.com — Belantara Foundation bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi FMIPA dan Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Pakuan menyelenggarakan kegiatan Belantara Learning Series Episode 15 (BLS Eps.15) dengan tema “Bioprospeksi untuk Bioekonomi Berkelanjutan di Indonesia: Menjembatani Konservasi, Inovasi dan Keadilan Manfaat”.

Acara yang berlangsung pada ada Rabu, 20 Mei 2026, BLS Eps.15 secara luring dipusatkan di Auditorium Lantai 3 Gedung Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan di Bogor, sedangkan daring melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube Belantara Foundation. Sebanyak 968 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang digelar secara hybrid tersebut.

Kegiatan ini juga didukung oleh Teras Mitra, Perkumpulan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (PPIDK Timtengka) serta menggandeng tujuh perguruan tinggi lainnya sebagai kolaborator yang mengadakan acara “Nonton dan Belajar Bareng” BLS Eps.15 bagi mahasiswa dan dosen di masing-masing universitas.

Tujuh universitas tersebut yaitu Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, Universitas Syiah Kuala, Universitas Negeri Makassar, Universitas Antakusuma, Universitas Tanjungpura dan Universitas Muhammadiyah Kuningan.

Kegiatan BLS Eps.15 secara khusus dilaksanakan dalam menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Internasional 2026 yang jatuh pada 22 Mei setiap tahunnya. Tema yang diusung adalah “Acting Locally for Global Impact” atau Bertindak di Tingkat Lokal untuk Dampak Global”, menyoroti pentingnya partisipasi aktif multi pihak dalam menghentikan dan membalikkan laju hilangnya keanekaragaman hayati serta memanfaatkan keanekaragaman hayati secara lestari dan berkelanjutan. Salah satu pemanfaatan keanekaragaman hayati tersebut melalui bioprospeksi.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna, dalam sambutannya menegaskan bioprospeksi harus dilaksanakan dengan prinsip kehati-hatian guna menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan keadilan bagi masyarakat lokal.

“Bioprospeksi tidak hanya berbicara tentang eksplorasi potensi ekonomi dari kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga tentang bagaimana memastikan masyarakat lokal sebagai penjaga utama hutan dan ekosistem memperoleh manfaat yang adil dan berkelanjutan,” ujar Dolly.

Dolly, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Universitas Pakuan, menambahkan Belantara Foundation secara konsisten mendorong penguatan pemahaman dan implementasi praktik bioprospeksi yang berwawasan lingkungan.

Melalui berbagai program edukasi, penelitian, dan konservasi, Belantara Foundation mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari akademisi, pemerintah, sektor swasta, hingga generasi muda—untuk bersinergi dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati secara bijak dan bertanggung jawab.

“Transformasi menuju bioekonomi berkelanjutan membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, serta riset berbasis ilmu pengetahuan yang komprehensif. Belantara Foundation meyakini bahwa perpaduan antara riset, inovasi, dan kearifan lokal dapat melahirkan solusi bernilai ekonomi tinggi tanpa mengorbankan kelestarian alam. Sudah saatnya kekayaan biodiversitas Indonesia menjadi lokomotif bioekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” tutup Dolly.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A.A. Teguh Sambodo, dalam keynote speech-nya menegaskan bahwa pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia harus dikelola secara bertanggung jawab melalui pendekatan yang terintegrasi dari konservasi hingga hilirisasi.

Menurutnya, transformasi dari sekadar bioresources (sumber daya hayati) menuju bioeconomy (ekonomi berbasis hayati) memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat lokal dan adat, serta media sebagai bagian dari pendekatan pentahelix.

“Pengembangan bioekonomi bukan hanya transformasi ekonomi, tetapi juga transformasi sosial yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat. Karena itu, pengembangan bioprospeksi harus dilakukan secara terintegrasi,” jelas Deputi Teguh.

Lebih lanjut, Deputi Teguh menyampaikan pemerintah juga tengah mendorong pengembangan bioprospeksi sektoral melalui inisiatif seperti Peta Jalan Blue Economy Indonesia 2025–2045, Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025–2045, dan penguatan industri bioteknologi berbasis sumber daya hayati.

Rektor Universitas Pakuan, Prof. Dr. rer.pol. Ir. Didik Notosudjono, M.Sc., IPU, ASEAN Eng., dalam paparannya menegaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pengembangan bioprospeksi untuk mendukung bioekonomi berkelanjutan di Indonesia melalui riset-riset berbasis biodiversitas lokal yang menghasilkan inovasi aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat serta dunia industri.

Sementara itu, pada waktu yang sama, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof. Dr. Ir. Hadi Sukadi Alikodra, MS., menjelaskan bioprospeksi adalah penelusuran, klasifikasi, dan investigasi secara sistematik produk yang berguna seperti senyawa kimia baru, bahan aktif, gen, protein, serta informasi genetik lain untuk tujuan komersil dengan nilai ekonomi aktual dan potensial yang ditemukan dalam keragaman hayati.

“Melalui komersialisasi bioprospeksi diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional secara berkelanjutan, karena kegiatannya dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dengan tetap menjaga kelestarian keanekaragaman hayati. Dari sistem royalti yang dihasilkannya, bioprospeksi dapat menjadi dukungan finansial bagi kegiatan perlindungan dan pelestarian hutan, termasuk perlindungan masyarakat hukum adat,”, ujar Prof. Hadi S. Alikodra.

Dalam opening speech-nya, Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., berharap bahwa seminar/webinar nasional yang dikemas melalui BLS Eps.15 ini dapat menjadi wadah bagi semua pihak untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta gagasan baru, tentang bioprospeksi untuk bioekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Turut hadir sebagai narasumber yang memiliki pengalaman dalam bioprospeksi di Indonesia secara berturut-turut yaitu Ketua LPPM Universitas Pakuan, Dr. apt., Lusi Agus Setiani, M.Farm.; Heads Corporate Advance Research and Evaluation Centre Martha Tilaar Group, Maily, S.Si., M.Biomed.; dan  Marketing Manager PT. Alam Siak Lestari, Fahmi Afdhi Zaky,  Acara BLS Eps.15 ini dipandu oleh Pemimpin Redaksi Majalah Trubus (2020-2023), Sardi Duryatmo.(vb/yul)

 

 

« Previous PageNext Page »

  • vb